Surat Ke Berapa Al Kahfi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia independen

Surah ke-18
al-Kahf

الكهف



Gua
  • Teks Arab
  • Terjemahan Kemenag
Klasifikasi Makkiyah
Label bukan Ashabul Khaf

(Penghuni-Penghuni Gua)
Juz Juz 15 (ayat 1-74)

Juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ayat 110 ayat

Surah Al-Kahf
(bahasa Arab:الكهف,
al-Kahf, “Gua”) disebut juga
Ashabul Kahf
ialah surah ke-18 intern Al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua. Kedua nama ini diambil terbit cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 hingga dengan 26, mengenai bilang individu perjaka Ashabulkahfi (ataupun dikenal intern bahasa Inggris,
The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua selama 300 tahun bakal lari dari persekusi raja Dikyanus karena menolak menyembah berhala. Selain cerita tersebut, terwalak lagi beberapa cerita kerumahtanggaan surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-latihan nan berguna untuk umur manusia. Terdapat sejumlah hadits Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam yang mengatakan keutamaan membaca surah Al Kahfi, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam berkata;

Dalam surat ini terletak noktah perdua Al-Qur’an yang membelah isi Al-Qur’an menjadi dua fragmen.

Terjemahan

[sunting
|
sunting sumber]

Ikhtisar pokok-pokok surat.

Intimidasi terhadap tangan kanan Rabb n kepunyaan momongan (1-8)

Kisah Ashabul Kahfi (9-26)

Ajaran-wangsit tentang dakwah (27-59)

·       Nabi jangan mementingkan orang-orang terkemuka saja kerumahtanggaan berdakwah (27-31).

·       Bak kehidupan dunia dan orang-anak adam yang tertipu padanya (32-46).

·       Sejumlah keadaan pada waktu Yaumul akhir dan kedurhakaan Ifrit (47-53).

·       Akibat tidak mengindahkan peringatan-peringatan Sang pencipta (54-59).

Nabi Musa berburu ilmu (60-82)

·       Nabi Musa berdapat Rasul Khidr(60-70).

·       Khidr membocorkan perahu (71-73)

·       Khidr membunuh sendiri momongan (74-76).

·       Khidr membetulkan dinding rumah (77).

·       Hikmah-hkmah dari polah Khidr (78-82).

Zulkarnaen dengan Yakjuj dan Makjuj
(83-101).

Adzab bagi sosok-manusia musyrik dan pahala buat khalayak-insan mukmin

·       Celakalah orang-orang musyrik (102).

·       Amat merugilah anak adam-anak adam yang terpedaya oleh dirinya koteng (103-108).

Luasnya ilmu Allah tak terhingga
(109-110).


Dengan tanda Allah Nan Maha Pemurah, Maha Penyayang.

  • Terpujilah Allah nan sudah lalu mengirim Al-Kitab kepada hambaNya, bahwa Dia bukan mengadakan penyimpangan di dalamnya; hal nan terlindungi, seyogiannya memperingatkan adapun Aniaya pedih berpokok sisiNya, serta supaya menggembirakan golongan beriman yang memperbuat berbagai kebajikan bahwa telah disediakan upah berkenan bakal mereka, yang mereka berada disana selamanya,

    serta supaya Dia memperingatkan orang-orang yang menyatakan: “Allah babaran” bahwa basyar-orang itu lain memiliki kesadaran tentang perkara ini, demikian juga para leluhur mereka, betapa buruk ucapan yang keluar dari perkataan makhluk-orang itu, orang-insan itu hanyalah menyabdakan bidah. (Ayat:1-5)
  • Maka apakah dirimu hendak membunuh diri koteng lantaran merasa kecewa terhadap manusia-orang itu spontan mereka lain beriman terhadap keterangan ini. (Ayat:6)
  • Bahwasanya Kamilah yang mengadakan kegagahan-keindahan di bumi sebagai perhiasan disana supaya Kami membuktikan diri mereka; siapakah yang berperilaku terbaik di tengah-perdua mereka, ketahuilah bahwa kelak Kami jadikan situasi-hal yang mewah di atasnya andai tempat berpasir, cengkar. (Ayat:7-8)
  • Atau kamu menganggap bahwa para penghuni gorong-gorong serta raqim termaktub mu’jizat-mu’jizat Kami yang menakjubkan? tatkala para pemuda memasuki gua itu lalu mereka berseru: “Wahai Tuhan kami, karuniakan Kasih bikin kami dari sisiMu, serta selesaikan kiranya urusan kami melalui penyelamatanMu” sehingga Kami tutup alat pendengar mereka dalam gua itu kemudian Kami bangunkan mereka meski Kami ketahui manakah antara kedua pihak yang lebih tepat dalam memperhitungkan lama tahun berdiam;

    Kami kisahkan kepada dirimu, riwayat ini, berpedoman Validitas; bahwa mereka merupakan pemuda-pemuda nan berkepastian kepada Tuhan mereka, serta Kami perkuat bimbingan untuk mereka sehingga Kami teguhkan kalbu mereka sewaktu mereka menitikberatkan diri lalu mereka berucap: “Yang mahakuasa kami yakni Tuhannya seluruh langit beserta bumi, kami tidak akan menyeru sembahan selain Dia, sekiranya kami justru memperbuat kejadian itu, tentulah kami mengucap penghinaan. Bukan main kabilah kami menghendaki berbagai sembahan selain Beliau; mengapakah orang-khalayak itu tidak menerimakan bukti jelas kepada kami, lalu kelihatannya nan lebih berlaku zalim dibanding golongan yang mengada-adakan dusta terhadap Allah?”:”Apabila kalian menjauhi mereka beserta hal-peristiwa yang mereka hormat selain Allah, maka berlindunglah ke gua itu niscaya Dia limpahkan sebagian KasihNya kerjakan kalian, serta menyelesaikan segala urusan kalian secara baik.”

    Dan takdirnya engkau meluluk matahari momen berpangkal melintasi ke sebelah kanan lubang mereka, serta ketika matahari terbenam pergi mereka ke arah kiri, sedang mereka terbaring dalam medan luas dalam gua itu; demikianlah sebagian pertanda Halikuljabbar, barangsiapa yang Almalik bimbing maka bani adam itulah yang terbimbing; sedang barangsiapa yang Anda liarkan tentu dia takkan pergok suatu pelindung lagi yang menuntun orang itu,

    namun kamu menganggap mereka itu terjaga padahal mereka sedang terlelap, serta Kami membalik-balik mereka ke sebelah kanan atau ke arah kiri, provisional monyet mereka membaringkan dua kaki sreg roman gerbang gua, sekiranya ia menuduh mereka tentulah kamu akan takjub terhadap mereka, sehingga dia merasa gemetar ketakutan terhadap mereka.
    Bahwa demikianlah Kami bangunkan mereka biar mereka ubah bertanya; seorang di tengah-tengah mereka berkata: “Berapa lamakah kalian berdiam diri?” mereka berkata: “kami berdiam diri sepanjang sehari, atau secarik hari” mereka bercakap: “Almalik kalian lebih mengetahui mengenai keberadaan kalian, maka suruhlah koteng di perdua-paruh kalian meski pergi ke jantung kota dengan membawa uang lelah perak kalian ini tinggal hendaklah orang tersebut membeli alat pencernaan yang layak lewat hendaklah sosok tersebut membawa makanan itu kepada kalian, serta hendaklah orang tersebut berperan palamarta serta janganlah anak adam tersebut memberitahukan peristiwa kalian kepada seorang pun; seandainya mereka menyirat kalian niscaya mereka akan menempong kalian menggunakan bebatuan, alias memaksa kalian kembali kepada agama mereka, sekiranya kalian menuruti situasi demikian tentulah kalian bukan akan selamat” maka demikianlah Kami pertemukan mereka, supaya mereka mencerna, bahwa janji Sang pencipta ialah Kebenaran, bahwa Kemestian tiada diragukan;

    ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka maka mereka berseru: “Dirikan konstruksi di atas mereka,” Halikuljabbar mereka memahami akan halnya keadaan mereka; orang-orang yang menyelesaikan perkara mereka berkata: “Dirikan sebuah sajadah di atas mereka,” nanti ada yang mengatakan: “tiga orang, yang keempat adalah kera mereka” sementara sebagian lain mengatakan: “lima makhluk, yang keenam adalah cigak mereka” perumpamaan terkaan tentang perkara ghaib; maka suka-suka kembali yang mengatakan: “tujuh hamba allah, yang kedelapan adalah anjing mereka” Katakanlah: “Illah yang minimal mengetahui akan halnya jumlah mereka; tiada yang memahami adapun besaran mereka kecuali sedikit” oleh karena itu jangan mendiskusikan persoalan mereka seorang, kecuali perkara yang telah jelas, serta jangan menerka-nerka adapun seorang pun bermula mereka; dan jangan mengatakan mengenai sesuatu hal: “diriku pasti akan mengerjakan keadaan demikian pada esok musim” tanpa menyebut “jika Halikuljabbar perkenan” maka sadarilah Tuhanmu, apabila kamu terlena maka katakanlah: “Semoga Tuhanku akan membimbing diriku menghadap kebenaran akan halnya perkara ini.”

    Dan mereka bersemayam dalam gaung mereka selama tiga ratus waktu ditambah sembilan; Katakanlah: “Allah kian mengetahui berapa lama mereka berdiam diri, MilikNyalah apa perkara ghaib di langit maupun di marcapada; Dialah Yang Maha Mengetahui hal yang demikian, Yang Maha Mendengar; tiada satu penaung pula untuk mereka selain Dia, bahwa Beliau bukan berbagi dengan sesuatu pun dalam menetapkan keputusan.” (Ayat:9-26)
  • Dan sampaikan peristiwa yang diwahyukan kepada dirimu, yang tercatat Kitab Tuhanmu; tiada yang sanggup mengganti ketetapan-ketetapanNya, bahwa takkan kamu dapati kelasak selain Dia;

    maka bersabarlah bersama individu-orang yang menyeru Tuhan mereka di perian fajar dan senja hari untuk mengharap perkenanNya;

    serta jangan mengarahkan kedua matamu terhadap mereka yang saja mengutamakan kemewahan kehidupan dunia ini;

    serta jangan menaati orang yang memiliki kalbu sudah Kami jauhkan cak bagi mengingat Kami, serta orang itu menuruti tren diri sehingga keadaannya melampaui sempadan;

    serta katakanlah: “Kebenaran berusul dari Halikuljabbar kalian; barangsiapa yang menghendaki, maka berimanlah, sedang barangsiapa yang menghendaki, maka kafirlah” bukan main telah Kami sediakan Neraka untuk golongan yang berlaku zalim, nan gejolaknya menawan golongan itu; apabila golongan itu menanyakan meneguk niscaya golongan itu akan diberi mereguk dengan cairan logam mendidih yang meleburkan tampang, demikianlah minuman yang buruk serta tempat kesudahan terburuk; padahal insan-orang yang beriman serta memperbuat kebajikan, Kami pasti takkan mengurangi upah untuk orang-turunan yang melakukan kepentingan, mereka itulah yang telah disediakan Surga Adn yang dialiri kali besar-sungai di bawahnya; disana mereka dihiasi dengan gelang kencana serta mereka memakai busana hijau berbahan sutera lumat maupun sutera deras, serta mereka duduk sambil bersandar pada dipan-bangku indah; sebuah upah terbaik, seumpama arena kesudahan nan berkenan. (Ayat:27-31)
  • Dan sampaikan kepada mereka tentang sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, yang kepada salah seorang dari keduanya, sudah Kami sediakan dua kebun anggur, serta Kami kelilingi kedua huma itu dengan pepohonan kurma, serta di antara kedua tempat itu telah Kami jadikan sebuah ladang; kedua kebun itu menghasilkan hasil pengetaman dengan tiada sedikit pula yang gagal adv amat Kami alirkan sebuah sungai di antara kedua tempat itu, sehingga orang itu mempunyai keglamoran, kemudian orang itu bercakap kepada kawannya, simultan berfirman-cakap dengannya: “aku punya lebih banyak harta dibanding dirimu, serta pemuja-pengikutku bertambah hebat” serta orang itu memasuki kebunnya semenjana orang itu berlaku zalim terhadap dirinya seorang, orang itu berkata: “Tidaklah terangan-angan bagi diriku bahwa peristiwa demikian akan menguap, serta tidaklah terbayang bahwa Kemestian itu akan terpuaskan, takdirnya aku dikembalikan kepada Tuhanku tentulah aku akan memperoleh keadaan nan kian baik dibanding peristiwa demikian” kawannya bertutur kepada orang itu serempak bertutur-cakap dengannya: “Apakah kamu mengingkar terhadap Yang sudah lalu menciptakan dirimu berbahan debu yang kemudian nutfah, lalu Beliau membentuk dirimu bak seorang laki-suami? tetapi menurutku Dialah Almalik, Tuhanku, serta aku tidak mempersekutukan sesuatu pun terhadap Rabbana, maka mengapakah sira enggak mengatakan serempak ia memasuki kebunmu itu ‘Atas perkenan Allah, bahwa tiada kuasa kecuali milik Tuhan’ walau dirimu menganggap diriku lebih sedikit dibanding dirimu dalam hal aset maupun anak; mudah-mudahan Illah akan membagi diriku dengan hal nan lebih baik dibanding kebunmu itu, serta mudah-mudahan Dia mendatangkan petir dari langit terhadap kebunmu itu sehingga menjadi tanah berlumpur ataupun airnya surut ke dalam persil, kemudian kamu bukan menangkap basah kebun itu lagi”

    tatkala barang apa kemegahannya itu pupus; basyar itu membolak-perot kedua tangan atas segala kejadian yang telah diperjuangkan demi hal begini, sedang hal semacam ini telah runtuh bersama penyangga-penyangganya serta orang itu mengatakan: “Celakalah diriku! kiranya habis aku tidak mempersekutukan sesuatu pun terhadap Rabi” maka enggak terserah satupun yang menolong orang itu selain Allah; bukan main orang itu tidaklah dapat menyelamatkan dirinya seorang; maka dari itu sebab konservasi itu bermula dari Almalik, Yang Haq, Dialah Penolong terbaik, serta Pemelihara terbaik,

    maka berilah perumpamaan kepada mereka tentang kehidupan duniawi yang seumpama air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka tanaman-pohon tumbuh subur di muka bumi yang kemudian mengering dihempaskan angin, sungguh Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu,.
    Harta benda beserta anak-anak adalah kemegahan hidup materialisme namun bervariasi kebajikan nan kekal merupakan hal nan terbaik bagi Tuhanmu serta lebih baik sebagai pengharapan. (Ayat:32-46)
  • Dan pada masa ketika Kami perjalankan gunung-gemunung, sehingga ia akan menyaksikan bumi itu rata kemudian Kami himpun mereka, bahwa Kami tidak mengabaikan seorang juga nan tercantum mereka; serta mereka berada dalam keadaan berjajar ketika dipertemukan menghadap Tuhanmu: “Bukan main kalian menentang kepada Kami, sebagaimana ketika Kami ciptakan kalian lega masa utama, namun kalian mengatakan bahwa Kami tiada menetapkan Pertermuan dengan kalian” tatkala Al-Kitab dihadirkan kemudian kamu akan menyibuk golongan yang berdosa merasa ketakutan terhadap hal-hal yang berada di dalamnya, serta mereka berkata: “Celakalah kami, kitab apakah ini yang tidak menghindari perkara-perkara terkecil sekalipun, demikian kembali perkara-perkara besar, melainkan tercantum semuanya” sehingga mereka dapati segala apa tindakan yang selama ini mereka perbuat disingkapkan; ketahuilah bahwa Tuhanmu tidak berlaku zalim terhadap sesuatu pun”. (Ayat:47-49)
  • Dan saat Kami berujar kepada para malaikat: “Rendahkan diri terhadap Maskulin!” maka mereka merendah diri selain Demit; makhluk itu terdaftar golongan jin, sehingga makhluk itu mendurhakai perintah Tuhannya; maka patutkah kalian menghendaki sosok itu beserta keturunannya seumpama penaung selain Aku, provisional hamba allah-makhluk itu merupakan musuh kalian? bukan main buruk makhluk itu misal panutan bakal golongan nan berlaku zalim; Aku tiada menghadirkan manusia-makhluk itu untuk menyaksikan penciptaan langit serta bumi, alias kreasi diri mereka sendiri bahwa Aku tidak menghendaki golongan penyesat itu andai panutan;
    bahwa puas hari ketika Dia berfirman: “Serulah sekutu-sekutuKu yang sudah kalian tutur-sebut itu” lalu bani adam-orang itu memanggil-manggil golongan tersebut; sekadar golongan tersebut tiada menyambut seruan orang-orang itu lewat Kami adakan cak bagi orang-orang itu; panggung kehancuran, sedangkan golongan nan berdosa melihat Neraka sehingga mereka meyakini bahwa mereka akan drop ke dalamnya, serta mereka tidak mendapati tempat perlindungan menghadapi hal demikian. (Ayat:50-53)
  • Dan sungguh sudah Kami ulang-ulangi dalam Al-Qur’an ini, bermacam-variasi perumpamaan untuk umat manusia, tetapi manusia yakni makhluk nan senang membantah; bahwa tiada yang menghalangi umat insan supaya percaya sewaktu Didikan sudah lalu tersampaikan kepada mereka maupun supaya memohon pengampunan kepada Halikuljabbar mereka, kecuali seperti mana Ketetapan umat-umat terdahulu atau kehadiran Siksa menghampiri mereka secara sekonyongkonyong. (Ayat:54-55)
  • Dan Kami tiada mengutus para Rasul selain sebagai pengusung berita gembira serta umpama pemberi peringatan; tetapi khalayak-makhluk kafir membantah mempergunakan kesia-siaan supaya melemahkan Kebenaran, juga sosok-orang itu menganggap ayat-ayat Kami beserta bentakan-gertakan terhadap mereka sebagai cemoohan. (Ayat:56)
  • Dan siapakah yang lebih zalim dibanding orang nan telah diperingatkan tentang ayat-ayat Tuhannya, lewat manusia itu mengabaikan hal demikian sehingga melupakan kejadian-hal yang mutakadim diperbuat kedua tangannya seorang? yang sepantasnya Kami telah mengedrop tutupan pada kalbu mereka buat mencerna hal demikian, bahwa di telinga mereka terdapat sumbatan; bahwa sekalipun beliau mengajak mereka memusat Bimbingan niscaya mereka takkan terpelajar selama-lamanya, sungguh Tuhanmu Maha Pengampun, Menguasai Rahmat; sekiranya Beliau memidana mereka akibat segala tindakan mereka tentulah Sira akan menyegerakan Hukuman untuk mereka; tetapi ada masa tertentu untuk mereka, momen takkan mereka dapati pelindung terhadap hal tersebut; dan demikian itu merupakan negeri-negeri yang telah Kami binasakan ketika mereka sedang berbuat zalim, serta sudah lalu Kami tetapkan periode tertentu tentang fasad mereka. (Ayat:57-59)
  • Dan ketika Musa berkata kepada pengikutnya: “Aku tidak akan berhenti sampai menginjak di perjumpaan kedua lautan; atau aku akan mengembara lebih jauh” maka tatkala mereka sampai di pertemuan kedua lautan itu, mereka terlupa meninggalkan ikannya lalu iwak itu menyusuri lautan; maka tatkala mereka mutakadim menuntut ganti rugi jarak lebih jauh, Musa berkata kepada pengikutnya: “Bawalah kemari perbekalan makanan kita, sungguh kita telah merasa letih akibat avontur ini” pengikutnya menjawab: “Sadarkah anda tatkala kita singgah di wilayah bebatuan tadi, sungguh aku terlupa adapun ikan itu, bahwa tiada nan menjadikan diriku lupa kerjakan menceritakan hal itu selain setan, akan saja ikan tersebut menempuh jalannya sendiri menerobos samudra dengan prinsip yang menganehkan.” Musa berkata: “Itulah wilayah yang kita tuju” lalu keduanya kembali mengikuti jejak mereka sediakala, sehingga mereka bertemu dengan koteng hamba di antara golongan hamba Kami, orang yang telah Kami beri Belas kasih kepada dirinya dari sisi Kami, serta individu yang telah Kami ajarkan kepada dirinya, Ilmu dari sebelah Kami; Musa bertutur kepada orang itu: “Bolehkah aku mengimak dirimu biar dia mengajarkan kepada diriku, kemampuan tunggal yang telah diajarkan kepada dirimu?” orang itu berkata: “kamu pasti takkan sanggup memiliki ketegaran buat mengiringi diriku; lalu bagaimanakah dia dapat memastikan adapun sesuatu perkara mempergunakan pertimbangan tersebut?” engkau berkata: “kamu akan mendapati aku, jika Allah perkenan, sebagai khalayak yang bersabar, bahwa aku lain akan mendatangi dirimu dalam satu perkara pun” orang itu bersuara: “Apabila kamu mengikuti diriku, maka janganlah kamu mempertanyakan kepada diriku tentang situasi apapun, sampai aku sendiri yang menjelaskan kepada dirimu”

    Maka keduanya berjalan, sampai tatkala keduanya menaiki bahtera tiba-tiba orang itu melubanginya, dia bersabda: “Mengapakah kamu melubangi perahu itu nan berakibat kamu mengandaskan penumpangnya? kamu benar-benar telah menyebabkan problem besar” orang itu bercakap: “Belumkah aku mengatakan: ‘kamu tentu takkan punya kesabaran mengiringi diriku'” ia bersabda: “Janganlah menghukum diriku akibat kelupaanku, serta janganlah memojokkan diriku akibat suatu kecerobohanku”

    Sangat keduanya melanjutkan perjalanan; hingga tatkala keduanya menemui seorang jejaka lalu orang itu membunuh perjaka itu, ia bersabda: “Mengapa kamu memenggal jiwa yang zakiah, tak karena orang tersebut gorok orang bukan? alangkah beliau mutakadim melakukan perkara brutal” beliau berucap: “Belumkah aku mengatakan kepadamu bahwa kamu pasti takkan memiliki keluasan pikiran mengiringi diriku?” ia berfirman: “Sekiranya aku memperdebatkan kepada dirimu akan halnya sesuatu perkara sesudah ini, maka janganlah kamu biarkan aku mengiringi dirimu, alangkah dirimu sudah sepan memberi pemakluman terhadap diriku”.
    Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sebatas kepada penduduk suatu negeri, mereka meminta kandungan kepada penduduk kawasan itu, semata-mata penghuni negeri itu menolak sambil melengahkan keduanya kemudian keduanya menangkap tangan di negeri itu ada dinding sebuah apartemen yang hampir jatuh, maka orang itu menopang dinding itu, anda berkata: “Takdirnya kamu menghendaki, niscaya dia mintai upah cak bagi tindakan ini” ia mengomong: “Inilah perpecahan antara diriku dengan dirimu, akan kujelaskan kepada dirimu, maksud perkara-perkara nan enggak sanggup kamu mengerti,

    Adapun perahu itu yakni nasib baik makhluk-duafa yang berkreasi di laut, sehingga aku hendak mengandaskan perahu itu, sebab di hadapan mereka terletak sendiri kanjeng sultan nan menyakar setiap sekoci. Mengenai pemuda itu, maka kedua orang tuanya adalah golongan yang percaya, sehingga kami khawatirkan bahwa pemuda itu akan mendukakan kedua orang tuanya akibat kesesatan serta kekafiran serta kami berharap supaya Dia mengganti untuk mereka berdua dengan anak lain yang kian nirmala dibanding cowok itu, serta lebih baik dalam pemberian sayangnya. Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya terdapat kekayaan simpanan cak bagi keduanya menengah sang ayah adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu memaksudkan kendati keduanya tumbuh dewasa sehingga mengeluarkan gana simpanan itu, sebagai Karunia berpunca Tuhanmu;
    Bahwa tidaklah aku melakukan tindakan-tindakan tersebut menuruti kemauanku sendiri, demikianlah intensi perkara-perkara yang enggak sanggup kamu mengerti”. (Ayat:60-82)
  • Mereka bertanya kepadamu tentang Zulkarnain. Katakanlah: “Aku akan mengemukakan kepada kalian, narasi akan halnya dirinya.” Ketahuilah bahwa Kami yang mengaruniakan kursi kepada kamu di bumi, serta Kami pasrah kepada anda; kaidah tempuh segala hal,
    maka ia menuntut ganti rugi suatu avontur, hingga ketika kamu telah setakat ke tempat matahari terbenam, ia mendapati situasi demikian terendam di kerumahtanggaan laut nan berlumpur hitam, serta ia mendapati disana, sebuah umat. Kami berujar: “Wahai Zulkarnain, dirimu boleh menyusahkan ataupun mengerjakan baik terhadap mereka.” ia merenjeng lidah: “Bahwa manusia nan zalim, maka kelak kami akan menghukum bani adam itu, kemudian ia dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian Tuhan mengazab beliau dengan Azab yang mutlak; adapun orang yang beriman serta beramal shaleh, maka untuknya terdapat upah nan terbaik misal balasan, serta akan kami serahkan kepada ia tentang hal-hal mudah privat perintah-perintah kami.” kemudian sira menempuh satu perjalanan; sebatas sekaligus anda telah sampai ke tempat berusul matahari; kamu menjumpai itu terbit menyinari kepada sebuah umat yang enggak Kami jadikan lakukan mereka, penaung terhadap itu, Demikianlah; bahwasanya Kami menutupi barang apa hal yang mampu pada dirinya. Kemudian ia menuntut ganti rugi suatu penjelajahan, setakat ketika ia menyentuh area di antara dua gunung-gunung, anda merodong di hadirat keduanya sebuah kaum nan hampir tidak mengerti pembicaraan; Mereka berkata: “Duhai Zulkarnain, ketahuilah bahwa Ya’juj serta Makjuj adalah basyar-orang yang menimbulkan kerusakan di muka marcapada, maka dapatkah kami menghadiahi sesuatu kepadamu, meski dirimu mendirikan sebuah dinding pewatas antara kami dengan mereka.” beliau bersuara: “Hal-hal yang telah Rabi karuniakan bagi diriku adalah hal yang terbaik, oleh sebab itu bantulah diriku dengan kekuatan, supaya aku mendirikan dinding antara kalian dengan mereka, berilah aku retakan-rekahan besi” setakat ketika ferum itu seimbang rata dengan kedua pegunungan itu, ia berkata: “Tiuplah!” silam ketika sira menjadikan hal itu sebagai pendiangan, ia lagi berkata: “Berilah aku tembaga supaya kutuangkan ke besi panas itu; sehingga mereka tak bisa naik situasi demikian, serta mereka tak sanggup menembus hal demikian.” ia berkata: “Hal demikian ini merupakan Kasih bermula Tuhanku, bahwa ketika Janji Illah telah terlampiaskan; Dialah nan akan menjadikan hal demikian menjadi hancur luluh; sedang Taki Rabi itu merupakan Kebenaran.” Kami biarkan mereka sreg Hari itu kerumahtanggaan keadaan saling berbaur, tatkala sangkakala telah ditiup, maka Kami himpunkan mereka semuanya; serta Kami hadirkan Jahanam secara jelas pada Hari itu kepada anak adam-orang kufur,: “Merupakan orang-orang yang memiliki mata dalam keadaan terlayang supaya mengingat Aku, serta individu-orang nan tidak sanggup mendengar.” (Ayat:83-101)
  • Maka apakah orang-makhluk kufur itu menduga bahwa mereka dapat menghendaki hamba-hambaKu sebagai mukhalis selain Aku? bahwasanya telah Kami sediakan Jahanam misal bekas kediaman bagi golongan ateis. (Ayat:102)
  • Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepada kalian tentang orang-makhluk nan paling celaka tindakannya serta individu-orang yang perbuatannya tawar dalam roh marcapada ini sedangkan mereka menganggap bahwa mereka memperoleh keuntungan samudra; adalah manusia-orang yang mutakadim mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka beserta persuaan dengan Ia, sehingga segala apa kelakuan orang-orang itu menjadi batil, bahwa Kami takkan menyambut orang-makhluk itu pada Hari Kebangkitan, balasan buat cucu adam-hamba allah itu ialah Jahannam, disebabkan pengingkaran orang-turunan itu, serta disebabkan orang-turunan itu menjadikan ayat-ayatKu beserta para RasulKu sebagai cemoohan.” (Ayat:103-106)
  • Alangkah anak adam-orang yang beriman serta memperbuat berjenis-jenis kebajikan, telah disediakan Surga Firdaus untuk mereka umpama tempat kesudahan, mereka berada disana selamanya, bahwa mereka tidak ingin berpindah dari wadah itu. (Ayat:107-108)
  • Katakanlah: “Kalau sekiranya samudra dijadikan tinta lakukan berbagai Ketetapan Rabi, tentulah raksasa itu telah habis lakukan Ketetapan-Ketetapan Tuhanku, walau sekiranya Kami tambahkan samudra lain pula. (Ayat:109)
  • Katakanlah: “Sungguh aku ini adalah sendiri khalayak biasa sebagai halnya kalian, yang diwahyukan kepada diriku bahwasanya Tuhan kalian adalah Sembahan yang Tunggal; barangsiapa menantikan Pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah orang tersebut memperbuat amal, serta janganlah turunan tersebut menyekutukan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (Ayat:110)

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]

  • Mukaddimah Al Qur’an varian terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • Qur’an Surah Al Kahfi
  • Listen Surah Al-Kahf Online




Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Kahf

Posted by: gamadelic.com