Vihara Adalah Tempat Ibadah Umat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Wihara
(bahasa Sansekerta: विहार
Vihara) adalah sebutan bikin rumah ibadah umat Buddha di Indonesia.


Wihara, klenteng dan Orde Yunior

[sunting
|
sunting sumur]

Wihara adalah apartemen ibadah agama Buddha, bisa juga dinamakan kuil. Klenteng adalah apartemen ibadah penganut taoisme, maupun konfuciusisme. Tetapi di Indonesia, karena orang nan ke Wihara/kuil/klenteng umumnya yakni etnis Tionghoa, maka menjadi agak runyam bagi dibedakan, karena galibnya mutakadim terjadi sinkritisme antara Buddhisme, Taoisme, dan Konfuciusisme.[1]
Riuk satu contohnya adalah Vihara Kalyana Mitta yang terwalak di daerah Pekojan, Jakarta Barat.

Banyak umat mahajana nan bukan mengerti perbedaan antara klenteng dan Wihara. Klenteng dan Wihara pada dasarnya berbeda dalam arsitektur, umat dan fungsi. Klenteng plong dasarnya berarsitektur tradisional Tionghoa dan berfungsi sebagai tempat aktivitas sosial mahajana selain arti spiritual. Wihara berarsitektur lokal dan biasanya memiliki khasiat spiritual tetapi. Namun, wihara juga ada nan berarsitektur tradisional Tionghoa seperti pada Wihara Buddhis sirkuit Mahayana yang memang berpokok dari Tiongkok.

Perbedaan antara klenteng dan wihara kemudian menjadi rancu karena hal G30S pada tahun 1965. Imbas kejadian ini adalah pelarangan peradaban Tionghoa, tertulis ajun tradisional Tionghoa, maka dari itu pemerintah Orde Baru.[2]
Klenteng yang ada sreg masa itu terancam ditutup secara periang. Banyak klenteng yang kemudian mengadopsi istilah terbit bahasa Sanskerta atau bahasa Pali, meniadakan logo sebagai Vihara dan menyenaraikan sahifah izin dalam naungan agama Buddha demi kelangsungan peribadatan. Dari sinilah kemudian umat awam selit belit membedakan klenteng dengan Vihara.

Setelah Orde Bau kencur digantikan oleh Orde Reformasi, banyak wihara yang kemudian mengganti nama kembali ke label semula nan berbau Tionghoa dan lebih berani menyatakan diri bagaikan klenteng daripada wihara.

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Tionghoa.info,
    Klenteng

  2. ^

    Jaringnews.
    Inpres zaman orba yang larang perayaan Imlek
    Diarsipkan 2022-05-14 di Wayback Machine.

Teks lanjutan

[sunting
|
sunting sendang]

  • Chakrabarti, D.K. (1995). Buddhist sites across South Asia as influenced by political and economic forces.
    World Archaeology
    27(2): 185-202.
  • Mitra, D. (1971).
    Buddhist Monuments. Sahitya Samsad: Calcutta. ISBN 0-89684-490-0.
  • Tadgell, C. (1990).
    The History of Architecture in India. Phaidon: London. ISBN 1-85454-350-4.
  • Khettry, Sarita (2006).
    Buddhism in North-Western India: Up to C. A.D. 650″. R.N. Bhattacharya: Kolkata. ISBN 978-81-87661-57-3.
  • Rajan, K.V. Soundara (1998).
    Rock-cut Temple Styles: Early Pandyan Art and The Ellora Shrines. Mumbai: Somaiya Publications. ISBN 81-7039-218-7.



Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Inggris)
    Lay Buddhist Practice: The Rains Residence Diarsipkan 2005-04-05 di Wayback Machine.
  • (Inggris)
    Mapping Buddhist Monasteries



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Wihara

Posted by: gamadelic.com