Unsur Logam Dalam Tabel Periodik

Tabulasi periodik merupakan tampilan partikel-unsur ilmu pisah yang ditampilkan dalam bentuk tabel. Sekaan unsur kimia tersebut disusun berdasarkan beberapa faktor seperti nomor unsur, konfigurasi elektron dan resan kimia.

Tabel periodik terdiri berpokok semua partikel-unsur kimia yang mutakadim diakui secara sejagat, dan dibagi ke dalam 4 blok, terjadwal blok -s, -p, -d dan -f. Tiap leret puas grafik disebut sebagai periode, sementara itu kolomnya disebut golongan. Secara umum, n domestik satu perian (baris), di sebelah kiri berperangai ferum, dan di jihat kanan bersifat non-logam.

Intern tabel periodik standar, unsur disusun menurut pertambahan nomor atom (jumlah proton dalam inti partikel). Jajar (periode) baru dimulai detik kulit elektron mentah mempunyai elektron pertamanya. Rubrik (golongan) ditentukan berdasarkan konfigurasi elektron; unsur-elemen nan memiliki kesamaan besaran elektron kerumahtanggaan subkulit tertentu bakir intern kolom yang selaras. Perumpamaan transendental, oksigen dan selenium subur di kolom yang sebanding karena keduanya n kepunyaan empat elektron puas subkulit-p terluarnya.

(Baca juga: Tabel Periodik Anasir Kimia, Lengkap dengan Mualamat dan Gambar)

Unsur-partikel dengan kesejajaran sifat kimia lazimnya dikelompokkan ke privat golongan nan sama pada tabel berkala, meskipun kerumahtanggaan blok-f, dan bilang ditemukan di blok-d, unsur-zarah n domestik tahun yang sejajar cenderung memiliki kesejajaran sifat ilmu pisah. Makanya karena itu, relatif mudah untuk mengandaikan resan kimia suatu unsur jika diketahui adat molekul-anasir di sekelilingnya.

Hingga tahun 2022, setidaknya 118 unsur telah dikonfirmasi pada diagram periodik. Ini teragendakan  unsur 1 (hidrogen) hingga 118 (oganesson), dengan penambahan terbaru seperti mana nihonium, moscovium, tennessine, dan oganesson, yang dikonfirmasi oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC).

Diantara kesemua unsur, 94 terdapat secara alami; 24 sisanya, bersumber amerisium sebatas kopernisium dan flerovium serta livermorium, hanya ada jikalau disintesis di laboratorium. Dari 94 elemen alami, 84 diantaranya adalah primordial (unsur purba). 10 lainnya muncul jika suka-suka peluruhan berusul unsur primordial.

Tidak cak semau unsur yang lebih berat daripada einsteinium (unsur 99) yang ditemui dalam jumlah besar dan bentuknya polos. Bahkan astatin (unsur 85); fransium (atom 87) hanya terdeteksi dalam bagan emisi sorot dari jumlah mikroskopis (300.000 atom).

Pengelompokan unsur kimia

Beberapa kategori boleh diterapkan secara luas terhadap molekul, termuat memperhatikan sifat awak dan kimianya secara publik, keadaan materi dalam kondisi nan banyak dijumpai, titik lebur dan didihnya, massa jenisnya, struktur kristalnya sebagai padatan, dan asal-usulnya.

Sifat-sifat umum

Berdasarkan sifat fisika dan kimianya, unsur-unsur yang ada ini dibagi ke dalam tiga kategori, merupakan logam, metaloid dan nonlogam.

Besi
umumnya berkilau, padatan dengan daya hantar tinggi, boleh membuat aloy dengan ferum lainnya dan membentuk senyawa ion serupa garam dengan nonlogam (selain gas indah). Sebagian besar
nonlogam
positif tabun berwarna atau bukan berwarna; nonlogam yang membentuk senyawa dengan nonlogam lainnya berikatan secara kovalen. Di antara logam dan nonlogam terserah
metaloid,

nan punya sifat di antara besi dan nonlogam atau campuran keduanya.

(Baca juga: Pendirian mudah menghafaz Tabel Periodik, nomor 2 paling asik)

Klasifikasi yang kian detail sering ditunjukkan melalui penyajian warna intern diagram periodik. Sistem ini membatasi istilah “logam” dan “nonlogam” menjadi doang ferum dan nonlogam tertentu dari sedemikian banyaknya logam dan nonlogam.

Logam dan nonlogam dapat diklasifikasikan lebih lanjut ke privat subkategori nan menunjukkan gradasi sifat mulai sejak ferum ke nonlogam, bakal atom-unsur dalam periode yang sama.

Logam terbagi ke dalam logam alkali yang tanggap, logam alkali tanah yang kurang reseptif, lantanida dan aktinida, logam transisi, dan ferum setelahpersilihan dengan sifat fisika dan ilmu pisah paling lemah.

Nonlogam dibagi menjadi nonlogam poliatomik, nonlogam yang lebih mirip dengan metaloid; nonlogam diatomik, nonlogam esensial; dan asap mulia monoatomik, nan adalah nonlogam dan hampir inert sempurna.

Logam

  • 78% dari semua unsur nan dikenal ialah logam
  • Ditempatkan di sebelah kiri tabel ajek
  • Biasanya padat sreg suhu kamar
  • Kebanyakan punya noktah leleh dan titik didih yang tahapan
  • Penghantar panas dan listrik yang baik
  • Dapat ditempa dan diregangkan

Nonlogam

  • Terletak di sisi kanan atas Tabel Periodik
  • Total ada 22 non-logam
  • Rata-rata padatan alias gas pada suhu kamar
  • Titik leleh dan noktah didih terbatas
  • Penghantar panas dan setrum nan buruk

Metaloid

  • Menunjukkan resan besi dan non-loga
    Contoh: Silikon, germanium, arsen, dan antimon

Keadaan materi

Hal mendasar lainnya yang umum digunakan bikin mengecualikan unsur kimia ialah wujud materi (fase)-nya, yaitu padat, cair, alias gas, pada temperatur dan tekanan standar (STP).

Sebagian besar anasir berwujud padat pada temperatur resmi dan tekanan bentangan langit, sementara beberapa berwujud tabun. Hanya bromin dan raksa yang positif enceran puas 0 °C (32 °F) dan impitan ruang angkasa normal; sesium dan galium maujud padat pada guru tersebut, cuma samar muka pada suhu, berjajaran, 28,4 °C (83,1 °F) dan 29,8 °C (85,6 °F).

Noktah hancur dan titik didih

Titik mengabu dan titik didih, biasanya dinyatakan dalam derajat Celsius pada tekanan satu atmosfer, umumnya digunakan bagi mendefinisikan khuluk bineka unsur. Karakter ini untuk sebagian segara unsur mutakadim diketahui, namun, kerjakan beberapa anasir radioaktif nan tersedia intern kuantitas lewat katai belum diketahui. Helium tetap berada dalam wujud enceran meskipun puas hal zero mutlak pada tekanan atmosfer, sehingga He namun memiliki titik didih, dan tak mempunyai titik lebur pada penyajian absah.

Agregat tipe

Massa tipe sreg temperatur dan impitan standar (STP) tertentu seringkali digunakan privat menentukan karakter partikel. Massa jenis sering dinyatakan dalam gram saban sentimeter kubik (g/cm3).

Beberapa asap nan pada master pengukuran berwujud gas, massa jenisnya biasanya dinyatakan bagi wujud gasnya; ketika dicairkan atau dipadatkan, unsur gas memiliki konglomerasi jenis setara dengan partikel lainnya.

Saat satu anasir memiliki alotrop dengan massa tipe yang berbeda, salah satu alotrop nan mewakili biasanya dipilih intern penguraian kesimpulan, provisional konglomerasi jenis untuk masing-masing alotrop bisa dinyatakan di bagian detailnya. Laksana contoh, tiga alotrop zat arang yang terkenal (karbon amorf, grafit, dan intan) memiliki massa jenis masing-masing 1,8–2,1; 2,267; dan 3,515 g/cm3.

Struktur intan imitasi

Elemen-molekul yang diteliti setakat momen ini sebagai spesimen padat n kepunyaan okta- macam struktur kristal: kubik, kubik pusat fisik, kubik pusat tampang, heksagonal, monoklinis, ortorombis, rombohedral, dan tetragonal.

Kerjakan beberapa elemen transuranium sintetis, sampel yang terhidang sangat sedikit buat dapat menentukan struktur kristalnya.

Pangkal-usalnya di marcapada

Beralaskan dasar usulnya, diketahui bahwa 94 zarah pertama terjadi secara alami, sementara 24 lainnya didapat secara artifisial perumpamaan produk sintetis melintasi reaksi nuklir buatan.

Dari 94 atom yang terjadi secara alami, 83 dianggap bak primordial dan berperangai stabil atau radioaktif lemah. Sisanya, yaitu 11, disebut misal unsur fana lantaran memiliki musim paruh yang terlalu singkat untuk berlimpah di mulanya Bimasakti.

Terbit 11 unsur fana tersebut, 5 zarah seperti polonium, radon, radium, aktinium, dan protaktinium, merupakan produk peluruhan berpunca torium dan uranium. 6 anasir fana lainnya, merupakan teknesium, prometium, astatin, fransium, neptunium, dan plutonium dihasilkan berpunca proses reaksi nuklir berat yang melibatkan uranium maupun unsur-partikel terik.

Please follow and like us:

Source: https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/kelas-10/tabel-periodik-unsur-kimia-2-1000/

Posted by: gamadelic.com