Tanda Tanda Besar Hari Kiamat

Isyarat Hari akhir Ki akbar
– Bagi umat Islam, mengimani hari kiamat atau musim penutup yaitu rukun iman kelima. Dalil tentang musim kiamat tercantum kerumahtanggaan Al-Qur’an Surah Al-Hajj ayat ke-7 yang berbunyi perumpamaan berikut.

Dan sesungguhnya, (tahun) kiamat itu pasti datang terjadi, tidak ada keraguan kepadanya. Dan alangkah, bahwasanya Tuhan SWT akan membangkitkan semua orang nan suka-suka di dalam kubur“.

Dalil lain yang menjelaskan mengenai gambaran terjadinya perian yaumul ada di privat Surah Al-Qari’ah ayat ke-1–11 yang berbunyi seumpama berikut.

Demi malapetaka yang mendebarkan hati. Apakah malapetaka yang mendebarkan hati itu? Sejauh mana yang kau ketahui adapun malapetaka yang mendebarkan hati itu? Pada hari itu sosok bagai kelekatu (sejenis insek yang beterbangan mengelilingi lampu, terutama lega lilin batik hari) nan berterbangan. Dan, rangkaian gunung berserpihan bagai bulu yang dihambur-hamburkan. Barangsiapa nan pelik timbangan dedikasi kebaikanya, dia akan ki berjebah kerumahtanggaan kehidupan yang menyabarkan. Akan halnya mereka nan ringan timbangan amal kebaikannya, tempat pulangnya ke lembah hawiah. Setakat di mana pengetahuanmu tentang hawiah itu? Itulah jago merah neraka yang terlampau seksi“.

Lewat, apakah kiamat kubra maupun kiamat ki akbar itu? Segala sajakah tanda-tandanya menurut Islam? Ayo kita simak konten edukasi dan materi pendidikan agama Islam tentang yaumul besar yang diambil dari majemuk sumber berikut.


Definisi Kiamat Kubra ataupun Kiamat Besar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hari akhir berarti pengunci zaman (dunia seisinya rusak binasa dan lenyap). Berdasarkan definisi tersebut, kiamat dapat diartikan sebagai proses berakhirnya keseluruhan tunggul semesta beserta segala isinya.

Adapun yaumul lautan adalah kiamat yang datang setelah datangnya kiamat kecil. Kemunculan tanda-tandanya tidak biasa terjadi dan mayoritas belum muncul saat ini.

Hari akhir besar juga selalu disebut dengan hari pembalasan kubra.
Kubra
privat bahasa Arab berarti “besar”. Kiamat kubra dalam peristiwa ini adalah hari akhir nan sebenarnya. Kiamat kubra terjadi dengan dimulainya tiupan terompet sangkakala malaikat Israfil, serta diiringi dengan kebinasaan umbul-umbul seberinda beserta isinya.

Jenama-Etiket Datangnya Kiamat Kubra atau Hari akhir Raksasa

Umat Islam meyakini bahwa kiamat bukan akan terjadi, apabila masih ada individu yang mau menamai stempel Allah SWT. Namun, kehancuran marcapada terjadi ketika sudah tidak terserah lagi orang-orang beriman di tampang bumi, yang tersisa sekadar orang-insan buas.

Orang-orang akan pula ke kondisi zaman jahiliah. Berbagai hujat akan merayapi seluruh umat bani adam. Mereka berpunya di bawah naungan rasa putus asa, kekacauan, musibah, kekafiran. Marcapada porak-poranda, rusak, dan hancur. Spirit manusia selanjutnya akan menengok dengan alam yang baru, merupakan alam akhirat.

Menurut syariat Islam, tidak ada seorang kembali yang mengetahui tentang datangnya hari kiamat, baik malaikat, nabi, alias utusan tuhan. Kelainan ini yakni perkara yang gaib dan hanya Sang pencipta SWT sajalah yang mengetahuinya.

Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan titah Muhammad Saw yang biasa, Allah SWT berujar:

Kembali n domestik firman-Nya:

Muhammad Saw sekali lagi pernah ditanya oleh Malaikat Jibril nan menclok dalam wujud sendiri Arab Badui. Jibril kemudian bertanya tentang waktu terjadinya tahun kiamat, tetapi Muhammad lain mengetahui pula masalah tersebut.

Menurut eskatologi Islam, kiamat dikatakan akan terjadi puas hari Jumat dan ada sejumlah tanda-tanda kiamat besar yang dijelaskan pecah sejumlah sabda dan Al-Qur’an.

Diriwayatkan kembali maka dari itu Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari r.a. bahwa Muhammad Saw meluluk kami medium ganti memahfuzkan-ingat. Kamu kemudian menanya, “Barang apa yang menengah kalian ingat-ingat?” “Orang-orang menjawab, “Kami mengingat-ingat perian kiamat“.

Beliau pun bersabda, “Hari itu tidak akan terjadi sebelum kalian melihat sepuluh etiket, yakni asap, Dajal, Ad-Dabbah, terbitnya surya berpokok barat, turunnya Isa polong Maryam As, Ya’juj dan Ma’juj, tiga gerhana (satu gerhana di timur, suatu gerhana di barat, dan suatu gerhana di Jazirah Arab), yang ragil adalah suatu api yang keluar bermula Yaman yang menghalau khalayak-insan ke Padang Mahsyar” (H.R. Muslim).

1. Munculnya
Dukhan
(Kabut Asap)

Tanda yaumudin besar nan purwa adalah munculnya
dukhan
alias asap yang menutupi dunia sepanjang 40 waktu. Peristiwa ini akan mengakibatkan penyakit seperti flu di kalangan cucu adam-orang berketentuan, serta akan mematikan semua orang dahriah.

2. Munculnya Dajal

Dajal adalah seorang yang buta di salah satu matanya. Sira tetapi memiliki satu ain dengan mata sebelah kanan buta. Selain itu, Dajal pula membawa cerca (ujian) terbesar nan akan merenggut keagamaan seseorang. Inilah nan menyebabkan banyak turunan yang akan mendengar seruannya.

Bintang sartan, Dajal yakni hamba allah yang merancukan dan pendusta yang luar biasa. Dajal menurut keagamaan para Salafus saleh adalah seorang anak Nabi Adam As dan beliau bukan dari golongan jin.

Dajal memiliki ciri fisik matanya buta sebelah, punya bulu ikal dan lebat, tubuhnya berperawakan samudra dan singkat, berkaki pengkar, dan matanya tegak, serta tidak menonjol dan tidak juga cekung, jalannya tidak protokoler, bertubuh gempal, kulitnya merah, berkening gempal, serta dadanya bidang.

Ada juga perkataan nabi yang menjelaskan bahwa akan nomplok Dajal-Dajal boncel berjumlah tiga puluh orang sebelum kedatangan Dajal tulen, nan kesemuanya mengaku umpama utusan Allah SWT dan memiliki mukjizat.

3. Munculnya
Dabbah
(Hewan Melata) ataupun
Dābbatul Ardh
(Hewan Manjapada/Petak)

Peristiwa ini ditandai dengan munculnya binatang buas (monster) yang muncul dari makanan bumi.
Dābbatul Ardh
akan keluar setelah Ya’juj dan Ma’juj ranah akibat epidemi yang diturunkan maka itu Allah SWT kepada mereka.

Waktu keluarnya
dābbatul ardh
adalah duha sesudah terbitnya matahari di sebelah barat.
Dābbatul Ardh
akan keluar jika bumi pulih setelah bencana Ya’juj dan Ma’juj. Sato ini akan keluar di Kota Makkah di antara Bukit Shafa dan Marwah.

Binatang tersebut unjuk dengan tangan kiri memegang tongkat Utusan tuhan Musa As, padahal tangan kanannya memakai cincin Nabi Sulaiman As. Selain itu, kamu lagi bisa bercakap dengan manusia menggunakan alas kata-kata yang fasih dan jelas dalam heterogen bahasa di bumi.

Bani Zubair menjabarkan dabat ini dengan rinci, yaitu punya ciri-ciri kepalanya seperti kerbau, matanya begitu juga kartu ceki, telinganya besar seperti gajah, mempunyai cula yang menyerupai rusa jantan, lehernya menyerupai burung gamal, dadanya bidang seperti raja hutan, kulitnya seperti harimau, panggulnya sebagaimana kucing, dan n kepunyaan ekor seperti biri-biri jantan dengan kaki seperti unta.

4. Terbitnya Mentari dari Jihat Barat

Pertanda pertama nan akan muncul andai merek terjadinya yaumudin besar adalah terbitnya matahari dari sebelah barat. Sebagaimana nan diriwayatkan dalam hadis Serdak Dawud serta Ibnu Majah, berpunca Abdullah kacang Amr, dia berkata:

Sesungguhnya isyarat nan pertama-tama muncul (menjelang kiamat) yaitu terbitnya mentari dari barat dan munculnya binatang melata menemui manusia pada waktu duha. Mana saja dari keduanya yang lebih habis terjadi, tidak lama sesudah itu nan lainnya pun buru-buru terjadi”.


5. Munculnya Nabi Isa As

Disebutkan privat Surah Ali-Imran ayat ke-55 bahwa bahwa Nabi Isa AS tidaklah dibunuh oleh insan-makhluk Yahudi. Doang, Sang pencipta SWT mengangkat Nabi Isa AS ke langit. Ketika tahun kiamat besar terjadi, nantinya Nabi Isa AS akan diturunkan pun ke bumi kerjakan membunuh Dajal.

Ingatlah ketika Halikuljabbar SWT bercakap: ‘Hai Isa! Aku akan mewafatkanmu, dan menyanggang derajatmu di sisi-Ku, serta membersihkanmu berpunca tudingan khalayak-insan yang kafir. Dan pengikut-pengikutmu akan Aku jadikan bertambah indah daripada hamba allah-orang kafir setakat plong musim kiamat. Kemudian semata-mata kepada-Ku tempat kembalimu.  Esok akan Aku beri keputusan kepadamu mengenai persoalan yang kamu perselisihkan itu’”.

6. Munculnya Ya’juj dan Ma’juj

Ya’juj dan Ma’juj adalah dua tungkai yang akan muncul pada yaumudin. Mereka dikisahkan n kepunyaan kekuatan perusak dan penghancur arwah di muka manjapada. Mereka juga akan bergelut membandingbanding Nabi Isa As, beserta dengan pasukannya di Bukit Thursina.

Mereka hinggap dengan cepat serta terburu-buru, membuat keadaan goncang, dan bukan ada seoorang pun yang sanggup menghadapinya, sehingga semua hamba allah harus lari dari mereka.

7. Munculnya Tiga Gerhana di Putaran Timur, Barat, dan Jazirah Arab

Gerhana tersebut muncul di tiga bagian bumi, yaitu bumi adegan timur (Asia), bumi adegan barat (Amerika), dan Jazirah Arab. Selain gerhana, pada saat itu juga akan terjadi datangnya bencana nan terlampau dahsyat.

8. Munculnya Api di Yaman

Api tersebut dikatakan akan unjuk di Aden, Yaman. Aden merupakan ibu kota dari Republik Demokratis Rakyat Yaman sampai penyatuan dengan Yaman Utara, yang kemudian diumumkan umpama zona perdagangan bebas.

Api yang sangat semok itu berada di dasar kota tersebut dan bisa keluar setiap saat, serta dapat membakar siapa tetapi. Api itu kemudian menggiring manusia cenderung medan berkumpul, yaitu Padang Mahsyar.

Tanda-Nama Lain nan Muncul

1. Munculnya Pendeta Mahdi

Pendeta Mahdi selayaknya adalah sebuah nama gelar, sebagaimana halnya dengan gelar khalifah dan
amirul mukminin.
Imam Mahdi dapat diartikan secara objektif bermakna “pembesar yang telah diberi wahyu”. Bangsa Arab akan dipimpin oleh seorang berasal baka Muhammad dengan nama yang sama persis yaitu, Muhammad bin Abdullah atau Imam Mahdi.

Menurut hadis riwayat Al Hakim, Rasulullah Saw bercakap: “Pendeta Mahdi akan keluar di akhir umatku. Almalik SWT akan menurunkan hujan, menumbuhkan tanaman di durja bumi, membagi harta secara merata. Binatang peliharaan akan semakin banyak, sebagai halnya umat akan lebih besar. Pendeta Mahdi hidup sepanjang tujuh atau delapan tahun”.

Pastor Mahdi adalah koteng mukminat berumur muda yang dipilih oleh Allah SWT bagi menghancurkan semua angkara dan menegakkan keseimbangan. Dia dikatakan menjadi pemimpin nan bonafide dan adil dengan menggunakan harta kekayaannya yang produktif lakukan kemajuan umat.

Kemenangan demi kemenangan yang diraih oleh Padri Mahdi dan pasukannya akan membuat murka Dajal, sehingga membuatnya keluar dari persembunyian dan berusaha untuk mendebah Pater Mahdi beserta pengikutnya.

Allah SWT lantas menurunkan Nabi Isa As dari langit yang bertugas membunuh Dajal. Imam Mahdi dan Nabi Isa As akan sederum memerangi Dajal dan pengikutnya, sebatas Dajal mati ditombak oleh Nabi Isa As di “Pintu Lud” nan berada di kerumahtanggaan kompleks Masjid Al-Aqsa.

2. Munculnya Angin nan Kian Lumat Dibandingkan Sutra dari Yaman

Munculnya angin subtil itu bukan lakukan mencopot nyawa orang mukmin yang tersisa, sebagaimana sabda Rasululah Saw, “Sesungguhnya Allah SWT akan mengirim suatu angin dari jihat Yaman yang lebih halus dari sutra. Lain ada seorang lagi yang akan disisakan-Nya terbit orang-anak adam yang masih terserah iman di hatinya, walaupun seberat biji sawi, kecuali akan dia ambil rohnya”
(H.R.Orang islam).

3. Pemberantasan Ka’bah makanya Dzu as-Suwaqatayn

Menurut eskatologi Islam, Dzu as-Suwaqatayn ialah seseorang yang berasal pecah Habasyah (ataupun Abisinia) nan akan menghancurkan Ka’bah menjelang musim kiamat.

Pastor Ahmad dalam musnadnya menuliskan bahwa Dzu as-Suwaqatayn dari Habasyah akan menghancurkan Ka’bah dan para pengikutnya akan menyamun dan melepaskan cemping kiswah Ka’bah.

Shahih al-Bukhari dan Musnad Imam Ahmad meriwayatkan berpangkal Ibnu Abbas bahwa Nabi Muhammad Saw berkata, seakan-akan dia meluluk Ka’bah diruntuhkan tekor demi sedikit.


Peniupan Sangkakala Kiamat Besar

Momen saatnya menginjak tahun kiamat, sangkakala akan ditiup maka dari itu Malaikat Israfil atas perintah Allah SWT dalam tiga periode, yaitu:

1.
Nafkhatul Faza’
(Mengagetkan, Berpenjaga, dan Menabrakkan perahu)

Tiupan dahsyat yang pertama akan mengharu seluruh anak adam arwah. Almalik SWT mensyariatkan Malaikat Israfil memperpanjang tiupan itu tanpa berhenti. Inilah yang menyebabkan pegunungan akan mengalir seperti awan, suntuk lumer lantak.

Bumi gonjang-ganjing hebat, penghuninya bagaikan rayap yang beterbangan, dan planet akan saling bertabrakan. Semua ciptaan-Nya di dunia semesta hancur lebur.

2.
Nafkhatus Sha’iq
(Mematikan)

Roh kudus, Mikail, Israfil, dan
Hamalatul ‘Arsy
(malaikat pemikul Arsy) dimatikan maka dari itu Allah SWT. Malaikat bontot yang dimatikan oleh Allah adalah Izrail, sang malaikat maut.

Sejak saat itu, tak terserah lagi yang hidup, kecuali Allah yang Maha Ahad, Maha Mengalahkan, Maha Sendiri. Tempat bergantung semua makhluk, tidak beranak, dan bukan diperanakkan. Dialah yang Maha Awal dan Maha Akhir.

3.
Nafkhatul Ba’ats/Qiyam
(Menyemarakkan Kembali ataupun Menggelorakan)

Miliaran cucu adam sejak Utusan tuhan Adam As setakat manusia yang hidup ragil kali saat tunggul semesta dihancurkan. Mereka menunggu giliran diadili cak satu demi satu satu di Padang Mahsyar. Tak terserah naungan dan perlindungan selain bermula diri-Nya pada hari itu.

Menurut ajaran Islam, lama periode menunggu itu 50.000 tahun akhirat. Tentang jarak antara tiupan pertama dan seterusnya dikatakan sejarak empat puluh (enggak dijelaskan lebih rinci substansial sejumlah hari, bulan, ataupun tahun).

Nah, itulah penjelasan sumir tentang
Definisi, Segel-Tanda, dan Peniupan Sangkakala Ketika Kiamat Lautan Terjadi. Tidak ada sendiri sekali lagi yang boleh mengetahui periode terjadinya yaumul. Namun yang pasti, kiamat akan terjadi terkadang nanti.

Manusia sahaja diberi siaran terkait logo-tandanya saja. Ibarat manusia, tugasnya tetapi berbuat sebaik-baiknya dan bersiap menghadapi waktu penutup.

Berikut ini rekomendasi daya dari Gramedia nan bisa Grameds baca untuk mempelajari akan halnya hari pembalasan hendaknya dapat memaknainya secara mumbung. Selamat mendaras.

Temukan hal menyentak lainnya di www.gramedia.com. Gramedia andai #SahabatTanpaBatas akan sering mengedepankan kata sandang menarik dan rekomendasi buku-buku terbaik cak bagi para Grameds.

BACA JUGA:

  • Jenama-Etiket Neraka dalam Agama Islam
  • Cap-Nama Surga dan Gambaran Surgaloka
  • Pengertian Iman Secara Bahasa dan Istilah serta Tingkatannya
  • Perbedaan Kiamat Sugra dan Kubra, Barang apa Bedanya?
  • Perbedaan Qada dan Qadar Beserta Contohnya

ePerpus adalah layanan taman bacaan digital masa kini yang menganjuri konsep B2B. Kami hadir bagi memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Taman pustaka digital kami meliputi sekolah, perguruan tinggi, korporat, sampai wadah ibadah.”

logo eperpus

  • Custom gelondong
  • Akal masuk ke ribuan buku berusul penerbit berkualitas
  • Fasilitas dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Sira
  • Tersaji dalam mimbar Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard buat mematamatai laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Petisi aman, praktis, dan efisien

Source: https://www.gramedia.com/literasi/tanda-tanda-dan-peniupan-sangkakala-ketika-kiamat-besar-terjadi/

Posted by: gamadelic.com