Tutorial Mandi Wajib Yang Benar

Bisa jadi ini hasana.id akan membahas pelecok satu hal yang sangat berguna cak bagi diketahui oleh setiap muslim, yaitu tata cara mandi wajib yang moralistis. Seperti segala apa niat mandi wajib yang etis, manajemen mandu bersiram teradat yang benar, rukun mandi terbiasa yang benar, serta seluk beluknya?

Mandi wajib atau disebut juga mandi besar adalah pembersihan diri yang diwajibkan dalam syariat Selam, untuk setiap orang nan berhadats besar.

Apa itu hadats samudra?

Hadats besar yakni sebutan bakal kondisi seseorang karena beberapa sebab tertentu seperti gandeng awak, keluar mani, keluar haid, beranak, dll. *akan dibahas lebih rinci di bawah

Hadas ki akbar (lagi hadas katai) harus diangkat ataupun dihilangkan dari badan seseorang semoga orang tersebut jamak melakukan ibadah tertentu (seperti shalat, tawaf, dll).

Bersiram mesti tidak sama seperti mandi seremonial karena memiliki tata pendirian, rukun, syarat, dan bermacam rupa hal lain yang harus dipenuhi sebaiknya resmi dan bisa menyanggang hadas osean.

Mari kita masuk langsung ke pembahasan.

Apa itu Mandi Wajib / Mandi junub?

Daftar Isi

  • Segala itu Bersiram Wajib / Mandi junub?
  • Pengelolaan Mandu Bersiram Wajib yang bermartabat
  • Pentingnya membiasakan tata cara mandi wajib yang benar
  • Pangkal Syariat Diwajibkan Mandi Teristiadat
  • Hal-Peristiwa yang Menyebabkan Wajibnya Mandi
    • 1. Keluar Mani, Baik karena Bersetubuh, Impi, ataupun Sebab Enggak
    • 2. Bersetubuh alias melakukan jalinan badan
    • 3. Keluarnya Darah Haid
    • 4. Keluarnya Nifas
    • 5. Babaran (Wiladah)
    • 6. Mati
  • Syarat-Syarat Mandi Wajib
  • Niat Mandi Wajib
  • Beberapa Sunnah n domestik Mandi Wajib
  • Bersiram-bersiram Sunnah
  • Akhir

Privat Bahasa Arab bersiram wajib disebut pun
الْغُسْل
(ghusl).
Ghusl
sendiri secara etimologi berjasa (السيلان) alias mengalirkan. Tentatif secara bahasa,
ghusl
adalah mengalirkan air ke seluruh jasmani dengan kehendak tertentu.

Sehingga dapat kita pahami bahwa mandi wajib adalah mengalirkan air ke seluruh awak (dari ujung bulu setakat ujung kaki) dengan
kehendak
kerjakan menggotong hadats besar, sehingga tubuh menjadi suci dan bisa (sah) melakukan berbagai ibadah tertentu (seperti sholat, tawaf, memegang Alquran, dll)

Tata Pendirian Mandi Wajib yang bermoral

Oke, detik ini kamu sudah paham barang apa itu bersiram wajib kan.

Tapi.. gimana pengelolaan cara mandi nan benar sesuai aturan agama?

Kita akan pelajari sama-sepadan..

Bagian ini sangat penting cak bagi kamupahami. Setelah memahaminya dengan baik, mandi wajib menjadi sedemikian itu mudah cak bagi dikerjakan!

Jika sekarang kamu merasa mandi terlazim itu susah, ribet, dan lebih lanjut, lempar lalu
mindset
itu.

Mandi perlu itu mudah
banget
kok.

Cara mandi wajib ialah dengan melaksanakan rukun bersiram wajib.

Rukunnya seorang hanya dua:

  1. Karsa. Niat melakukan mandi wajib / niat mandi bikin menyanggang hadats besar. Niat ini kita qashad (goresin / bacain) relung hati saat mengalirkan air pertama kali ke fisik ataupun momen membayurkan air pertama barangkali.
  2. Meratakan air ke seluruh tubuh dan surai. Lalu bersiram seperti mana stereotip, pastikan air bersirkulasi secara merata ke seluruh bodi dan rambut.

Betul, mandi wajib memang sesimpel itu!

Seluruh selerang dan rambut harus mendalam rata kejangkitan air, tercantum bagian luar lubang alat pendengar dan liang hidung. Sahaja dia tidak wajib memasukkan air ke kuping dan hidung, sepan menggunakan jemari cuma.

Ia juga harus memerhatikan bagian tubuh yang elusif kena air, misal bokong telinga, kelipat belakang lutut, sekedup-pelana jari tangan dan kaki, dll.

Termasuk juga bagian liang dubur. Anda harus jongkok saat mengalirkan air sebatas ke fragmen lubang dubur. Kalau berdiri, kemungkinan air tidak ada hingga ke kawasan tersebut.

Takdirnya kamu sudah melakukan damai-rukun tersebut, bersiram sudah dianggap sah.

Lain mesti sesak was-was dengan bersiram teristiadat. Perbedaan mandi teristiadat dengan mandi sahih secara publik hanya dua hal:

  1. Harus terserah niat.
  2. Air nan dialirkan harus bergerak ke seluruh awak dan bulu, lain boleh ada yang terlewat.

Pentingnya belajar tata mandu mandi wajib nan benar

Harapan saya, setelah membaca kata sandang ini, kamu memiliki pemahaman lebih baik mengenai pengelolaan cara mandi
jinabah
secara utuh.

Hal ini silam terdahulu kerjakan diketahui karena hampir seluruh bani adam karuan pernah dan akan mengalami keadaan nan mewajibkannya melakukan hal ini. Hanya, akan sangat disayangkan kalau tata pendirian yang dilakukan tidak sesuai syariat sehingga menjadi tidak stereotip.

Lalu, apa jadinya jika mandi nan dilakukan tidak sah? Pasti cuma salat kita enggak protokoler! Dan ibadah-ibadah lain nan mensyariatkan badan bakal zakiah juga menjadi enggak sah!

Misalnya seseorang berjunub, kodrati orang tersebut harus bersiram. Namun, jikalau pembersihan diri yang dilakukan tidak sesuai dengan nan diajarkan hukum, salatnya menjadi tidak sah karena badannya masih berhadas besar.

Bayangkan jika selama bertahun-tahun individu tersebut bersiram dengan mandu nan pelecok, maka sepanjang periode salatnya tidak sah! Oleh karena itu, yuk kita bahas suatu per satu apa sahaja nan harus kamu ketahui terkait bersiram mesti.

Dasar Syariat Diwajibkan Mandi Wajib

Tentunya ada dasar syariat (dalil) yang mendasari wajibnya mandi junub ini. Berikut bilang di antaranya:

1. Al Maidah: 6

وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

Artinya: “Dan jika anda junub, maka mandilah…”

2. An Nisa: 43

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَقْرَبُواْ الصَّلاَةَ وَأَنتُمْ سُكَارَى حَتَّىَ تَعْلَمُواْ مَا تَقُولُونَ وَلاَ جُنُباً إِلاَّ عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىَ تَغْتَسِلُواْ

Artinya: “Hai cucu adam-bani adam yang beriman, janganlah kamu salat, semenjana kamu dalam hal mabuk, sampai sira memahami apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang beliau dalam peristiwa junub, terkecuali sekedar berlalu semata-mata, hingga kamu mandi.”

3. Hadits Bukhari

“Bahwasanya Utusan tuhan Muhammad apabila bersiram jinabah engkau memulai dengan kumbah kedua tangannya kemudian wudhu sebagaimana wudhu untuk salat lalu memasukkan ujung tangan-jarinya ke dalam air kemudian menyisirkannya ke pangkal rambut kemudian mengalirkan air ke kepalanya tiga cawukan dengan kedua tangannya kemudian meratakan air pada seluruh kulit badannya.”

Tiga dalil tersebut layak mewakili bagi meyakinkan kita akan kewajiban mandi junub ini.

Hal-Situasi yang Menyebabkan Wajibnya Mandi

Menurut ulama
fiqh, ada 6 hal yang menimbulkan hadas besar. Hal tersebut menyebabkan seseorang diharuskan melakukan mandi junub. Keenam hal tersebut yaitu:

1. Keluar Semen, Baik karena Bersetubuh, Mimpi, atau Sebab Lain

Keluarnya mani adalah riuk satu penyebab seseorang harus mandi hadas baik keluar dengan sendirinya (misalnya melalui damba dan berbimbing suami-istri) atau keluar dengan disengaja.

Perlu diketahui bahwa koteng muslim tidak boleh mengerjakan coli atau rancap. Hukumnya Liar! Namun jika perbuatan tersebut terlanjur dilakukan, hamba allah tersebut diwajibkan lekas bertaubat dan melakukan mandi wajib.

Biar demikian, coli dan masturbasi menjadi boleh seandainya dilakukan makanya ulam-ulam atau junjungan kepada pasangannya. 🙂

Wajibnya bersiram sesudah keluarnya mani tak saja main-main pada laki-laki. Upik kembali keluar mani. Jika itu terjadi, maka beliau lagi terlazim bakal bersiram. Hal ini sesuai dengan perkataan nabi Rasulullah SAW.

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ -وَهِيَ اِمْرَأَةُ أَبِي طَلْحَةَ- قَالَتْ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! إِنَّ اَللَّهَ لا يَسْتَحِي مِنْ اَلْحَقِّ فَهَلْ عَلَى اَلْمَرْأَةِ اَلْغُسْلُ إِذَا اِحْتَلَمَتْ ؟ قَالَ: نَعَمْ. إِذَا رَأَتِ الْمَاءَ

Artinya:

Berpokok Ummi Salamah radhiyallahu anha bahwa Ummu Sulaim istri Serbuk Thalhah bertanya: “Ya Rasulullah betapa Allah enggak malu bila terkait dengan kebenaran, apakah wanita mesti mandi bila bermimpi? Rasulullah SAW menjawab: “Ya, bila dia menjumpai air mani”. (HR. Bukhari dan Orang islam)

2. Bersetubuh ataupun melakukan hubungan badan

Dua orang nan melakukan hubungan fisik terlazim melakukan mandi hadas. Barang bawaan ini ketimbul karena masuknya zakar ke privat
farji
si wanita. Oleh karena itu, meskipun sang junjungan-suami tidak sampai mengeluarkan jauhar, dia tunak harus bersiram kudus.

Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam

bersabda:

إِذَا الْتَقَى الخَتَاناَنِ أَوْ مَسَّ الخِتَانُ الخِتَانَ وَجَبَ

Artinya: “Bila dua kemaluan beradu, maupun bila kemaluan menyentuh alat kelamin lainnya, maka hal itu mensyariatkan mandi janabah”

3. Keluarnya Darah Haid

Haid adalah bakat nan keluar berasal
farji
wanita setiap bulannya. Haid pertama lega wanita menandakan beliau sudah lalu
baligh
dan mutakadim dikenai beban hukum dalam Selam.

Umumnya siklus ini akan terus ada setiap bulannya setakat usia tertentu. Galibnya wanita tidak pun mengalami haid saat usianya sudah lalu di atas 40 perian.

Keluarnya haid ini mensyariatkan seseorang untuk mandi. Namun tidak di awal keluar, takdis diri dilakukan setelah haid moralistis-benar radu.

4. Keluarnya Nifas

Nifas adalah pembawaan nan keluar setelah melahirkan. Umumnya nifas akan terus keluar sepanjang 40 tahun, atau paling banyak 60 waktu pasca persalinan. Seseorang yang keluar darah wajib mandi setelah nifasnya selesai.

5. Melahirkan (Wiladah)

Seorang ibu nan beranak juga harus melakukan bersiram terlazim. Bersiram wajib di sini yaitu karena melahirkan, bukan karena nifas karena bisa hanya seorang wanita berputra tanpa keluar bakat.

6. Mati

Terakhir adalah turunan yang meninggal dunia. Turunan yang meninggal dunia terlazim dimandikan oleh hamba allah yang masih nyawa, kecuali orang yang hening syahid.

Itulah 6 hal yang mewujudkan kita teristiadat melakukan mandi.

Syarat-Syarat Bersiram Wajib

Cuma suka-suka suatu syarat melakukan mandi perlu, yaitu menggunakan air yang ikhlas membeningkan. Lain boleh menggunakan air yang bernajis maupun sudah lalu pernah digunakan buat bersuci. Selain itu, bukan diperkenankan juga menggunakan air nan suci tapi tidak menjernihkan seperti air kopi, air kelapa, dll.

Niat Mandi Terbiasa

Wacana niat cak bagi melakukan bersiram wajib berbeda-tikai, sesuai dengan sebab-sebab yang sudah disebutkan di atas. Sekadar, bacaan “Aku niat mandi terbiasa untuk mengangkat
hadas
lautan fardhu karena Allah” cuma saat pertama siapa mengalirkan air sudah lalu cukup dan sudah baku.

Niat tersebut kembali cukup diqashadkan (dihadirkan) dalam hati dan tidak harus diucapkan. Kalau ingin lebih sempurna, maka niat-niat tersebut bisa dijabarkan seperti ini:
1. Bacaan kehendak karena keluar mani

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجِنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat mandi terbiasa lakukan ki menenangkan amarah hadas besar junub karena Allah Swt.”

2. Bacaan niat karena haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku kehendak mandi wajib lakukan menghibur hadas besar haid karena Almalik Swt.”

3. Referensi niat karena nifas

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ النِّفَاسِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku karsa mandi mesti untuk menghilangkan hadas besar nifas karena Allah Swt.”

4. Hadas besar karena babaran (wiladah)

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْوِلَادَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat mandi wajib bakal menghilangkan hadas lautan bersalin karena Halikuljabbar Swt.”

Beberapa Sunnah dalam Mandi Mesti

Bersiram teradat sudah resmi kalau mutakadim menunaikan janji syarat dan rukun sebagaimana yang sudah lalu disebutkan sebelumnya. Namun, akan lebih ideal kalau ditambah dengan sunnah-sunnah yang enggak.

Berikut penyelenggaraan pendirian atau teknis pelaksanaan mandi janabat berdasarkan pemaparan Imam Nawawi.

Mandi-mandi Sunnah

Selain mandi wajib, dalam Islam lagi disunnahkan membersihkan diri di saat-saat tertentu. Pelaksanaan atau pengelolaan cara melakukan bersiram ini sama seperti bersiram mesti yang sudah kita bahas di atas.

Ada 16 jenis bersiram sunnah, yakni:

1. Bersiram di Musim Jumat
2. Mandi bakal salat Idulfitri dan Idulkurban
3. Mandi sebelum melaksanakan salat sunnah
istisqa

4. Mandi sebelum melaksanakan salat sunnah gerhana mentari
5. Mandi sebelum melaksanakan salat sunnah gerhana bulan
6. Mandi setelah memandikan mayit
7. Seorang mualaf yang baru turut Islam sekali lagi disunnahkan mandi
8. Orang yang edan atau gila babi lewat sembuh, engkau disunnahkan untuk bersiram
9. Mandi detik akan mengamalkan
ihram

10. Bersiram detik akan ikut Kota Makkah
11. Mandi ketika akan
wuquf
di Arafah
12. Mandi saat mengamalkan
mabit
di Muzdalifah
13. Mandi ketika akan melempar
jumrah

14. Mandi sebelum berbuat
tawaf

15. Mandi sebelum melakukan
sai

16. Mandi sebelum masuk Kota Madinah

Intiha

Itulah beberapa hal nan wajib kita ketahui mengenai mandi wajib. Saya harap kamu sudah memafhumi hal ini dengan sangat baik sehingga mandi wajib nan dilakukan lumrah dan ki berjebah meredakan hadas besar.

Adv amat disayangkan kalau selama ini dia salah melaksanakannya sehingga ibadah-ibadah kita (begitu juga salat) tidak sah dan tak diterima oleh Allah Swt.

Sekadar, tentunya saya memiliki keterbatasan ilmu sehingga sangat berhasrat akuisisi dan koreksi. Terima kasih.

Source: https://hasana.id/mandi-wajib/

Posted by: gamadelic.com