Tanaman Berbunga Merah Dengan Bentuk Buah Bulat

Sebelum petani jeruk melakukan kegiatan penanaman, pembajak terlebih adv amat melakukan pembersihan lahan dan pengolahan persil. Penggodokan petak dilakukan umpama persiapan tanam maupun dan menajaga penstabilan kesuburan kapling. Pengolahan tanah dilakukan sebagai persuasi membersihkan tanah, menghancurkan akar-akar lama dan mewujudkan meres tanah menurut beraneka macam pola yang dikehendaki.

Kondisi persil baru yang dibuka biasanya ditumbuhi maka itu tanaman rumput liar54
dan kayu-kayu kecil55, oleh karena itu petani Desa Singa tidak dapat menggunakan mesin babat seumpama alat bagi pembersih lahan. Perkakas nan dipakai peladang untuk melakukan pembersihan ini yaitu dengan parang56

dan penembis.57

Pada umumnya pekebun menunggu jelang satu sampai tiga hari sebelum berbuat pemilahan jukut dan kayu nan sudah dipotong. Hal ini dilakukan supaya rumput dan kayu yang akan dijadikan sebagai pupuk organik dan kayu bakar tak berlebih elusif untuk dipindahkan. Sebagian jenis jukut liar yang sudah gersang akan din kumpulkan ke titik-titik nan sudah lalu diterka-sangka akan ditanami sitrus. Kemudian, kayu nan berdiameter 5 cm ke atas dibawa pulang ke rumah menjadi
kayu bakar kerjakan memasak mapun disimpan untuk pembakaran lemang
58

54


Varietas tumbuhan liarnya adalah ersam, rih, studio, santar bunga, tali kampung, page-page,



lombok-sahang, lenga-lenga. (bahasa lokal suku Karo)

55


Diversifikasi kayu kecil yang terletak plong periode pembukaan lahan baru merupakan gadiman, tusam



kitik-kitik, ndaukum kitik-kitik.(bahasa lokal tungkai Karo)

56


Benda yang digunakan orang tani nyata ferum dengan panjang ± 20 cm dan dempak ± 7 cm.

57 Alat pemangkas yang menyerupai parang, memiliki tahapan ± 1 m dan bentuknya sangat tipis.

58 Jenis makanan khas suku Karo dalam pesta tahuan yang terbuat bersumber beras, air perasan kelapa,

lada, dll. Bahan-bahan ini dimasukan ke dalam anak buluh yang telah di tentukan komposisi

lebar dan panjangnya.

pada detik pesta tahunan.

Setelah mengamalkan tahap penyortiran, peladang yang kuak lahan baru
akan berbuat tangga proses pencangkolan dan narsari.59

1.

Pron bila proses penghijauan sitrus tambahan pula dahulu petani melakukan pembersihan

kapling dan pengukuran jarak tanam yang umumnya petani Desa Singa mengunakan jarak

tanam antara 5 x 4 atau 5 x 5 dengan memperalat alat ukur benang yang sudah ditentukan

sebelumnya.


Menurut petani,

kegiatan pencangkolan dan narsari dilakukan selain untuk penyabunan kapling

juga bagi menumbuhan tumbuhan baru yang lebih lembut dan mudah cak bagi dibersihkan lagi pada saat penjagaan nantinya.

Setelah lahan terpandang ceria berasal rumpu dan gawang, petani akan mengerjakan proses penanaman tanaman jeruk. Masyrakat petani Desa Singa mengenal 3 tahapan proses internal mengetanahkan jeruk, yakni :

2.

Ki kesulitan pembibitan, petani jeruk Desa Singa pada galibnya membeli bibit yang telah

siap tanam dengan harga pasaran sekitar Rp 7.000 – Rp15.000, dan terserah juga sebagian

penanam membibit koteng dengan melewati tahap okulasi.

3.

Cara penanaman yang dibuat petani yakni dengan mengebor tanah dengan kedalaman

2 x hierarki jari orang dewasa yang kemudian menambahkan 2 kepal tangan orang

dewasa pupuk organik jenis kandang kambing, kandang ayam, dan taneh kerangen

(tanah gambut) yang justru dahulu dikeringkan dikarenakan pupuk tersebut terlalu


melas


(seronok menurut petani), setelah mengamalkan proses pengkajian dan pemupukan

ekstrak ditanam dengan sebiji pancang kayu alias bambu bikin menghindari gangguan dari

hama pengganggu.

59 Kegiatan pengumbahan dengan memperalat tangan lakukan memerangkapi tanah bersumber akar tunggang

pohon.



3.3.2.





Pemeliharaan sitrus


Rangkaian kegiatan pemeliharaan mulai berpunca pemupukan, pemangkasan,

pembuatan kusen penyangga, dan pemberantasan hama dan penyakit. Kegiatan

pemeliharaan ini merupakan kegiatan utama dalam pertanian jeruk.


Penyangga

Mudahmudahan pohon jeruk tidak mengakui beban terlalu berat dan busuk sreg saat

berbuah, maka tumbuhan jeruk diberi tiang penyangga makanya petambak yang terbuat dari kusen

maupun bambu. Penyangga dibuat bermula potongan kayu atau babmbu nan memiliki cabang

di ujungya buat bisa menahan dahan pohon jeruk yang memiliki buah yang banyak.

Artinya semakin ki akbar pohon maka semakin samudra pula penyangga nan diperlukan.

Melihat Desa Singa memiliki potensi alam bagi kayu dan bambu cukup banyak, maka

pembuatan penyangga tak memerlukan biaya saja menghabiskan tenaga dan waktu

semata-mata.


Pembasmian Wereng dan kebobrokan

Wereng yang sering dihadapi orang tani jeruk Desa Raja rimba yakni sejenis insekta tungau

yang tidak beregerak menempel lega mayit, patera, dan buah tumbuhan jeruk. selain itu,

jenis serangga mengalir yang merusak buah jeruk juga menjadi ancaman sungguh-sungguh cak bagi

penanam. Varietas serangga nan mengalir ini berupa nyamuk dan petani menyebutnya

dengan jenama cit-cit. Alasan bagi petani jeruk di Desa Raja rimba menyebut insekta ini cit-cit

adalah karena serangga ini melobangi biji pelir jeruk hingga mengakibatkan peragian

buah.


Lain itu, Menurut pandangan pekebun seorang terhadap wereng, udan baho


60

60 Lihat gerbang II sub Topografi Desa.

membuat hasil pengetaman dan harga menurun. Hama sepersaudaraan tungau nan subversif pokok kayu

jeruk petambak yaitu tungau awi dan kutu babi. Untuk keberagaman penyakit nan dihadapi petani

jeruk merupakan seikhwan jamur bangkang dan penyakit getah-getah. Serat ahmar dan penyakit


sipulut-getah ini bisa mengakibatkan kebinasaan tanaman bahkan membentuk pokok kayu jeruk


hening.
61

61 Baca analisis pembahasan II di bab IV sub masalah-kebobrokan penanam dalm fragmen hama dan

penyakit.

Kerumahtanggaan pengendalianya, peladang jeruk Desa Singa melakukan penyemburan

racun hama dan membentuk perangkap. Penyemprotan pestisida oleh petani sangat jarang

menggunakan pompa gendong. Karena pompa gendong dengan kapasitas air nan

sedikit, meratah waktu yang lama, dan menguras tenaga nan banyak. Penyemprot

yang digunakan petani jeruk masa ini adalah jenis mesin pompa nan bertambah praktis.

Beberapa jenis pestisida nan dicampur ke n domestik lurah akan di sedot oleh mesin pompa

dan kemudian melakukan penyemburan ke pohon jeruk.


Pemangkasan

Untuk bisa menghasilkan pohon yang baik disamping dilakukan dengan pemberian baja lagi harus dilakukan pemangkasan nan baik. Pemangkasan sampai umur tumbuhan tiga tahun dimaksudkan lakukan pembentukan cabang dan ranting nan baik, dengan pendirian menseleksi cabang dan ranting yang ada dan memintal yang sehat dan abadi. Setelah berumur tiga periode lebih,kegiatan pemangkasan ini dilakukan sreg setiap awal musim hujan. Sedangkan pemangkasan pucuk kerjakan mendapatkan buah nan lebih bagus, pemangkasan puncuk dilakukan pada akhir musim hujan, dengan maksud pohon akan terbit plong musim kering.

Tumbuhan yang mulai sejak pada musim kemarau akan menghasilkan biji zakar lebih banyak karena pemindahan serbuk bunga tidak mengalami bencana. Dan sebaliknya bila pucuk dipangkas pada musim kemarau pohon akan berbunga pada musim hujan berikutnya. Karena bersumber pada musim hujan angin umumnya rente akan gugur, yang akan menngakibatkan rendahnya produksi biji kemaluan

Tanaman sitrus memerlukan pemangkasan kerjakan mendapatkan bentuk

(kinerja) tanaman nan baik, ataupun memproleh percabangan nan sempurna dan

setinggi. Petani jeruk Desa Raja hutan mengenal 3 macam pemangkasasn pada tanaman

jeruk ialah : pemangkasan tulang beragangan, pemangkasan perawatan, dan pemangkasan


pengaturan produksi.

1.


Pemangkasan bentuk bertujuan cak bagi mendapatkan bentuk tanaman sebagai halnya yang


dinginkan. Pemangkasan yang dilakukan sejak pohon sudah tumbuh makmur dan

bersimpang banyak. Menurut awam petambak Desa Singa intern pemangkasan bentuk

tanaman jeruk dimulai pada perian pertama dengan membuat sekadar 3-4 cabang utama.

2.


Pemangkasan pemeliharaan yang dilakukan oleh petani jeruk Desa Raja hutan meliputi :

taruk yang tumbuh searah batang anak kunci, ranting yang tumbuh dalam, ranting nan

tumpang tindih, ranting yang telah mengering dan mati, ranting yang mutakadim tumbuh

pada bangkai radiks, cabang nan tumbuh dekat dengan persil, dan simpang yang

menunduk kebawah.

3.


Pemangkasan pengaruh produksi menurut pandangan umum peladang jeruk Desa


Singa adalah untuk memproleh biji pelir sitrus nan bermatra osean , karena pohon yang

berbuah terlalu rimbun akan mengakibatkan dimensi buahnya yang kecil dan boleh

merusak dahan, oleh karena itu orang tani jeruk mengamalkan pemangkasan biji pelir alias

penjarangan buah.


Pemupukan

Pupuk yang diperlukan secara teoritis adalah pupuk organik berupa cendawan kandang dan pupuk anorganik yang terdiri dari jamur urea, TSP/SP36 dan KCL. Semua pupuk diberikan secara berimbang agar maksud dari pemupukan tercapai yakni mendorong pertumbuhan tanaman, menjaga berpokok serangan hama dan penyakit dan menjaga tingkat kesuburan persil. Berikut merupakan tabulasi pemebrian jenis cendawan dan dosis (gram/tanaman) setelah penanaman nan diproleh mahajana berasal penyuluhan.

Tabel.3.1. Pemeberian jenis pupuk dan dosis plong pohon sitrus

No

Usia

Varietas jamur

Dosis (gram/tanaman

Jamur kandang

(kg/tan)

1

1 bulan

Urea

ZA

TSP

ZK

Dolomit

100

200

25

100

20

20

2

2 bulan

Urea

ZA

TSP

ZK

Dolomit

200

400

50

200

40

40

3

3 bulan

Urea

ZA

TSP

ZK

Dolomit

300

600

75

300

60

60

4

4 bulan

Urea

ZA

TSP

ZK

Dolomit

400

800

100

400

80

80

5

5 wulan

Urea

ZA

TSP

ZK

Dolomit

500

100

125

500

100

100

6

6 wulan

Urea

ZA

TSP

ZK

Dolomit

600

1200

150

600

120

120

7

7 bulan

Urea

ZA

TSP

ZK

Dolomit

700

1400

175

700

140

140

8

8 bulan

Urea

ZA

TSP

ZK

Dolomit

800

1600

200

800

160

160

9

>8 wulan

Urea

ZA

TSP

ZK

Dolomit

1000

2000

200

800

200

200

Sumur : Hasil identifikasi desa, 2010

Ki aib pemupukan bagi penanam Desa Raja hutan lain menjadi hal nan bau kencur bikin

pembajak, karena petani sudah mesti dengan lingkungan umbul-umbul perladangan. Secara

konfensional atau umum umum Desa Singa mengenal banyak jenis pupuk baik variasi

pupuk kimia, organik, maupun pupuk campuran antara organik dan kimia. Perabukan

bisa dibedakan menjadi 2 rang, membentangi : sistem pemupukan berdasarkan usia, dan

pendirian pemupukan.


Sistem pemupukan bersarkan roh, pemupukan berlandaskan nasib dilakukan 2-3


bulan sekali oleh petani jeruk Desa Raja rimba. Atma 1-3 Perian cendawan nan dipakai petambak

adalah UREA dan paten kali granula seadanya dengan penambahan serabut kandang atau

tanah humus seputar 1/2 Kg/batangnya. Umur 4-6 Tahun pupuk yang dipakai pembajak

adalah dengan interpolasi diversifikasi pupuk kimia berdasrkan kondisi tanaman jeruk dan

penyisipan pupuk Nikerson yang terbuat dari butir organik sekitar 2 Kg/batangnya

Umur 7- lebih lanjut baja nan di pakai orang tani bukan jauh beda dengan umur

4-6 masa, hanya pemupukan lebih spesifik ke kondisi pohon jeruk, seperti pembedaan

saat berpucuk akil balig, berpokok, dan berakibat.


Cara fertilisasi, petani jeruk di Desa Singa memiliki pengetahuanya dalam mandu


fertilisasi. Secara umum, petani sitrus di Desa Singa punya 3 cara privat belas kasih

pupuk lakukan tanaman jeruk. permulaan, korek gelintar (bulat), cara ini dilakukan

dengan penajaman persil sedalam 1-2 jahitan jemari orang dewasa dengan jarak berbunga

layon berdasarkan penyebaran akar
62

62 Penyiaran serabut diprediksi pembajak berdasarkan cabang-cabang pohon jeruk.


serabut yang telah diprediksi maka itu orang tani jeruk.

Sehabis melakukan investigasi ini, pupuk nan telah diaduk sebelumnya akan ditabur ke

privat lobang kemudian melakukan penghentian kembali dengan menggunakan tanah.

Cara kedua adalah korek setengah(setengah melingkar), cara ini dilakukan

petani biasanya karena melihat kesibukan pekebun itu sendiri sehingga lobang yang digali

saja setengah pecah lingkaran dengan kedalaman yang sama dengan prinsip mula-mula.

Kerjakan cara ketiga adalah mengguankan sistem tabur, mandu ini dilakukan dengan menabur

pupuk secara gelintar dan menyerak sekitar jenazah, cara ini biasanya dilakukan pekebun

jeruk kapan masa hujan atau karena alasan kesibukan.



3.3.3.





Pemanenan



Masa pengetaman adalah perian yang ditunggu-tunggu masyarakat petani Desa Singa,

penggalan ini akan mendeskripsikan 2 bentuk nan mencakup pemanenan, menutupi :

musim/ momen pengetaman, dan cara panen.


perian panen

Menurut mahajana penanam jeruk Desa Raja hutan, perian panen dapat di ketahui

dengan 3 cara diantaranya, adalah : berdasarkan ukuran, berdasarkan bentuk, dan

bersendikan warna biji zakar. Bersendikan ukuran jeruk memang bisa dipanen nisbi,

tergantung pemeliharaan yang dilakukan dengan biji pelir yang besar atau kecil, akan semata-mata

orang tani jeruk mempunyai rukyat sendiri dengan ukuran jeruk untuk dipanen.

• Inferior A : buah sitrus berdiameter rata-rata 7,6 cm, sekitar 6 buah tiap-tiap kg

• Kelas B : berdiameter 6,7, selingkung 8 biji pelir per kg

• Kelas C : berdiameter 5,9 sekitar 10 buah sendirisendiri kg.

• Kelas D : berdiameter 5,8 cm, sekitar 12 – 14 buah per kg.

Berdasarkan bentuk, setiap ladang sampai-sampai setiap batangnya tulangtulangan buah akan terlihat berlainan dan kualitas gambar lalu mempengaruhi harga. di pertanaman petani jeruk Desa Singa akan dibagi dalam 4 rancangan biji pelir sitrus.


Buah yang bulat bundar dan kudus, buah ini terdaftar kualitas yang bagus dan perwakilan

perunding lampau suka dengan gambar begini.


Biji zakar bulat bundar berbintik, buah ini termasuk bagian dari serangan hama, karena di

seputar jangat biji pelir akan terbantah bintikan coklat dan membuat minat penawar kurang

sungguhpun kualitas sama dengan bentuk pertama.


Buah bulat lonjong, buah ini jarang sekali ditemukan dan termasuk buah yang gagal,

karena selain rasanya nan kurang manis juga tidak disukai penawar.


Buah bundar bolong, petani menamai buah bolong tidak karena bolong dari fragmen luar,

akan tetapi pecah luar akan terlihat bundar bundar dan ada lonjongan seputar kulit buah dan

didalamnya sekadar berisi kecil dan ringan. Bakal kelas penjualan ekspor buah ini bukan

dapat di jual dan akan disisikan pron bila panen dan di bagi untuk jeruk peras.

Beralaskan warna jangat, petani sitrus Desa Singa mengenal 3 rona biji kemaluan jeruk

dan warna kulit sitrus juga mempengaruhi masa pengetaman karena pembeli akan

mengekspor buah ke beragam distrik. Dalam keadaan ini corak kulit berpangaruh terhadap

jarak ekspor.


Rona hijau, pron bila lepas dari periode bunga maka akan bertunas buah. Buah yang

timbul ialah warna mentah muda dan akan lebih hijau tua lontok seiring perian hingga

puas hari puncak basal biji pelir. Puas jatuh tempo jalan pembesaran

buah warna selerang sitrus akan kelihatan yunior tua renta dan mutakadim bisa di panen cak bagi di ekspor

jarak jauh seperti ke Pulau Batam.


Warna mbernau (corak-warna kuning dan hijau), warna alat peraba jeruk sebagaimana ini adalah

warna paling pas bagi dilakukan transaksi jual beli, karena biji pelir varietas corak ini cocok

untuk di ekspor ke komoditi utama sebagai halnya ke Jakarta, Pekan Mentah, dan Aceh.


Warna asfar, dandan kulit ini adalah puncak berpunca warna buah jeruk, sebagian besar

warna selerang jeruk yang sudah kuning memiliki rasa yang manis akan tetapi lain bisa di

ekspor keluar dari Area Sumatera Paksina karena ekspor jeruk memakan waktu yang

lama dan warna indra peraba yang kuning sesampainya di tempat tujuan akan kemungkus atau

lemah. Biji kemaluan jenis rona ini umumnya saja di konsumsi di daerah Kabanjahe, Brastagi,

dan Ii kabupaten Medan.

Pekebun Desa Singa bikin panen jeruk tidak menunggangi gunting akan tetapi

menggunakan tangan dengan teknik mengarau biji pelir sitrus ke kidal atau ke kanan dengan

gengaman jari-jari. Buah jeruk yang sudah dipetik dengan menggunakan tangan, akan

dimasukkan ke intern ember. kemudian akan dikumpulkan dalam satu tempat yang

sudah dilapisi lampit atau ceteri dan di pasrah sengkuap agar tidak dijangkiti matahari dan

perkiraan hujan.


3.4. Penjualan Hasil Produksi

Serokan pemasaran hasil produksi jeruk petani di Desa Raja rimba banyak ragamnya,

karena saluran penjualan hasil produksi jeruk petani berdasarkan besaran hasil produksi.

Selain berdasarkan jumlah hasil produksi, biaya oprasional juga menjadi pertimbangan

mengapa petani sitrus Desa Singa membuat beberapa pilihan saluran penjualan hasil

produksi pokok kayu jeruknya. Dalam penjualan hasil peroduksi jeruk, petambak jeruk Desa

Singa memiliki 3 (tiga) parit yang dijadikan seumpama sortiran untuk penjulan, meliputi

: memilih untuk dijual seorang ke pasar, diborong oleh pelamar, dan di lelang makanya

pembeli.



3.4.1.





Dijual seorang


Peladang jeruk Desa Singa mengidas untuk menjual sendiri langsung ke pasar. Kejadian ini

terjadi ketika besaran hasil produksi sedikit

63

63 Minus menurut petani jeruk Desa Singa bila hasil panen tanaman jeruk adv minim bermula 2 ton.


dan terjadi lagi ketika terserah repih-repih buah

jeruk yang tertinggal dipetik dan abnormal matang puas waktu hasil produksi tanaman

jeruknya diborong maka itu pembeli. Saat penanam jeruk melembarkan untuk cak memindahtangankan seorang,

petani jeruk malar-malar lampau memesan keranjang nan ukuranya bertambah besar dari

keranjang biji kemaluan lakukan diborong pembeli.
64

Sebagian pembajak yang menjual biji kemaluan jeruknya ke pasar, tidak mau menunggu

pelelang, sesampainya di pasar perunding langsung menitip buah jeruk kepada tukang kilo


Dalam hal ini, petambak jeruk harus

menanggung semua biaya oprasional berasal pembelian keranjang, ongkos, pakar timbang

berat dan biaya oprasional mungil lainya.

Biji kemaluan nan sudah dipetik akan dikumpulkan dalam suatu tempat yang telah

dilapisi tenda dalam gubuk penanam. Kemudian dilakukan pemitahan maupun pemilihan buah

bersendikan kualitas biji pelir dilihat berpangkal diameternya (baca kategori kelas bawah buah jeruk

berdasarkan sengkang buah jeruk di sub pemanenan). Pasca- biji zakar dipilih berdasarkan

ganjaran bogem mentah jemari, maka buah jeruk akan dimasukan kedalam keranjang yang

mutakadim dilapisi gabus atau daun pisang nan muda dan tua lontok.

Buah sitrus yang telah siap dikeranjang dibawa ke pasar Pajak Singa, Pajak

Berastagi, dan Pajak Tigapanah dengan menggunakan mini bus atau kenderaan pribadi.

Kerumahtanggaan menentukan gelanggang penjualan berpangkal ketiga kawasan tersebut, petani justru

dahulu akan berburu informasi terbit supir mapun sesama peladang tentang harga. Karena

berbunga ketiga medan tersebut terdapat perbedaan harga yang tidak me/nentu. Setelah

sampainya di pasar, maka terlihat kerumunan pembeli untuk melihat kualitas buah jeruk

pembajak. Sesama pembeli terdengar lagi komunikasi kesatuan hati harga berapa harus

dibeli dan mungkin yang membeli. Kemudian pembeli akan bernegosiasi dengan pemilik

biji pelir jeruk sampai menemukan harga yang cocok untuk kedua belah pihak. Setelah

terjadinya kesepakatan harga, maka biji zakar di timbang kemudian remedi dan penjual

mengerjakan transaksi persen.

64 Keranjang buat sitrus borongan berkapasitas antara 45-80 kg, sementara itu produktivitas bikin

keranjang buah jeruk yang dijual ke pasar antara 110 – 150 kg.

yang telah dipercaya di pasar tempat transaksi jual beli.
65



3.4.2.





Sistem borong



Privat transaksi ini petani

jeruk yang mempercayai tukang kilo untuk menjual biji kemaluan jeruknya terlebih dulu

menentukan harga minimal bakal dijual. Sehabis melakukan kesepakatan antara peladang

jeruk dan pandai kilo petambak jeruk ini pergi melakukan rutinitasnya di pasar sama dengan

belanja-belanja dan mengunjugi anaknya nan sekolah di Daerah tingkat Kabanjahe.

Pada parit peredaran hasil produksi biji zakar jeruk petani di Desa Raja rimba, sebagian

petani memilih untuk lego biji pelir jeruknya kepada kontraktor atau tokeh rimo.

Kontraktor atau tokeh rimo yang hinggap sewaktu melihat ke ladang jeruk peladang lakukan

melihat kualitas buah, terjemahan total buah dan menawarkan harga cak bagi petani.

Sebagian pemborong alias tokeh rimo tidak sambil memantau ke lokasi ladang jeruk

pembajak. Akan tetapi, kontraktor mengamalkan komunikasi idiosinkratis dengan riuk satu

penduduk Desa Raja rimba lakukan menjadi penghubung dengan peladang. Salah satu penduduk

yang dipilih menjadi penghubung ini puas umumnya di pilih tokeh rimo berdasarkan

informasi berasal awam bahwa manusia tersebut sudah punya pengalaman dibidang

menggalas buah jeruk. Lain itu, tokeh rimo juga memilih keluarga nan ada di desa

tempatnya membeli buah jeruk. Orang yang disuruh pemborong buat menjebatani

tersebut ataupun masyarakat cak acap menyebut agen rimo melihat simultan ke ladang

petani, baik itu disuruh penanam untuk melihat atau beruntung pemberitaan dari sesama

orang tani jeruk. Kantor cabang rimo yang melihat ke ladang petani melakukan komunikasi dengan

pembahasan kualitas buah dan jumlah tafsiran biji kemaluan. Namun, masalah harga badal rimo

bahkan melakukan komunikasi kepada tokeh rimo sebelum membagi ijab

65 Tukang kilo adalah profesi sesorang yang bekerja menimbang elusif barang-dagangan yang dijual

di pasar.

kepada petani jeruknya. Setelah melakukan komunikasi antara badal rimo dan petani

jeruk maka terjadilah tawar menawar antara petani jeruk dan agen rimo sampai

mendapat lega dada kedua belah pihak.


Kata sepakat yang sudah lalu dibicarakan, maka tokeh rimo atau


agen rimo


menentukan kapan biji kemaluan jeruk nan telah dipanjar untuk menunjukan keseriusan

kontraktor untuk membelinya. Komisi panjar diberikan tokeh rimo kepada penanam legal

selingkung Rp.500.000 – Rp.3.000.000. Internal aman antara pemborong dan petani

jeruk n domestik menentukan biaya oprasional, puas biasanya aron yang bekerja memetik

biji zakar jeruk dilimpahkan kepada petani jeruk. Intern biaya keranjang serta biaya

oprasional transportasi dari ladang ke gudang tokeh rimo sepenuhnya muatan jawab

pemborong.


Puas waktu nan sudah disepakati bagi penuaian buah jeruk, petani berkreasi untuk

memetik biji pelir bersama aron yang sudah disiapkan sebelumnya. Disela-sekedup rutinitas

petani dalam pial buah jeruk, anemer dan perakit biji zakar datang mengapalkan

keranjang nan telah diperseiapkan. Biji zakar yang mutakadim dikeranjangkan akan ditimbang

dengan menjuluki salah satu keluarga petani jeruk buat meluluk kuantitas berat biji zakar

jeruknya sampai siap dan melakukan transaksi uang jasa.



3.4.3.





Sistem lelang


Dalam penjualan hasil produksi sitrus dengan sistem lelang, dimana pemborong

dan petani jeruk melakukan penafsiran dengan tolak ukur harga dan banyaknya jumlah

biji kemaluan sitrus yang bisa dipanen. Dalam kondisi ini, petani jeruk Desa Singa menganggap

sebagai seumpama judi, karena untung rugi tergantung kecermatan penafsiran petambak jeruk

dan kontraktor. Bila biji pelir jeruk kian sedikit berasal jumlah penafsiran orang tani sitrus, maka

Source: https://id.123dok.com/article/penanaman-tanaman-jeruk-kehidupan-petani-desa-singa.4yr374oy