Zakat Menurut Bahasa Artinya Adalah


apa itu zakat

Sahabat, seperti mana kita ketahui zakat itu diwajibkan untuk setiap mukminat yang hartanya telah menyentuh nishab dan haulnya. Berikut ini marilah kita simak adapun pengertian zakat, syariat, tipe, dan juga syaratnya:

Pengertian Zakat Menurut Bahasa dan Istilah

Arti, Pengertian, dan Jenis Zakat

Menurut bahasa zakat artinya adalah bertaruk, berkembang, subur atau lebih. Privat Al-Quran dan titah disebutkan,

“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.”

(QS. al-Baqarah[2]: 43)

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu dia menjernihkan dan membersihkan mereka.”

(QS. at-Taubah[9]: 103)

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”

(HR. Tirmizi)

Menurut istilah, internal kitab al-Hâwî, al-Mawardi mendefinisikan
denotasi zakat
dengan segel pengutipan tertentu dari harta yang tertentu, menurut kebiasaan-kebiasaan tertentu, dan untuk
diberikan kepada golongan tertentu.

Adapun kata
infak dan sedekah, sebagian juru fikih berpendapat bahwa infak yaitu segala macam bagan pengeluaran (pembelanjaan), baik lakukan kekuatan pribadi, keluarga, maupun yang lainnya. Sementara kata sedekah adalah barang apa bentuk pembelanjaan (infak) di jalan Tuhan.

Baca Selengkapnya:INILAH PERBEDAAN ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH

Berbeda dengan zakat, sedekah tidak dibatasi atau tidak terikat dan tidak memiliki batasan-batasan tertentu. Sedekah, selain boleh privat bentuk harta, bisa juga konkret sumbangan tenaga maupun pemikiran, dan terlebih sekadar senyuman.

Pengertian Zakat Menurut Pendeta 4 Madzhab

Melansir dari
Ustadz H. Ahmad Fauzi Qosim, S.S., M.A., M.M,
pengertian Zakat Menurut 4 Imam Mazhab Fiqh.


1. Padri Malik

إِخْرَاجُ جُزْءٍ مَخْصُوْصٍ مِنْ مَالٍ بَلَغَ نِصَاباً لِمُسْتَحِقِّهِ إِنْ تَمَّ المِلْكُ وَالحَوْل غَيْر مَعْدِنٍ وَحَرْثٍ

“Menyingkirkan sebagian tertentu berbunga harta nan telah mencapai nishab kepada mustahiq, bila ideal kepemilikannya dan haulnya selain cebakan dan sawah.”


2. Imam Hambali

حَقٌّ وَاجِب فيِ مَالٍ مَخْصُوصٍ لِطَائِفَةٍ مَخْصُوصَةٍ فيِ وَقْتٍ مَخْصُوصٍ

“Properti yang wajib dikeluarkan semenjak harta tertentu untuk diberikan kepada kelompok tertentu puas masa tertentu.”


3. Imam Syafii

اِسْم لِمَا يُخْرَجُ عَنْ مَالٍ وَ بَدَنٍ عَلىَ وَجْهٍ مَخْصُوصٍ

“Tanda bikin sesuatu yang dikeluarkan bersumber harta dan raga dengan mandu tertentu.”


4. Pastor Hanafi

تَمْلِيكُ جُزْءِ مَالٍ مَخْصُوْصٍ مِنْ مَالٍ مَخْصُوصٍ لِشَخْصٍ مَخْصُوْصٍ عَيَّنَهُ الشَّارِعُ لِوَجْهِ اللهِ تَعَالىَ

“Pendudukan bagian harta tertentu dari harta tertentu kepada orang-makhluk tertentu yang mutakadim ditetapkan pembuat syariah (Tuhan) dengan mengharapkan keridhaan-Nya.”


Penyebutan Zakat intern Al-Quran

Zakat
(QS. al-Baqarah [2]: 43)

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Artinya:

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-individu yang ruku’.”

Sedekah
(QS. at-Taubah [9]: 104)

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Artinya:

“Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat mulai sejak hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?”

Hak
(QS. al-An’âm [6]: 141)

وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya:

“Dan Dialah nan menjadikan kebun-tegal nan berjunjung dan yang tak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman nan bermacam-spesies buahnya, oliva dan delima kuning yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah berpunca buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di periode memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah engkau berlebih-lebihan. Senyatanya Yang mahakuasa tidak menyukai orang nan berlebih-lebihan.”

Kas dapur
(QS. at-Taubah [9]: 34)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۗ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Artinya:

“Hai anak adam-orang yang beriman, selayaknya sebahagian besar berpunca orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani tekun meratah harta makhluk dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (khalayak) berbunga jalan Halikuljabbar. Dan orang-hamba allah yang menyimpan kencana dan perak dan tidak menafkahkannya puas urut-urutan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) aniaya yang pedih.”

Al-‘Afwu (maaf)
(QS. al-A’râf [7]: 199)

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Artinya:

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah turunan melakukan nan ma’ruf, serta berpalinglah dari pada cucu adam-orang yang pilon.”


Hukum Zakat

Apa itu zakat

Zakat
yaitu keseleo satu rukun Islam dan menjadi salah suatu unsur pokok bagi penegakan syariat Islam. Oleh sebab itu, syariat menunaikan zakat adalah perlu bagi setiap muslim dan muslimah yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu.

Allah SWT berfirman,

“Padahal mereka tak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ke-taatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama nan lurus, dan kendati mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat. Dan nan demikian itulah agama yang lurus.”

(QS. al-Bayyinah[98]: 5)

Rasulullah SAW berbicara,

“Islam dibangun di atas panca perkara: bersaksi bahwa tidak suka-suka sang pencipta kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya; mendirikan salat; melaksanakan puasa (di bulan Bulan rahmat); menunaikan zakat; dan berhaji ke Baitullah (bakal yang fertil).”

(HR. Muslim)


Zakat adalah Ibadah

Zakat
termasuk dalam kategori ibadah mesti (seperti shalat, haji, dan puasa) yang telah diatur berdasarkan Al-Quran dan sunah. Selain itu, zakat sekali lagi adalah amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan nan boleh berkembang sesuai dengan urut-urutan umat turunan.


Varietas-jenis Zakat

a. Zakat nafs (sukma), disebut juga zakat fitrah.
b. Zakat mâl (harta).

Baca Selengkapnya: Jenis-Spesies Zakat


Syarat-Syarat Teristiadat Zakat

a. Orang islam.
b. Berlogika.
c. Balig.
d. N kepunyaan harta sendiri dan sudah menyentuh nisab.

Itulah beberapa pengertian zakat beserta tipe sebatas dengan syaratnya. Kerjakan penjelasan selanjutnya, silahkan membeda-bedakan tema-tema berikut ini.


DAFTAR ISI


Lanjut KE Gerbang 2


Zakat Sekarang

Source: https://zakat.or.id/pengertian-zakat/

Posted by: gamadelic.com