Surat Al Kafirun Menerangkan Tentang


  • Home


  • »


  • Islam

Terjemahan dan Rahim Tembusan Al-Kafirun


Juru tulis Visiun Subuh | Ditayangkan 21 Feb 2022

Terjemahan dan Kandungan Surat Al-KafirunImage Source: adinawas.com

Al-Qur’an ialah kitab suci umat Islam yang ampuh firman-firman Yang mahakuasa Swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.

Al-Qur’an cak bagi umat Islam berfungsi seumpama pedoman hidup didunia maupun diakhirat. Al-Qur’an itu sendiri terdiri bersumber 30 juz, 114 surat, dan 6236 ayat.

Surat didalam Al-Qur’an membicarakan tentang toleransi dalam beragama diantaranya adalah Qs. Al-Kafirun.

Inskripsi Al-Kafirun ini merupakan dokumen yang ke 109 dengan jumlah ayat 6.

Diturunkannya tembusan Al-Kafirun karena hamba allah-sosok ateis mengajak Rasulullah Saw lakukan menyembah berhala (arca).

Kemudian Allah Swt menurunkan salah satu wahyu kepada Utusan tuhan Muhammad Saw untuk menjawab undangan kaum kafir mekkah tersebut merupakan pertinggal Al-Kafirun.

Apa isi kandungan manuskrip al-kafirun ayat 1-6? Berikut ini terjemahan dan kandungan arsip al kafirun.

Baca Juga
:

  • 4 Keistimewaan Al Quran Dibanding Kitab Lain Sebelumnya
  • Fungsi HEBAT Al Quran yang Menyeluruh Dalam Segala Aspek Roh
  • Signifikasi Al Quran Menurut Bahasa, Istilah dan Bilang Ahli

Bacaan surat Al-Kafirun

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

1. Katakanlah: “Hai orang-khalayak kufur”.

لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ

2. Aku bukan akan menyembah apa nan kamu sembah.

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ

4. Dan aku tidak pernah menjadi penganut apa yang anda sembah,

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

5. Dan kamu tak pernah (pula) menjadi penyembah Allah nan aku hormat.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.

Kas dapur Qs. Al-Kafirun ayat 1-6

Apakah perut surat al kafirun ayat 1-6?

Pada tembusan Al-Kafirun ayat mula-mula dan kedua, Nabi Muhammad Saw memanggil orang-orang dahriah dan menjawab pertanyaan untuk menyembah berhala sesuai wahyu yang diturunkan oleh Allah Swt.

Kemudian jawaban tersebut dipertegas dengan menolak pelawaan dari insan-anak adam ateis Quraisy kerjakan menyembah sang pencipta (pujaan) yang manusia-individu dahriah sembah.

Cucu adam kafir ialah insan yang tidak mengakui Allah Swt seumpama Tuhannya dan tidak mempercayai bahwa Nabi Muhammad Saw sebagai utusannya.

Puas ayat kedua surat Al-Kafirun mengamanatkan bahwa keagamaan kita kepada Allah Swt enggak boleh dicampuradukkan dengan selain-Nya.

Sebagai umat Islam kita tidak boleh melakukan perbuatan penyekutuan allah yaitu menyembah selain kepada Allah, polah syirik termasuk perbuatan dosa yang dulu besar.

Isi lambung dari Qs. Al-Kafirun yang selanjutnya pasca- menyorong lakukan menyembah tuhannya orang kafir.

Rasulullah Saw kemudian menyerahkan ketegasan kepada orang-sosok kafir bahwa orang-orang kafir bukan penyembah Halikuljabbar Swt yang Rasulullah Saw dan para sahabat khidmat.

Puas ayat yang ke-enam Nabi Muhammad Saw memberikan kesimpulan kepada manusia-makhluk dahriah buat tidak memaksakan kehendak kepada umat Islam bikin menganut suatu agama selain agama Selam.

Berarti setiap orang berwajib memilih dan menganut agama sesuai dengan yang diyakini.

Segala apa kandungan salinan al kafirun jelaskan?

Penali berbunga turunnya tindasan Qs. Al-Kafirun merupakan jawaban Rasulullah Saw atas ajakan kaum Quraisy bikin ki beralih keyakinan memeluk agama.

Tetapi Rasulullah Saw dengan tegas memurukkan dan mengatakan
“Aku tidak akan menyembah segala apa yang anda hormat”.

Rasulullah menyatakan bahwa insan-orang kafir Quraisy tidak akan ikhlas dan sepenuh hati menyembah Allah Swt sebagaimana yang mereka janjikan.

Pada ayat terakhir diperjelas sikap nan ditunjukkan Rasulullah Saw intern situasi aqidah, bahwa dalam hal beribadah kita berhak untuk melaksanakan visiun sesuai dengan tuntunan agama kita.

“Bagimu agamamu dan bagiku agamaku” ayat ini ekuivalen dengan QS. Al-Baqarah ayat 256 nan berbunyi,

لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Bukan ada paksaan dalam (memasuki) agama (Islam). Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan nan sesat Karena itu barang mungkin yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat langgeng nan lain akan kudung. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Memafhumi.…”.

Artinya bahwa Tuhan Swt menghendaki setiap orang merasakan kedamaian.

Karena itu lain ada paksaan dalam menganut keagamaan agama Islam.

Tetapi sejenis itu, telah jelas jalan yang moralistis dan kronologi yang sesat. Sehingga  tidaklah perlu paksaan itu dilakukan.

Demikian apa lambung dari surat al kafirun? Moga dapat signifikan.

islam

Source: https://www.wajibbaca.com/2019/02/kandungan-surat-al-kafirun.html

Posted by: gamadelic.com