Surat Surat Pendek Juz 30



25 Surat Pendek Juz Amma yang Mudah Dihafal, Bisa Diajarkan pada Anak


Ilustrasi 25 Manuskrip Sumir Juz Amma yang Mudah Dihafal, Bisa Diajarkan plong Anak. Foto: Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto

Jakarta

Setiap ibu bapak mendambakan buah hati yang imani dan saleha. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengajarkan segala hal mengenai Al-Qur’an. Sebab, Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam.

Mengimani Al-Qur’an terjadwal damai iman nan ketiga. Al-Qur’an diturunkan melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW tepat detik wulan jati Bulan mulia.

Namun, bukan simultan dalam satu tahun, melainkan secara berangsur-angsur. Ayat pertama yang diturunkan yakni surah Al-Alaq ayat 1-5.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur maksudnya agar Rasulullah SAW bisa membacakannya secara perlahan. Sehingga dapat menguasai secara menyeluruh dengan sempurna, baik dalam segi memahfuzkan maupun memafhumi isinya.

Sejak pertama kali diturunkan sampai sekarang, Al-Qur’an terus dibaca, ditulis, lebih lagi dihafal makanya umat muslim teragendakan anak-momongan.

Menurut Mohammad Wifaqul Idaini privat sentral
Wasiat Rasulullah tentang Anak, ternyata belajar Al-Qur’an sejak katai bisa membantu perkembangan kognitif dan afektif anak.

Secara psikologis, seperti bisa meningkatkan daya pulang ingatan, pemahaman, dan pemecahan kelainan anak-anak. Pada aspek afektif dapat mempengaruhi kondisi moralnya sehingga anak ki berjebah berorientasi sebagaimana seseorang harus bersikap dan terbiasa dengan perilaku sosial nan baik.

Pangkat mengajarkan Al-Qur’an puas anak

Dikutip bermula buku
Konsep Pendidikan Anak Salih dalam Perspektif Islam
oleh Ayuhan, cak semau bilang jenjang bagi mengajarkan Al-Qur’an kepada anak. Dimulai dengan mengenalkan bacaan Al-Qur’an justru dahulu.

1. Mengenalkan wacana Al-Qur’an

Ketika anak asuh plonco menginjak spirit 3 tahun, hendaknya ajarkan untuk mengaji leter-fonem arab atau hijaiyah. Karena bacaan Al-Qur’an memperalat bahasa Arab.

Situasi ini memang tidak mudah ya Bunda. Sahaja, takdirnya diajarkan secara rutin anak perlahan akan mengenal referensi Al-Qur’an.

2. Mengajarkan membaca Al-Qur’an dengan bertajwid

Tak lupa, ajarkan juga perihal ketepatan mengucapkan aksara-hurufnya atau disebut kembali dengan
makharijul abjad. Selepas itu, tingkatkan pada kemampuan mendaras Al-Qur’an disertai tajwidnya. Sehingga, anak mahir membaca Al-Qur’an dengan
makharijul huruf
dan tajwid nan tepat.

3. Memberi hafalan surah-surah ringkas

Tahap berikutnya Bunda bisa mulai membimbing anak bikin menghafal surah-surah pendek. Ini lampau diperlukan ibarat bacaan yang bisa digunakan ketika salat.

ilustrasi doa setelah sholat dhuha yang bisa diajarkan pada anakilustrasi surat pendek nan bisa diajarkan pada anak/Foto: Getty Images/iStockphoto/PrathanChorruangsak

Arsip Pendek kerumahtanggaan Al-Qur’an

Pilihan bacaan surah sumir yang bisa Bunda ajarkan pada Sang Kecil terdapat pada juz 30 atau sah disebut dengan Juz Amma. Terdiri dari 37 surah, start dari surah An-Naba sebatas surah An-Nas.

Total ayat pada surah-surah Juz Amma memang relatif makin pendek. Kebanyakan tergolong surah Makkiyah yang diturunkan di Ii kabupaten Mekkah. Cuma, bilang diantaranya ada sekali lagi yang tergolong ke dalam surah Madaniyah yang diturunkan di Kota Madinah.

Terimalah, berikut ini suka-suka 25 surah pendek yang bisa Bunda ajarkan kepada Si Kecil.

1. Al-Fatihah (Pembukaan) – Arsip pendek pertama terdiri dari 6 ayat

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Bismillahir-rahmanir-rahim (1) Al-hamdu lillahi rabbil-‘alamin (2) Ar-rahmanir-rahim (3) Malili yaumid-din (4) Iyyaka na’pekasam wa iyyaka nasta’in (5) Ihdinas-siratal-mustaqim (6) Siratallazina an’amta ‘alaihim gairil-magdubi ‘alaihim wa lad-dallin (7).

Faedah bacaan Al fatihah:

  1. Dengan nama Halikuljabbar Yang Maha Pengarih lagi Maha Pengasih
  2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
  3. Yang Maha Pengasih lagi Maha Pengasih
  4. Pemilik hari Pembalasan
  5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon uluran tangan
  6. Bimbinglah kami ke jalan yang harfiah,
  7. (adalah) urut-urutan orang-manusia yang sudah lalu Engkau pasrah nikmat, enggak (kronologi) mereka yang dimurkai dan enggak (pula jalan) insan-orang yang sesat

2. An-Nas (Manusia) surat ke-114 terdiri pecah 6 ayat

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ

مَلِكِ النَّاسِۙ

اِلٰهِ النَّاسِۙ

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Qul a’uzu birabbin-nas (1) Malikin-nas (2) Ilahin-nas (3) Min syarril-waswasil-khannas (4) Allazi yuwaswisu fi sudurin-nas (5) Minal-jinnati wan-nas (6)

Arti bacaan Q.S An-Nas:

  1. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Almalik makhluk
  2. Raja sosok
  3. Sembahan bani adam
  4. dari ki kebusukan (setan) pembisik yang bersembunyi
  5. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia
  6. Dari (golongan) jin dan individu.”

3. Al-Falaq (Hari Fajar) sahifah pendek ke-113 terdiri dari 5 ayat

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ

وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Qul a’uzu birabbil-falaq (1) Min syarri ma khalaq (2) Wa min syarri gasiqin iza waqab (3) Wa min syarrin-naffasati fil-‘uqad (4) Wa min syarri hasidin iza hasad (5)

Maslahat teks Q.S Al-Falaq:

  1. Katakanlah (Utusan tuhan Muhammad), “Aku mengadem kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh),
  2. Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan
  3. Dari kejahatan lilin lebah apabila mutakadim gelap gulita
  4. Dari karas hati pemudi-perempuan (penyihir) yang meniup puas buhul-buhulnya (talinya)
  5. Dan berpangkal kejahatan orang yang dengki apabila engkau dengki.”

4. Al-Ikhlas (Memurnikan Keesaan Allah) surat ke-112 terdiri semenjak 4 ayat

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Qul huwallahu pekan (1) Allahus-samad (2) Lam yalid wa lam yulad (3) Wa lam yakul lahu kufuwan ahad (4)

Kelebihan wacana Q.S Al-Zakiah:

  1. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa
  2. Allah wadah mempersunting segala apa sesuatu
  3. Dia tidak berputra dan enggak pula diperanakkan
  4. Serta tidak ada sesuatu pun nan setara dengan-Nya.”

5. Al-Lahab (Jilatan Api) salinan pendek ke-111 terdiri terbit 5 ayat

تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ

مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ

سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ

وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ

فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ

Tabbat yada abi lahabiw wa tabb (1) Ma agna an-hu maluhu wa ma kasab (2) Sayasla naran zata lahab (3) Wamra‘atuhu, hammalatal-hatab (4) Fi jidiha hablum mim masad (5)

Faedah bacaan Q.S Al-Lahab:

  1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan betul-betul binasa anda
  2. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang sira usahakan
  3. Jemah dia akan memasuki api nan bergejolak (neraka)
  4. (begitu sekali lagi) istrinya, pembawa papan bakar (pensyiar cerca)
  5. Di lehernya ada kenur dari sabut nan dipintai

6. An-Nasr (Bantuan) tembusan ke-110 terdiri berpunca 3 ayat

اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ

وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا

Iza ja‘a nasrullahi wal-fat-h (1) Wa ra‘aitan-nasa yadkhuluna fi dinillahi afwaja (2) Fa sabbih bihamdi rabbika wastagfir-h, innahu kana tawwaba (3)

Arti Q.S An-Nasr:

  1. Apabila sudah menclok bantuan Allah dan kemenangan
  2. Dan kamu melihat makhluk berbondong-bondong masuk agama Allah,
  3. Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sememangnya Anda Maha Penerima Tobat.

7. Al-Kafirun (Hamba allah-makhluk Kafir) surat ke-109 terdiri dari 6 ayat

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ

لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ

وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ

وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ

Qul ya ayyuhal-kafirun (1) La a’budu ma ta’budun (2) Wa la antum ‘abiduna ma a’bud (3) Wa la ana abidum ma’abattum (4) Wa la antum ‘abiduna ma a’bud (5) Lakum dinukum wa liya din (6)

Arti wacana Q.S Al-Kausar:

  1. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang ateis,
  2. aku enggak akan menyembang segala apa yang kamu sembah
  3. Kamu juga tidak penyembah apa yang aku puja
  4. Aku lagi bukan menjadi penyembah segala apa yang kamu hormat
  5. Kamu tidak ikatan (pula) menjadi penyembah barang apa yang aku sembah
  6. Untukmu agamamu dan untukku agamaku

8. Al-Kausar (Nikmat yang Banyak) dokumen ke-108 terdiri berasal 3 ayatاِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ

Inna a’tainakal-kausar (1) Fa salli lirabbika wan-har (2) Inna syani’aka huwal-abtar (3)

Arti teks Q.S Al-Kausar:

  1. Sepantasnya Kami sudah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak
  2. Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!
  3. Sememangnya orang yang membencimu, dialah yang rantas (dari rahmat Allah)

9. Al-Maun (Dagangan-barang yang Berguna) surat ke-107 terdiri dari 7 ayat

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ

فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ

وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ

الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ

الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ

وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ

A ra’aitallazi yukazzibu bid-din (1) Fa zalikallazi yadu’ul-yatim (2) Wa la yahuddu ‘ala ta’amil-miskin (3) Fa wailul lil-musallin (4) Allazina hum ‘an salatihim sahun (5) Allazina hum yura’un (6) Wa yamna’unal-ma’un (7)

Kekuatan referensi Q.S Al-Maun:

  1. Tahukah kamu (makhluk) yang mendustakan agama?
  2. Itulah makhluk nan menghardik anak yatim
  3. Dan tak menyodorkan untuk membagi makan orang miskin
  4. Celakalah manusia-cucu adam yang melaksanakan shalat
  5. (adalah) yang lalai terhadap shalatnya.
  6. Yang berbuat riya,
  7. Dan enggan (memberi) bantuan.

10. Quraisy (Kaki Quraisy) arsip pendek ke-106 terdiri dari 4 ayat

لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ

اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚ

فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ

الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ

Li’ilafi quraisy (1) Ilafihim rihlatasy-syita’I was-saif (2) Falya’budu rabba hazal-bait (3) Allazi at’amahum min ju’iw wa ammanahum min khauf (4)

25 Surat Pendek Juz Amma yang Mudah Dihafal, Bisa Diajarkan pada Anak30 Surat Pendek Juz Amma yang Mudah Dihafal, Bisa Diajarkan plong Anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto

Arti pustaka Q.S Quraisy:

  1. Disebabkan oleh aturan orang-orang Quraisy,
  2. (yakni) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim seronok (sehingga mendapatkan banyak keuntungan),
  3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka’bah)
  4. Yang telah memberi mereka alat pencernaan untuk menghibur lapar dan mengamankan mereka berusul rasa takut.

11. Al-Fil (Gajah) surat ke-105 terdiri dari 5 ayat

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ

اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ

وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ

تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ

A lam tara kaifa fa’ala rabbuka bi’as-habil-fil (1) A lam yaj’al kaidahum fi tadlil (2) Wa arsala ‘alaihim tairan ababil (3) Tarmihim bihijaratim min sijjil (4) Fa ja’alahum ka’asfim ma’kul (5)

12. Al-Humazah (Pengumpat) inskripsi ke-104 terdiri dari 9 ayat

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ

ۨالَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ

يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ

كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ

نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ

الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ

اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ

فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ

Wailul likulli humazatil lumazah (1) Allazi jama’a malaw wa’addadah (2) Yahsabu anna malahu akhladah (3) Kalla layumbazanna fil-hutamah (4) Wa ma adraka khasanah-hutamah (5) Narullahil-muqadah (6) Allati tattali’u ‘alal-af’idah (7) Innaha ‘alaihim mu’kapur sirih (8) Fi ‘amadim mumaddadah (8)

13. Al-‘Asr (Demi Perian) kopi ke-103 terdiri berpunca 3 ayat

وَالْعَصْرِۙ

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Wal-‘asr (1) Innal-insana lafi khusr (2) Illallazina amanu wa ‘amilus-salihati wa tawasau bil-haqqi wa tawasau bis-sabr (3)

14. At-Takasur (Bermegah-megahan) surat ke-102 terdiri berpangkal 8 ayat

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ

حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ

كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ

ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ

كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ

ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ

Al-hakumut-takasur (1) Hatta zurtumul-maqabir (2) Kalla saufa ta’kendatipun (3) Tsumma kalla saufa ta’meskipun (4) Kalla lau ta’lamuna ‘ilmal-yaqin (5) Latarawunnal-jahim (6) Tsumma latarawunnaha ‘ainal yaqin (7) Tsumma latus’alunnna yauma ‘lepas ‘anin-na’im (8)

15. Al-Qari’ah (Hari Kiamat) surat ke-101 terdiri dari 11 ayat

اَلْقَارِعَةُۙ

مَا الْقَارِعَةُ

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُ

يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ

وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ

فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهٗۙ

فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ

وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ

فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌ

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗ

نَارٌ حَامِيَةٌ

Al-qari’ah (1) Mal-qari’ah (2) Wa ma adraka mal-qari’ah (3) Yauma yakunun-nasu kal-farasyil-mabsus (4) Wa takunul-jibalu kal-ihnil-manfusy (5) Fa amma man saqulat mawazinuh (6) Fa huwa fi ‘isyatir radiyah (7) Wa amma man khaffat mawazinuh (8) Fa ummuhu hawiyah (9) Wa ma adraka ma hiyah (10) Narun hamiyah (11)

16. Al-Adiyat (Aswa yang Berlari Kencang) surat sumir ke-100 terdiri berpangkal 11 ayat

وَالْعٰدِيٰتِ ضَبْحًاۙ

فَالْمُوْرِيٰتِ قَدْحًاۙ

فَالْمُغِيْرٰتِ صُبْحًاۙ

فَاَثَرْنَ بِهٖ نَقْعًاۙ

فَوَسَطْنَ بِهٖ جَمْعًاۙ

اِنَّ الْاِنْسَانَ لِرَبِّهٖ لَكَنُوْدٌ

وَاِنَّهٗ عَلٰى ذٰلِكَ لَشَهِيْدٌۚ

وَاِنَّهٗ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌ

۞ اَفَلَا يَعْلَمُ اِذَا بُعْثِرَ مَا فِى الْقُبُوْرِۙ

وَحُصِّلَ مَا فِى الصُّدُوْرِۙ

اِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَىِٕذٍ لَّخَبِيْرٌ

Wal-‘adiyati dab-ha (1) Fal-muriyati qad-ha (2) Fal-mughirati sub-ha (3) Fa asarna bihi naq’a (4) Fa wasatna bihi jam’a (5) Innal-insana lirabbihi lakanud (6) Wa innahu ‘ala zalika lasyahid (7) Wa innahu lihubbil-khairi lasyadid (8) A fa la ya’lamu iza bu’sira ma fil-qubur (9) Wa hussila ma fis-sudur (10) Inna rabbahum bihim yauma ‘izil lakhabir (11)

17. Al-Zalzalah (Kegoncangan) surat singkat ke-99 terdiri dari 8 ayat

اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙ

وَاَخْرَجَتِ الْاَرْضُ اَثْقَالَهَاۙ

وَقَالَ الْاِنْسَانُ مَا لَهَاۚ

يَوْمَىِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَاۙ

بِاَنَّ رَبَّكَ اَوْحٰى لَهَاۗ

يَوْمَىِٕذٍ يَّصْدُرُ النَّاسُ اَشْتَاتًا ەۙ لِّيُرَوْا اَعْمَالَهُمْۗ

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Iza zulzilatil-ardu zilzahalah (1) Wa akhrajatil-ardu asqalaha (2) Wa qalal-insanu ma laha (3) Yauma ‘abolisi tuhaddisu akhbaraha (4) Bi‘anna rabbaka auha laha (5) Yauma ‘iziy yasdurun-nasu asytatal liyurau a’maluhum (6) Fa may ya’mal misqala zarratin khairay yarah (7) Wa may ya’mal misqala zarratin syarray yarah (8)

18. Al-Bayyinah (Bukti) piagam ke-98 terdiri berpangkal 8 ayat

لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙ

رَسُوْلٌ مِّنَ اللّٰهِ يَتْلُوْا صُحُفًا مُّطَهَّرَةًۙ

فِيْهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِۗ

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗ

جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ

Lam yakunillazina kafaru min ahlil-kitabi wal-musyrikina munfakkina hatta ta‘tiyahumul-bayyinah (1) Rasulum minallahi yatlu suhufam mutahharah (2) Fiha kutubung qayyimah (3) Wa ma tafarraqallazina utul-kitaba illa mim ba’di ma ja‘at-humul-bayyinah (4) Wa ma umiru illa liya’budullaha mukhlisina lahud-dina hunafa‘a wa yuqimus-salata wa yu’tuz-zakata wa zalika dinul-qayyimah (5) Innallazina kafaru min ahlil-kitabi wal-musyrikina fi nari jahannama khalidina fiha, ula’ika hum syarrul-bariyyah (6) Innallazina amanu wa ‘amilus-salihati ula’ika hum khairul-bariyyah (7) Jaza’uhum ‘inda rabbihim jannatu ‘adnin tajri min tahtihal-an-haru khalidina fiha abada radiyallahu ‘an-hum wa radu ‘an-h, zalika liman khasyuya rabbah (8)

19. Al-Qadr (Kemuliaan) surat ke-97 terdiri semenjak 5 ayat

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ

سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Inna anzalnahu fi lailatil-qadr (1) Wa ma adraka ma lailatul-qadr (2) Lailatul-qadri khairum min alfi syahr (3) Tanazzalul-mala’ikatu war-ruhu fiha bi’izni rabbihim, ming kulli amr (4) Salamun hiya hatta matla’il-fajr (5)

20. Al-Alaq (Segumpal Pembawaan) surat ringkas ke-96 terdiri dari 19 ayat

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ

كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰىٓ

اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗ

اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰىۗ

اَرَاَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰىۙ

عَبْدًا اِذَا صَلّٰىۗ

اَرَاَيْتَ اِنْ كَانَ عَلَى الْهُدٰىٓۙ

اَوْ اَمَرَ بِالتَّقْوٰىۗ

اَرَاَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰ

اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗ

كَلَّا لَىِٕنْ لَّمْ يَنْتَهِ ەۙ لَنَسْفَعًاۢ بِالنَّاصِيَةِۙ

نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍۚ

فَلْيَدْعُ نَادِيَهٗۙ

سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَۙ

كَلَّاۗ لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ۩

Iqra’ bismi rabbikallazi khalaq (1) Khalaqal-insana min ‘alaq (2) Iqra’ wa rabbukal-akram (3) Allazi ‘allama bil-grip (4) ‘Allamal-insana ma lam ya’lam (5) Kalla innal-insana layatga (6) Ar ra’ahustagna (7) Inna ila rabbikar-ruj’a (8) A ra ‘aitallazi yan-ha (9) Abdan iza salla (10) A ra’aita ing bunga tasbih ‘alal-huda (11) Au amara bit-taqwa (12) A ra ‘aita ing kazzaba wa tawalla (13) A lam ya’lam bi’annallaha yara (14) Kalla la’il lam yantahi lanasfa’am bin-nasiyah (15) Nasiyating kazibatin khati’ah (16) Falyad’u nadiyah (17) Sanad’uz-zabaniyah (18) Kalla, la tuti’hu wasjud waqtarib (19)

Muslim family worship during ramadhan25 Surat Pendek Juz Amma nan Mudah Dihafal, Bisa Diajarkan pada Anak asuh/ Foto: Getty Images/ibnjaafar

21. At-Gangsa (Biji pelir Gangsa) surat pendek ke-95 terdiri dari 8 ayat

وَالتِّيْنِ وَالزَّيْتُوْنِۙ

وَطُوْرِ سِيْنِيْنَۙ

وَهٰذَا الْبَلَدِ الْاَمِيْنِۙ

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ

ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سٰفِلِيْنَۙ

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍۗ

فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّيْنِۗ

اَلَيْسَ اللّٰهُ بِاَحْكَمِ الْحٰكِمِيْنَ

Wat-tini waz-oliva (1) Wa turi sinin (2) Wa hazal-baladil-amin (3) Laqad khalaqnal-insani fi ahsani taqwim (4) Tsumma radadnahu asfala safilin (5) Illallazina amanu wa ‘amilus-salihati fa lahum ajrun gairu mamnun (6) Fa ma yukazzibuka ba’du bid-din (7) A laisallahu bi’ahkamil-hakimin (8)

22. Al-Insyirah (Melapangkan) surat ke-94 terdiri semenjak 8 ayat

اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ

الَّذِيْٓ اَنْقَضَ ظَهْرَكَۙ

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ

اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ

فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ

وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ

A lam nasyrah laka sadrak (1) Wa wada’na biji wizrak (2) Allazi angqada zahrak (3) Wa rafa’na laka zikrak (4) Fa inna ma’al-usri yusra (5) Inna ma’al-usri yusra (6) Fa iza faragta fansab (7) Wa ila rabbika fargab (8)

23. Ad-Duha (Perian Dhuha) manuskrip ke-93 terdiri terbit 11 ayat

وَالضُّحٰىۙ

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ

وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ

وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ

وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ

فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ

وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ

وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Wad-duha (1) Wal-laili iza saja (2) Ma wadda’aka rabbuka wa ma qala (3) Wa lal-akhiratu khairul laka minal-ula (4) Wa lasaufa yu’tika rabbuka fa tarda (5) A lam yajidka yatiman fa awa (6) Wa wajadaka dallan fa hada (7) Wa wajadaka ‘a‘ilan fa agna (8) Fa ammal-yatima fa la taq-har (9) Wa ammas-sa’ila fa la tan-har (10) Wa amma bini’mati rabbika fa haddis (11)

24. Al-Lail (Malam) surat ke-92 terdiri terbit 21 ayat

وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىۙ

وَالنَّهَارِ اِذَا تَجَلّٰىۙ

وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىٓ

اِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتّٰىۗ

فَاَمَّا مَنْ اَعْطٰى وَاتَّقٰىۙ

وَصَدَّقَ بِالْحُسْنٰىۙ

فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْيُسْرٰىۗ

وَاَمَّا مَنْۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنٰىۙ

وَكَذَّبَ بِالْحُسْنٰىۙ

فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْعُسْرٰىۗ

وَمَا يُغْنِيْ عَنْهُ مَالُهٗٓ اِذَا تَرَدّٰىٓۙ

اِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدٰىۖ

وَاِنَّ لَنَا لَلْاٰخِرَةَ وَالْاُوْلٰىۗ

فَاَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظّٰىۚ

لَا يَصْلٰىهَآ اِلَّا الْاَشْقَىۙ

الَّذِيْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ

وَسَيُجَنَّبُهَا الْاَتْقَىۙ

الَّذِيْ يُؤْتِيْ مَالَهٗ يَتَزَكّٰىۚ

وَمَا لِاَحَدٍ عِنْدَهٗ مِنْ نِّعْمَةٍ تُجْزٰىٓۙ

اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْاَعْلٰىۚ

وَلَسَوْفَ يَرْضٰى

Wal-laili iza yagsya (1) Wan-nahari iza tajalla (2) Wa ma khalaqaz-zakara wal-unsa (3) Inna sa’yakum lasyatta (4) Fa amma man ‘ata wattaqa (5) Wa saddaqa bil-husna (6) Fa sanuyassiruhu lil-yusra (7) Wa amma mam bakhila wastagna (8) Wa kazzaba bil-husna (9) Fa sanuyassiruhu lil-usra (10) Wa ma yugni ‘an-hu maluhu iza taradda (11) Inna ‘alaina lal-huda (12) Wa inna lana lal-akhirata wal-ula (13) Fa anzartukum naran talazza (14) La yaslaha illal-asyqa (15) Allazi kazzaba wa tawalla (16) Wa sayujannabuhal-atqa (17) Allazi yu’ti malahu yatazakka (18) Wa ma li ahadin indahu min ni’matin tujza (19) Illabtiga’a waj-hi rabbihil-a’la (20) Wa lasaufa yarda (21)

25. Asy-Syams (Matahari) surat ke-91 terdiri mulai sejak 15 ayat

وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَاۖ

وَالْقَمَرِ اِذَا تَلٰىهَاۖ

وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰىهَاۖ

وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىهَاۖ

وَالسَّمَاۤءِ وَمَا بَنٰىهَاۖ

وَالْاَرْضِ وَمَا طَحٰىهَاۖ

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ

وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ

كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِطَغْوٰىهَآ

اِذِ انْۢبَعَثَ اَشْقٰىهَاۖ

فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقْيٰهَاۗ

فَكَذَّبُوْهُ فَعَقَرُوْهَاۖ فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْۢبِهِمْ فَسَوّٰىهَاۖ

وَلَا يَخَافُ عُقْبٰهَا

Wasy-syamsi wa duhaha (1) Wal-qamari iza talaha (2) Wan-nahari iza jallaha (3) Wal-laili iza yagsyaha (4) Was-sekufu’i wa ma banaha (5) Wal-bukit wa ma tahaha (6) Wa nafsiw wa ma sawwaha (7) Fa al-hamaha fujuraha wa taqwaha (8) Qad aflaha man zakkaha (9) Wa qad khaba man dassaha (10) Kazzabat tsamudu bitagwaha (11) Izimba’atsa asyqaha (12) Fa qala lahum rasulullahi naqatallahi wa suqyaha (13) Fa kazzabuhu fa ‘aqaruha fa damdama ‘alaihim rabbuhum bizambihim fa sawwaha (14) Wa la yakhafu ‘uqbaha (15)

26. Al Balad (Negeri) surat ke-90 terdiri dari 20 ayat


لَآ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙلَآ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ

وَاَنْتَ حِلٌّۢ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ

وَوَالِدٍ وَّمَا وَلَدَۙ

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ

اَيَحْسَبُ اَنْ لَّنْ يَّقْدِرَ عَلَيْهِ اَحَدٌ

يَقُوْلُ اَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًاۗ

اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗٓ اَحَدٌۗ

اَلَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ عَيْنَيْنِۙ

وَلِسَانًا وَّشَفَتَيْنِۙ

وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِۙ

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ۖ

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُ ۗ

فَكُّ رَقَبَةٍۙ

اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ

يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ

اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ

اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِۗ

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا هُمْ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِۗ

عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ ࣖ

Laa uqsimu bihaazal balad (1) Wa anta hillum bihaazal balad (2) Wa waalidiw wa maa walad (3) Laqad khalaqnal insaana fi kabad (4) Ayahsabu allay yaqdira ‘alaihi ahad (5) Yaquulu ahlaktu maalal lubadaa (6) Ayahsabu allam yarahuu ahad (7) Kalimantang naj’al lahuu ‘ainain (8) Wa lisaanaw wa syafatain (9) Wa hadainaahun najdain (10) Falaqtahamal ‘aqabah (11) Wa maa adraaka mal ‘aqabah (12) Fakku raqabah (13) Au it’aamun fi yaumin zii masgabah (14) Yatiiman zaa maqrabah (15) Au miskiinan zaa matrabah (16) Summa kaana minal laziina aamanuu wa tawaasau bis sabri wa tawaasau bil marhanah (17) Ulaa’ika ashaabul maimanah (18) Wal laziina kafaruu bi’aauyatinaa hum ashaabul masy’amah (19) ‘Alaihim naarum mu’sadah (20)

27. Al Fajr (Dini hari) surat ke-89 terdiri berbunga 30 ayat

وَالْفَجْرِۙ

وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ

وَّالشَّفْعِ وَالْوَتْرِۙ

وَالَّيْلِ اِذَا يَسْرِۚ

هَلْ فِيْ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِيْ حِجْرٍۗ

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖ

اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ

الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖ

وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِۖ

وَفِرْعَوْنَ ذِى الْاَوْتَادِۖ

الَّذِيْنَ طَغَوْا فِى الْبِلَادِۖ

فَاَكْثَرُوْا فِيْهَا الْفَسَادَۖ

فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍۖ

اِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِۗ

فَاَمَّا الْاِنْسَانُ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ رَبُّهٗ فَاَكْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَكْرَمَنِۗ

وَاَمَّآ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ ەۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَهَانَنِۚ

كَلَّا بَلْ لَّا تُكْرِمُوْنَ الْيَتِيْمَۙ

وَلَا تَحٰۤضُّوْنَ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۙ

وَتَأْكُلُوْنَ التُّرَاثَ اَكْلًا لَّمًّاۙ

وَّتُحِبُّوْنَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّاۗ

كَلَّآ اِذَا دُكَّتِ الْاَرْضُ دَكًّا دَكًّاۙ

وَّجَاۤءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّاۚ

وَجِايْۤءَ يَوْمَىِٕذٍۢ بِجَهَنَّمَۙ يَوْمَىِٕذٍ يَّتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ وَاَنّٰى لَهُ الذِّكْرٰىۗ

يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ

فَيَوْمَىِٕذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهٗٓ اَحَدٌ ۙ

وَّلَا يُوْثِقُ وَثَاقَهٗٓ اَحَدٌ

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ

فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ

وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖࣖ

Wal-fajr (1) Wa layaalin ‘asyr (2) Wasy-syaf’i wal-watr (3) Wal-laili izaa yasr (4) Hal fii zaalika qasamul lizii hijr (5) Tunggul tara kaifa fa’ala rabbuka bi’aad (6) Irama zaatil-‘imaad (7) Allatii lam yukhlaq misluhaa fil-bilaad (8) Wa samuudal-laziina jaabus-sakhra bil-waad (9) Wa fir’auna zil-autaad (10) Allaziina tagau fil-bilaad (11) Fa aksaruu fiihal-fasaad (12) Fa sabba ‘alaihim rabbuka sauta ‘azaab (13) Inna rabbaka labil-mirsaad (14) Fa ammal-insaanu izaa mabtalaahu rabbuhuu fa akramahuu wa na’amah(uu), fa yaquulu rabbi akraman (15) Wa ammaa izaa mabtalaahu fa qadara ‘alaihi rizqah(uu), fa yaquulu rabbii ahaanan (16) Kallaa bal laa tukrimuunal-yatiim (17) Wa laa tahaadduuna ‘alaa ta’aamil-miskiin (18) Wa ta’kuluunat-turaasa aklal lammaa (19) Wa tuhibbuunal-maala hubban jammaa (20) Kallaa izaa dukkatil-ardu dakkan dakkaa (21) Wa jaa’a rabbuka wal-malaku saffan saffaa (22) Wa jii’a yauma’izim bijahannam, yauma’iziy yatazakkarul-insaanu wa annaa lahuz-zikraa (23) Yaquulu yaa laitanii qaddamtu lihayaatii (24) Fa yauma’izil laa yu’azzibu ‘azaabahuu ahad (25) Wa laa yuusiqu wasaaqahuu ahad (26) Yaa ayyatuhan-nafsul-mutma’innah (27) Irji’ii ilaa rabbiki raadiyatam mardiyyah (28) Fadkhuli fii ‘ibaadii (29) Wakdhulii jannatii (30)

28. Al Ghaasyiyah (Periode Pembalasan) tembusan ke-88 terdiri dari 26 ayat

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ

وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌ ۙ

عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ۙ

تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةً ۙ

تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍ ۗ

لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ اِلَّا مِنْ ضَرِيْعٍۙ

لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِيْ مِنْ جُوْعٍۗ
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاعِمَةٌ ۙ

لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ ۙ

فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ

لَّا تَسْمَعُ فِيْهَا لَاغِيَةً ۗ

فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ ۘ

فِيْهَا سُرُرٌ مَّرْفُوْعَةٌ ۙ

وَّاَكْوَابٌ مَّوْضُوْعَةٌ ۙ

وَّنَمَارِقُ مَصْفُوْفَةٌ ۙ

وَّزَرَابِيُّ مَبْثُوْثَةٌ ۗ

اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۗ

وَاِلَى السَّمَاۤءِ كَيْفَ رُفِعَتْۗ

وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْۗ

وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْۗ

فَذَكِّرْۗ اِنَّمَآ اَنْتَ مُذَكِّرٌۙ

لَّسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍۙ

اِلَّا مَنْ تَوَلّٰى وَكَفَرَۙ

فَيُعَذِّبُهُ اللّٰهُ الْعَذَابَ الْاَكْبَرَۗ

اِنَّ اِلَيْنَآ اِيَابَهُمْ

ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ ࣖ

Hal ataaka hadiisul-gaasyiyah (1) Wujuuhuy yauma’magfirah khaasyi’ah (2) ‘Amilatun naasibuah (3) Taslaa naaran haamiyah (4) Tusqaa min ‘ainin aaniyah (5) Laisa lahum ta’aamun illaa min darii (6) Laa yusminu wa laa yugnii min juu (7) Wujuuhuy yauma’maaf naa’imah (8) Lisa’yihaa raadiyah (9) Fii jannatin ‘aaliyah (10) Laa tasamu’u fihaa laagiyah (11) Fiihaa’ainun jaariyah (12) Fiiha sururum marfuu’ah (13) Wa akwaabum mauduu’ah (14) Wa namaariqu mashfuufah (15) Wa zaraabiyyu mabtsuutsah (16) Afalaa yanzuruuna ilal-ibili kaifa khuliqat (17) Wa ilas-samaa’i kaifa rufi’at (18) Wa ilal-jibaali kaifa nushibat (19) Wa ilal-ardi kaifa sutihat (20) Fa zakkir, innamaa anta muzakkir (21) Lasta ‘alaihim bimusaitir (22) Illaa man tawalla wa kafar (23) Fa yu’azzibuhullaahul-‘azaabal-akbar (24) Inna ilainaa iyaabahum (25) Tsumma inna’alainaa hisaabahum (26)

29. Al A’laa (nan Paling Tinggi) dokumen ke-87 terdiri pecah 19 ayat

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ

الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰىۖ

وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ

وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ

فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ

سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓ ۖ

اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ

وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ

فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰىۗ

سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ

وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۙ

الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰىۚ

ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ

وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰىۗ

بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ

وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ

اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ

صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى ࣖ

Sabbihisma rabbikal-a’laa (1) Allazii khalaqa fasawwaa (2) Wal-lazzii qaddara fahadaa (3) Wal-lazii akhrajal-mar’aa (4) Fa ja’alahuu gutsaa’an ahwaa (5) Sanuqri’uka falaa tansaa (6) Illaa maa syaa’allaahu, innahuu ya’lamul-jahra wa maa yakhfaa (7) Wa nuyassiruka lil-yusraa (8) Fa zakkir in nafa’atiz-zikra (9) Sayazzakkaru may yakhsyaa (10) Wa yatajannabuhal-asyqaa (11) Allazii yashlan-naaral-kubraa (12) Tsumma laa yamuutu fihaa wa laa yahyaa (13) Qad aflaha man tazakkaa (14) Wa dzakarasma rabbihii fa shallaa (15) Bal tu’tsiruunal-hayaatad-dun-yaa (16) Wal-aakhiratu khairuw wa abqaa (17) Inna haadzaa lafish-shuhufil-uulaa (18) Shuhufi ibraahiima wa muusaa (19)

30. Ath Thaariq (yang Hinggap di Malam Hari) piagam ke-86 terdiri dari 17 ayat

وَالسَّمَاۤءِ وَالطَّارِقِۙ

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الطَّارِقُۙ

النَّجْمُ الثَّاقِبُۙ

اِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌۗ

فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ

خُلِقَ مِنْ مَّاۤءٍ دَافِقٍۙ

يَّخْرُجُ مِنْۢ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَاۤىِٕبِۗ

اِنَّهٗ عَلٰى رَجْعِهٖ لَقَادِرٌۗ

يَوْمَ تُبْلَى السَّرَاۤىِٕرُۙ

فَمَا لَهٗ مِنْ قُوَّةٍ وَّلَا نَاصِرٍۗ

وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الرَّجْعِۙ

وَالْاَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِۙ

اِنَّهٗ لَقَوْلٌ فَصْلٌۙ

وَّمَا هُوَ بِالْهَزْلِۗ

وَّاَكِيْدُ كَيْدًاۖ

فَمَهِّلِ الْكٰفِرِيْنَ اَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا ࣖ

Was-samaa’i wat-taariq (1) Wa maa adraaka mat-taariq (2) An-najmus-tsaaqib (3) In kullu nafsil lammaa ‘alaihaa haafidh (4) Falyandhuril-insaanu mimmaa khuliq (5) Khuliqa mim maa’in daafiq (6) Yakhruju mim bainis-shulbi wat-taraa’ib (7) Innahuu ‘alaa raj’ihii laqaadir (8) Yauma tublas-saraa’ir (9) Famaa lahuu min quwwatiw wa laa naashir (10) Was-samaa’i zaatir-raj’ (11) Wal-argo zaatis-sad’ (12) Innahuu laqaulun fashl (13) Wa maa huwa bil-hazl (14) Innahum yakiiduuna kaidaa (15) Wa akiidu kaidaa (16) Fa mahhilil-kaafiriina amhilhum ruwaidaa (17)

Demikianlah 30 surat pendek Juz Amma yang mudah dihafalkan dan diajarkan kepada anak. Mudah-mudahan informasinya berfaedah ya, Bunda.

Bunda, yuk
download
petisi digital Allo Bankdi sini.
Dapatkan diskon 10 persen dan
cashback
5 persen.

Simak pula video pendirian mengajar anak asuh mengaji yang meredam emosi:

[Ketola:Video Haibunda]

(fir/fir)







Source: https://www.haibunda.com/parenting/20220728141625-61-280359/30-surat-pendek-juz-amma-yang-mudah-dihafal-bisa-diajarkan-pada-anak

Posted by: gamadelic.com