Selamat datang di

PakDosen.co.id,

web digital berbagi mantra manifesto. Barangkali ini PakDosen akan membahas tentang
Haji dan Umrah? Boleh jadi ia perpautan mendengar kata
Haji dan Umrah? Disini PakDosen membahas secara rinci adapun pengertian, syarat, rukun, sunah, hukum, larangan, macam, cara, dalil dan hikmah. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan setakat utang.

Haji dan Umrah: Pengertian, Syarat, Rukun, Hukum Serta Sunah

Berdamai Islam yang ragil ialah mendaki haji ke Baitullah bila bernas. Artinya yakni bertamu ke tanah suci untuk mengerjakan serangkaian dedikasi ibadah yang sepadan dengan syarat, akur, dan batas yang telah ditentukan. Ibadah haji ditetapkan kepada orang islam yang mampu. Konotasi bernas yakni n kepunyaan persediaan yang cukup bikin menghindari dan persediaan buat keluarga yang ditinggalkannya. Sesuai halnya dengan umrah nan boleh dilaksanakan pada rembulan lain kecuali bulan Zulhijah. Haji dan umrah ialah suatu aktivitas rohani nan di dalamnya diperoleh pengorbanan, ekspresi rasa syukur, berbuat amalan dengan kerelaan lever, melaksanakan perintah Tuhan, dan menjalin pertemuan raksasa dengan umat Islam lainnya di seluruh dunia. Firman Tuhan swt. Q.S A1 Baqarah [125].


Denotasi Haji dan Umrah

1. Pengertian Haji

Haji ialah berangkat ke Baitullah bikin menunaikan ibadah nan sudah lalu ditentukan oleh Allah swt. Pengertian lain dari haji merupakan berangkat beribadah ke kapling suci cak bagi menunaikan tawaf, sa’i, dan wukuf di Padang Arafah dan menunaikan semua kelestarian haji di rembulan Zulhijah.


2. Pengertian Umrah

Umrah ialah berangkat ke Baitullah dengan kemauan berserah diri kepada Almalik swt. dengan melengkapi syarat terbatas yang waktunya enggak ditetapkan seperti halnya haji.


Syarat Wajib Haji dan Umrah

Berikut ini ada beberapa syarat wajib haji dan umrah, ialah sebagai berikut:

  • Islam. Ibadah haji ataupun umrah hanya teradat dilaksanakan oleh orang yang beragama selam.
  • Baligh. Momongan dibawah nyawa belum diwajibkan. Kalaupun di sudah lalu melaksanakan haji ataupun umrah, hingga hajinya teguh sah, namun bagian menjadi haji sunnah.
  • Berlogika segak.
  • Merdeka (tidak perumpamaan budak).
  • Berbenda (berharta).
  • Suka-suka mahram ( muhrim ) untuk wanita, kerjakan wanita teradat ada junjungan maupun orang yang mendampinginya.

Damai Haji

Berikut ini suka-suka beberapa rukun dalam haji, yakni sebagai berikut:


  • Ihram

Ihram adalah percaya untuk berangkat melaksanakan ibadah haji dan menggunakan cemping putih yang lain dapat dijahit. Ibadah ini berangkat melampaui sampai di miqat (batas nan sudah ditentukan). Berikut ini terdapat 2 miqat dalam haji, ialah:

  1. Miqat zamani, ialah had yang telah ditetapkan menurut waktu. Dari rembulan Syawal hingga bersumber fajar tanggal 10 Zulhijah. Artinya, hanya puas periode tersebut ibadah haji bisa dilaksanakan.
  2. Miqat makani ialah batas yang telah ditentukan menurut gelanggang.

  • Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah ialah bercerai di Padang Arafah mulai terbenamnya mentari tanggal 9 Zulhijah hingga berpangkal fajar puas tanggal 10 Zulhijah.


  • Tawaf Ifadah

Tawaf ifadah adalah mengitari Kakbah sebanyak 7 mungkin serta syarat antara lain:

  • Bersih dari hadas dan najis baik badan atau busana.
  • Mengerudungi alat kelamin.
  • Kiblat berada di sebelah kiri turunan nan mengitarinya.
  • Mengerjakan tawaf berbunga arah hajar aswad

  • Sa’i

Sa’i ialah berjalan cepat antara Safa dan Marwa (penjelasan dari QS Al Baqarah: 158). Syarat-syarat sa’i yaitu sebagai berikut.

  1. Berangkat berpokok argo Safa dan memangkal di bukit Marwa.
  2. Dilaksanakan sebanyak 7 kali.
  3. melaksanakan sa’i sehabis tawaf qudum.

  • Tahalul

Tahalul ialah memotong alias memangkas rambut invalid sebanyak 3 helai. Sebagian yang membersihkan bercukur merupakan rukun haji, bersandar karena tidak boleh diganti dengan penyembelihan.


  • Tertib

Tertib merupakan melaksanakan rukun haji secara tertib dan teratur.


Syariat Haji dan Umrah

Syariat menjalankan ibadah haji ialah wajib buat setiap orang islam yang makmur, sesuai dengan firman Allah privat Q.S. Ali Imran Ayat 97.

فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

fiihi aayaatun bayyinaatun maqaamu ibraahiima waman dakhalahu kaana aaminan walillaahi ‘alaa nnaasi hijju lbayti mani istathaa’a ilayhi sabiilan waman kafara fa-inna laaha ghaniyyun ‘ani l’aalamiin.

Artinya: “Padanya terdapat logo-tanda yang konkret (di antaranya) maqam Ibrahin, produk bisa jadi memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Halikuljabbar, adalah (cak bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Siapa-siapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Almalik Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) bermula seberinda pan-ji-panji.” (Q.S. Ali Imran [97]).

Pendapat bilang ulama bahwa umrah hukumnya mutahabah artinya baik buat dilaksanakan dan sunah dilaksanakan (enggak diwajibkan).


Sunah Haji dan Umrah

Berikut ini ada beberapa adapun sunah haji dan umrah, ialah sebagai berikut:

1. Cara melaksanakan haji dan umrah terdapat tiga bagian sunah dilaksanakan haji dan umrah, yakni sebagai berikut:

  • Ifrad, dilakukan haji justru dulu, selanjutkan plonco melaksanakan umrah.
  • Tamattu, melaksanakan umrah lebih-lebih dahulu, selanjutkan melaksanakan haji.
  • Qiran, ibadah haji dan umrah dilaksanakan secara berdampingan.

2. Membaca talbiyah selama dalam ihram sebatas melempar jumrah aqabah puas Tahun Raya Idul Adha.
3. Berdoa sesudah membaca talbiyah.
4. Berzikir selama tawaf.
5. Salat 2 rakaat setelah tawaf.
6. Masuk ke Kiblat.



Pemali-Larangan Ibadah Haji

Dalam melaksanakan ibadah haji ada bilang larangan yang enggak boleh dilanggar dan apabila dilanggar akan terkena dam (denda). Tabu larangan nan tidak dapat dilakukan oleh jama`ah haji itu adalah sebagai berikut :

1. Larangan khusus bagi pria

  1. Memakai pakaian berjahit sejauh dalam ihram. Jamaah haji hanya boleh lanang tetapi dapat memakai karet kudus yang tidak berjahit.
  2. Memakai tutup kepada sawaktu intern ihram.
  3. Memakai sepatu yang menghampari mata tungkai sederum internal masa ihram.

2. Pantangan spesifik untuk wanita

  • Memakai tutup paras.
  • Memakai sarung tangan.

3. Larangan Buat Jamaah Lanang Dan Wanita

  1. Memotong dan mencabut kuku.
  2. Memotong atau mencabut surai majikan, mencopot bulu badan lainnya, menyisir rambut penasihat, dan sebagainya.
  3. Memakai harum haruman pada raga, rok maupun surai kecuali nan dipakai sebelum ihram.
  4. Memburu atau membantai binatang darat dengan cara apapun ketika kerumahtanggaan ihram.
  5. Mengadakan perkawinan, menunangkan orang liana atau menjadi wakil kerumahtanggaan pernikahan atau melamar.
  6. Bercumbu rayu dengan sensualitas alias bersenggama. Orang yang melakukan hubungan suami istri sebelum tahalul maka hajinya batal.
  7. Mencacimaki, mengumpat, bertengkar, mengucapkan kata prolog cemar, dll.
  8. Memotong atau menebang pokok kayu atau jujut segala macam nan tumbuh di tanah ikhlas.

Pantangan tabu tersebut harus di perhatikan barang siapa yang melanggarnya maka kepadanya digunakan dam denda).


Diversifikasi-Macam Haji Dan Perbedaannya

Di dalam melaksanakan haji terwalak 3 macam cara di kerumahtanggaan pelaksanaannya, yaitu bagaikan berikut :


  • Haji Ifrad

Haji ifrad yaitu haji yang diselesaikan dengan cara melaksanakan haji terlebih dahulu, kemudian yunior melaksanakan umroh, jadi dalam hal ini kita dua siapa melakukan ihram, merupakan berpokok miqat lakukan haji dan ihram lagi dari miqat untuk umrah serta melaksanakan seluruh pekerjaan umrah. Semua ini dekerjakan setelah ibadah haji.



  • Haji Tammatu

Adalah pendirian melaksanakan haji dengan melakukan umrah terlebih dahu pada bulan rembulan haji dan setelah selesai barulah mengerjakan haji.



  • Haji Qiran

Adalah mengerjakan ibadah haji dan umroh secara bersama sama, makara dalm hal ini melakukan ihram dari miqat dengan kehendak bakal haji bertepatan umroh.



Cara Urutan Pelaksanaan Haji dan Umrah

1. Pelaksanaan Haji

Berikut ini adalah penyelenggaraan mandu belai haji dapat dikemukakan andai berikut :

  1. Ihram.
  2. Wukuf di arafah.
  3. Mabit di Muzdalifah.
  4. Melontarkan jumroh aqobah.
  5. Thawaf Ifadah.
  6. Mengerjakan sa`i.
  7. Tahallul.
  8. Bermalam (mabit) di Mina.
  9. Thawaf Wadaa`.

2. Pelaksanaan Umrah

Ibadah umrah adalah merupakan rangkaian kegiatan ibadah haji, umrah sering disebut haji boncel, sementara itu haji disebut dengan haji arafah. Adapun penyelenggaraan sa-puan mengerjakan umrah sebagai berikut.

  • Ihram disertai niat umrah di privat hati, amung indra penglihatan mencitacitakan ridha Allah Swt.
  • Kemudian maasuk kedalam masjidil haram untuk melakukan thawaf sebanyak 7 siapa (sebabat seperti puas haji).
  • Selesai thawaf dilanjutkan sa`i antara ardi safa dan ancala marwah.
  • Selesai sa`i kemudian tahalul dan seterusnya sama dengan puas pelaksanaan haji.

Dalil maupun Perintah Tentang Ibadah Haji

Berikut ini merupakan dalil atau perintah tentang ibadah haji merupakan:


1. Al-Qur’an

Allah SWT merenjeng lidah di dalam Al-Qur’an1
Surat Ali Imran ayat 97, yakni :

Hikmah Melaksanakan Haji

Berikut ini adalah beberapa hikmah melaksanakan haji yaitu:

  • Setiap perbuatan internal ibadah haji sebenarnya mengandung rahasia, teladan seperti ihrom misal upacara permulaan maksudnya adalah bahwa manusia harus memperlainkan diri berusul hawa nafsu dan cuma mengahadap diri kepada Halikuljabbar  Yang Maha Agung.
  • Memperteguh iman dan takwa kepada sang pencipta SWT karena n domestik ibadah tersebut diliputi dengan munjung kekhusyu’an
  • Ibadah haji menambahkan nyawa tauhid yang tinggi
  • Ibadah haji adalah sebagai tindak lanjut dalam pembentukan sikap mental dan kepatutan yang mulia.
  • Ibadah haji ialah yaitu pernyataan umat islam seluruh dunia menjadi umat nan satu karena mempunyai persamaan atau suatu akidah.
  • Ibadah haji adalah muktamar akbar umat islam sedunia, yang pelajar-pesertanya berdatangan dari seluruh penjuru mayapada dan Ka’bahlah nan menjadi symbol kesatuan dan persatuan.
  • Memperkuat fisik dan mental, kerena ibadah haji maupun umrah ialah ibadah yang selit belit memerlukan langkah fisik yang awet, biaya besar dan memerlukan ketenangan serta keluasan pikiran dalam menghadapi apa godaan dan hambatan.
  • Mengoptimalkan semangat berkorban, karena ibadah haji alias umrah, banyak meminta pengorbanan baik harta, benda, usia besar dan pengasih, tenaga serta waktu untuk melakukannya.
  • Dengan melaksanakan ibadah haji bisa dimanfaatkan bikin membina persatuan dan kesatuan umat Islam sedunia.

Demikian Penjelasan Materi Tentang

Haji dan Umrah: Pengertian, Syarat, Rukun, Sunah, Hukum, Larangan, Macam, Prinsip, Dalil dan Hikmah
Semoga Materinya Bermanfaat Bakal Pelajar-Siswi.