Syekh Nurjati Dan Prabu Siliwangi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Syekh Vlek Kahfi
(dikenal juga dengan nama

Syekh Idhofi

atau

Syekh Nurul Masif

atau
Syekh Nurjati

ataupun
Syekh Nurijati

atau
Syekh Datuk Barul

atau
Syekh Vlek Iman

atau
Syekh Dulyamin
) merupakan biang kerok penyebar Islam di wilayah yang kini dikenal dengan Cirebon dan karuhun dari Atasan Sumedang.

Beliau pertama kali menyebarkan ajaran Selam di daerah Amparan Polos. Syekh Kamitua Kahfi merupakan buyut dari Pangeran Santri (Ki Gedeng Sumedang), penerus penguasa di Kerajaan Sumedang Larang, Jawa Barat, dan putera berpokok Syekh Kamitua Ahmad. Beliau lagi yakni keturunan semenjak Amir Abdullah Khan.

Vlek Kahfi
ialah tokoh perambah dakwah Selam di kewedanan Cirebon. Kamu menggunakan nama Syekh Nurjati pada saat berdakwah di Giri Amparan Putih, yang bertambah terkenal dengan label Argo Bersih, sebuah giri kecil dari dua bukit, yang berjarak + 5 km sebelah utara kota Cirebon, tepatnya di desa Astana Kecamatan Giri Jati Kabupaten Cirebon.[1]
[2]

Sebelumnya Syekh Nurjati dikenal dengan nama Syekh Datuk Kahfi ataupun Maulana Idhofi Mahdi. Secara kronologis singkat, Syekh Nurjati lahir di Semenanjung Malaka. Setelah berusia dewasa muda pergi ke Mekah untuk menuntut aji-aji dan berhaji. Syekh Nurjati pergi ke Bagdad dan menemukan jodohnya dengan Syarifah Halimah serta mempunyai putra- putri. Berbunga Bagdad ia meninggalkan berdakwah setakat di Pesambangan, bagian dari Nagari Singapura (waktu ini Desa Mertasinga, Kabupaten Cirebon). Engkau wafat dan dimakamkan di Argo Amparan Jati.[1]
[2]

Kisahan tentang Syekh Nurjati dijumpai intern naskah-naskah tali peranti Cirebon yang merupakan bukti sekunder. Naskah-naskah tersebut berbentuk prosa, diantaranya: Carita Purwaka Caruban Nagari, Babad Tanah Sunda dan Sejarah Cirebon. Serta naskah yang berbentuk tembang di antaranya Carub Kanda, Babad Cirebon, Babad Cerbon terbitan S.Z. Hadisutjipto, Wawacan Sunan Argo Jati, Naskah Mertasinga, Naskah Kangsa dan Skenario Pulasaren. Berbunga sekian banyak skenario sahaja tulisan tangan Babad Cirebon terbitan Brandes saja nan lain memuat tentang Syekh Nurjati. Sedangkan naskah tertua nan menulis akan halnya Syekh Nurjati dibuat oleh Arya Cerbon lega tahun 1706 M.[1]
[2]

Menemukan Jodohnya

[sunting
|
sunting sumber]

Selepas Syekh Pasak negeri Kahfi menghendaki ilmu di Mekah, Syekh Nurjati mencoba mengerjakan hobatan nan diperoleh dengan mengajarkannya di wilayah Bagdad. Di Bagdad Syekh Nurjati menikah dengan Syarifah Halimah, upik dari Ali Nurul Alam putra dari Jamaluddin Akbar al-Husaini terbit Kamboja, yang merupakan putra berbunga Ahmad Shah Jalaludin, putra Amir Abdullah Khanudin. Jadi, Syekh Nurjati menikah dengan saudara secicit.

Berpangkal ijab nikah tersebut, mereka dikaruniai catur makhluk anak, adalah:

  1. Syekh Abdurakhman
    nan kelak di Cirebon bergelar Pangeran Panjunan (ayah Pangeran Tubagus Angke, dan Tuanku Pamelekaran kakek Sinuhun Santri),
  2. Syekh Abdurakhim
    (kelak bergelar Pangeran Kejaksan),
  3. Fatimah
    (yang bergelar Syarifah Bagdad menikah dengan Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Kudrati), dan
  4. Syekh Datul Khafid
    (kadang kala disebut lagi sebagai Syekh Datul Kahfi, sehingga membuat rancu dengan sosok ayahnya yaitu Syekh Datuk Kahfi, atau Syekh Nurjati di beberapa manuskrip yang lebih muda umurnya, contohnya Babad Cirebon Keraton Kasepuhan).

Keempat momongan tersebut dijamin nafkahnya maka itu kakak Syarifah Halimah, Syarif Sulaiman yang menjadi raja di Bagdad. Syarif Sulaiman menjadi raja di Bagdad karena menikahi putri mahkota raja Bagdad.

Keterkaitan Syekh Quro dengan Syekh Nurjati

[sunting
|
sunting sendang]

Syekh Quro yaitu utusan Raja Campa. Secara geneologis, Syekh Quro dan Syekh Nurjati adalah sama-sebabat tali pusar seketurunan dari Amir Abdullah Khanudin generasi keempat. Syekh Quro datang sampai-sampai silam ke Amparan bersama rombongan dari bala laut Cina dari Dinasti Ming nan ketiga dengan Kaisarnya, Yung Lo (Syah Cheng-tu). Legiun angkatan laut tersebut dipimpin oleh Amirulbahar Cheng Ho alias
Sam Po Tay Kam. Mereka mendarat di Muara Zakiah pada tahun 1416 M. Mereka semua mutakadim masuk Islam. Pasukan tersebut hendak melakukan pertualangan melawat ke Majapahit dalam rangka menjalin pertemanan. Ketika laskar tersebut sebatas di Pura Karawang, Syekh Quro (Syekh Hasanudin) beserta pengiringnya turun. Syekh Quro pada akhirnya tinggal dan menyebarkan ajaran agama Islam di Karawang. Kedua tokoh ini dipandang sebagai biang kerok yang mengajarkan Islam secara formal yang pertama kali di Jawa Barat. Syekh Quro di Karawang dan Syekh Nurjati di Cirebon. Ketika armada Cheng Ho singgah di Pura Karawang, Syekh Quro dan pengiringnya turun, di antara pengiringnya adalah putranya yang bernama Syekh Bentong alias Kiyai Bah Kanyon alias Tan Go Wat.

Keharmonisan dakwah antara Cirebon dan Karawang

[sunting
|
sunting sumber]

  • Cucu Syekh Ahmad dari Nyi Mas Kedaton, bernama Musanudin. Kelak Musanudin menjadi
    lebai
    di Cirebon, mengusung Surau Agung Sang Cipta Rasa pada tahun pemerintahan Susuhunan Suci (Sunan Gunung Jati). Sedang Syekh Ahmad merupakan anak berasal Syekh Quro dengan Ratna Sondari, putri Burik Gedeng Karawang.
  • Puteri Karawang menyerahkan sumbangan hartanya bikin mendirikan sebuah musala di Gunung Sembung (Nur Jabal Cipta Rengga) yang bernama Musala Dog Jumeneng/ Masjid Sang Saka Ratu, yang setakat sekarang masih digunakan dan terawat baik.
  • Pengangkatan pakuncen di situs makam Syekh Quro dikuatkan maka itu pihak Kastil Kanoman Cirebon.

Baginda Walangsungsang dan Nyi Mas Ratu Rarasantang

[sunting
|
sunting sumber]

Di kampung Pesambangan, Syekh Nurjati berbuat dakwah Selam. Karena memperalat cara yang bijaksana dan mumbung puja kerumahtanggaan mengajarkan agama Selam, maka internal musim relatif singkat pengikutnya semakin banyak, hingga risikonya
pengguron
kedatangan Pangeran Walangsungsang beserta istrinya Nyi Indang Geulis/ Endang Ayu dan adiknya, Nyi Mas Sultan Rarasantang nan bermaksud ingin mempelajari agama Islam.

Mereka yaitu cucu dari syahbandar pelabuhan Kuala Polos dari jalur ibunya. Kehadiran mereka ke Ardi Zakiah di samping melaksanakan perintah ibundanya sebelum meninggal, lagi bermaksud sungkem kepada eyangnya Ki Gedeng Tapa. Keberangkatan mereka ke Pangguron Gunung Kalis tanpa seizin ayah mereka, Prabu Siliwangi. Karena Prabu Siliwangi kembali memeluk agama Budha setelah Nyi Subang Larang meninggal dunia (Masih diperdebatkan, karena riuk satu syarat meminang Nyi Subang Larang adalah Prabu Siliwangi hrs menunaikan haji, itupun setelah Anda memperdalam Ilmu Islam berusul level Syariat hingga Hakikat yang pada puncaknya yaitu menunaikan Haji bersama Syekh Quro). Doang kedua putra-putrinya itu sudah dididik dan diberi petunjuk makanya almarhumah ibunya seyogiannya memperdalam agama Islam di Pangguron Gunung Salih. Akhirnya mereka pun menuntut ilmu dan memperdalam agama Islam, menjadi santri Syekh Nurjati di Pesambangan Jati. Pron bila mereka bertiga dipedulikan menjadi santri plonco, Syekh Nurjati beribadat, “ Wahai Tuhan kami, jadikanlah kami insan-orang yang menghidupkan agama Islam mulai hari ini hingga hari kemudian dengan selamat. Amin.”

Di antaramurid-muridnya, petatar yang termuat sangat cerdas adalah Kanjeng sultan Walangsungsang dan Nyi Mas Sri paduka Rarasantang. Biarpun keduanya telah menjadi mukminat sejak kecil, dan belajar ke Syekh Quro, belaka ketika datang ke pesantren Syekh Nurjati keduanya dan Nyi Badang Geulis (istri Sinuhun Walangsungsang), tetap diminta kembali mengucapkan kedua kalimah
syahadat. Syekh Nurjati memberi pelajaran kepada mereka mulai dari yang sangat asal (damai Islam), mengenai tutorial tauhid sebagai dasar fondasi keimanan. Mengapa Syekh Nurjati melakukan metode pencekokan pendoktrinan seperti kepada insan yang baru mengenal wahi pangkal Selam? Menururt Besta Basuki Kertawibawa, kemungkinan suka-suka kesangsian pada Syekh Nurjati terhadap kodrat keimanan dan permakluman ketiganya tentang agama Islam. Hal ini dikarenakan Pangeran Walangsungsang dan Nyi Mas Sinuhun Rara Santang merupakan putra-putri dari Raja Pajajaran yang beragama Hindu – Budha. Selain itu, camar duka mereka tentang agama Islam masih dalam tahapan pemula.

Hubungan keluarga dengan Syekh Siti Jenar dan Adipati Kaleng

[sunting
|
sunting sumber]

Syekh Nurjati ketika lahir dikenal dengan cap Syekh Datuk Kahfi, putra berpangkal Syekh Tetua Ahmad, sendiri ulama besar. Syekh Sesepuh Ahmad putra dari Maulana Isa, nan juga seorang pemrakarsa agama yang berwibawa pada jamannya. Syekh Pasak negeri Ahmad n kepunyaan adik yang bernama Syekh Datuk Sholeh, ramanda dari Syekh Siti Jenar (Abjul Jalil).

Syekh Datuk Kahfi memiliki dua orang adik, adalah junjungan-laki
Syekh Bayanullah
atau Syekh Maulana Akbar nan mempunyai dangau di Mekah, yang kemudian mengajuk jejak kakaknya berdakwah di Cirebon, Syekh Bayanullah memiliki putra Syekh Maulana Arifin menikah dengan Nyai Prabu Selawati dari pernikahannya dikaruniai putri
Nyi Mas Kencanawati
yang menikah dengan Adipati Tin putra Capuk Gedeng Luragung (seorang kepala daerah di Luragung) yang masih saudara sepupu Nyai Ratu Selawati (putri Emir Surawisesa cucu Prabu Siliwangi).

Dan seorang adik Syekh Datuk Kahfi wanitanya menikah dengan
Paduka tuan Upih Malaka. Dahulu berpangkal perkawinan tersebut lahir lah seorang putri yang tubin menikah dengan Dipati Unus terbit Demak.

Silsilah

[sunting
|
sunting mata air]

Di bawah ini merupakan silsilah Syekh Datuk Kahfi yang berbimbing dengan Sayyid Alawi bin Muhammad Sohib Mirbath sampai Ahmad al-Muhajir bin Isa ar-Rumi (Hadramaut, Yaman) dan lebih lanjut hingga Imam Husain, cucu Nabi Muhammad SAW.

Rasul Muhammad SAW, berputeri

  • Sayidah Fatimah az-Zahra manikah dengan Imam Ali bin Abi Thalib, berputera
  • Padri Husain a.s, berputera
  • Pastor Ali Zainal Abidin, berputera
  • Muhammad al-Baqir, berputera
  • Imam Ja’far ash-Shadiq, berputera
  • Ali al-Uraidhi, berputera
  • Muhammad al-Naqib, berputera
  • Isa al-Rumi, berputera
  • Ahmad al-Pengungsi, berputera
  • Ubaidillah, berputera
  • Alawi, berputera
  • Muhammad, berputera
  • Alawi, berputera
  • Ali Khali’ Qosam, berputera
  • Muhammad Shahib Mirbath, berputera
  • Sayid Alwi, berputera
  • Sayid Abdul Malik, berputera
  • Sayid Amir Abdullah Khan (Azamat Khan), berputera
  • Sayid Abdul Kadir, berputera
  • Maulana Isa, berputera
  • Syekh Datuk Ahmad, berputera
  • Syekh Datuk Kahfi

Kemudian, di cirebon, Syeikh Datuk Kafi menikah dengan Syarifah Halimah binti Ali Nurul Islam bin Syeikh Jumadil Kubro. Sehingga memiliki bilang anak, satu diantaranya Prabu Panjunan (Syeikh Abdurrahman) nan dinikahkan dengan putri Fatahillah 1, lalu berputra Tubagus Angkle (Fatahillah 2) dan Pangeran Palekaran.


Anak asuh permulaan, kemudian punya putri Raden Ayu Mertakusuma, lalu berputri Ratu Kusumah yang kemudian istri makanya Sultan Ahmad Ma’ali yang alhasil babaran Kaisar Ageng Tirtayasa (Banten) .

Padahal anak kedua, kemudian menikah dengan Nyai Armillah binti Sunan Jabal Kalis, lalu melahirkan Emir Santri di Sumedang larang.

Sebagai suhu

[sunting
|
sunting sendang]

Syekh Datuk Kahfi merupakan guru dari Pangeran Walangsungsang dan Nyai Rara Santang (Syarifah Muda’im), yaitu putera dan puteri dari Sri Baduga Maharaja (Kaisar Siliwangi), raja Kerajaan Pajajaran, Jawa Barat. Syekh Vlek Kahfi wafat dan dimakamkan di Gunung Jati, bersamaan dengan makam Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Ikhlas), Pangeran Pasarean, dan sultan-raja Kesultanan Cirebon lainnya.

Syekh Nurjati adalah pengambil inisiatif terdepan penyebar agama Islam yang pertama di Cirebon. Gembong yang lain ialah Maulana Magribi, Pangeran Makhdum, Maulana Kaisar Panjunan, Maulana Pangeran Kejaksan, Maulana Syekh Bantah, Syekh Majagung, Maulana Syekh Lemah Abang, Mbah Kuwu Cirebon (Pangeran Cakrabuana), dan Syarif Hidayatullah. Plong suatu ketika mereka berkumpul di Pasanggrahan Amparan Bersih, dibawah bimbingan Syekh Nurjati. Mereka semua pesuluh-petatar Syekh Nurjati. Dalam sidang tersebut Syekh Nurjati berfatwa kepada murid-muidnya:

“Wahai pelajar-muridku, sesungguhnya masih ada satu bentuk yang selekasnya bisa jadi kita laksanakan, ialah mewujudkan atau membentuk masyarakat Islamiyah. Bagaimana pendapat para petatar semuanya dan bagaimana pula caranya kita menciptakan menjadikan umum islamiyah itu?”.

Para murid dalam sidang mufakat atas lembaga baik tersebut. Syarif Hidayatullah berpendapat bahwa cak bagi membentuk masyarakat selam mudah-mudahan diadakan

usaha memperbanyak tabligh di pelosok dengan pendirian nan baik dan terintegrasi.
Pendapat ini asian dukungan penuh berbunga sidang, dan disepakati lekas dilaksanakan. Sidang inilah yang menjadi sumber akar dibentuknya organisasi dakwah dewan Walisongo.

Tatap kembali

[sunting
|
sunting sendang]

  • Syekh Sesepuh Kahfi
  • Sunan Ardi Djati

Garitan kaki

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b




    c




    (Indonesia)
    Memoar Syekh Nurjati
    “www.iaincirebon.ac.id”. Diarsipkan berbunga versi bersih terlepas 2022-02-02. Diakses sungkap 12-04-12.



  2. ^


    a




    b




    c




    (Indonesia)
    Syekh Nurjati Mahaguru berasal Cirebon
    “www.koran.republika.co.id”. Diakses copot 12-04-12.




    [
    pranala purnajabatan permanen
    ]


Referensi

[sunting
|
sunting sumber]

  1. Biografi Syekh Nurjati Situs stereotip IAIN Nurijati Cirebon
  2. para santri dan album cirebon yang tersia-sia
  3. Silsilah Yang dipertuan Santri Koesoemadinata
  4. Arkeologi Selam Nusantara Oleh Uka Tjandrasasmita
  5. Untold Story Syekh Nurjati makanya Dodi Nurdjaja
  6. Sejarah Gangsa maka itu Adiyta guru SMA Negeri 1 Kuningan
  7. Asy Seikh Datul Kahfi / Syekh Nurjati / Maulana Idhofi Mahdi
  8. Biografi Syekh Nurjati H. R. Bambang Irianto, BA dan Dra. Siti Fatimah, M.hum. 2009. Syekh Nurjati (Syekh Datul Kahfi) perintis Dakwah dan Pendidikan. Cirebon: Zulfana Cierbon

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • Biografi Syekh Nurjati Situs sahih IAIN Syekh Nurjati Cirebon
  • Syekh Nurjati Guru besar berpokok Cirebon
    [
    pranala bebas tugas permanen
    ]

  • Untold Story | Puser Bumi Ancala Jati Cirebon oleh Dodi Nurdjaja
  • Untold Story | Syekh Nurjati oleh Dodi Nurdjaja



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Datuk_Kahfi

Posted by: gamadelic.com