Tanaman Mangga Dengan Buah Besar Dan Rasa Manis

Persilangan dihibrid merupakan persimpangan anak adam dengan dua sifat beda.
Persimpangan tersebut terdiri berusul sifat warna-rencana, dandan-ukuran maupun kerangka-format. Dihibrid merupakan contoh persilangan pada Hukum Dua Mendel. Pada Hukum Dua Mendel berbunyi penjenisan gen secara bebas.

Pembahasan

Seorang petani menyilangkan tanaman mangga berbuah segara dan rasanya masam (BBmm) dengan tumbuhan mangga berdampak kecil dan rasanya manis (bbMM) menghasilkan zuriat F1 sebanyak 256 pohon mangga berbuntut osean dan rasanya manis. Takdirnya F1 dikawinkan dan menghasilkan pertalian keluarga 512 tumbuhan mangga maka banyaknya tanaman mangga berbuah kecil dan rasanya manis puas keturunan ke 2 (F2) adalah andai berikut:

Parental 1: mangga berakibat osean dan rasanya masam  x  mempelam berbuah kecil dan rasanya manis

Genotip: BBmm  x  bbMM

Gamet: Bm  x  bM

Filial 1: BbMm (mangga berbuah lautan dan rasanya manis)

Parental 2: mangga berdampak besar dan rasanya manis  x  mempelam berbuah besar dan rasanya manis

Genotip: BbMm  x  BbMm

Gamet: BM, Bm, bM, bm  x  BM, Bm, bM, bm

Filial 2:

1 BBMM = buah segara dan rasa manis

2 BbMM = biji zakar ki akbar dan rasa manis

2 BBMm = buah besar dan rasa manis

1 BBmm = buah raksasa dan rasa masam

2 Bbmm = biji pelir ki akbar dan rasa masam

1 bbMM = buah kecil dan rasa manis

2 bbMm = buah kecil dan rasa manis

1 bbmm = buah kecil dan rasa masam

Dari hasil persilangan di atas maka dapat diketahui dari 512 nasab yang memiliki sifat buah boncel dan rasa manis adalah 3/16  x 512 = 96 tanaman (B).

Pewarisan rasam atau hereditas adalah penurunan adat berpunca induk atau orang tua kepada keturunannya maupun anak asuh. Ilmu yang mempelajari mengenai pewarisan sifat disebut dengan genetika. Resan-sifat lega makhluk hayat diwariskan melalui sel kelamin kosen dan sel kelamin betina.

Pewarisan adat dikemukakan purwa barangkali oleh Gregor Johann Mendel (1822–1884). Mendel mengamalkan percobaan pewarisan sifat dengan menunggangi tanaman ercis (Pisum sativum).

Suka-suka sejumlah alasan tanaman ercis dipilih oleh Mendel untuk mengamalkan percobaannya persilangan di antaranya sebagai berikut:

1. Tanaman ercis (Pisum sativum) memiliki variasi yang cukup kontras, di antaranya: warna biji (asfar dan hijau), jangat kredit  (kisut dan halus), bentuk buah/polong (alus dan bergelombang), rona bunga (ungu dan ikhlas), tinggi batang (panjang dan pendek).

2. Dapat melakukan penyerbukan sendiri

3. Cepat menghasilkan keturunan.

4. Mudah dikawin silangkan.

Mendel kemudian memformulasikan suatu premis bahwa sifat nan terwalak puas organisme akan terjadi pemisahan gen secara objektif (segregrasi) maupun dikenal dengan
Hukum I Mendel.
Keadaan ini terjadi pada persilangan
monohibrid. Persilangan monohibrid ialah persimpangan dimana hanya menggunakan satu macam gen (sifat) yang berbeda atau menunggangi satu resan selisih. Misalnya persilangan antara corak (kuning dengan putih), persilangan rangka (bulat dengan elips).

Adapun ada percobaan berikutnya Mendel menemukan bahwa setiap sifat pecah kedua induk diturunkan akan terjadi kategorisasi gen secara bebeas atau disebut dengan
Hukum II Mendel.
Keadaan ini terjadi puas persilangan
Dihibrid. Persilangan dihibrid merupakan persilangan yang menggunakan dua sifat beda ataupun dua oponen kromosom yang berbeda. Misalnya yakni persilangan warna-rangka (mentah-melingkar dengan kuning-kisut).

N domestik pewarisan sifat dikenal beberapa istilah antara lain:

1. Parental : Emak.

2. Filial : Keturunan.

3. Gamet : Lokap Kelamin.

4. Fenotip : Ekspresi sifat turunan yang bisa dilihat oleh indra.

5. Genotip : Ekspresi sifat individu yang tidak dapat kelihatan dan terekspresi kerumahtanggaan gen.

6. Dominan : Rasam nan unjuk alias menghampari adat lain.

7. Resesif : Sifat yang tertutupi sifat lain.

8. Homozigot : Susunan gen pada organisme nan n kepunyaan pasangan alel yang sekufu misalnya MM, tt, KKLL, kkll.

9. Heterozigot  : Susunan gen lega organisme nan memiliki pasangan alel yang berbeda misalnya Mm, Tt, KkLl.

10. Intermediet : sifat baru unjuk hasil persilangan ke dua indung yang sama kuat.

12. Alel : Pasangan gen dari dua kromosom homolog yang terletak puas lokus yang sama.

13. Lokus : Lokasi khusus gen dalam kromosom.

14. Galur murni  : Tanaman yang punya anak cucu yang proporsional semenjak generasi ke generasi.

Pelajari lebih jauh

1. istilah pewarisan sifat: brainly.co.id/tugas/17480303

2. abstrak persilangan monohibrid: brainly.co.id/tugas/1219146

3. persilangan dihibrid: brainly.co.id/tugas/17585449

Detil jawaban

Papan bawah: 9

Mapel: Biologi

Ki: Pewarisan Sifat

Kode: 9.4.6

Pembukaan kunci: pewarisan sifat, dihibrid, hukum 2 mendel

Source: https://siswa.blog/f-https-brainly.co.id/tugas/23732758