Surat Surat Motor Apa Saja

JAKARTA, KOMPAS.com– Mobil atau kereta angin motor bekas selalu jadi pilihan bagi sebagian masyarakat yang ingin mempunyai kendaraan pribadi dengan dana terbatas.

Selain karena harganya lebih murah dari yang kondisi bau kencur, sarana mantan bisa langsung buru-buru dipakai seusai berunding. Kelebihan ini yang belum tentu boleh dirasakan kalau membeli kendaraan plonco dengan perian inden.

Supaya begitu, sebelum benar-benar membeli sarana bekas, suka-suka beberapa peristiwa nan perlu diperhatikan agar tidak terjadi penyakit di masa mendatang.

Baca kembali: Arogansi Sopir Lamborghini di Mania Perumahan Jelang Dini Perian

Selain teradat berbuat pengecekan kondisi raga, mesin, serta tungkai-kaki media nan akan dibeli, jangan lupa lakukan menanyakan kelengkapan tembusan-surat kepemilikan kendaraan.

Buku BPKB dan STNK
KOMPAS.com/SRI LESTARI
Buku BPKB dan STNK

Kepadaan manuskrip-surat tersebut sebagaimana Dokumen Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Pastikan salinan tersebut cak semau. Dengan serupa itu, bisa dipastikan kendaraan lepasan nan akan dibeli tak produk hasil jarahan.

Pemeriksaan kelengkapan arsip-tembusan bisa dilakukan dengan mencurangi kesesuaian nomor rangka dan nomor mesin alat angkut dengan nan tertera di STNK alias BPKB.

Baca pun: Mitos atau Fakta, Oto Matik Rewel Tidak Boleh Didorong

Selain itu, cek pula status pajak kendaraan yang akan dibeli. Peristiwa ini untuk memastikan apakah STNK tersebut statusnya masih berlaku maupun sudah lalu diblokir.

Di beberapa daerah, testimoni harga diri pajak kendaraan dapat dilakukan melalui aplikasi di instrumen saban. Misal cak bagi daerah DKI Jakarta bisa pakai permintaan ‘JAKI’. Tentatif di wilayah Jawa Perdua ada permintaan ‘SAKPOLE’.

Nomor rangka Yamaha Lexi 125
Febri Ardani/KompasOtomotif
Nomor bagan Yamaha Lexi 125

Jika status STNK sudah diblokir, maka pembeli harus buru-buru melakukan proses balik nama.

Baca lagi: Daftar Bengkel Resmi yang Tetap Buka di Medan, Suzuki dan Mitsubishi Libur

“Pembelinya harus segera mengsol keunggulan dulu ke Samsat induk. Buat persyaratannya meliputi cek fisik, Kartu Tanda Penghuni (KTP), STNK, BPKB zakiah, serta kwitansi jual belinya,” prolog Herlina Ayu, Humas Bapenda DKI Jakarta saat dihubungiKompas.com
beberapa perian tinggal.

Seusai bengot nama di STNK, pemilik yunior kendaraan tersebut harus melakukan proses erot nama pada BPKB.

Setelah STNK erot nama baru bisa update atau ganti BPKB. Tapi cak bagi BPKB wewenang ada di kepolisian,” kata Herlina menambahkan.

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap hari semenjak Kompas.com. Silakan menyatu di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Source: https://otomotif.kompas.com/read/2021/05/12/071200815/beli-kendaraan-bekas-jangan-lupa-cek-kelengkapan-surat

Posted by: gamadelic.com