Surat Al Bayyinah Dan Artinya

Menjadi piagam yang menjelaskan adapun validitas Rasulullah SAW dan Alquran, surat Al Bayyinah ini termasuk kerumahtanggaan juz bontot atau juz Amma.

Surat Al Bayyinah (البينة) merupakan arsip ke-98 dalam Quran. Terdiri dari 8 ayat, perkenalan awal Al Bayyinah yang berasal berusul bahasa Arab dan diambil dari ayat mula-mula ini n kepunyaan arti bukti yang berwujud.

Cap lainnya yakni Pertinggal Al Qayyimah nan terambil dari bunyi anak bungsu ayat ketiga, Al Bariyyah yang disebut dua mana tahu plong ayat 6 dan 7, dan juga Al Munfakkin.

Baca Pula:
114 Daftar Inskripsi Alquran Beserta Artinya yang Perlu Diketahui

Bacaan Tembusan Al Bayyinah dalam Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

9 Hadis dan Ayat Alquran tentang Wabah Penyakit, Masya Allah!

Foto: 9 Perbuatan nabi nabi muhammad dan Ayat Alquran adapun Wabah Penyakit, Masya Halikuljabbar!

Foto ilustrasi Quran (Mata air: Orami Photo Stock)

Bikin lebih mengerti dan memahaminya, berikut ini yaitu pustaka sahifah Al Bayyinah privat tulisan Arab, latin, dan juga artinya:

لَمْ
يَكُنِ
الَّذِيْنَ
كَفَرُوْا
مِنْ
اَهْلِ
الْكِتٰبِ
وَالْمُشْرِكِيْنَ
مُنْفَكِّيْنَ
حَتّٰى
تَأْتِيَهُمُ
الْبَيِّنَةُۙ

(Lam yakunillażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna munfakkīna ḥattā ta`tiyahumul-bayyinah)

Artinya: (1) “Khalayak-khalayak yang dahriah dari golongan Ahli Kitab dan anak adam-hamba allah musyrik tidak akan memencilkan (agama mereka) hingga cak bertengger kepada mereka bukti nan nyata,”

رَسُوْلٌ
مِّنَ
اللّٰهِ
يَتْلُوْا
صُحُفًا
مُّطَهَّرَةًۙ

(Rasụlum minallāhi yatlụ ṣuḥufam muṭahharah)

Artinya: (2) “(yaitu) seorang Rasul dari Tuhan (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran nan suci (Al-Qur’an),”

فِيْهَا
كُتُبٌ
قَيِّمَةٌ

(Fīhā kutubung qayyimah)

Artinya: (3) “Di dalamnya terwalak (isi) kitab-kitab nan literal (bermartabat),”

وَمَا
تَفَرَّقَ
الَّذِيْنَ
اُوْتُوا
الْكِتٰبَ
اِلَّا
مِنْۢ
بَعْدِ
مَا
جَاۤءَتْهُمُ
الْبَيِّنَةُ

Artinya: (4) (Wa mā tafarraqallażīna ụtul-kitāba illā mim ba’di mā jā`at-humul-bayyinah)

Artinya: “Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti nan kasatmata,”

Baca Juga:
7 Surat Penenang Hati dalam Alquran cak bagi Menghilangkan Rasa Gundah, Insya Allah Manjur!

وَمَآ
اُمِرُوْٓا
اِلَّا
لِيَعْبُدُوا
اللّٰهَ
مُخْلِصِيْنَ
لَهُ
الدِّيْنَ
ەۙ
حُنَفَاۤءَ
وَيُقِيْمُوا
الصَّلٰوةَ
وَيُؤْتُوا
الزَّكٰوةَ
وَذٰلِكَ
دِيْنُ
الْقَيِّمَةِۗ

(Wa mā umirū illā liya’budullāha mukhliṣīna lahud-dīna ḥunafā`a wa yuqīmuṣ-ṣalāta wa yu`tuz-zakāta wa żālika dīnul-qayyimah)

Artinya: (5) “Padahal mereka tetapi diperintah menyembah Tuhan dengan kudus menaati-Nya sahaja karena (menjalankan) agama, dan sekali lagi agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar),”

اِنَّ
الَّذِيْنَ
كَفَرُوْا
مِنْ
اَهْلِ
الْكِتٰبِ
وَالْمُشْرِكِيْنَ
فِيْ
نَارِ
جَهَنَّمَ
خٰلِدِيْنَ
فِيْهَاۗ
اُولٰۤىِٕكَ
هُمْ
شَرُّ
الْبَرِيَّةِۗ

(Innallażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna fī nāri jahannama khālidīna fīhā, ulā`ika hum syarrul-bariyyah)

Artinya: (6) “Sungguh, orang-insan yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan sosok-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-bengis makhluk,”

اِنَّ
الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا
وَعَمِلُوا
الصّٰلِحٰتِ
اُولٰۤىِٕكَ
هُمْ
خَيْرُ
الْبَرِيَّةِۗ

(Innallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti ulā`ika hum khairul-bariyyah)

Artinya: (7) “Betapa, orang-cucu adam nan berketentuan dan mengerjakan dedikasi, mereka itu merupakan sebaik-baik makhluk,”

جَزَاۤؤُهُمْ
عِنْدَ
رَبِّهِمْ
جَنّٰتُ
عَدْنٍ
تَجْرِيْ
مِنْ
تَحْتِهَا
الْاَنْهٰرُ
خٰلِدِيْنَ
فِيْهَآ
اَبَدًا
ۗرَضِيَ
اللّٰهُ
عَنْهُمْ
وَرَضُوْا
عَنْهُ
ۗ
ذٰلِكَ
لِمَنْ
خَشِيَ
رَبَّهٗ

(Jazā`uhum ‘inda rabbihim jannātu ‘adnin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā, raḍiyallāhu ‘an-hum wa raḍụ ‘an-h, żālika liman khasyiya Rabbah)

Artinya: (8) “Pemberontakan mereka di sebelah Tuhan mereka ialah surga ’Adn yang bersirkulasi di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pula rida kepada-Nya. Nan demikian itu adalah (balasan) lakukan orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS Al Bayyinah: 1-8)

Baca Juga:
59 Logo Lain berpangkal Alquran, Masya Allah!

Tasir Surat Al Bayyinah

Surat At Tin -2.jpg

Foto: Kopi At Tin -2.jpg

Foto Alquran dan Ka’bah (Sumber: Orami Photo Stock)

Dilansir dari sejumlah tafsir, berikut ini adalah tafsir surat Al Bayyinah buat lebih memahami maknanya:

Piagam Al Bayyinah Ayat 1

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tukang kitab adalah khalayak-orang Ibrani dan Nasrani. Sementara itu orang-cucu adam musyrik adalah penyembah pujaan dan penyembah api.

Prolog munfakkiin (منفكين) merupakan bentuk jamak pelaku dari kata infakka (إنكف) yang artinya berpisah setelah sebelumnya bergabung dengan tunak. Maka munfakkiin juga berguna menyingkir.

Manusia-orang kufur nan membentangi legalitas yakni ahlul kitab dan hamba allah-sosok musyrik mengatakan bahwa mereka tidak akan meninggalkan agama mereka sebelum cak bertengger kepada mereka bukti positif. Yakni Rasul yang dijanjikan Allah, yang sifat-sifatnya termasuk dalam kitab mereka.

Ada sekali lagi nan menafsirkan al bayyinah (bukti faktual) adalah kitab suci. Sebagaimana Taurat bagi Yahudi dan Injil bagi Nasrani.

Surat Al Bayyinah Ayat 2

Maka dengan ayat dua ini, dijelaskan bahwa al bayyinah atau bukti berupa itu Rasulullah SAW yang membacakan Alquran kepada mereka.

Ibnu Katsir menegaskan bahwa al bayyinah berdasarkan ayat ini adalah Nabi Muhammad SAW dan kitab nan dibacanya ialah Alquran.

Sebelum kehadiran Rasulullah SAW, orang-orang Ibrani sayang menyebut Nabi terakhir dan ciri-cirinya. Lebih-lebih, mereka mengancam akan memerangi orang-anak adam Yatsrib berpunca suku Aus dan Khazraj jika Nabi ini telah turun.

Sekadar saat Rasulullah SAW telah diutus dan ciri-cirinya sama dengan barang apa nan ada internal Taurat, mereka tambahan pula mendustakannya.

Sebaliknya, enam bani adam suku Aus nan bertemu Rasulullah SAW lega periode Haji tahun 11 kenabian sewaktu beriman kepada beliau.

Perian berikutnya, 12 perwakilan tungkai Aus dan Khazraj berbaiat kepada beliau n domestik Baiat Aqabah permulaan.

Kata yatluu (يتلو) yang artinya mendaras digunakan Quran buat bacaan yang sifatnya moralistis dan haq. Ini mengisyaratkan bahwa segala apa nan Rasulullah baca adalah bersusila dan haq.

Surat Al Bayyinah Ayat 3

Introduksi kutub (كتب) berasal bersumber kataba (كتب) yang artinya menargetkan. Dalam Alquran koteng banyak kelestarian. Misalnya keabadian akan halnya puasa yaitu
kutiba ‘alaikumush shiyam.

Musuh juga yakni bentuk sah dari kitab (كتاب) yang artinya buku. Quran menasdikkan kitab-kitab sebelumnya, dan di dalamnya juga terserah kandungan kitab-kitab sebelumnya.

Alas kata Qayyimah (قيمة) pecah dari prolog qawama (قوم) yang artinya mencacak verbatim. Banyak maknanya, namun semuanya disimpulkan sebagai kesempurnaan.

Dengan demikian,
kutubun qayyimah
adalah kitab-kitab suci sebelumnya yang otentik dan belum diubah. Alquran sendiri adalah kitab yang
qayyimah, sempurna dan literal tanpa kebengkokan di dalamnya.

Salinan Al Bayyinah Ayat 4

Sesudah datangnya Rasulullah SAW nan merupakan al bayyinah seperti yang mutakadim diketahui ciri-ciri sebelumnya, mereka pun terpecah. Ada di antara mereka yang berkeyakinan, ada juga yang kafir.

Sayyid Qutb menjelaskan sejarah ahlul kitab yang bercekcok setelah turunnya Rasul nan diharapkan. Saat Utusan tuhan Isa diutus, mereka mengaku pengikut Nabi Musa AS dan bukan mau beriman kepada Nabi Isa. Setelah Rasulullah Muhammad diutus, mereka juga berbuat demikian.

Baca Pula:
7 Rekomendasi Permohonan Alquran Terbaik, Cak semau Buatan Indonesia!

Surat Al Bayyinah Ayat 5

Hamba allah-orang kafir termasuk ahli kitab berselisih, sedangkan mereka tidak diperintahkan begitu. Yang Allah perintahkan adalah bertauhid, memurnikan ibadah kepada-Nya.

Kemudian mendirikan salat dan menunaikan zakat. Ayat ini mengklarifikasi bahwa sesungguhnya agama-agama semenjak Allah itu pada hakikatnya adalah satu yang berkaidah sama, yakni tauhid dan ibadah.

Kata mukhlishin (مخلصين) berasal bermula kata khalasha (خلص) yang artinya murni setelah sebelumnya diliputi keruwetan. Dan ikhlas berguna memurnikan loyalitas doang kepada Yang mahakuasa SWT.

Kata hunafaa’ (حنفاء) adalah bentuk lumrah berpangkal haniif (حنيف) yang artinya lurus atau memusat kepada sesuatu. Dan Selam sendiri adalah agama yang
hanif, literal dan pertengahan.

Tidak memusat kepada
keduniaan, tidak kembali terlalu mengarah kepada spiritual yang merukunkan urusan mayapada. Islam juga agama yang
qayyimah, lurus dan tidak tidak bengkok.

Surat Al Bayyinah Ayat 6

Bani adam-orang dahriah baik ahlul kitab alias musyrik, di akhirat nanti akan masuk neraka jahannam. Mereka kekal awet di dalamnya.

Ahlul kitab menjadi kafir karena sosok Ibrani mengatakan Uzair anak asuh Almalik, dan anak adam Nasrani mengatakan Isa anak Sang pencipta dengan trinitasnya.

Introduksi al barriyyah (البرية) bermula dari pengenalan bara’ (برء) nan artinya mencipta. Dengan demikian, al barriyah artinya yaitu ciptaan atau makhluk.

Cak semau sekali lagi yang berpendapat, kata itu berusul bermula al bara (البرى) yang artinya tanah. Makna ini melengkapi signifikansi sebelumnya yakni al bariyyah adalah sosok nan diciptakan dari tanah.

Di sini disebutkan bahwa orang yang kufur adalah seburuk-buruk orang.

Surat Al Bayyinah Ayat 7

Ini kebalikan dari ayat sebelumnya. Orang-orang yang beriman dan beramal salih adalah sesegak-baik orang. Bahkan, kata Abu Hurairah, lebih utama daripada malaikat.

Imam Syafi’i dan jamhur lainnya menjadikan ayat ini sebagai pelecok satu dalil bahwa iman yakni keyakinan, perkataan dan perbuatan.

Dan Allah SWT menyebutkan secara eksklusif bahwa dedikasi saleh mengiringi iman. Dan ini pun terdapat pada banyak ayat lainnya.

Akta Al Bayyinah Ayat 8

Surga yakni sambutan bagi hamba allah yang beriman dan menderma saleh. Mereka akan masuk suraloka dan kekal di dalamnya. “Yang tiada puntung-putusnya, tiada habis-habisnya dan tiada radu-selesainya,” kata Ibnu Katsir.

Tidak hanya itu. Orang-bani adam yang beriman dan beramal alim akan mendapatkan sesuatu yang kian pangkat derajatnya berusul kenikmatan tersebut. Adalah ridha Tuhan SWT.

Ini semua diberikan kepada makhluk nan dalam ayat ini menunggangi istilah khasyah (خشية) yang bertambah tangga daripada khauf (خوف).

Ialah rasa mengalir perlahan-lahan kepada Sang pencipta SWT yang Maha Agung, sehingga meninggalkan apa saja yang dilarang oleh-Nya.

Baca Kembali:
10 Adab Membaca Quran yang Baik Menurut Selam

Peranakan Surat Al Bayyinah

29+ Nama Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Patut Diteladani, Wajib Tahu!

Foto: 29+ Tera Sahabat Rasul Muhammad SAW yang Memadai Diteladani, Wajib Tahu!

Foto berdoa kepada Allah SWT (Sumur: Orami Photo Stock)

Dari penjelasan dari tafsir tersebut, berikut ini kandungan pusat sertifikat Al Bayyinah yang sarat hikmah, di antaranya:

  • Mengklarifikasi bias yang terdapat pada agama-agama sebelum Islam dan sesudahnya
  • Makhluk-orang pandai kitab khususnya, bersabar menanti kehadiran Rasulullah SAW (untuk mengimak ajarannya), karena mereka mengetahui bahwa di dalam agama mereka terdapat pergantian dan penyelewengan. Namun saat sira datang, dengan membawa kebenaran, mereka pun berpecah-belah. Sebagian timbrung Islam, sebagian lainnya kafir.
  • Basyar-individu tukang kitab diperintahkan untuk mentauhidkan Halikuljabbar SAW dan menjauhi kesyirikan, serta diperintahkan bakal meninggalkan agama mereka dan memeluk agama Selam saat Nabi Muhammad SAW cak bertengger, sama dengan nan sudah lalu disebutkan di dalam kitab-kitab mereka.
  • Agama yang literal dan diridhai maka itu Allah SAW merupakan agama yang redup di atas tauhid serta mengajarkan salat, zakat serta meninggalkan agama-agama selain Islam.
  • Penolakan bagi orang yang enggak timbrung Islam setelah Rasulullah SAW datang adalah seburuk-buruk pembalasan.
  • Sosok nan beriman dan timbrung Islam serta melaksanakan ajarannya, pada waktu kiamat nanti akan mendapatkan sebaik-baik balasan adalah keridhaan Allah SWT dan kekal di surga.
  • Keutamaan
    Khasy-yah
    (merembas kepada Yang mahakuasa SWT) mengangkut seseorang untuk ta’at kepada Almalik SWT dan Rasul-Nya dengan melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan baik berwujud religiositas, mulut maupun perbuatan.

Itulah penjelasan mengenai surat Al Bayyinah. Semoga semakin meneguhkan keimanan dan semakin istiqamah dalam beribadah.

Source: https://www.orami.co.id/magazine/surat-al-bayyinah

Posted by: gamadelic.com