Umar Bin Abdul Aziz Adalah

Profil Umar bin Abdul Aziz (Bagian 1)

Keluarga Umar bin Abdul Aziz

Amirul Mukminin
Umar polong Abdul Aziz, ya begitulah rakyatnya memanggilnya. Sendiri pejabat nan alim, kharimastik, bijaksana, dan dekat dengan rakyatnya. Sosoknya yang begitu melegenda tentu membuat hati penasaran lakukan mengenalnya. Peristiwa-peristiwa pada pemerintahannya menimbulkan rasa cak acap bakal meneladaninya. Berikut ini bersama kita simak biografi pendek berpangkal si khalifah nan mulia.


Ia merupakan Umar bin Abdul Aziz bin Marwan polong Al-Hakam polong Abu Al-Ash polong Umayyah bin Abd Syams bin Manaf, seorang imam dalam persoalan agama dan dunia, penghafal hadis nawabi, mujtahid, laki-laki nan zuhud, pula ahli ibadah, cucu adam nan khusyuk layak digelari penasihat orang-makhluk yang beriman. Dia dikenal sekali lagi dengan Serdak Hafs, nasabnya Al-Qurasyi Al-Umawi.

Ayahnya adalah Abdul Aziz kacang Marwan, salah seorang dari gubernur Klan Umayah. Ia sendiri yang pemberani pula suka berderma. Ia menikah dengan seorang wanita salehah berasal kalangan Quraisy lainnya, wanita itu ialah keturunan Umar bin Khattab, dialah Ummua Ashim binti Ashim bin Umar kacang Khattab, dialah ibu Umar bin Abdul Aziz. Abdul Aziz merupakan laki-laki yang saleh nan baik pemahamannya terhadap agama. Ia ialah peserta pecah sahabat senior Abu Hurairah.

Ibunya Ummu Ashim, Laila binti Ashim bin Umar kacang Khattab. Bapaknya Laila merupakan momongan Umar bin Khattab, ia sayang menyampaikan hadis nabi dari Umar. Ia adalah adam dengan perawakan tegap dan jangkung, satu dari sekian maskulin indah di zaman tabi’in. Ada kisah menghela mengenai narasi pernikahannya, cerita ini cukup penting untuk diketengahkan karena dampak kejadian ini membekas kepada keturunannya, yakni Umar bin Abdul Aziz.

Cerita ini dikisahkan oleh Abdullah bin Zubair bin Aslam bermula ayahnya berpunca kakeknya yang bernama Aslam. Sira menuturkan, “Suatu malam aku semenjana menemani Umar polong Khattab memairi di Madinah. Momen beliau merasa capek, ketika beliau merasa lelah, ia bersandar ke dinding di tengah malam, engkau mendengar koteng wanita berkata kepada putrinya, ‘Wahai putriku, campurlah susu itu dengan air.’ Maka putrinya menjawab, ‘Wahai ibunda, apakah engkau tidak mendengar maklumat Amirul Mukminin hari ini?’ Ibunya bertanya, ‘Wahai putriku, apa maklumatnya?’ Putrinya menjawab, ‘Engkau memerintahkan petugas kerjakan mengumumkan, sepatutnya susu tidak dicampur dengan air.’ Ibunya berkata, ‘Putriku, lakukan belaka, ramu susu itu dengan air, kita di tempat nan tidak dilihat oleh Umar dan petugas Umar.’ Maka nona itu menjawab, ‘Ibu, tidak memadai bagiku menaatinya di depan cucu adam demikian pula menyelesihinya biarpun di belakang mereka.’ Sementara Umar mendengar semua perbincangan tersebut. Maka anda berkata, ‘Aslam, tandai pintu rumah tersebut dan kenalilah bekas ini.’ Lalu Umar bergegas melanjutkan patrolinya.

Di pagi hari Umar berkata, ‘Aslam, pergilah ke tempat itu, cari tahu mana tahu wanita yang bercakap demikian dan kepada siapa beliau mengatakan hal itu. Apakah keduanya mempunyai junjungan?’ Aku kembali start ke kancah itu, ternyata anda adalah seorang kuntum nan belum bersuami dan lawan bicaranya adalah ibunya yang pula tidak bersuami. Aku pun pulang dan mengabarkan kepada Umar. Setelah itu, Umar sederum memanggil putra-putranya dan mengumpulkan mereka, Umar bersabda, ‘Adakah di antara kalian yang cak hendak menikah?’ Ashim menjawab, ‘Ayah, aku belum beristri, nikahkanlah aku.’ Maka Umar meminang gadis itu dan menikahkannya dengan Ashim. Pecah pernikahan ini lahir seorang perawan yang di belakang hari menjadi ibu bagi Umar bin Abdul Aziz.”

Diriwayatkan bahwa plong suatu lilin batik Umar kacang Khattab bermimpi, dia berkata, “Takdirnya mimpiku ini termasuk tanda salah koteng dari keturunanku nan akan memenuhinya dengan keadilan (sehabis sebelumnya) dipenuhi dengan kezaliman. Abdullah kacang Umar mengatakan, “Sesungguhnya anak bini Al-Khattab mengira bahwa Muazin bin Abdullah yang mempunyai tanda di wajahnya.” Mereka mengira bahwa dialah orang yang dimaksud, hingga Tuhan kemudian menghadirkan Umar bin Abdul Aziz.

Kelahiran dan Wafatnya

Ahli ki kenangan berpendapat bahwa kelahiran Umar kacang Abdul Aziz terjadi di tahun 61 H. Ia dilahirkan di Daerah tingkat Madinah An-Nabawiyah, pada tahun pemerintahan Yazid bin Muawiyah. Umar kacang Abdul Aziz enggak memiliki usia yang panjang, beliau wafat pada usia 40 tahun, kehidupan yang masih relatif mulai dewasa dan masih dikategorikan usia gemuk. Doang, di balik usia yang ringkas tersebut, dia sudah lalu berbuat banyak bakal tamadun turunan dan Islam secara khusus.

Beliau dijuluki Asyaj Bani Umayah (yang ketaton di wajahnya) sebagaimana mimpi Umar polong Khattab.

Ari-ari-Saudara Umar bin Abdul Aziz

Abdul Aziz bin Marwan (kiai Umar), n kepunyaan sepuluh sosok anak. Mereka adalah Umar, Tepung Bakar, Muhammad, dan Ashim. Ibu mereka adalah Laila binti Ashim bin Umar polong Kahttab. Abdul Aziz mempunyai enam anak dari selain Laila, yakni Al-Ashbagh, Sahal, Suhail, Ummu Al-Hakam, Zabban dan Ummul Banin. Ashim (plasenta Umar) inilah yang kemudian menjadi
kunyah
ibunya (Laila Ummu Ashim).

Momongan-Anak Umar bin Abdul Aziz

Umar kedelai Abdul Aziz mempunyai catur belas anak junjungan-suami, di antara mereka merupakan Abdul Malik, Abdul Aziz, Abdullah, Ibrahim, Ishaq, Ya’qub, Bakar, Al-Walid, Musa, Ashim, Yazid, Zaban, Abdullah, serta tiga anak perempuan, Aminah, Ummu Ammar dan Ummu Abdillah.

Pron bila Umar bin Abdul Aziz wafat, beliau tidak meninggalkan harta bagi anak asuh-anaknya kecuali terbatas. Setiap momongan lanang hanya mendapatkan jatah 19 dirham cuma, sementara satu anak asuh berpunca Hisyam bin Abdul Malik (khalifah Ibni Umayah lainnya) mendapatkan warisan bermula bapaknya sebesar satu juta dirham. Sahaja bilang waktu setelah itu salah koteng anak Umar bi Abdul Aziz mampu menyiapkan seratus ekor kuda lengkap dengan perlengkapannya dalam gambar jihad di kronologi Yang mahakuasa, lega saat yang seimbang riuk koteng momongan Hisyam menerima sedekah dari masyarakat.

Ulam-ulam-Istrinya

Ampean pertamanya merupakan wanita yang salehah bersumber kalangan kekaisaran Ibni Umayah, sira merupakan upik dari Khalifah Abdul Malik bin Marwan merupakan Fatimah binti Abdul Malik. Anda memiliki nasab yang sani; putri khalifah, kakeknya juga khalifah, tali pusar perempuan berpangkal para khalifah, dan gula-gula dari khalifah yang mulia Umar kacang Abdul Aziz, cuma hidupnya sederhana.

Istrinya yang lain adalah Lamis binti Ali, Ummu Utsman bin Syu’aib, dan Ummu Walad.

Ciri-Ciri Jasmani Umar bin Abdul Aziz

Umar bin Abdul Aziz berkulit cokelat, berwajah lembut dan tampan, berperawakan rigai, berjanggut rapi, bermata cekung, dan di keningnya terletak bekas luka akibat sepak kaki kuda. Ada sekali lagi yang mengatakan, ia bersisik putih, berwajah lembut dan baki, berperawakan genting dan berjenggot rapi.

Sumber:
Pengembaraan Khalifah Nan Agung Umar bin Abdul Aziz,
DR. Ali Muhammad Ash-Shallabi

Inilah keadaan Umar kacang Abdul Aziz ditinjau dari lingkungan domestiknya. Ia merecup di mileu salehah dan berpembawaan sensasional. Cuma bagaimanakan beliau menjalankan hidupnya ketika dewasa? Bagaimana Ibadah dan muamalahnya? InsyaAllah akan kita simak di kisah selanjutnya.

Bersambung…

Artikel www.KisahMuslim.com

Materi terkait:

Nenek Umar kedelai Abdul Aziz.

Flashdisk Video Belajar Iqro - Belajar Membaca Al-Quran

KLIK Kerangka Bakal MEMBELI FLASHDISK VIDEO Sparing IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Source: https://kisahmuslim.com/1810-umar-bin-abdul-aziz.html

Posted by: gamadelic.com