Teknik Pembuatan Sale Pisang Menggunakan

PEMBUATAN Mauz SALE

I. PENDAHULUAN
Sale adalah jenis makanan yang dibuat dari buah pisang menguning yang
diawetkan dengan cara pengeringan. Sale ini n kepunyaan rasa yang partikular dengan
kunci simpan patut lama.
Pisang banyak mengandung zat putih telur nan kadarnya lebih hierarki daripada buahbuahan
lainnya, namun buah pisang mudah rusak. Untuk mencegah
pembusukan boleh dilakukan pengawetan, misalnya n domestik tulang beragangan keripik,dodol, sale, berpangku tangan, dan tidak-lain.

Sale pisang merupakan produk pisang yang dibuat dengan proses pengeringan
dan pengasapan. Sale dikenal mempunyai rasa dan bebauan yang partikular.
Rasam-resan bermanfaat yang sangat menentukan mutu sale pisang adalah dandan, rasa,
bau, keredaan, dan ketenangan simpannya. Aturan tersebut banyak dipengaruhi
makanya pendirian pengolahan, pemuatan, serta penyimpanan produknya. Sale nan
dibuat selama ini berkali-kali mutunya rendah baik terutama bila dibuat pada
waktu hari hujan. Bila dibuat puas musim hujan perlu dikeringkan dengan
pengeringan buatan (dengan sistem tungju).
Biasanya mauz dijemur buat menjadikannya mauz sale. Produk akan makin
baik mutunya jika pisang dikeringkan dengan radas pengering.
Mauz boleh dibagi menjadi dua golongan, yaitu :
1. Pisang yang dimakan privat susuk fit, misalnya : pisang ambon, raja
sere, raja bulu, tetek, seribu, dan emas.
2. Mauz yang dimakan pasca- diolah terlebih dahulu, misalnya : mauz
kepok, nangka, raja siam, raja bandung, kapas, rotan, gajah, dan sumbu badak.
Suka-suka 3 (tiga) cara pembuatan sale mauz, yaitu :
1. Cara tradisional dengan menggunakan gas kayu;
2. Mandu pengasapan dengan menggunakan asap welirang;
3. Kaidah basah dengan memperalat natrium bisulfit.
Proses pengasapan dengan menggunakan belerang berguna bagi :
a. Memucatkan mauz meski diperoleh rona nan dikehendaki;
b. Mematikan mikroba (jamur, bibit penyakit);
c. Mencegah perubahan rona.
II. BAHAN
a. Buah pisang 36 kg
b. Belerang (untuk cara pengasapan) ½ gram (untuk 9 kg sale
pisang)
c. Kusen bakar (untuk kaidah tradisional) seadanya
d. Sodium bisulfit (bagi cara basah) 15 gram/liter air
III. Alat
1. Almari pengasapan (1×1 m)
2. Pisau
3. Tambah (nyiru)
4. Rak penjemur
5. Manci
6. Baskom
7. Plastik (untuk pembungkus)
8. Lilin (cak bagi penghabisan pembungkus)
9. Sendok
10. Kayu bulat maupun buluh (bakal memipihkan pisang)
11. Dapur maupun kompor
12. Merang (jerami).
IV. Cara PEMBUATAN SALE Mauz CARA PENGASAPAN
(dengan menggunakan asap welirang)
1. Pengupasan
Pisang dikupas, kemudian satah daging buah dikerok. Jika pisang
bermatra besar, pisang dapat dibelah dua memanjang.
2. Pengasapan dengan belerang.
Seyogiannya rona mauz sale bertambah cuaca dan muda, pisang terbiasa diasapi dengan
gas SO2. Pengasapan mengguakan bufet pengasap. Pisang di susun di
atas rak-rak nan dibuat dari ramin lidi atau bambu. Di dasar lemari
dibakar belerang. Setelah itu, almari ditutup berdekatan kecuali saluran mega
pembakaran. Setiap kg pisang memerlukan 2-4 gram belerang. Pasca-
pembakaran sulfur habis gosong. Pisang tetap dibiarkan di dalam
lemari pemkaran, selama 10 menit.
3. Penggulaan.
Pisang yang rasanya abnormal manis, selepas pengasapan, ditaburi gula pasir
sehingga seluruh permukaannya tertutup salutan tipis gula.
4. Penjemuran.
Pisang tersebut diletakkan di atas tampi, kemudian dijemur. Pada waktu
kedua, pisang nan masih basah, dapat diktekan dengan papan hendaknya
sedikit pecak. Jika pengkhususan terlalu kuat, pisang akan retak atau berpunca.
Penekanan ini diulangi setiap hari sampai incaran agak kering. Bahan yang
taksir kering menjadi agak a lot, plastis, dan enggak mudah patah. Komoditas
yang diperoleh dari proses ini disebut perumpamaan pisang sale segar.
5. Pengeringan dengan peranti pengering.
Kalau menginginkan pengeringan yang lebih cepat, langit kelam maupun hari
hujan pisang dapat dikeringkan dengan menggunakan perlengkapan pengering.
Pengeringan akan berlantas anatara 18 sampai 24 jam tergantung pada
suhu pengeringan. Dianjurkan suhu pengeringan lain sedikit berpunca 50°C
dan tak lebih terbit 70°C. Kalau temperatur terlalu rendah, perian pengeringan
akan berlebih lama. Jika bersisa panas, tekstur mauz sale akan kurang baik.
Selama pengeringan, sekali 3 jam, pisang dapat juga ditekan hendaknya semakin
pipih. Pengeringan dilakukan hingga kadar air di pangkal 18%. Produk
yang diperoleh berpunca proses ini disebut sebagai pisang sale segar.
6. Wajan.
Pisang sale afiat dapat digoreng. Terlebih dahulu mauz sale dicelupkan
ke dalam adonan tepung beras. Adonan ini terdiri dari fusi tepung
beras (1 bagian), air (4 bagian), garam (secukupnya) dan bubuk gawang
manis (secukupnya). Setelah itu, pisang sale digoreng dengan minyak
panas (170°C) sebatas garing. Komoditas yang diperoleh disebut pisang sale
goreng.
7. Pengemasan.
Pisang sale segar atau pisang sale goreng dikemas didalam saku
plastik.

perigi:

————————————————————————————————————

Kami mengamini antaran Pisang Sale Segar (basah) paling 50 kg

Harga Rp 29.000,-/kg (sudah termasuk ongkos kirim).

Hub : Sahar (082187741929)

         [email protected]

         JL. Tamalate 5 stp 7 no. 9(41) Makassar, 90222

Share

Source: https://dempopisang.blogspot.com/2012/09/pisang-sale-dempo.html

Posted by: gamadelic.com