Tanam Buah Naga Dalam Pot

Pembibitan/Pemilihan Pati

  1. Pati di multiplikasi secara vegetatif ( setek batang atau cabang )
  2. Berwarna hijau gelap kelabu
  3. Dimensi ideal 20 – 30 cm

Sari diambil dari multiplikasi pohon secara vegetatif yakni dengan setek batang maupun cabang. Batang atau cabang yang digunakan harus internal kondisi afiat, lanjut umur, dan sudah berbuntut 3- 4 kali, berwarna mentah gelap kelabu, dengan format cermin 20 – 30 cm. Dengan ukuran tersebut tunas yang tumbuh akan cepat membesar dan sesuai bakal batang bawah bila ditanam untuk produksi.

Apabila setek konsentrat diambil semenjak kunarpa muda dan belum berbuah alias setek susulan akan mengakibatkan bibit bersifat lunak seolah mempunyai kadar air tangga dan akan mempengaruhi nasib produksi. Setek berbunga tanaman induk nan sudah dipotong kemudian diangin-anginkan sampai getah meringkai biar tidak mudah busuk. Setelah dikeringanginkan, episode pangkal batang dicelupkan kerumahtanggaan larutan zat perangsang merecup seperti misalnya Rootone F.

Persiapan Vas dan Media Tanam

Pot nan dipilih sebaiknya terbuat dari lahan liat dengan diameter 40-50 cm. Namun, boleh juga menggunakan vas plastik. Pot dipilih yang penggalan bawahnya bertembuk dan memiliki kaki-tungkai ataupun penyangga. Bak media tanam, digunakan campuran tanah, pasir, tepung bata merah, pupuk kandang, dan kompos ( 1 : 2 : 2 : 3 : 1 ). Selain itu, diperlukan lagi dolomit dan Pupuk NPK Loklok ibarat campuran alat angkut tanam. Bikin satu pot ukuran diatas diperlukan 100 gram dolomite dan 20 gram Pupuk Kimia (sesuai kebiasaan/anjuran pabrik).

Pembuatan Papan Panjat

Tiang panjat digunakan buat menegakkan batang tanaman yang bersemi menjulur. Berikut  pendirian pembuatan tiang panjat :

  1. Menyiapkan besi beton berdiameter 8-10 cm dengan tinggi 200 cm. Balut seluruh permukaannya dengan sabut kelapa yang diikat dengan tali.
  2. Membentuk palang cagak (panjang palang ± 35 cm) yang terbuat berpokok balok tiang yang kuat (karenatanaman biji pelir nagamempunyai usia yang relatif lama, sehingga nantinya dapat bertahan lama untuk menopang tanaman buah naga)
  3. Menciptakan menjadikan lingkaran dari kawat dengan menghubungkan ujung-ujung dari balok tiang yang telah dibuat palang silang sehingga terbentuk seperti setir mobil nan nantinya digunakan sebagai penopang menjulurnya pokok kayu.
  4. Memasangkan penopang tersebut secara horizontal pada ujung tiang panjat dengan mengikat pertemuan ruji-ruji sreg tiang mendaki.
  5. Menjatah suku-kaki berbentuk trapesium dengan ukuran 30 x 35 cm plong episode bawah, adv amat pulas dengan ter seyogiannya tidak mudah keropos.
  6. Lebih jauh, memasukkan tiang panjat tersebut tepat ke perdua-tengah pot.

Proses Penanaman Buah Ular besar

Berikut proses penghijauan buah naga privat pot :

  1. Mengisi pot dengan campuran sarana tanam setakat 80 % berasal volume pot. Menambahkan dolomit 100 gram per jambang (jika perlu) dan serabut Hortigro 20 gram sendirisendiri pot kemudian mengaduknya setakat homogen.
  2. Menciptakan menjadikan tiga lubang tanam dengan kedalaman 10 cm dan diameter 6 cm pada setiap pot.

Mandu Perawatan Buah Naga

  • Penyulaman

Dalambudidaya buah naga penyulaman sangat diperlukan agar pohon dapat berproduksi optimal. Penyulaman dilakukan seminggu setelah bibit ditanam. Penyulaman merupakan penggantian tumbuhan yang ranah , busuk pada pangkal jenazah, tidak bertunas maupun kerusakan fisik lainnya.

  • Perabukan

Pemupukan suntuk penting bakal kontributif pertumbuhan dan pembuahan tabulampot biji zakar naga. Setiap bulan, tanaman biji zakar dragon diberi pupuk NPK ( 16 – 16 – 16 ) sebanyak 2 sdt/tanaman atau 6 sdt/pot yang berisi 3 biji zakar bibit. Dapat ditambahkan juga pupuk mikro, seperti Metalik, dengan konsentrasi 4 ml/liter air dan volume injeksi 3 liter/pohon. Pada umur 6 rembulan, beri pupuk Hortigro asfar dan Hortigro power masing-masing 0,5 sdt/pokok kayu.

  • Pengairan

Tanaman buah ular besar membutuhkan pengairan yang rutin. Walaupun tanaman membutuhkan tanah pada lokasi nan kering, semata-mata bakal memenuhi waktu pertumbuhannya loyal diperlukan air untuk kondusif proses fisiologis tanaman. Pengairan dilakukan mulai hari ke 10 sesudah tanam ataupun sesuai kondisi persil, apabila terlalu kering lahan harus lekas disiram. Penyiraman tidak mesti sesak banyak atau terendam karena akan menyebabkan tembelang buntang.

Frekuensi penyiraman berbeda pada tahap vegetatif dan generatif. Pada tahap vegetatif penyiraman dilakukan seminggi sekali hingga umur 6 bulan. Bila kondisi tanah cengkar atau musim kemarau, frekuensi penyiraman dapat dilakukan 5 – 7 hari sekali. Sementara pada tahap generatif, kekerapan penyiraman dilakukan 10 – 14 musim sekali. Waktu terbaik untuk melakukan penyiraman adalah pada pagi tahun pukul 06.00 atau burit periode pukul 17.00.

  • Penyiraman tanaman dikurangi

Sreg saattanaman biji zakar naga mulai produksi anakan dan buah, penyiraman harus dikurangi agar pertumbuhan tunas hijau menjadi lambat dan nongkrong. Tali air pohon dihentikan bila sudah nampak pertanda adanya kuncup anakan. Bila ada sekitar 30 % populasi tanaman sudah tumbuh kuncup maka irigasi sepan diberikan 2 minggu sekali.

  • Irigasi tumbuhan dihentikan

Bila buah sudah membesar seukuran genggaman walaupun masih hijau cacat kemerahan pada kulitnya maka pengairan dihentikan sebatas biji pelir menjadi tua. Tanda biji pelir sudah tua adalah ujung dan bawah buah cacat kerimut dan gigih.

Pemangkasan

Faktor paling terdahulu yang menentukan keberhasilan pembuahan tabulampot biji pelir hantu bumi ialah pemangkasan. Pemangkasan diperlukan untuk membentuk cabang baru dan caban produktif. Pemangkasan dilakukan sejak tanaman berusia 2-3 rembulan. Ujung batang dipangkas dengan menyisakan 40-60 cm dari media tanam. Dengan pemangkasan ini, pertumbuhan layon kearah atas akan lebih terpacu. Mayat yang baru tumbuh inilah yang nantinya akan menjadi batang anak kunci. Setelah tingginya lebih dari 140-170 cm, kelebihannya harus dipangkas.

Berpunca kunarpa anak kunci tadi akan tumbuh cabang-cabang yunior berjajar sekitar 3-4 tunas. Pilih satu tunas nan pertumbuhannnya baik dan cepat, serta letakkan paling kecil dekat dengan layon anak kunci. Buang tunas yang lain. Pada usia 6 bulan, tumbuhan biasanya akan mulai berbunga. Dari kuncup anakan sampai menjadi biji kemaluan siap dipetik membutuhkan waktu sekeliling 50-55 hari.

Repotting

Repotting tabulampot biji pelir dragon dapat dilakukan pasca- tanaman berumur 3 tahun. Momen mengeluarkan pohon semenjak pot lama, harus dengan eklektik. Ialah mengambil seluruh bagian pokok kayu beserta tiang panjatnya. Selanjutnya, memindahkan pohon tersebut kedalam pot baru berdiameter 60-70 cm yang sudah lalu diisi dengan media tanam hijau.

Panen Biji pelir Ular besar

Tabulampot biji kemaluan naga kebanyakan akan start berbunga pada sukma seputar 6 bulan. Dari kuncup anak uang hingga menjadi biji kemaluan siap petik membutuhkan hari sekitar 50 – 55 hari. Proses pematangan anakan ditandai dengan kelopak bunga nan menjadi layu dan kering dan bakal buah akil balig mulai menggembung. Biji kemaluan cukup matang sekiranya semua kulit biji zakar berwarnamerah, kecuali sisikbuah naga plong bagian ujung biji pelir masih hijau minus.

Apabila buah terlambat dipetik, maka akan ketimbul rekahan pada buah nan bisa menyebabkan biji kemaluan cepat rusak. Biji kemaluan ular besar merupakan jenis buah non klimaterik, oleh karena itu untuk memastikan buah yang dipetik manis dan mak-nyus dimakan biji pelir hantu bumi perlu dipanen lega masa yang sesuai. Pemetikan buah naga terbiasa dilakukan dalam jangka waktu lima masa supaya buah tidak merekah dipohon. Buah dipotong tangkainya dengan memperalat pisau atau gunting sonder subversif selerang biji zakar. Dimensi biji pelir yang didapat akan gelimbir pada beberapa faktor, ialah variasi pohon, pengolahan kapling tanam yang baik, penyiraman air nan patut, proteksi tanaman pada lahan tanam, pemupukan, pemangkasan, dll.

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/79921/Menanam-Buah-Naga-Dalam-Pot/