Surat An Nahl Ayat 114

Bacaan Tindasan An Nahl Ayat 114 Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Ketahui juga kandungan surat An Nahl ayat 114 di sumber akar ini

Bacaan Surat An Nahl Ayat 114 Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Foto:
freepik.com

Islam membidas sekecil apapun keadaan-hal yang berkaitan dengan umatnya. Teragendakan apa yang dikonsumsi juga dibahas dalam surat An Nahl ayat 114.

Sebab, apa yang dimakan akan mempengaruhi perangai atau sifat seseorang. Dan Islam mengharuskan umatnya bakal meratah makanan yang lazim dan lagi baik.

Lain semua makanan baik itu halal, namun semua yang baku pasti memberikan kebaikan bagi sosok yang memakannya. Skor penting di sini yaitu kehati-hatian dalam prosesnya.

Baca Juga:
19+ Puji-pujian Sehari-Masa untuk Umat Islam, Yuk Ajarkan lega Si Boncel!

Bacaan Surat An Nahl Ayat 114 dalam Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Surat An Nahl Ayat 114 -1

Foto: Surat An Nahl Ayat 114 -1

Foto ilustrasi surat An Nahl (Sumber: Islam4u.pro)

An Nahl merupakan surat ke-16 dalam Alqur’an dan termasuk Makkiyah. Tema terdepan akta ini adapun beraneka macam nikmat yang diberikan Allah SWT kepada makhluk-Nya.

Salah satu lemak itu adalah An Nahl yang menjadi tanda piagam ini. An Nahl yang artinya naning, yakni binatang menakjubkan yang mengkhususkan banyak nikmat terutama madu.

Sedap lainnya adalah berbagai kas dapur baik hewani maupun nabati yang Yang mahakuasa SWT sediakan di bumi. Maka, Dia mewajibkan hamba-Nya untuk gado makanan yang seremonial dan baik.

Berikut ini adalah bacaan surat An Nahl Ayat 114 dalam tulisan Arab, latin, dan juga artinya dalam bahasa Indonesia bakal memudahkan dalam membacanya:

فَكُلُوا
مِمَّا
رَزَقَكُمُ
اللَّهُ
حَلَالًا
طَيِّبًا
وَاشْكُرُوا
نِعْمَةَ
اللَّهِ
إِنْ
كُنْتُمْ
إِيَّاهُ
تَعْبُدُونَ

(Fakuluu mimmaa rozaqokumulloohu halaalan thoyyibaa, wasykuruu ni’matalloohi inn kunntum iyyaahu ta’buduun)

Artinya: (Maka makanlah yang lumrah lagi baik dari kas dapur yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu tetapi kepada-Nya tetapi menyembah.” (QS An Nahl: 114)

Baca Pun:
Koleksi Doa Pagi Masa Islami, Insya Allah Barang apa Aktivitas Diberkahi Allah SWT

Kata tambahan Tindasan An Nahl Ayat 114

Sejarah Halal Bihalal

Foto: Sejarah Halal Bihalal

Foto makan bersama keluarga (Sendang: Orami Photo Stock)

Setelah mengetahui bacaan ini, berikut ini yakni tafsir berbunga para ulama adapun manuskrip An Nahl ayat 114 yang dirangkum berpunca berbagai sumber:

Perintah Bersantap Perut yang Baku dan Baik

Allah SWT memerintahkan kepada hamba-Nya untuk memakan makanan yang
halalal thayyiban
dan baik. Halal ialah apa nan Halikuljabbar SWT perbolehkan untuk manusia bikin dimakan dan lawan dari bawah tangan.

Seperti bahan bakar, makanan yang dikonsumsi mempunyai kualitas yang berbeda-beda, tapi yang lebih penting lagi apakah makanan tersebut halal atau tidak khususnya untuk umat Islam.

Makanan yang halal ini banyak jenisnya, baik hewani ataupun nabati. Yang berasal berpangkal fauna misalnya daging unta, sapi, wedus, mandung, ikan, sea food dan sebagainya.

Yang berasal bersumber tumbuhan bertambah banyak lagi. Menginjak dari poin-bijian seperti padi dan gandum, biji zakar-buahan, sayur-sayuran, sampai umbi-umbian.

Kejadian tersebut menunjukkan sungguh sayangnya Sang pencipta SWT kepada anak adam, dan Dia selalu kepingin nan terbaik buat umat-Nya.

Musuh dari halal merupakan bawah tangan. Makanan nan haram bersumber zatnya misalnya daging babi, darah, batang dan satwa yang disembelih bukan dengan jenama Allah SWT.

Umat Selam diingatkan kerjakan meninggakan tembolok yang sudah lalu diharamkan oleh Allah SWT, karena juga akan berdampak buruk untuk kesehatan. Berikut ialah jenis-varietas makanan yang haram:

  • Mayit ataupun sato yang sepi terbunuh.
  • Hewan yang disembelih dengan merek selain Allah
  • Binatang yang dibunuh dengan cara dipukul
  • Makanan yang ada darahnya kecuali ikan
  • Hewan yang bertaring dan bercakar
  • Hewan yang memakan kotoran
  • Binatang yang mengandung racun seperti ular babi
  • Khamr atau makanan yang memabukan
  • Binatang yang menjijikan seperti cacing, tikus, kecoa dan ulat
  • Makanan semenjak hasil curian
  • Makanan nan didapatkan dari berjudi atau korupsi

Sedangkan
thayyib
artinya merupakan baik. Allah SWT memerintahkan anak adam cak bagi memakan perut enggak sepan halal saja, tapi lagi harus baik.

Miasalnya daging wedus, meskipun normal, kalau dimakan mentah menjadi enggak baik. “Rezeki yang baik yaitu yang diterima selera dan tak menjijikkan,” tulis Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar.

Thayyib juga tak sekedar sesuai selera, hanya juga baik bagi kesehatan. Misalnya seseorang yang menderita diabetes, makanan yang tangga kalori dan gula menjadi lain
thayyib
baginya.

Orang yang menderita diabetes, meskipun legal, nasi masif menjadi tidak baik baginya. Insan yang menderita kolesterol, meskipun lumrah, telur pikau menjadi bukan baik baginya.

Perintah Bersyukur kepada Halikuljabbar SWT

Detik menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir mengatakan, “Allah SWT mensyariatkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar memakan rezeki nan halal lagi baik dan bersyukur kepada-Nya atas karunia itu.

Karena senyatanya Allah-lah yang mengaruniakan nikmat itu kepada mereka, Dialah yang berwenang disembah, tiada sekutu lakukan-Nya.”

Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an mengatakan, “Allah memerintahkan mereka cak bagi memakan rahim yang lumrah dan baik serta mensyukuri nikmat tersebut.”

Semua makanan halal dan baik jumlahnya lampau banyak di bumi. Baik yang tumbuh ilegal di alam bebas maupun nan dibudidayakan dengan pertanian dan peternakan, itu adalah nikmat berpunca Allah SWT.

Dan detik indera perasa dan indra perasa hingga organ pencernaan berfungsi, semuanya ialah legit dari Allah SWT. Maka dari itu karena itu, sepatutnya harus memperbanyak syukur kepada-Nya.

Terima kasih lagi adalah bukti dari ketauhidan seseorang. Ini merupakan wujud dari pengakuan cuma kepada Allah SWT hamban-Nya menyembah, maka kepada-Nya hambanya bersyukur atas gurih tersebut.

Baca Lagi:
7 Cara dan Kumpulan Tahlil Disayang Suami Menurut Islam, Moms Perlu Sempat!

Kandungan Surat An Nahl Ayat 114

7 Cara Agar Anak Pandai Bersyukur Sejak Dini, Yuk Coba Lakukan!.jpg

Foto: 7 Prinsip Agar Anak Pandai Bersyukur Sejak Prematur, Yuk Coba Lakukan!.jpg

Foto ilustrasi berlega hati dengan berdoa (Perigi: Orami Photo Stock)

Setelah memafhumi wacana dan tafsirnya, ini adalah isi pokok kandungan Surat An Nahl ayat 114:

  • Allah SWT mewajibkan hamba-hamba-Nya buat memakan kandungan yang
    halalal thayyiban
    dan juga baik.
  • Perut nan dikonsumsi seorang muslim hendaklah memenuhi dua kriteria, merupakan sah dan
    thayyib
    (baik). Lumrah yaitu rezeki nan tak Almalik SWT haramkan,
    thayyib
    ialah makanan yang baik bikin kesehatan dan pantas dikonsumsi.
  • Tembolok yang halal dan baik merupakan perut dan eco berusul Yang mahakuasa SWT.
  • Tuhan SWT memerintahkan hamba-hamba-Nya bagi berlega hati atas mak-nyus-nikmat-Nya, khususnya makanan nan konvensional dan baik yang Allah sediakan di manjapada.
  • Syukur merupakan bukti dari tauhid.
  • Menunggalkan Yang mahakuasa SWT, menyembah dan beribadah hanya kepada-Nya yakni pokok utama ajaran Selam.

Dengan mengetahui kandungan dari tembusan An Nahl ayat 114, hendaknya unmat Islam dapat lebih berhati-hati lagi dalam mengkonsumsi tembolok, dan lagi menambah rasa terima kasih.


  • https://bersamadakwah.jala/surat-an-nahl-ayat-114/
  • https://webmuslimah.com/isi-kandungan-surat-an-nahl-ayat-114/
  • https://apaartidari.com/dalam-surah-an-nahl-ayat-114-terdapat-akibat-orang-yang-mengonsumsi-makanan-haram-adalah

Source: https://www.orami.co.id/magazine/surat-an-nahl-ayat-114

Posted by: gamadelic.com