Tata Cara Berwudhu Dan Bacaannya

Liputan6.com, Jakarta
Signifikasi wudhu tentu mesti dipahami oleh seluruh umat Islam. Pasalnya, salah satu akur salat ini perlu dilakukan agar Allah SWT menerima salat atau setiap ibadah yang kamu laksanakan dan dianggap sah.

Nabi Muhammad SAW bertutur, yang artinya: “Allah tak menerima salat salah koteng di antara sira sampai dia berwudhu.” (H.R Bukhari, Muslim, Tepung Dawud dan Tirmidzi). Meramalkan hadis Nabi Muhammad SAW tersebut, sudah jelaslah betapa pentingnya berwudhu dalam ibadah.

Wudhu memiliki tata mandu dan bacaan tertentu saat melakukannya. Kamu harus menjalankannya sesuai sunah. Utsman bin Affan radiyallahu’anhu berkata: “Komoditas siapa berwudhu seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan perjalanannya menuju masjid dan sholatnya sebagai tambahan pahala baginya.” (HR. Mukminat)

Berikut Liputan6.com rangkum bersumber majemuk sumber, Sabtu (13/11/2021) tentang konotasi wudhu.

Pengertian Wudhu

Wudu. (muslimah.or.id)

Wudu. (muslimah.or.id)

Menurut bahasa, pengertian wudhu berpangkal dari prolog wadha’ah yang berarti kebersihan dan baik. Sederhananya pengertian wudhu ialah salah suatu cara menyucikan anggota tubuh dengan air. Hal ini berkaitan dengan seorang orang islam diwajibkan bersuci setiap akan melaksanakan salat. Berwudu boleh lagi menunggangi debu yang disebut dengan tayammum.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konotasi wudhu adalah menyucikan diri (sebelum salat) dengan mencuci paras, tangan, penasihat, dan suku. Sementara itu, dilansir dari Wikimuslim, konotasi wudhu secara istilah adalah memperalat air yang dapat mensucikan pada empat anggota tubuh (Wajah, tangan, kepala, kaki) dengan aturan yang khas menurut hukum.

Pengertian wudhu merupakan tindakan nan wajib dilakukan makanya umat Mukminat, terumata ketika hendak melakukan ibadah salat, thawaf di kakbah dan hingga ke Al-Qur’an. Berikut ayat Al-Qur’an yang memerintahkan sendiri Muslim untuk berwudu sebelum hendak melakukan salat. Sang pencipta berfirman:

“Wahai makhluk-bani adam yang beriman kalau kalian berdiri untuk (mendirikan) salat maka cucilah wajah-durja kalian dan langkan kalian sampai ke belengkokan-siku dan basuhlah bos-bos kalian den (cucilah) kaki-suku kalian hingga kedua mata kaki…” (QS. Al-Maidah [5]:6)

Damai dan Sunah Wudhu

Jemaah mengambil air wudhu di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (22/2/2021). Di bagian dalam renovasi dimulai dari tempat wudhu, pemasangan 3500 lampu LED, dan kipas angin pada pilar serta Mihrab setinggi 17 meter dengan ornamen Asmaul Husna. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Jemaah mengambil air wudhu di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (22/2/2021). Di bagian internal penyempuraan dimulai dari arena wudhu, pemasangan 3500 lampu busur LED, dan kipas angin pada pilar serta Mihrab setinggi 17 meter dengan ornamen Asmaul Husna. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Pengertian wudhu tentu harus diikuti dengan pemahaman rukun-rukunnya. Damai wudhu koteng sememangnya ada enam, yaitu niat, membasuh roman, mencuci tangan, mengusap sebagian kepala, membasuh kaki, dan tertib alias menurut susunan yang disebutkan kerumahtanggaan Al-Qur’an.

Keenam perkara dari rukun wudhu ini harus dilaksanakan dengan berurutan dan hening. Tidak dapat menyingkir salah satunya seandainya ingin ibadah salat kamu sah. Selain rukun wudhu, ada juga beberapa sunah yang dapat dilakukan mudahmudahan mendapatkan pahala berlimpah.

Berikut beberapa sunah berwudhu yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW:

– Mencuci kedua telapak tangan.

– Gesek gigi dengan siwak dan berkumur.

– Mengegolkan air ke dalam alat pencium.

– Menyapu air ke seluruh kepala.

– Mencuci kedua telinga (bagian dan luar).

– Mendahulukan yang kanan.

– Gesek celah-terali jari tangan, kaki, dan brewok jika panjang.

– Mengerjakan sebanyak 3 kali.

– Berturut-turut, yaitu bersambung terbit semula sampai intiha tanpa pause.

Tata Cara Wudhu

Peserta aksi damai 212 mengambil air wudhu untuk melaksanakan salat jumat dalam Bela Islam III di Monas, Jakarta, Jumat (2/12). Adapun peserta massa aksi damai 212 menggunakan botol air minum untuk berwudhu. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Peserta manuver rukun 212 mencuil air wudhu lakukan melaksanakan salat jumat dalam Bela Selam III di Monas, Jakarta, Jumat (2/12). Adapun peserta massa aksi damai 212 menggunakan botol air minum untuk berwudhu. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pengertian wudhu yakni menyucikan diri (sebelum salat) dengan membasuh wajah, tangan, kepala, dan kaki. Tetapi, manajemen pendirian wudhu perlu dilakukan sesuai sunah. Ia bisa mengikuti pengelolaan cara wudhu berikut ini:

1. Memulainya dengan Niat

Niat wudhu artinya sengaja dengan intensitas hati untuk berbuat wudhu karena melaksanakan perintah Almalik SWT dan mengikuti anjuran Rasul-Nya.

“Rasulullah SAW membeningkan bahwa segala perbuatan terampai kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan menururt barang apa nan diniatkannya…” (HR. Bukhari internal Fathul Baary, 1:9; Muslim, 6:48).

Niat Wudhu

“Nawaitul wudhuu-a liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa”

Artinya: “Saya niat berwudhu bikin menghilangkan hadats kerdil fardu karena Allah.”

2. Mengaji Basmallah Kemudian Berkumur

Setelah melakukan niat dengan kesungguhan hati, kemudian bacalah basmallah. Membaca basmallah ini dilakukan kontan mencuci kedua punggung tangan sebanyak 3 kali hingga ke sela-sela jari. Sahaja bila lupa bakal membaca basmallah, maka wudhu yang engkau lakukan tetap sah.

Selanjutnya, berkumur sebanyak tiga boleh jadi dan menjernihkan transmisi hingga bersih agar tak terserah bekas makanan yang terserah di persneling. Disunahkan juga kerjakan menerangkan hidung dengan menghirup air dengan sekali hirup dan mengeluarkannya dengan cara memencet hidung dengan tangan kiri, juga sebanyak tiga kali.

3. Mencuci Muka Tiga Kali

Tata cara wudhu selanjutnya adalah dengan mencuci roman sebanyak tiga mana tahu. Tiba berpokok tempat tumbuhnya rambut superior setakat bawah dagu dan terbit telinga kanan hingga kuping kidal.

4. Mencuci Kedua Belah Tangan Hingga Siku

Berikutnya guyur air sreg tangan sampai membasahi kedua pengkolan. Hal ini sudah sesuai dengan perintah Allah SWT dalam Al-Maidah ayat 6 yang memiliki kekuatan, “Dan basuhlah tangan-tanganmu sampai siku.”

Rasulullah membasuh tangannya nan kanan sebatas melintasi sikunya, dilakukan sebanyak tiga mana tahu. (Bukhari-Muslim, HR. Daraquthni, I/15, Baihaqz, I/56).

Manajemen Cara Wudhu

Peserta aksi damai 212 mengambil air wudhu untuk melaksanakan salat jumat dalam Bela Islam III di Monas, Jakarta, Jumat (2/12). Adapun peserta massa aksi damai 212 menggunakan botol air minum untuk berwudhu. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pesuluh manuver damai 212 mengambil air wudhu kerjakan melaksanakan salat jumat privat Bela Islam III di Monas, Jakarta, Jumat (2/12). Adapun siswa komposit aksi damai 212 memperalat botol air minum untuk berwudhu. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

5. Mengusap Majikan

Pengelolaan cara wudhu berikutnya adalah dengan mengelus superior sebatas ke belakang. Menyapu bos ini perlu dibedakan dengan mengusap dahi alias sebagaian pengarah. Peristiwa ini sesuai dengan perintah Sang pencipta SWT intern Al-Maaidah ayat 6, yang punya arti, “…dan usaplah kepala kalian…”

Rasulullah SAW mencontohkan tentang caranya membarut-barut kepala, yaitu dengan kedua telapak tangannya nan sudah dibasahi dengan air, lalu ia menjalankan kedua tangannya mulai dari bagian depan pemimpin sampai ke bokong tengkuknya. (HSR. Bukhari, Mukmin, no. 235 dan Tirmidzi no. 28 lih. Fathul Baari, I/251).

6. Membersihkan Kedua Telinga

Setelah mengusap atasan dilanjutkan dengan menjernihkan kedua alat pendengar minus teradat menjeput air bau kencur. Membersihkan telinga dalam tata prinsip wudhu dan bacaannya ini dilakukan dengan memasukkan jari telunjuk ke internal telinga, kemudian empu tangan mengusapkan kedua patera telinga. Hal ini dilakukan secara bersamaan antar alat pendengar kanan dan telinga kiri.

7. Mencuci Kedua Kaki Sampai Mata Kaki

Tata pendirian wudhu sesuai sunah selanjutnya merupakan dengan kumbah kedua tungkai sampai mata kaki sebatas tiga barangkali. Hal ini sesuai dengan perintah Tuhan SWT n domestik sertifikat al-Maidah ayat 6, yang artinya: “…basuh kakimu sampai dengan kedua mata kaki”.

Untuk mencuci kaki setakat ain kaki ini, Rasulullah SAW mendahulukan kaki kanan hingga tiga bisa jadi, kemudian kaki kiri juga demikian. Detik membasuh kaki Rasulullah menggosok-pujuk jari kelingkingnya pada pelana-sela deriji suku. (HSR. Bukhari; Fathul Baari, I/232 dan Muslim, I/149, 3/128).

Rasulullah menyuruh umatnya sebaiknya jimat-jimat dalam kumbah kaki, karena suku yang bukan sempurna cara membasuhnya akan dijalari gaham neraka. Gosok ganggang-celah jari dan pastikan tumit yang terlipat kulitnya mengenai air wudhu.

8. Membaca Doa Setelah Wudhu

Setelah bersuci dengan tata cara wudhu yang sopan, kamu disunahkan bikin mengaji doa wudhu. Saat membaca puji-pujian wudhu ini sebaiknya membidik kiblat berbarengan menyanggang kedua tangan. Berikut ini wirid setelah wudhu beserta artinya:

“Asyhadu Alla Ila Haillallaah Wahdahu Laa Syariika Lahu Wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu Wa Rasuuluhu, Alloohummaj’alni Minattawwaabiina’ Waj’alni Minal Mu Tathahhiriina Waj’alni Min Ibadi Kash Shaalihiin”

Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Almalik dan enggak suka-suka yang menyekutukan bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Ya Tuhan jadikanlah aku anak adam yang ahli taubat, dan jadikanlah aku individu yang kudus dan jadikanlah aku berpokok golongan orang-orang yang shaleh”

Source: https://id.berita.yahoo.com/pengertian-wudhu-rukun-dan-tata-041023423.html

Posted by: gamadelic.com