Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka

DAFTAR PUSTAKA-Dalam penulisan satu karya ilmiah, kita dituntut cak bagi menyajikan informasi dengan disertai sumber yang benar. Permohonan menghidangkan deklarasi dengan sumber yang benar itulah yang mewujudkan penulisan daftar bacaan dibutuhkan bahkan diwajibkan. Nah, dalam kiriman ini, akan dibahas tentang cara menulis perigi kutipan dan daftar pustaka, serta contohnya!

Daftar pustaka adalah daftar yang digdaya adapun semua buku alias garitan yang dijadikan acuan atau landasan dalam penajaman. Ada bilang manfaat pemuatan daftar bacaan atau garitan tungkai, baik bagi katib, pembaca atau penyumbang data/sumur yang diambil, merupakan:
1. memenuhi etika penulisan;
2. laksana tuturan terima kasih penulis kepada penyumbang data;
3. sebagai pendukung ide seorang pencatat karena biasanya sendang yang diambil ditulis oleh pakar yang terkenal;
4. sebagai petunjuk kerjakan melacak keabsahan data yang diambil;
5. sebagai pustaka silang, ialah menunjukkan pada jerambah atau bagian mana data itu diambil.

Harapan penulisan sumur kutipan dan daftar bacaan:

1. Mudah-mudahan terhindar berbunga tuduhan plagiarisme (plagiarism)

Salah satu kurnia kutipan merupakan bagi menguatkan alias kontributif coretan ilmiah Engkau. Maka itu karena itu, Anda harus mencantumkan sumber kutipan Anda secara pendek di bagian penutup setelah kalimat kutipan atau tepat sebelum kalimat kutipan (paling dekat dengan kalimat kutipan) dan menuliskan sumbernya secara lengkap puas daftar pustaka. Dengan mengamalkan ini sepantasnya Ia menengah menghindarkan diri berbunga masalah di besok terkait dengan mencekit hak cipta karya tulis seseorang sonder ijin.

2. Menghargai carik sebelumnya

Ketika Ia menuliskan secara lengkap perigi kutipan dan daftar pustaka, sesungguhnya Anda semenjana menghargai sosok yang n kepunyaan ide tersebut. Selain itu, juga syahadat bahwa teks plong babak tersebut yaitu dari ide, argumen, dan ataupun analisa hamba allah lain.

3. Membantu pembaca yang kepingin luang bertambah dalam mengenai sumur kutipan

Salah satu manfaat dari menuliskan mata air kutipan dan daftar bacaan secara transendental ialah kondusif pembaca nan ingin mengetahui makin dalam adapun kutipan tersebut. Kadang-kadang pembaca terbawa bakal membaca lebih kerumahtanggaan gubahan yang Engkau kutip. Dengan demikian, pembaca dapat menyusur informasi dari sendang kutipan dan kemudian mendapatkan rincian lengkapnya pada daftar bacaan.

Penulisan Perigi Kutipan

Berlandaskan mandu mengutipnya, kutipan dibedakan menjadi 2 variasi (Universitas Kristen Petra, 2008) ialah:

1. Kutipan lain sambil

Adalah penyalin mengambil ide hamba allah lain, kemudian merangkainya dengan kalimat sendiri. Hal ini berarti penulis tidak menulis sama persis dengan kalimat asli yang dikutip. Penulis merangkai dan memendekkan kalimat berdasarkan kata sandang atau sumber lain.

2. Kutipan sewaktu

Adalah batik ulang ide cucu adam lain sesuai dengan aslinya. Hal ini berarti juru tulis sinkron menggunakan teknik
copy
lalu
paste
tanpa mengubah kalimat aslinya. Suka-suka dua diversifikasi kutipan bertepatan, merupakan kutipan berbarengan tataran dan kutipan bertepatan pendek. Kedua kutipan ini berbeda mandu menuliskan dan syaratnya.

a. Kutipan langsung singkat

Syarat:

i. Segala apa Style(American Psychological Association)

Jika tingkatan kalimat yang dikutip tidak kian pecah 40 pembukaan.

ii. MLA Style (Beradab Language Asociation)

Jika panjang kalimat yang dikutip tidak kian dari 4 baris

Cara menuliskan: Tuliskan kutipan langsung pendek menjadi suatu dalam gugus kalimat karya tulis Anda, tambahkan tanda kutip pada kutipan sehingga tanda petik ini menjadi pemisah antara kalimat Dia dengan kalimat kutipan. Batik sumber kutipan sedekat siapa dengan kalimat kutipan.

b. Kutipan bertepatan panjang

Varietas kutipan ini dikenal juga dengan istilah block quote. Syarat:

i. Segala apa Style(American Psychological Association)

Jika strata kalimat nan dikutip kian dari 40 perkenalan awal.

ii. MLA Style (Modern Language Asociation)

Seandainya pangkat kalimat yang dikutip makin berpangkal 4 lajur

Cara menuliskan: Sesuai dengan istilah nan mengikutinya, yaitu dengan prinsip membentuk blok kalimat yang dikutip tanpa tanda kutip, ukuran font, dan spasi sesuai dengan karya tulis tetapi ditulis menjorok/masuk 1 cm (5 spasi) semenjak batas margin kiri tulisan Anda. Oleh karena kalimat yang dikutip ini tergolong banyak/panjang maka kalimat kutipan dipisahkan dari kalimat Anda.

Selanjutnya, berikutlah tata cara penulisan dan hipotetis daftar referensi dibagi berdasarkan sumbernya:

A. Penulisan Daftar pustaka pecah Sumur Buku

Suka-suka beberapa peristiwa yang perlu diperhatikan dalam menulis daftar pustaka dari sumber sentral. Namun, hal minimal utama adalah mencerca sa-puan dan tera bacanya. Berikut yaitu belai sebuah referensi bersumber buku.

1. Merek

Nama penyalin ditulis secepat-cepatnya. Ingatlah bagi belalah menuliskan nama pinggul penulis terlebih lampau, kemudian dilanjutkan dengan tanda koma (,) sehabis itu cantumkan tanda depan dan paruh dabir buku tersebut. Jika daya tersebut merupakan karya semenjak dua penulis atau bertambah, hanya penulis pertama yang urutan namanya dibalik. Penulis kedua dan seterusnya ki berjebah setelahnya dengan bujuk nan sesuai merek aslinya. Kalau lega buku tersebut nama penulis dicantumkan contoh dengan gelar pendidikan atau gelar tak, gelar-gelar tersebut tidak perlu dituliskan.


Jika dalam buku nan diacu itu tercantum merek editor, penulisannya dilakukan dengan menambahkan singkatan (Ed.).

Lengkap:
• Mahaso, Ode (Ed.). 1997.


Jika pengarang terdiri berusul dua atau tiga turunan, nama pengarang dituliskan semuanya dengan ketentuan tanda orang pertama dibalik sedangkan nama orang kedua dan ketiga tunak. Di antara kedua nama pengarang itu digunakan kata sambung “dan”.

Contoh:
• Sumardjan, Selo dan Marta Susilo.
• Kusmadi, Ismail. Dini A., dan Eva R.


Jika lebih semenjak tiga manusia, ditulis tera pengarang permulaan yang dibalik lalu ditambahkan singkatan “dkk” (dan maskapai-kawan) atau et all.

Contoh:
• Kartika, Salma dkk.
• Susan, Alberta et. all.


Takdirnya sejumlah buku ditulis oleh seorang pengarang, cap pengarang cukup ditulis sekali pada buku yang disebut pertama. Lebih lanjut patut dibuat garis selama 10 birama dan diakhiri dengan nama noktah. Selepas nama penga-rang, cantumkan tahun terbit dengan dibubuhkan tanda noktah. Jika tahunnya berbeda, penyusunan daftar pustaka dilakukan dengan bujuk berlandaskan nan paling lama ke yang minimum baru.

Contoh:
• Keraf, Gorys. 1979.
• _________ . 1982.
• _________ . 1984.


Jika diterbitkan pada hari yang sama, penempatan urutannya berdasarkan model huruf tajuk muslihat. Kriteria pembedaannya adalah setelah perian terbit dibubuhkan huruf, misalnya a, b, c tanpa jarak.

Teoretis:
• Bakri, Oemar. 1987a.
• __________ . 1987b.

2. Tahun Terbit

Setelah tanda, cantumkan tahun terbit dari buku yang teman-padanan gunakan misal referensi. Jangan terkecoh sreg tarikh cetakan awal sebab boleh saja sentral yang kamu pakai merupakan cetakan kedua, ketiga, ataupun terakhir.

3. Kepala karangan Buku

Tuliskan titel bukumu secara eksemplar. Jangan tengung-tenging, penulisan judul dibuat dengan
italic
(miring).

4. Kota dan Nama Penerbit

Fragmen ragil dalam penulisan daftar referensi sebuah ki akal adalah mencantumkan daerah tingkat penerbitan dan etiket penerbit yang mencetak buku tersebut. Dahulukan penulisan jenama kota, yunior diikuti dengan nama penerbit yang dibatasi dengan tanda titik dua (:).

Situasi enggak nan perlu diperhatikan adalah logo batas dari tiap bujuk. Pastikan teman-rival menggunakan tanda bintik (.) buat mewatasi urutan nama, periode terbit, titel buku, hingga daerah tingkat dan keunggulan penerbit.

Arketipe Daftar bacaan dari Buku

Data Sendi:
Kepala karangan : Family Medical Care Volume 4
Penulis : Dr. John F. Knight
Penerbit : Indonesia Publishing House
Daerah tingkat Penerbit : Bandung
Musim Berpangkal : 2001

Cara Penulisan:
Knight, John F. 2001. Family Medical Care Volume 4. Bandung: Indonesia Publishing House.

B. Penulisan Daftar Pustaka dari Kata sandang intern Surat kabar, Koran, atau Majalah

Lain farik jauh dengan penulisan berpangkal mata air berupa buku, teman-teman pun terbiasa mencantumkan nama penulis, musim terbit, kepala karangan artikel, hingga daerah tingkat dan nama penerbit. Hanya saja, ada perbedaan penulisan kerjakan beberapa urutan tersebut, adalah sebagai berikut.

1. Nama

Memastikan agar label yang teman-teman tulis dalam daftar pustaka artikel tersebut adalah carik artikelnya, tidak editor dari kronik, buletin, ataupun majalah nan menjadi sumber pustaka.

2. Tajuk

Memacu penulisan judul kata sandang yang menjadi mata air pustaka. Tulislah tidak dengan dimensi
italic, melainkan menggermang verbatim dengan pemberian tanda petik (“) pembuka dan penutup. Setelah itu, lanjutkan dengan menggambar sumur surat kabar ataupun majalah yang memuat artikel tersebut. Penulisan nama kronik, majalah, ataupun koran baru dicetak miring. Ikutkan di halaman berapa artikel tersebut dimuat nan ditulis internal tanda kurung [(…)].

Contoh Penulisan Daftar bacaan dari Artikel Jurnal

Data Artikel:
Judul Jurnal : Sirok Bastra: Jurnal Kebahasaan dan Literer Volume 1
Judul Artikel : Bahasa Indonesia privat Informasi dan Iklan di Ruang Umum Ii kabupaten Pangkalpinang
Juru tulis : Umar Solikhan
Penerbit : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung Departemen Pendidikan dan Peradaban
Daerah tingkat Terbit : Pangkalpinang
Masa Pecah : 2022

Pendirian Penulisan:
Solikhan, Umar. 2022. “Bahasa Indonesia dalam Manifesto dan Iklan di Ulas Publik Kota Pangkalpinang” dalam Sirok Bastra: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan Piutang 1 (hlm. 123-129). Pangkalpinang: Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Teladan Seandainya Majalah seumpama Acuan

Jika majalah menjadi sendang acuan, kita harus membidas anasir-atom beserta urutannya yang perlu disebutkan dalam daftar bacaan laksana berikut:

  • nama pengarang,
  • hari terbit,
  • judul artikel,
  • judul majalah,
  • bulan terbit (kalau ada),
  • hari terbitan yang keberapa (kalau terserah),
  • wadah terbit.

Contoh:

Nasution, Anwar. 1975. “Sistem Moneter Dunia semesta”. Dalam Prisma, Desember, IV. Jakarta.

Paranggi, Umbu Landu. 2006. “Puisi: Penggalan Terpenting dari Darah Hidupku” dalam Horison Majalah Sastra. Jakarta: PT Metro Pos.

Cermin Jika Tembusan Amanat sebagai Acuan

Jika tembusan keterangan menjadi sumber kamil, kita harus memaki unsur-atom beserta urutannya yang perlu disebutkan internal daftar pustaka bak berikut:

  • keunggulan pengarang,
  • hari terbit,
  • judul kata sandang,
  • judul surat kabar,
  • tanggal terbit, dan
  • tempat terbit.

Contoh:

Tabah, Anton. 1984. “Polwan semakin efektif dalam Penegakan Hukum”. Dalam Binar Tujuan, 1 September 1984. Jakarta.

Contoh Kalau Kompilasi perumpamaan Sumber Acuan

Sekiranya antologi menjadi sumber acuan, kita harus mengamati unsur-unsur beserta urutannya yang wajib disebutkan dalam daftar pustaka sebagai berikut:

  • nama pengarang,
  • tahun terbit karangan,
  • judul tulisan,
  • merek penghimpun (Ed.),
  • perian terbit antologi,
  • titel koleksi,
  • tempat terbit, dan
  • nama penerbit.

Contoh:

Kartodirjo, Sartono. 1977. “Metode Penggunaan Dokumen”. Privat Koentjaraningrat (Ed.). 1980. Metode-metode Penekanan Mahajana. Jakarta: Gramedia.

Demikianlah cara menulis sumber kutipan dan daftar pustaka serta teoretis-contohnya. Semoga mandu penulisan dan contoh-abstrak daftar pustaka di atas boleh membantu para penulis dan calon penyadur n domestik proses menulis kancing, sehingga proses penulisan dapat lebih cepat dan mudah.

Sumur dari: Sally Azaria, S.Sos., M.PPO. (Dosen pada Kementerian Indra penglihatan Kuliah Publik Universitas Kristen Petra)

__________________________________________________

Anda ingin menjadi penyalin? Naskah Ia sudah siap cak bagi diterbitkan? Silakan cek info lengkap program-programa kami di sini.

Kami tunggu naskah terbaiknya!

Source: https://nyalanesia.id/penulisan-daftar-pustaka/

Posted by: gamadelic.com