Syafaat Pada Hari Kiamat Maksudnya

Setiap umat Islam berdoa agar bisa mendapat syafaat dari Rasulullah SAW pada saat hari akhir. Hal ini karena anda yakni makhluk sortiran Almalik SWT.

Dalam Quran, Tuhan SWT seringkali mengedepankan jika hari akhir zaman itu pasti akan cak bertengger.

Pron bila itu manusia akan diminitai segala pertanggung jawabannya atas apa yang dilakukannya semasa hidup di dunia.

Baca juga:
7+ Hadits dan Ayat Alquran tentang Ketenangan yang Dipraktikkan Rasulullah SAW, Masya Allah!

Apa Itu Syafaat?

Alquran Terbuka

Foto: Quran Mangap (Freepik.com/freepik)

Kata syafaat diambil pecah kata shaf (شَّفْعُ) yang artinya genap sebagai lawan dari ganjil.

Secara bahasa, artinya pertolongan. Syafaat yaitu rang ratib untuk memohon kepada Allah SWT bikin manusia-orang nan berkepastian dan damping kepada-Nya.

Tahlil ini untuk memaafkan individu-bani adam yang berdosa dan meningkatkan derajat di sisi-Nya.

Rasulullah memang n kepunyaan syafaat segara yang bukan diberikan kepada nabi lainnya.

Dia akan menggunakannya pada Periode Pembalasan untuk menyelamatkan umatnya di padang Mahshar. Syafaatnya di Hari Pembalasan disebut “Shafa’ah al-Uzma” (Syafaat Osean).

Prioritas dan syafaat tingkat tinggi yang diberikan kepada rasul disebut “Maqam al-Mahmud” (Tempat Terpuji dan Kemuliaan).

Hal ini sekali lagi tertuang dalam Quran:

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Wa minal-laili fa taḥajjad bihī nāfilatal laka ‘asā ay yab’aṡaka rabbuka maqāmam maḥmụdā

Artinya:
“Dan plong sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, semoga Tuhan-mu mengangkat kamu ke medan yang terpuji,” (QS Al-Isra: 79).

Dikutip berusul tafsir Tafsir Al-Mukhtashar, Allah mewayuhkan kepada Rasulullah bagi mengamalkan salat tahajud agar mengangkat derajatnya.

Dengan maksud mudahmudahan Sang pencipta bisa membangkitkan Rasulullah di Tahun Kiamat bagaikan pemberi syafaat kepada seluruh umat hamba allah.

Lain hanya itu, Rasulullah juga berwenang mendapatkan geta misal pemegang syafaat ‘uẓma (teragung) yang dipuji dan disanjung oleh umat-umat terdahulu.

Dari Ibn Abbas, Nabi Hazrat meriwayatkan dari Ruhu’l-Amin (Hazrat Jibril): “Pahala dan dosa seseorang dibawa pada Hari akhir dan dihitung).

Lebih lagi jika semata-mata suka-suka satu masyhur yang sederhana, Allah memasrahkan karunia-Nya kepada orang itu di surga,” (Ibn Katsir).

Tidak semua manusia boleh mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW. Bagi orang-orang yang tersesat, maka mereka akan kukuh menanggung dosanya di neraka.

Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran lega ayat:

خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰٓ أَبْصَٰرِهِمْ غِشَٰوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

(Khatamallāhu ‘alā qulụbihim wa ‘alā sam’ihim, wa ‘alā abṣārihim gisyāwatuw wa lahum ‘ażābun ‘aẓīm).

“Allah sudah menjepit-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bikin mereka siksa nan amat berat,” (QS Al-Baqarah: 7).

Baca kembali:
12 Adab Bertetangga n domestik Selam, Yuk Ikuti Hadits Rasulullah SAW

Macam-Diversifikasi Syafaat Rasulullah SAW

Perempuan Berhijab

Foto: Amoi Berhijab (Freepik.com/freepik)

Besarnya kasih sering Rasulullah kepada umatnya memang tidak akan tergantikan.

Ia lebih melembarkan tawaran syafaat dibandingkan mengidas usulan masuknya separuh umatnya ke internal indraloka.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadisnya, “Aku diberi saringan antara syafaat dengan masuknya sekepal umatku ke surga.”

“Doang, aku memilih syafaat. Sebab, syafaat lebih menyeluruh dan kian banyak. Mungkin saja kalian mengira syafaatku sahaja lakukan hamba allah-orang bertakwa?

Tidak. Tetapi juga untuk sosok-orang nan berdosa,” (HR Al-Tirmidzi).

Lewat, barang apa saja syafaat Rasulullah bikin umatnya? Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Baca juga:
14 Manfaat Sedekah, Membuat Lever yang Tentram hingga Syafaat di Alam baka

1. Syafaat yang Cuma Dimiliki Rasulullah SAW

Syafaat ini berkarakter ekslusif karena doang diberikan kepada Rasulullah hanya.

Saat umat orang menjelang dihisab dalam meja hijau hari yaumudin, keadaan Padang Mahsyar sangat memberatkan khalayak.

Tiap sosok akan mendatangi para nabi mereka untuk meminta pertolongan mendapat syafaat.

Doang, tiap nabi akan menyorong hingga sampailah kepada Nabi Muhammad SAW. Lalu, Rasulullah SAW pun akan memohonkan syafaat kepada Allah SWT bagi mereka.

2. Syafaat kiranya Pintu Surga Dibukakan

Ini merupakan syafaat Rasulullah SAW lakukan kaum beriman, yakni mereka calon penduduk indraloka.

Dengan syafaat ini, penduduk itu akan meningkat derajatnya di dalam surga. Situasi ini sesuai dengan hadis berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ الْخَازِنُ مَنْ أَنْتَ فَأَقُولُ مُحَمَّدٌ فَيَقُولُ بِكَ أُمِرْتُ لَا أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

“Dari Anas kedelai Malik ia bersuara, Rasulullah berkata: ‘Saya mendatangi gapura surga puas perian Yaumul, dulu saya meminta dibukakan.

Lampau koteng penjaga (Malaikat) menanya, ‘Siapa kamu? Maka aku menjawab, Muhammad’.

Terlampau kamu berkata, ‘Khusus untukmu, aku diperintahkan bikin tidak membukakan portal buat mungkin pun, sebelum ia ikut’,” (HR. Muslim No 179).

Oleh karena itu, pintu kayangan tidak akan dibuka setakat Rasulullah SAW membagi syafaat.

Baca juga:
Jadi Media Tercepat Rasulullah SAW, Ini Penjelasan Buraq Menurut Agama Islam

3. Syafaat untuk Sebagian Orang Beriman untuk Masuk Surga Minus Hisab

Dilansir dari Islamweb sebagimana riwayat Rasulullah SAW yang memberi adv pernah para sahabat tentang 70 ribu hamba allah yang akan masuk surga minus hisab.

Dia bertutur kepada salah suatu sahabat yang memintanya untuk berdoa kepada Allah untuk menjadikannya riuk satu dari mereka:

“Kamu akan menjadi salah satu dari mereka. Aku meminta Allah SAW untuk mengizinkanku memberi syafaat cak bagi umatku.

Anda mengizinkannya untuk memberikannya kepada 70 ribu orang tanpa hisab,” (HR. Al-Baghawi).

4. Syafaat bagi Kaum Muslimin nan Mengerjakan Dosa Besar

Ibadah Umat Islam

Foto: Ibadah Umat Islam (Freepik.com/rawpixel-com)

Seperti yang tadi sudah lalu dipaparkan, Rasulullah kepingin memberi syafaat bukan hanya kerjakan turunan bertakwa namun.

Saja pun bagi umatnya nan melakukan maksiat saat arwah di dunia hingga menyeretnya masuk ke dalam neraka.

Mereka, menurut hisab, pantas dimasukkan privat neraka untuk menebus dosa.

Sekadar Rasulullah SAW kemudian memohonkan syafaat kepada Allah sehingga mengampuni dosa-dosa mereka.

Hal ini sejalan dengan pendapat seluruh Ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah.

Mereka sepakat penghuni neraka memiliki keyakinan dalam hatinya, biar doang sebutir atom.

Mereka lantas akan diberi syafaat sehingga bisa keluar berpokok neraka. Baik melampaui para utusan tuhan, khalayak mukmin ataupun malaikat, maupun dengan rahmat dari Tuhan SWT.

Jadi, meskipun makhluk melakukan dosa besar tetapi meninggal dalam keadaan beriman, mereka boleh asian syafaat dengan izin Sang pencipta SWT.

Ini kembali mensyaratkan bahwa orang-orang yang mengamalkan dosa kecil juga bisa mendapatkannya jika mereka meninggal dalam keadaan berkeyakinan.

5. Syafaat untuk Orang-Orang yang Pantas Disiksa di Neraka

Rasulullah akan memberi syafaat kepada umatnya yang ki berjebah di neraka bakal mengendurkan hukuman mereka.

Ini juga diberikan cak bagi orang-khalayak yang pantas masuk neraka. Hal ini dapat ditunjukkan oleh titah Nabi:

“Tidak cak semau seorang Muslim yang meninggal dan 40 orang yang tidak menyekutukan Yang mahakuasa sembahyang untuknya, doang Allah akan menerima syafaat mereka untuknya.” (HR Muslim, 1577)

Baca lagi:
Cerita Fatimah Az Zahra, Putri Bungsu Kesayangan Rasulullah SAW

6. Syafaat bagi Sejumlah Orang-Orang Kafir

Dikutip dari Islam NU, Syekh Al-Baijuri menjelaskan bahwa salah satu syafaat Rasulullah SAW adalah meringankan siksa sejumlah basyar kufur.

Misalnya, buat pamannya Debu Thalib. Hal ini juga diriwayatkan dari hadis Al-Bukhari:

Al-‘Abbaas Ibn ‘Abdul-Muttalib bertanya kepada Nabi, “Apakah kamu menjatah manfaat kepada pamanmu Bubuk Taalib karena dia rajin melindungimu?”

Suntuk, Rasulullah bersabda, “Ya, aku memang bermanfaat baginya.”

“Dia berada di episode Neraka yang sangat ringan dengan memakai 2 sandal (terbit api) nan menyebabkan otaknya mendidih akibat panasnya.”

“Siksaannya adalah yang paling ringan berpokok pemukim neraka dan jika bukan karena aku (bersyafaat untuknya) maka dia akan bakir di fragmen neraka nan minimum rendah.”

Syafaat bukan untuk memakamkan orang berdosa terbit hukuman di yaumul tubin. Namun, untuk mengangkat individu-bani adam yang mengamalkan baik agar bisa masuk ke surga.

Dengan kata lain, syafaat cak semau untuk meningkatkan pahala dan tak cak bagi mengurangi dosa. Ini sesuai dengan ayat-ayat dan titah-hadis, Moms.

Sonder izin dan taki Allah, tak cak semau yang bisa memberikannya. Semoga kita semua masuk ke dalam golongan yang akan diberikan syafaat di hari akhir esok.

Source: https://www.orami.co.id/magazine/syafaat

Posted by: gamadelic.com