Surat Al Baqarah Dengan Artinya

Berpunca Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Surah ke-2
al-Baqarah

البقرة



Sapi Lebah ratulebah
  • Wacana Arab
  • Terjemahan Kemenag
Klasifikasi Makkiyah
Nama bukan Fustatul Qur’an

Alif Lam Mim

az-Zahrawan
[1]

as-Sinam
[2]
Juz Juz 1 (ayat 1-141)

Juz 2 (ayat 142-252)

Juz 3 (ayat 253-286)
Jumlah ruku 40 ruku’
Besaran ayat 286 ayat
Besaran kata 6.221 prolog
Jumlah huruf 25.500 lambang bunyi

Surah Al-Baqarah
(bahasa Arab:
سورة البقرة,

translit.



sūrah al-baqarah

,
har.‘Sapi Betina’‎) yaitu surah ke-2 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah. Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur’an. Surah ini dinamai
al-Baqarah
yang artinya
Sapi Betina
sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Sang pencipta kepada Bani Israil (ayat 67-74). Surah ini juga dinamai
Fustatul Qur’an
(Puncak Al-Qur’an) karena memuat beberapa hukum yang enggak disebutkan dalam surah yang tak. Dinamai lagi surah
Alif Lam Mim
karena ayat purwa di surah berisi tiga abc arab yakni
Alif,
Lam, dan
Mim.

Isi

[sunting
|
sunting sumur]

Ayat pertama hingga kelima dalam Surah Al-Baqarah.

Muhammad (2010), hlm. 27 menamakan bacot beberapa ahli kata keterangan tentang pokok isi surah ini.

  • Abu Ja’far kacang az-Zubair al-Gharnathi; dia berpendapat bahwa surah ini dengan segala rahasianya yaitu “Penjelasan tentang
    al-shirath al-mustaqim
    (jalan yang lurus) dengan sempurna, tidak terlambat sedikit pun, dan penjelasan mulianya orang yang mencekit (kursus) darinya dan buruknya orang yang menjauhkan diri darinya.”
  • Burhanuddin al-Biqa’i: “Sumber hukum yang tegas bahwa Al-Kitab (Alquran) merupakan petunjuk mudah-mudahan diikuti semua perkataan di dalamnya, petunjuk teragung mengenai iman kepada hal gaib, dan himpunan (petunjuk tentang) iman kepada hari akhir. Isinya seputar iman kepada kebangkitan yang diterangkan melalui narasi sapi betina, yang juga masih sekeliling iman kepada hal gaib.”
  • Ath-Thahir kacang Asyur: “Tujuan terbesar surah ini terbagi menjadi dua bagian, yakni (1) tujuan buat menjadwalkan martabat agama ini (Islam) di atas agama terdahulu dan keagungan ramalan dan norma-norma penyucian sukma di dalamnya serta (2) tujuan untuk menjelaskan syariat-syariat agama ini dan maslahatnya kepada para pengikutnya.”

Tema-tema

[sunting
|
sunting sumber]

Tiga Golongan Manusia dalam menghadapi Al-Qur’an (1-20)
  • Golongan Mukmin (1-5)
  • Golongan Kafir (6-7)
  • Golongan Munafik (8-20)
Keesaan dan dominasi Allah SWT. (21-39)
  • Perintah menyembah Halikuljabbar SWT. Yang Maha Esa (21-22)
  • Tantangan Allah SWT. kepada Kaum Musyrikin mengenai Al-Qur’an (23-24)
  • Ganjaran bagi orang-orang yang beriktikad (25)
  • Andai-perumpamaan dalam Al-Qur’an dan hikmah-hikmahnya (26-27)
  • Bukti-bukti otoritas Allah SWT. (28-29)
  • Invensi manusia dan penguasaannya di bumi (30-39)
Peringatan Allah SWT. kepada Anak laki-laki Israil (40-141)
  • Sejumlah perintah dan pemali Allah SWT. Israil]] (40-48)
  • Perincian nikmat Allah SWT. kepada Bani Israil (49-60)
  • Pembalasan terhadap sikap dan perbuatan Bani Israil (61)
  • Pahala orang yang beriman (62)
  • Pembalasan terhadap Ibni Israil yang mencium perjanjian dengan Sang pencipta SWT. (63-66)
  • Kisah penyembelihan Sapi Betina (67-74)
  • Religiositas Anak adam Yahudi sukar diharapkan (75-82)
  • Ibnu Israil mengingkari janjinya dengan Allah SWT. (83-86)
  • Sikap Anak adam Yahudi terhadap para rasul dan kitab-kitab yang diturunkan Yang mahakuasa SWT. (87-91)
  • Penyembelihan anak asuh sapi yang dilakukan Bangsa Yahudi merupakan tanda kecenderungan mereka kepada benda (92-96)
  • Memusuhi Malaikat Jibril AS. berarti memusuhi Allah SWT. yang mengutusnya (97-101)
  • Tudingan Orang Yahudi terhadap Rasul Sulaiman AS. (102-103)
  • Ketidaksopanan khalayak-orang Yahudi terhadap Nabi Muhammad SAW. dan sahabat-sahabatnya (104-105)
  • Menasakhkan suatu ayat adalah urusan Allah SWT. (106-113)
  • Tindakan-tindakan menghalangi ibadah (114-118)
  • Pemali menirukan Yahudi dan Nasrani (119-123)
  • Perjanjian dengan Nabi Ibrahim AS. (124-129)
  • Agama Rasul Ibrahim AS. (130-141)
Ka’bah adalah kiblat cak bagi seluruh umat Islam (142-214)
  • Sekitar perpindahan Ka’bah (142-152)
  • Cobaan runyam privat menegakkan keabsahan (153-157)
  • Manasik Haji (158)
  • Laknat terhadap orang-sosok yang menyembunyikan ayat-ayat Almalik SWT. dan orang-orang kafir (159-162)
  • Almalik SWT. Yang Berwenang dan Yang Menentukan (163-171)
  • Tembolok nan Halal dan yang Haram (172-176)
  • Gerendel-kancing kebajikan (177)
  • Kisas dan hikmahnya (178-179)
  • Wasiat (180-182)
  • Puasa (183-188)
  • Berjihad dengan jiwa dan harta di jalan Yang mahakuasa SWT. (189-195)
  • Haji (196-203)
  • Perbuatan manusia-hamba allah munafik (204-210)
  • Hikmah diutusnya para utusan tuhan dan berbagai cobaan bagi para pengikutnya (211-214)
Beberapa Hukum Syariat (215-252)
  • Orang-orang yang diberi makanan (215)
  • Hukum perang privat Islam (216-218)
  • Khamr, spekulasi, harta yang dinafkahkan dan pemeliharaan momongan yatim (219-220)
  • Pokok-pokok hukum perkawinan, perpisahan, dan penyusuan (221-237)
  • Kewajiban berbuat salat biarpun intern keadaan takut (238-239)
  • Wasiat untuk Istri gelap dan Mutah (240-242)
  • Kewajiban berjihad dan mengeluarkan harta di kronologi Allah SWT. (243-252)
Tentang rasul-rasul dan dominasi Allah SWT. (253-260)
  • Guna dan perbedaan derajat nabi-utusan tuhan (253)
  • Anjuran membelanjakan harta (254)
  • Ayat Kursi (255)
  • Tidak ada paksaan memasuki agama Islam (256-257)
  • Menggiatkan kembali orang-anak adam yang sudah nyenyat (258-260)
Cara-cara menggunakan harta dan hukum-hukumnya (261-286)
  • Menafkahkan harta di jalan Allah SWT. (261-274)
  • Hukum Riba (275-281)
  • Kesaksian dalam Muamalah (282-283)
  • Apresiasi Halikuljabbar SWT. terhadap para orang islam dan do’a mereka (284-286)

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]

Kutipan


  1. ^

    Departemen Agama RI.2007.Al-Qur’an dan Terjemahannya Al-Jumanatul ‘Ali Seuntai Dur Nan Maha Luhur.Bandung:J-Art

  2. ^


    Majalah Kasih
    (Maret 2008). hal 75

Daftar teks

  • Muhammad, Mushthafa Mukminat (2010).
    At-Adverbia al-Maudhu’i Lisuwar al-Qur`an al-Karim
    (internal bahasa bahasa Arab). Jilid 1. Sharjah: University of Sharjah.



Pranala luar

[sunting
|
sunting sumur]

  • (Inggris)
    Surah Al-Baqarah




Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Baqarah

Posted by: gamadelic.com