Tanaman Buah Yang Cocok Di Tanah Gambut

Persil gambut merupakan salah satu varietas lahan basah nan memiliki kandungan asam tingkatan akibat penumpukan bineka sisa organisme selama ribuan perian.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan biodervisitas flora yang tahapan di dunia. Beragam flora khas negara tropis banyak ditemukan tersebar di seluruh kepulauan nusantara berdasarkan keberagaman petak yang cocok cak bagi habitat flora tersebut.

Salah satu jenis tanah yang ada beberapa pulau di Indonesia ialah lahan gambut. Kita kerap mengaitkan lahan ini dengan perladangan sawit.

Tapi, ternyata banyak pokok kayu dan pokok kayu yang bisa nyawa di wana gambut selain kelapa sawit. Pada pembahasan kali ini, kita akan mengulas pohon-pohon yang dapat hidup di persil gambut kerjakan proses rehabilitasi, reboisasi dan penghijauan.

Apa itu Petak Gambut?

Beralaskan Permentan No.14 Tahun 2009 tentang Pedoman Pemanfaatan Kapling Gambut bakal Budidaya Kelambir Sawit, tanah gambut adalah tanah hasil penimbunan timbunan mangsa organik dengan komposisi 65% lebih besar yang terbentuk secara alami n domestik kurun perian ratusan tahun dari pelapukan vegetasi yang sukma diatasnya.

Sedangkan menurut Kementrian Kehutanan kerumahtanggaan Permenhut No. 69 Periode 2022, hutan gambut ialah pelecok suatu formasi pokok kayu-tanaman yang bersemi di dalam kawasan yang sebagain besarnya terasuh berpokok residu-hajat bahan organik yang tertimbun dalam jangka waktu nan lama.

Bersumber kedua penjelasan tersebut, kita dapat menyimpulkan denotasi tanah gambut ialah kapling yang terbentuk dari hasil sisa-sempelah pelapukan bulan-bulanan organik nan tumbuh ataupuutann vitalitas di atasnya dalam jangka periode yang lama.

Kondisi tersebut menjadikan tanah gambut andai petak dengan kandungan bahan organik nan tinggi.

Namun, pangan gambut memiliki kelemahan adalah sangat rawan terhadap tingkat kebakaran jenggala bahkan momen musim kemarau.

Baca juga: Gambut Adalah: Pengertian, Spesies, Persebaran dan Kelebihan Lahan Gambut

Aliran Petak Gambut di Indonesia

Luas tanah gambut di Indonesia plong waktu 2022 berkisar antar 16-17 miliun hektar dengan didominasi oleh pepohonan atau tanaman berkayu.

Sebagian osean dari proses akumulasi bahan organik penghasil kapling gambut dipengaruhi oleh proses “erosi-transportasi-deposisi” tanah dengan peranakan mineral lembut (fine-textured weathering products)
oleh karena itu umumnya endapan gambut plong lapisan bawah atau yang terbesar di sekitar bengawan, material gambut sering teraduk dengan bulan-bulanan mineral yang disebut dengan peaty clay dengan tembolok bahan organik sebesar 30%-65%.

Hutan gambut di Indonesia tersebar di pulau-pulau sekitar paparan Sunda yaitu di pantai timur Pulau Sumatera, pantai Barat dan Daksina Kalimantan, dan di seputar paparan Sahul yaitu di pantai Barat dan Selatan Papua.

Berdasarkan hasil kajian Balai Besar Sumberdaya Tanah Pertanian (BBSDLP), persebaran tanah gambut paling banyak fertil di pulau Sumatera bilang 36,2% , Kalimantan sejumlah 25,4% dan Papua sejumlah 38,4% dari luas total hutan gambut di Indonesia.

Tanah gambut mempunyai ciri-ciri dengan kondisi pH asam, miskin anasir hara, namun memiliki kandungan bahan organik nan rimbun dan selalu terendam air. Kondisi tunggal ini menjadi ciri khas yang melepaskan tanah gambut dengan jenis tanah lain.

Akibatnya, jenis tumbuhan yang hidup didalam ekosistem petak gambut memiliki adaptasi terhadap hutan gambut.

Sejak zaman kolonialisme Belanda, penyelidikan terhadap lahan gambut telah dilakukan. Tanah gambut menumpu n kepunyaan keanekaragaman vegetasi yang rendah jika dibandingkan dengan hutan hujan abu tropis.

Namun, karakteristik diversifikasi dan vegetasi di dalam ekosistem gambut lebih janjang bila dibandingkan dengan ekosistem tanah gersang pada zona biogegografi nan sekufu.

Semakin rimbun gambut di lahan tersebut, maka semakin tekor jenis vegetasi yang boleh tumbuh. Sebab pasokan zat hara yang dapat diperoleh melalui air hujan angin.

Begitupun sebaliknya, semakin tipis sepuhan gambut, maka semakin berbagai rupa pula spesies vegetasi yang jiwa diatasnya atau yang kita kenal dengan
mixed forest.

Habitat
mixed forest
tediri atas pepohonan kayu besar dan tumbuhan semak rimbun. Habitat ke arah kubah gambut
(deep peat forest)
n kepunyaan keanekaragaman vegetasi yang invalid dan hanya terdiri atas pepohonan bertakaran kecil dengan tingkat kerapatan nan terbatas.

Baca pula: Perusahaan Induk Oreo Menyelamatkan Pohon Bersama LindungiHutan

Berikut ini bilang jenis tumbuhan yang dapat tumbuh dan spirit di kapling gambut:

1. Pohon Anyaman (Gonystylus bancanus)

Pohon Ramin termasuk salah satu jenis flora yang dapat tumbuh di lahan gambut.
Foto pohon Anyaman dewasa (Kiri) dan saat baru bertumbuh (Kanan) (Dokumentasi: Hesti Awet Tata dan Adi Susmianto/Reseacrhgate.pukat)
Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Superdivisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas bawah Magnoliopsida
Subkelas Rosidae
Ordo Myrtales
Famili Thymelaeaceae
Genus Gonystylus
Spesies Gonystylus bancanus
(Miq.) Kurz.
Grafik klasifikasi taksonomi tanaman ramin (Gonystylus bancanus).

Ilmu bentuk kata

Tanaman Ramin memiliki daun dengan bentuk bulat bujur telur tau oval dengan ujung daun berlipat berwarna hijau taruna. Struktur petiolus pada ramin banyak. Tetapi cenderung semu dan yaitu patera tersendiri. Buah ramin mempunyai parasan yang pada biasanya akan terpecah menjadi 3 bagian detik telah matang ataupun merekah berukuran cacat makin 4,5 cm dengan rongga berdosis kurnag lebih 3 cm.

Tanaman ini mempunyai buntang berbentuk bulat dan lurus dengan tinggi boleh bernasib baik 40-45 meter. Kunarpa bebas pohon ramin boleh mencapai ketinggian 20-30 meter dengan diameter batang bagian bawah berkisar 60-120 cm.

Kayu pohon ramin halal disebut dengan tiang miang dan mengeluarkan beras ketan nan menyebabkan rasa gatal seandainya terkena permukaan kulit.

Habitat

Ramin (Gonystylus bancanus) adalah salah satu jenis pokok kayu dengan daun nan comar hijau dan membutuhkan kebulatan hati cahaya yang cukup tinggi.

Pohon ramin dapat ditemukan di Kalimantan Tengah, Sumatera Barat malah beberapa terdapat juga di Semenanjung Daksina dan Serawak, Malaysia serta area pesisir paya di Brunei Darussalam.

Manfaat

Hasil tebangan pohon ramin berwarna kuning dan akan mengalami pergantian warna menjadi tulus kekuning-kuningan hingga kering. Kayu nan telah kering tergolong di intern kategori kelas kuat V yang mudah terserang serdak kayu basah atau jamur sensasional, semata-mata tunak dapat diawetkan juga.

Karena kusen anyaman mudah bakal diawetkan dan berterkstur halus serta memiliki corak tiang yang luhur, pokok kayu inisering dijadikan komoditas bikin konstruksi ringan, papan lapis, bahan buat kusen jendela dan pintu, setakat dapat dijadikan bahan bikin wangi-wangian dan obat karena termasuk ke privat kayu nan mempunyai gaharu.

Selain itu, kayu ramin juga sering dijadikan laksana objek pembuatan desain interior bangunan, kerajinan tangan dan perabotan rumah.

2. Jelutung Rawa (Dyera costulata)

Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Superdivisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Papan bawah Magnoliopsida
Subkelas Asteridae
Ordo Myrtales
Famili Apocynaceae
Genus Dyera
Spesies Dyera costulata
(Miq.) Hook. f.
Tabel klasifikasi taksonomi pohon jelutung paya (Dyera costulata).
Gambar bibit pohon Jelutung Rawa.
Foto bibit pohon Jelutung Rawa yang bisa hidup di lahan gambut (Dokumentasi: Konsorsium Paludikultur Indonesia)

Morfologi

Jelutung rawa yakni jenis tanaman ceria nan tumbuh di rawa-pandau gambut atau lahan gambut. Di Pulau Sumatera, pohon jelutung rawa dikenal dengan nama jelutung maupun nalutung, adapun di Kalimantan resmi dikenal dengan nama pantung atau pulut.

Pohon jelutung rawa memiliki ketinggian hingga 60 meter dan sengkang dalam ukuran setinggi dada basyar dewasa yaitu 200 cm. Indra peraba pohon jelutung paya berwarna abu-abu ataupun abu-abu kemerahan dengan tekstur licin hingga kasar dengan adanya lenstisel.

Pokok kayu ini punya akar nafas maupun pneumatafor sehingga memungkinkannya bakal tarik urat semangat di air yang menggenang. Jelutung rawa dewasa mempunyai daun berbentuk bulat telur dengan ujung daun berlelekuk dan pangkal patera runcing. Permukaan pangkal daun berwarna hijau jirian.

Biji pelir jelutung rawa berukuran panjang 20-25 cm berwarna coklat. Batang pohon jelutung menghasikan getah bercelup zakiah.

Habitat

Pohon jelutung rawa memiliki penyebaran alami di Pulau Sumatera, Semenanjuung Malaysia, dan Kalimantan. Di Indonesia jelutung rawa menyebar di got sungai, paya dan rawa gambut di Pulau Sumatera dan Kalimantan, yaitu di pantai timur Sumatera yaitu Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Manfaat

Jelutung rawa bisa dibudidayakan untuk dimanfaatkan batang pokok kayu serta getahnya. Kayu jelutung memiliki biji ekonomis yang cukup tangga. Kayu yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai gelondong, kayu lapis, dan bubur kayu jika tergarap lagi dapat menjadi produk berupa meja, kusen gambar, baklak, ukiran, mayit korek api, potlot, plano dan lainnya.

Getah pokok kayu jelutung pandau punya karakteristik sebagaimana getah karet yang dimanfaatkan sebagai sasaran isolator kabel, bahan halal permen karet, ban gembong, otomobil dan lainnya.

Baca juga: Penanaman Adalah: Pengertian, Tujuan dan Kemustajaban Penghutanan

3. Punak (Tetrameristra glabra)

Foto bagian-bagian pohon Punak yang dapat bertahan hidup di lahan gambut.
Bagian-bagian tumbuhan Punak (Pengarsipan: Foreibanjarbaru.or.id)
Kingdom Plantae
Divisi Spermatophyta
Kelas Angiospermae
Ordo Dicotyledones
Famili Theaceae
Genus Tetrameristra
Jenis Tetrameristra glabra
Tabel klasifikasi taksonomi pohon punak (Tetrameristra glabra).

Morfologi

Punak termasuk tanaman khas persil gambut yang berpeluang untuk materi rehabilitasi rimba rawa gambut yang terdegradasi. Punak dapat beradaptasi dengan baik di ekosistem gambut yang telah kemungkus.

Pohon punak dapat mencapai keagungan 37 meter dan penampang jenazah sekitar 150 cm (1,5 meter). Daunnya tidak memiliki patera penumpu atau stipule, sekadar daun muda dapat menjadi penumpu pada ujung ranting.

Daun-daun pohon ini berpusat pada ujung ranting, bserselang-tembikar, pelepah menyirip dan memiliki permukaan daun plontos.

Garis tengah anakan pohon punak yaitu berkisar 13 mm dengan warna plonco kekuningan, berbentuk menyerupai payung. Buahnya berdiameter 15 mm dan bercelup keunguaan terdiri atas 4-5 kredit.

Habitat

Pohon punak tersebar di rawa-rawa gambut atau tanah gambut di Sumatera, Kalimantan, dan Jazirah Malaysia. Pohon caplak ki berjebah merecup di pangan dengan izzah 500 mdpl.

Selain bertaruk di lahan gambut pohon benjol pula dapat tumuh di tanah alluvial, sepanjang sungai berpasir hingga tanah lempung.

Kurnia

Kayu tumbuhan punak dimanfaatkan umpama alamat konstruksi bangunan karena terdaftar kedalam golongan tiang kelas kuat II. Lazimnya dimanfaatkan laksana pembuatan aswa-kuda, kaso, reng, tiang pintu atau jendela.

4. Bungur (Lagerstroemia speciosa)

Foto bunga bungur berwarna ungu.
Foto anakan bungur berwarna keungu-unguan (Dokumentasi: Kehati DIY)
Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Superdivisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Subkelas Rosidae
Ordo Myrtales
Famili Lythraceae
Genus Lagerstroemia
Spesies Lagerstroemia speciosa
(L.) Pers.
Tabel klasifikasi taksonomi pohon bungur (Lagerstroemia speciosa).

Ilmu saraf

Bungur adalah tumbuhan kalis Asia Tenggara dan Asia Kidul. Bungur n kepunyaan anak uang berwana puith, ungu yang bergerumbul luhur momen mekar.

Tumbuhan biasa disebut dengan bungur dalam bahasa jawa,
pride of India
atau
queen crape myrtle
(inggris), jarul (bengali/Hindi), banaba (Filipina), dan lainnya.

Habitus bungur nyata pohon kerdil atau sedang dengan rata-rata ketinggian boleh menjejak sebatas 20 meter. Daun pohon bungur meranggas dengan buram daun lonjong atau bulat telur berujung lancip. Jenjang daunnya sekitar 8-15 cm dengan gempal 3-7 cm.

Rente pohon bungur bergerumbul dalam malai berdiri dengan kisaran jenjang 20-40 cm. Sendirisendiri bunga punya kelopak dengan strata 2-3,5 cm dan tetapi mekar sekali internal setahun.

Habitat

Habitat pokok kayu bungur tersebar di daratan Asia Tenggara dan Asia Selatan, yaitu Indonesia, Vietnam, Filiphina, India dan sekitarnya.

Manfaat

Sreg beberapa negara, daun tumbuhan bungur dimanfaatkan sebagai minuman teh herbal. Daunnya dapat dikonsumsi sebagai sayuran.

Di Indonesia, pohon bungur digunakan sebagai tanaman hias dan peneduh di selokan jalan.

Baca lagi: 10+ Tumbuhan Endemik Asli Indonesia

5. Meranti Paya (Shorea pauciflora)

Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Superdivisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Subkelas Dilleniidae
Ordo Theales
Famili Dipterocarpaceae
Genus Shorea
Macam Shorea pauciflora
Tabulasi klasifikasi taksonomi pohon meranti pandau (Shorea pauciflora).

Ilmu bentuk kata

Meranti terdaftar tanaman yang memiliki resin puas empulur, papan dan selerang jenazah. Pohon meranti memiliki daun tunggal dan pertulangan daunnya menyirip. Bunganya yakni anak uang bisesksual.

Daun mahkota berjumlah 5 dan buah meranti memiliki isi 1 nilai. Gawang berasal pohon meranti keras namun ringan dengan warna merah berida maupun kecoklatan.

Habitat

Pohon meranti merupakan pohon besar penyusun terdepan sebagian besar hutan tropis basah di n baruh rendah tropis Asia. Di Indonesia, meranti tersebar di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Kekuatan

Kayu meranti memiliki karakteristik keras namun ringan sheingga seia digunakan bikin bahan normal bangunan, furniture, perabotan rumah, dan lainnya.

Selain itu pohon meranti dapat digunakan sebagai pohon hias dan peneduh nan baik.

6. Balangeran (Shorea balangeran)

Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Superdivisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Papan bawah Magnoliopsida
Subkelas Dilleniidae
Ordo Theales
Famili Dipterocarpaceae
Genus Shorea
Spesies Shorea balangeran
Burck
Tabel klasifikasi taksonomi pohon balangeran (Shorea balangeran).

Ilmu saraf

Pohon balangeran cukup berpotensi bila dikembangkan di lahan gambut karena memiliki nilai ekonomi maupun komersial.

Balangeran hidup secara berkelompok di kemuliaan 0-100 mdpl dengan tinggi pohon berkisar antara 20-25 m, panjang kunarpa 15 cm dengan diamater dapat mencapai 50 cm.

Habitat

Balangeran merupakan riuk satu jenis tanaman endemik Asia Tenggara yang awam ditemui di lahan gambut basah di Pulau Sumatera dan Kalimanntan.

Tumbuhan ini di Kalimantan bisa dikenal dengan Pohon Belangiran, kahoi, kawi, di Sumatera dikenal juga dengan sebutan belangeran, belangir, dan melangir.

Manfaat

Tanaman Balangeran dewasa memiliki jangat luar bercelup merah tua sampai kehitaman dengan ketebalan 1-3 cm, punya alur kulit dangkar dan tidak mengelupas.

Tekstur kusen bangaleran memiliki cendawan papan nan agak bernafsu sebatas kasar merata. Baja kusen bangaleran lurus dan jika kita raba sreg adegan permukaan kayunya akan terasa licin dan di beberapa episode tempat terasa lengket karena adanya beras ketan atau lotek.

Papan berusul tumbuhan bangaleran ialah kayu kaulitas tinggi yaitu kelas bawah abadi II dan kelas kuat II yang umumnya digunakan misal bulan-bulanan bangunan, jembatan, lunas lambu, bantalan dan tiang listrik karena lain mudah mengalami pelapukan.

Baca kembali: Firma Furniture Ikut Berperan dengan Menguburkan Tumbuhan di Sumatera

7. Bintangur (Calophyllum inophyllum)

Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Superdivisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Subkelas Dilleniidae
Ordo Theales
Famili Clusiaceae
Genus Calophyllum
Spesies Calophyllum inophyllum
L.
Tabel klasifikasi taksonomi pohon bintangur (Calophyllum inophyllum).

Morfologi

Pohon bintangur memiliki ciri-ciri pohon berukuran semenjana, berbatang pendek dengan kisaran ketinggian 10-25 meter dan diameter batang 1-2 meter. Batang pohon bintangur melepaskan sipulut bercelup safi jika dilukai.

Daun tumbuhan bintangur duduk berhadapan, keras seperti kulit dan bercat mentah mengkilap dengan ujung meruncing. Tulang daunnya setimpal dan punya pupuk yang halus.

Bunga yang dihasilkan oleh pohon bintangur berwarna lugu teridiri dari 4 daun pelupuk dan 8 daun mahkota bunga dengan letaknya berlimpah di katek daun.

Buah tanaman bintangur berbentuk bulat setakat oval ki bertambah dengan ketebalan sedang, mempunyai lapisan gigih berwarna mentah keabu-abuan dan berakibat sepanjang hari.

Habitat

Pokok kayu bintangur kebanyakan dapat kita temui di pesisir pantai dan kadang dijumpai pula di kapling berpasir sampai lega ketinggian 200 mdpl.

Rotasi bintangur berada di lembang kurang di pantai Papua dan sahaja cak semau sedikit di daerah lain.

Kekuatan

Sipulut yang dihasilkan berpangkal daun pohon bintangur boleh mengobati remai mata dengan cara dilarutkan dengan air.

Air rebusan dari patera nan sudah meringkai bisa dimanfaatkan perumpamaan pelamar berusul infeksi puas kulit, dan luka. Daun nan masih segar pundapat dipanaskan sebatas panjang usus dan suam bagi mengompres luka borok dan bisul.

8. Pohon Kempas (Koompassia malaccensis)

Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Superdivisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas bawah Magnoliopsida
Subkelas Rosidae
Ordo Fabales
Famili Caesalpiniaceae
Genus Koompassia
Spesies Koompassia malaccensis
Maing. ex Benth.
Diagram klasifikasi taksonomi tumbuhan kempas (Koompassia malaccensis).

Morfologi

Tanaman yang dapat tumbuh di lahan gambut lainnya yaitu kempas. Pohon kempas bisa dikenali dengan kunarpa pohonnya yang menjulang jenjang, bercat keputih-putihan dengan tinggi simpang pertama mencapai 30 meter.

Sengkang jenazah tumbuhan kempas dapat sampai ke 60-100 cm. Daunnya berintegrasi menjadi satu kayu cangkul dengan buah tipis.

Batang tumbuhan kempas halus dan licin, akar kusen maupun akar bebanir cuma tak menghasilkan beras ketan.

Habitat

Pohon kempas tersebar di Malaysia, Sumatera, Bangka Belitung, dan Kalimantan. Tanaman ini menyukai ceduk terbatas dibawah ketinggian 600 mdpl di tanah-kapling kering.

Manfaat

Pengusahaan tumbuhan kempas adalah terdapat pada kayunya. Kusen kempas digunakan laksana bahan gedung berat, ganjal kereta jago merah, bagan pintu karena kekerannya nan suntuk tinggi namun keawetannya membidik rendah.

9. Nyantoh (Palaquium rostratum)

Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Superdivisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Subkelas Dilleniidae
Ordo Ebenales
Famili Sapotaceae
Genus Palaquium
Spesies Palaquium rostratum
(Miq.) Burck
Tabulasi klasifikasi taksonomi pohon nyantoh/nagasari (Palaquium rostratum).

Morfologi

Pohon nyantoh atau yang kerumahtanggaan pengucapan bahasa Indonesia merupakan pohon Nagasari memiliki sejumlah logo di daerah persebarannya seperti Bakulo (Palembang), Balam Simaung (Kubu), Nyantoh Darat (Bangka), Nyatoh Terung (Lampung), dan lainnya.

Tumbuhan ini bertunas dengan mahamulia bekisar 30 meter dan diameter mengaras 120 cm danmemiliki batang yang literal, buntak bumbung dengan banir tipis dan lebar.

Kayu pohon nnyantoh berwarna coklat kemerahan, mengkilat, berurat sani dan ringan. Buah tanaman nyantoh bercat plonco memanjang.

Habitat

Di Indonesia tanaman ini bersemi di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Kep. Sunda Kecil, Sulawesi dan Maluku. Pohon ini banyak tumbuh di hutan tropis dataran rendah sampai kemuliaan 1500 mdpl.

Selain itu pohon ini juga gegares dijumpai di wilayah rawa-rawa dan lahan gambut.

Guna

Eksploitasi pokok kayu nyantoh seorang ialah puas bagian kayunya yaitu digunakan andai incaran perabotan rumah sebagai halnya, lantai, dan furniture. Bunga nyantoh kembali digunakan sebagai obat berak air, aromatik, dan gangguan jiwa.

Minyak dari angka nyantoh bisa dimanfaatkan untuk lampu, obat jejas, encok, kulit menggerisil, urat pembawaan membesar dan sakit panas.

Baca pula: Pohon Mendira: Ciri-ciri, Jenis, Fakta Menggandeng dan Faedah Beringin

10. Pohon Perepat/Tumih (Combretocarpus rotundatus)

Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Superdivisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas bawah Magnoliopsida
Subkelas Rosidae
Ordo Cucurbitaleae
Famili Anisophylleaceae
Genus Combretocarpus
Spesies Combretocarpus rotundatus
(Miq.) Danser
Tabel klasifikasi taksonomi pohon perepat/tumih (Combretocarpus rotundatus).

Morfologi

Tumbuhan perepat selalu hijau dengan ketinggian bisa mencapai 15 meter. Punya kulit kayu bercelup ikhlas tua hingga coklat.

Daun tanaman perepat berkulit dengan gagang patera selama 6-15 mm, berbentuk bulat telur menjempalit dan ujung membulat.

Rente pohon perepat merupakan anakan biseksual dengan dandan kemerahan begitu juga lonceng.

Habitat

Pohon ini bukan toleran terhadap air sia-sia dalam jangka masa nan lama dan menuju menyukai tanah yang beraduk lunau dan batu halus, atau batuan dan karang.

Umumnya banyak dijumpai di selama tepi laut pantai yang terlindung terbit hempasan gelombang. Pohon perpat juga camar ditemui di hilir sekitar pulau lepas pantai dan kapling gambut.

Jenis flora ini tersebar berusul Afrika Utara dan Madagaskar hingga Asia Tenggara, seluruh Indonesia, Malaysia, Filipina, Australis Tropis, kepulauan Pasifik Barat dan Oceania Barat Daya.

Manfaat

Buah tanaman perepat dapat dimakan dan memiliki rasa yang asam. Padahal kayunya boleh digunakan umpama bahan baku pembuatan perahu dan bahan bangunan serta incaran bakar.

11. Pulai Rawa (Alstonia pneumatophora)

Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Superdivisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas bawah Magnoliopsida
Subkelas Asteridae
Ordo Gentianaleae
Famili Apocynaceae
Genus Alstonia
Spesies Alstonia pneumatophora
Backer
Tabel klasifikasi taksonomi tumbuhan pulai paya (Alstonia pneumatophora).

Morfologi

Pohon pulai rawa memiliki ketinggian 40-50 meter dan berdiamter menjejak 100 cm bahkan dapat lebih. Tumbuhan ini punya batang bergalur berwarna abu-abu hingga putih dengan satah batang subtil sampai bersisik.

Jangat tumbuhan ini sangat tebal di bagian intern sahaja tipis di penggalan luas. Kayunya berwarna
orange
setakat kecoklatan dan memiliki sipulut yang meluap.

Daun pohon pulai paya terususun secara vertikal dan merupakan dau tunggal berbentuk bujur telur dan bulat pada bagian ujungnya. Memiliki pertulangan daun setimpal dan anakan berwarna putih berpasangan dengan tingkatan seputar 25-30 cm.

Habitat

Tanaman pulai rawa tersebar di pulau Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Fertil di rawa-rawa gambut atau lahan gambut dengan kondisi tanah berpasir merupakan rapat persaudaraan pantai, hutan rawa dan karib batang air ki akbar.

Manfaat

Kayu nan dihasilkan dari pohon pulai rawa digunakan untk pembuatan tatahan, boks, dan kayu lapis. Sementara itu getahnya dapat digunakan umpama obat penyakit indra peraba.

12. Pohon Rengas (Gluta renghas)

Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Superdivisi Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Kelas bawah Magnoliopsida
Subkelas Rosidae
Ordo Sapindales
Famili Anacardiaceae
Genus Gluta
Spesies Gluta renghas
L.
Tabel klasifikasi taksonomi tanaman rengas (Gluta renghas).

Morfologi

Pohon ingas atau rengas memiliki ketinggian 40-45 meter. Bentuk tajuknya lebat dan melebar, berbentuk kubah dengan percabangan batang yang besar dan panjang.

Memiliki bangkai silindris dan berdiamter berkisar 90-120 mm. Kulit asing kunarpa bertekstur kasar, dan mengelupas seperti sisik.

Warna indra peraba pohon jingga merah, cokelat kemerahan, bubuk kemerahan, alias cokelat keabu-abuan diselingi noda noda getah berwarna hitam.

Beras ketan pokok kayu rengas sangat beracun dan dapat menimbulkan iritasi hebat pada selerang yang biasa dikenal dengan pohon bergetah panas.

Daun pohon ini berbentuk daun khas dengan tulang beragangan ujung tirus dan gerombol.

Habitat

Habitat pohon rengas tersebar secara alami di kawasan Madagaskar, India, Burma, Andama, Indochina, Semenanjung Malaya dan Indonesia kecuali kepulauan Nusa Tenggara.

Keistimewaan

Kayu rengas dimanfaatkan sebagai alamat cak bagi furniture, dekorasi, lantai, dan kayu lapis serta kerajinan karena n kepunyaan corak garis yang luhur. Kayunya juga dapat dimanfaatkan sebagai tiang dan balok kondominium, titian serta bantalan landasan kereta api kereta api.

Untuk mendapatkan kualitas kusen yang baik, kayu pohon rengas harus dikeringkan secara maksimal. Selain itu beras ketan pohon rengas kembali dimanfaatkan sebagai industri pernis.

13. Tanaman Terentang (Campnosperma sp)

Morfologi

Serentang merupakan tanaman potensial nan digunakan untuk bulan-bulanan pembuatan daluang. tinggi rata-rata pohon serentang yaitu 15,42 meter dengan tinggi bebas cabang 8,95 meter.

Tanaman ini memiliki diameter rata-rata 23,50 cm. Kayunya bercat murni kelabu hingga merah jambu dan bertekstur lunak dan tidak resistan berbunga.

Habitat

Habitat pohon terentang memencar di bumi teragendakan Asia Tenggara, di Indonesia tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluki dan Irian Jaya.

Pohon terentang menyukai lahan gambut renik, lempung dan berpasir sreg kedalaman 3-5 meter di ketinggian 10 mdpl di iklim A.

Terentang juga dapat ditemukan di hutan dengan tanah berdrainase baik sebatas ketinggian 1.600 mdpl.

Manfaat

Kayu terentang tercatat kedalam tiang kelas langgeng III, dimanfaatkan untuk kotak korek api, kayu lapis, furniture, teklek, pensil dan bahan hijau kerjakan
chipboard
dan
pulp
jeluang.

Baca kembali: Pengertian Sumber Daya Alam, Jenis, Ciri-ciri dan Contoh-acuan SDA

Penulis: Rifdah Qotrunnada

Editor: M. Nana Siktiyana

Source: https://lindungihutan.com/blog/jenis-pohon-yang-hidup-di-lahan-gambut/