Surah Al Maidah Ayat 3 Dan Artinya

Jakarta

Surah Al Maidah ayat 2-3 mencakup keseluruhan aturan yang dilarang intern Islam. Baik dalam perbuatan yang terlarang atau pula rezeki yang palsu dikonsumsi makanya umat muslim.

Sebelum masuk n domestik bahasan isi kandungan surah Al Maidah, perlu diketahui bahwa surah ini merupakan arsip yang tergolong dalam surah Madaniyah dan terletak pada urutan ke-5 dalam susunan mushaf Al Quran.

Akta Al Maidah juga termasuk dalam surah Thuwal (manuskrip panjang) dan yaitu pelecok satu surah terbesar n domestik Al Alquran.


Adapun bacaan lengkap surah Al Maidah ayat 2-3 beserta latin dan artinya adalah ibarat berikut,

Surah Al Maidah Ayat 2-3, Latin, Beserta Artinya

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَاۤىِٕدَ وَلَآ اٰۤمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۗوَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا ۗوَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْۘا وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ (2)

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ
(3) الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Bacaan latin: 2. yā ayyuhallażīna āmanụ lā tuḥillụ sya’ā`irallāhi wa lasy-syahral-ḥarāma wa lal-hadya wa lal-qalā`ida wa lā āmmīnal-baital-ḥarāma yabtagụna faḍlam mir rabbihim wa riḍwānā, wa iżā ḥalaltum faṣṭādụ, wa lā yajrimannakum syana`ānu qaumin an ṣaddụkum ‘anil-masjidil-ḥarāmi an ta’tadụ, wa ta’āwanụ ‘alal-birri wat-taqwā wa lā ta’āwanụ ‘alal-iṡmi wal-‘udwāni wattaqullāh, innallāha syadīdul-‘iqāb

3. ḥurrimat ‘alaikumul-maitatu wad-damu wa laḥmul-khinzīri wa mā uhilla ligairillāhi bihī wal-munkhaniqatu wal-mauqụżatu wal-mutaraddiyatu wan-naṭīḥatu wa mā akalas-sabu’u illā mā żakkaitum, wa mā żubiḥa ‘alan-nuṣubi wa an tastaqsimụ bil-azlām, żālikum fisq, al-yauma ya`isallażīna kafarụ min dīnikum fa lā takhsyauhum wakhsyaụn, al-yauma akmaltu lakum dīnakum wa atmamtu ‘alaikum ni’matī wa raḍītu lakumul-islāma dīnā, fa maniḍṭurra fī makhmaṣatin gaira mutajānifil li`iṡmin fa innallāha gafụrur raḥīm

Artinya: “2. Wahai basyar-hamba allah yang percaya! Janganlah kamu mencium syiar-syiar kesucian Sang pencipta, dan jangan (melanggar kehormatan) rembulan-bulan ilegal, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala’id (binatang-hewan kurban yang diberi jenama), dan jangan (pula) mengganggu cucu adam-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keikhlasan hati Tuhannya. Tetapi apabila dia telah mengendalikan ihram, maka bolehlah anda mengejar. Jangan sebatas kebencian(mu) kepada suatu suku bangsa karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu melakukan melampaui had (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah beliau dalam (mengerjakan) amal dan takwa, dan jangan bantu-membantu dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat runyam kesengsaraan-Nya.

3. Diharamkan bagimu (meratah) mayat, darah, daging babi, dan (daging) dabat yang disembelih bukan atas (label) Allah, nan tersedak, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang jahat, kecuali yang luang dia sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan lagi) menala nasib dengan azlam (anak kilap), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Sreg musim ini manusia-anak adam ateis telah terbang semangat untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada perian ini sudah lalu Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan mutakadim Aku cukupkan gurih-Ku bagimu, dan sudah lalu Aku ridai Islam sebagai agamamu. Sahaja barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena kepingin berbuat dosa, maka sungguh, Yang mahakuasa Maha Pengampun, Maha Pengasih.”

Rangkuman isi kas dapur sahifah Al Maidah ayat 2-3 diatas bisa disimak puas pemaparan berikut ini,

1. Ulah yang dilarang

Mengabarkan dari tafsir Kemenag, Surat Al Maidah ayat 2 mengandung hukum-hukum Allah SWT akan halnya tata cara pelaksanaan ibadah haji. Begitu juga cara mengerjakan tawaf, sa’i pun tempat-tempat bikin mengerjakan akur ibadah haji yakni Kakbah, safa dan marwah.

Selain itu disebutkan bilang perbuatan yang enggak boleh dilakukan makanya para muslim selama ibadah haji tersebut. Sedikitnya suka-suka lima aturan nan secara gigih disebutkan privat ayat ini, di antaranya:

1. Pemali mencium peraturan Allah SWT terkait pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

2. Larangan melanggar virginitas bulan-bulan haram yakni bulan Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab.

3. Larangan mengganggu binatang-fauna hadyu, seperti gamal, lembu, wedus, biri-biri dan sejenisnya yang dihadiahkan kepada Kiblat untuk mendekatkan diri kepada Allah, disembelih di tanah bawah tangan dan dagingnya dihadiahkan kepada orang papa miskin.

4. Pemali mengganggu qalaid merupakan hewan-binatang hadyu (kurban), yang sudah dikalungi dengan tali, yang menunjukkan bahwa binatang itu dipersiapkan secara khusus bakal dikurbankan dan dihadiahkan kepada Kabah.

5. Larangan membancang dan mengganggu khalayak yang mengunjungi Baitullah cak bagi mengejar anugerah (rezeki) Allah begitu juga berdagang dan mencari keridhaan-Nya, yaitu melakukan haji dan umrah.

2. Makanan nan diharamkan

Ayat selanjutnya menerangkan kandungan barang apa saja yang boleh dimakan dan dilarang untuk disantap. Allah SWT berkata agar bani adam enggak memakan bangkai, bakat, daging kartu ceki, daging hewan yang disembelih bukan atas cap Allah, dan daging hewan yang senyap tercekik.

Selain itu, cak semau larangan kembali untuk memakan daging hewan yang hening karena beberapa alasan berikut. Seperti dipukul, ditanduk oleh fauna lain, runtuh berpokok tempat yang tinggi, diterkam binatang virulen, dan yang disembelih bakal pujaan.

Meskipun demikian, Islam dan ajarannya yang teladan dalam prinsip urusan profan maupun ukhrawi pun dijelaskan dalam akhir ayat ini. Umat muslim yang terpaksa harus memakan daging ilegal nan telah disebutkan di atas, diberi keringanan memakannya demi kebutuhan untuk bertahan hidup.

Semoga informasi yang dikandung dalam surat Al Maidah ayat 2-3 berarti ya, detikers!

Simak Video “Mengawasi Madrasah di Afghanistan di Pangkal Kepemimpinan Taliban

[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

Source: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5893846/surah-al-maidah-ayat-2-3-tindakan-dan-makanan-yang-dilarang-oleh-islam