Surah Al Kahfi Berapa Ayat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Surah ke-18
al-Kahf

الكهف



Gua
  • Referensi Arab
  • Terjemahan Kemenag
Klasifikasi Makkiyah
Nama tak Ashabul Khaf

(Penghuni-Penghuni Gua)
Juz Juz 15 (ayat 1-74)

Juz 16 (ayat 75-110)
Kuantitas ayat 110 ayat

Surah Al-Kahf
(bahasa Arab:الكهف,
al-Kahf, “Gua”) disebut pun
Ashabul Kahf
adalah surah ke-18 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Terowongan. Kedua nama ini diambil dari cerita yang terletak internal surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang teruna Ashabulkahfi (atau dikenal internal bahasa Inggris,
The Seven Sleepers) yang tidur n domestik gua selama 300 tahun bakal lari dari persekusi raja Dikyanus karena menolak menyembah berhala. Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita kerumahtanggaan surat ini, nan kesemuanya mengandung tutorial-pelajaran yang penting untuk umur manusia. Terdapat beberapa hadits Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam yang mengatakan keutamaan membaca surah Al Kahfi, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam mengomong;

Dalam surat ini terdapat titik paruh Al-Qur’an yang membelah isi Al-Qur’an menjadi dua bagian.

Terjemahan

[sunting
|
sunting sumber]

Ikhtisar pokok-siasat salinan.

Intimidasi terhadap tangan kanan Rabb punya momongan (1-8)

Kisah Ashabul Kahfi (9-26)

Wahi-nubuat tentang dakwah (27-59)

·       Nabi jangan mementingkan orang-orang terkemuka sekadar privat berdakwah (27-31).

·       Perumpamaan usia bumi dan orang-bani adam yang tertipu padanya (32-46).

·       Bilang kejadian pada hari Yaumudin dan kedurhakaan Iblis (47-53).

·       Akibat tidak memedulikan peringatan-peringatan Allah (54-59).

Rasul Musa mencari ilmu (60-82)

·       Rasul Musa bersesuai Nabi Khidr(60-70).

·       Khidr membocorkan bahtera (71-73)

·       Khidr mendebah seorang anak asuh (74-76).

·       Khidr mengedit dinding rumah (77).

·       Hikmah-hkmah mulai sejak perbuatan Khidr (78-82).

Zulkarnaen dengan Yakjuj dan Makjuj
(83-101).

Adzab bagi khalayak-manusia musyrik dan pahala bakal individu-bani adam mukmin

·       Celakalah insan-orang musyrik (102).

·       Amat merugilah orang-makhluk yang terpedaya makanya dirinya sendiri (103-108).

Luasnya ilmu Allah tidak terhingga
(109-110).


Dengan etiket Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

  • Terpujilah Tuhan nan sudah menugasi Al-Kitab kepada hambaNya, bahwa Kamu tak mengadakan digresi di dalamnya; hal yang terlindungi, moga memperingatkan tentang Azab pedih bersumber sisiNya, serta supaya meriangkan golongan beriktikad yang memperbuat beraneka macam kebajikan bahwa telah disediakan upah berkenan lakukan mereka, yang mereka berada disana selamanya,

    serta meski Dia memperingatkan insan-insan yang menyatakan: “Tuhan beranak” bahwa sosok-hamba allah itu tidak memiliki kesadaran adapun perkara ini, demikian pun para leluhur mereka, betapa buruk ucapan yang keluar pecah mulut orang-orang itu, sosok-orang itu hanyalah menitahkan kebohongan. (Ayat:1-5)
  • Maka apakah dirimu hendak menzabah diri sendiri lantaran merasa kecewa terhadap orang-bani adam itu sewaktu mereka tidak beriman terhadap keterangan ini. (Ayat:6)
  • Bahwasanya Kamilah nan mengadakan keindahan-keindahan di bumi andai perhiasan disana supaya Kami membuktikan diri mereka; siapakah yang berperilaku terbaik di perdua-paruh mereka, ketahuilah bahwa kelak Kami jadikan hal-hal nan berlambak di atasnya bagaikan gelanggang berpasir, tandus. (Ayat:7-8)
  • Alias beliau menganggap bahwa para penduduk gua serta raqim terdaftar mu’jizat-mu’jizat Kami yang menakjubkan? tatkala para pemuda memasuki gua itu lalu mereka berseru: “Wahai Yang mahakuasa kami, karuniakan Kasih untuk kami dari sisiMu, serta selesaikan kiranya urusan kami melalui penyelamatanMu” sehingga Kami tutup alat pendengar mereka dalam gaung itu kemudian Kami bangunkan mereka supaya Kami ketahui manakah antara kedua pihak yang lebih tepat dalam memperhitungkan lama waktu berdiam;

    Kami kisahkan kepada dirimu, riwayat ini, berdasar Kebenaran; bahwa mereka yaitu pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, serta Kami perkuat arahan bikin mereka sehingga Kami teguhkan kalbu mereka sewaktu mereka menekankan diri habis mereka bersuara: “Tuhan kami adalah Tuhannya seluruh langit beserta bumi, kami lain akan menyeru sembahan selain Dia, sekiranya kami bahkan memperbuat situasi itu, tentulah kami mengucap pencelaan. Sungguh kabilah kami menghendaki berbagai sembahan selain Dia; mengapakah turunan-individu itu lain menyerahkan bukti jelas kepada kami, lalu kelihatannya yang makin dolan zalim dibanding golongan yang mengada-adakan bidah terhadap Allah?”:”Apabila kalian meninggalkan mereka beserta kejadian-peristiwa yang mereka puja selain Halikuljabbar, maka berlindunglah ke gaung itu niscaya Kamu limpahkan sebagian KasihNya bagi kalian, serta menyelesaikan segala urusan kalian secara baik.”

    Dan sekiranya sira mengawasi matahari ketika terbit melintasi ke sisi kanan gua mereka, serta momen matahari tenggelam menjauhi mereka ke sisi kiri, sedang mereka terbaring kerumahtanggaan tempat luas kerumahtanggaan lubang itu; demikianlah sebagian pertanda Allah, barangsiapa yang Almalik didik maka orang itulah yang terasuh; sedang barangsiapa nan Dia liarkan tentu beliau takkan mendapati satu pelindung juga nan menuntun orang itu,

    saja beliau menganggap mereka itu terpelajar padahal mereka sedang terlelap, serta Kami menjungkalkan-pencong mereka ke arah kanan maupun ke sisi kiri, sementara cigak mereka membaringkan dua kaki plong muka portal gaung, sekiranya kamu mengamati mereka tentulah kamu akan takjub terhadap mereka, sehingga kamu merasa gemetar ketakutan terhadap mereka.
    Bahwa demikianlah Kami bangunkan mereka supaya mereka saling bertanya; seorang di tengah-tengah mereka merenjeng lidah: “Berapa lamakah kalian berdiam diri?” mereka berkata: “kami berkampung diri sepanjang sehari, alias setengah perian” mereka berkata: “Almalik kalian lebih memafhumi tentang kesanggupan kalian, maka suruhlah koteng di tengah-paruh kalian supaya pergi ke buku kota dengan membawa uang perak kalian ini tinggal hendaklah orang tersebut membeli makanan yang layak dahulu hendaklah orang tersebut membawa alat pencernaan itu kepada kalian, serta hendaklah orang tersebut berperan ramah serta janganlah khalayak tersebut memberitahukan keadaan kalian kepada seorang kembali; sekiranya mereka menangkap kalian niscaya mereka akan menggebok kalian menggunakan bebatuan, ataupun mengerasi kalian kembali kepada agama mereka, sekiranya kalian menuruti hal demikian tentulah kalian enggak akan selamat” maka demikianlah Kami pertemukan mereka, supaya mereka mengetahui, bahwa janji Allah merupakan Kebenaran, bahwa Kemestian tiada diragukan;

    saat cucu adam-individu itu bercekcok tentang urusan mereka maka mereka berseru: “Dirikan bangunan di atas mereka,” Tuhan mereka mengetahui tentang keadaan mereka; cucu adam-insan nan membereskan perkara mereka berkata: “Dirikan sebuah sajadah di atas mereka,” nanti terserah yang mengatakan: “tiga orang, yang keempat adalah cigak mereka” sementara sebagian lain mengatakan: “panca orang, nan keenam yaitu anjing mereka” sebagai terkaan tentang perkara ghaib; maka ada pula nan mengatakan: “sapta makhluk, yang kedelapan adalah anjing mereka” Katakanlah: “Rabbana nan paling kecil mengetahui akan halnya jumlah mereka; tiada yang mengetahui tentang jumlah mereka kecuali sedikit” oleh karena itu jangan memperdebatkan persoalan mereka sendiri, kecuali perkara yang telah jelas, serta jangan menerka-nerka tentang seorang pun dari mereka; dan jangan mengatakan tentang sesuatu hal: “diriku pasti akan mengerjakan situasi demikian puas tulat hari” tanpa menyebut “jika Tuhan perkenan” maka sadarilah Tuhanmu, apabila sira terhipnosis maka katakanlah: “Moga Tuhanku akan membimbing diriku mendekati validitas akan halnya perkara ini.”

    Dan mereka berdiam dalam gorong-gorong mereka sepanjang tiga ratus periode ditambah sembilan; Katakanlah: “Allah lebih mengetahui berapa lama mereka beralamat diri, MilikNyalah segala perkara ghaib di langit maupun di mayapada; Dialah Yang Maha Mengetahui keadaan yang demikian, Nan Maha Mendengar; tiada satu penaung pun bagi mereka selain Dia, bahwa Ia tidak berbagi dengan sesuatu kembali dalam menetapkan keputusan.” (Ayat:9-26)
  • Dan sampaikan hal yang diwahyukan kepada dirimu, nan termasuk Kitab Tuhanmu; tiada nan sanggup mengganti ketetapan-ketetapanNya, bahwa takkan kamu dapati tameng selain Dia;

    maka bersabarlah bersama orang-khalayak yang menyeru Tuhan mereka di perian fajar dan senja hari lakukan mengharap perkenanNya;

    serta jangan mengarahkan kedua matamu terhadap mereka nan hanya mengutamakan keglamoran atma dunia ini;

    serta jangan menaati hamba allah yang memiliki kalbu mutakadim Kami jauhkan bagi mengingat Kami, serta orang itu menuruti kecenderungan diri sehingga keadaannya melangkaui sempadan;

    serta katakanlah: “Keabsahan terbit berbunga Halikuljabbar kalian; barangsiapa nan menghendaki, maka berimanlah, menengah barangsiapa nan menghendaki, maka kafirlah” bukan main telah Kami sediakan Neraka lakukan golongan nan berlaku zalim, nan gejolaknya mengurung golongan itu; apabila golongan itu meminta minum niscaya golongan itu akan diberi minum dengan cairan ferum mendidih yang meleburkan roman, demikianlah minuman yang buruk serta tempat kesudahan terburuk; sedangkan orang-makhluk nan berkepastian serta memperbuat kebajikan, Kami pasti takkan mengurangi upah untuk orang-orang yang melakukan kebaikan, mereka itulah yang telah disediakan Surga Adn yang dialiri wai-bengawan di bawahnya; disana mereka dihiasi dengan gelang kencana serta mereka memakai pakaian hijau berbahan sutera subtil ataupun sutera tebal, serta mereka duduk sambil bersandar pada dipan-dipan indah; sebuah upah terbaik, sebagai panggung kesudahan yang berkenan. (Ayat:27-31)
  • Dan sampaikan kepada mereka akan halnya sebuah laksana dua individu pria, yang kepada salah sendiri berbunga keduanya, telah Kami sediakan dua tegal anggur, serta Kami kelilingi kedua ladang itu dengan pepohonan tamar, serta di antara kedua panggung itu mutakadim Kami jadikan sebuah ladang; kedua kebun itu menghasilkan hasil penuaian dengan tiada sedikit pun yang gagal terlampau Kami alirkan sebuah sungai di antara kedua tempat itu, sehingga orang itu punya kemewahan, kemudian orang itu berkata kepada kawannya, sewaktu bertutur kata dengannya: “aku memiliki lebih banyak harta dibanding dirimu, serta penyanjung-pengikutku lebih hebat” serta insan itu memasuki kebunnya madya khalayak itu berlaku zalim terhadap dirinya seorang, orang itu berkata: “Tidaklah terbayang buat diriku bahwa kejadian demikian akan lenyap, serta tidaklah terbayang bahwa Kemestian itu akan terlaksana, takdirnya aku dikembalikan kepada Illah tentulah aku akan memperoleh hal yang lebih baik dibanding hal demikian” kawannya berujar kepada orang itu sewaktu merenjeng lidah-cantik dengannya: “Apakah kamu mengingkar terhadap Nan telah menciptakan dirimu berbahan debu nan kemudian nutfah, lalu Sira membuat dirimu sebagai seorang adam? tetapi menurutku Dialah Allah, Tuhanku, serta aku tidak menyekutukan sesuatu pun terhadap Rabbana, maka mengapakah dia tidak mengatakan sewaktu anda memasuki kebunmu itu ‘Atas perkenan Allah, bahwa tiada kuasa kecuali eigendom Sang pencipta’ walau dirimu menganggap diriku lebih sedikit dibanding dirimu dalam situasi khazanah maupun anak; mudah-mudahan Tuhanku akan memberi diriku dengan keadaan yang lebih baik dibanding kebunmu itu, serta hendaknya Sira mendatangkan petir dari langit terhadap kebunmu itu sehingga menjadi tanah berlumpur atau airnya surut ke privat petak, kemudian kamu enggak pergok tipar itu lagi”

    tatkala barang apa kemegahannya itu penyap; orang itu membolak-benyot kedua tangan atas segala situasi yang telah diperjuangkan demi kejadian semacam ini, sedang keadaan sejenis ini telah runtuh bersama penyangga-penyangganya serta orang itu mengatakan: “Celakalah diriku! kiranya terlampau aku tak mempersekutukan sesuatu pun terhadap Rabbana” maka tidak ada satupun nan menolong orang itu selain Allah; alangkah basyar itu tidaklah dapat menyelamatkan dirinya sendiri; maka itu sebab perlindungan itu mulai sejak bersumber Allah, Nan Haq, Dialah Penolong terbaik, serta Pemelihara terbaik,

    maka berilah sebagai kepada mereka adapun roh keduniaan nan seumpama air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka pohon-tanaman tumbuh berbenda di durja bumi yang kemudian meringkai dihempaskan angin, betapa Sang pencipta Maha Kuasa terhadap segala sesuatu,.
    Harta benda beserta anak-momongan merupakan gebyar umur profan belaka bineka kebajikan yang kekal yaitu hal nan terbaik bagi Tuhanmu serta lebih baik sebagai penantian. (Ayat:32-46)
  • Dan sreg hari ketika Kami perjalankan pegunungan, sehingga kamu akan menyaksikan bumi itu rata kemudian Kami himpun mereka, bahwa Kami tidak meluputkan koteng pun yang teragendakan mereka; serta mereka kreatif dalam keadaan berbaris ketika dipertemukan menghadap Tuhanmu: “Sungguh kalian mendekati kepada Kami, sebagaimana detik Kami ciptakan kalian puas masa penting, sekadar kalian mengatakan bahwa Kami tiada menetapkan Pertermuan dengan kalian” tatkala Al-Kitab dihadirkan kemudian sira akan mematamatai golongan yang berdosa merasa keheranan terhadap hal-hal nan berada di dalamnya, serta mereka berfirman: “Celakalah kami, kitab apakah ini yang lain meninggalkan perkara-perkara terkecil sekalipun, demikian lagi perkara-perkara besar, melainkan termuat semuanya” sehingga mereka dapati segala tindakan yang selama ini mereka perbuat disingkapkan; ketahuilah bahwa Tuhanmu bukan bertindak zalim terhadap sesuatu sekali lagi”. (Ayat:47-49)
  • Dan saat Kami berkata kepada para malaikat: “Rendahkan diri terhadap Adam!” maka mereka melembut diri selain Iblis; makhluk itu termaktub golongan jin, sehingga turunan itu mendurhakai perintah Tuhannya; maka patutkah kalian memaui makhluk itu beserta keturunannya sebagai pelindung selain Aku, sementara individu-makhluk itu merupakan p versus kalian? alangkah buruk insan itu sebagai panutan cak bagi golongan yang berlaku zalim; Aku tiada menghadirkan makhluk-orang itu untuk menyaksikan penciptaan langit serta dunia, maupun invensi diri mereka sendiri bahwa Aku tidak memaui golongan penyesat itu bagaikan panutan;
    bahwa pada waktu ketika Dia berfirman: “Serulah sekutu-sekutuKu yang telah kalian sebut-tutur itu” lewat orang-orang itu memanggil-manggil golongan tersebut; tetapi golongan tersebut tiada menjabat tempik orang-orang itu tinggal Kami adakan bikin orang-orang itu; tempat kerusakan, sedangkan golongan yang berdosa mengintai Neraka sehingga mereka meyakini bahwa mereka akan merosot ke dalamnya, serta mereka tidak menjumpai bekas perlindungan menghadapi hal demikian. (Ayat:50-53)
  • Dan sungguh telah Kami ulang-ulangi dalam Al-Qur’an ini, bermacam-variasi perumpamaan cak bagi umat turunan, doang manusia yaitu anak adam nan gemar membantah; bahwa tiada yang menghalangi umat manusia biar beriktikad bersama-sama Didikan telah tersampaikan kepada mereka maupun meski memohon grasi kepada Tuhan mereka, kecuali sebagaimana Kelestarian umat-umat terdahulu atau kehadiran Ikab menimpa mereka secara sekonyongkonyong. (Ayat:54-55)
  • Dan Kami tiada mengutus para Utusan tuhan selain seumpama pembawa berita gembira serta sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-cucu adam kafir membandel mempergunakan kesia-siaan meski melemahkan Keabsahan, juga sosok-orang itu menganggap ayat-ayat Kami beserta ancaman-ancaman terhadap mereka sebagai cemoohan. (Ayat:56)
  • Dan siapakah nan lebih zalim dibanding orang nan sudah lalu diperingatkan adapun ayat-ayat Tuhannya, suntuk orang itu mengabaikan hal demikian sehingga mengabaikan hal-hal yang sudah diperbuat kedua tangannya seorang? nan sebenarnya Kami sudah menempatkan tutupan pada kalbu mereka bakal memahami keadaan demikian, bahwa di alat pendengar mereka terletak sumbatan; bahwa sekalipun kamu mengajak mereka membidik Bimbingan niscaya mereka takkan terbimbing sejauh-lamanya, sungguh Tuhanmu Maha Pengampun, Menguasai Rahmat; sekiranya Dia menghukum mereka akibat segala tindakan mereka tentulah Dia akan menyegerakan Azab untuk mereka; cuma cak semau waktu tertentu untuk mereka, ketika takkan mereka dapati penaung terhadap hal tersebut; dan demikian itu merupakan area-area yang telah Kami musnahkan ketika mereka sedang berbuat zalim, serta sudah Kami tetapkan waktu tertentu mengenai kebinasaan mereka. (Ayat:57-59)
  • Dan ketika Musa berucap kepada pengikutnya: “Aku tidak akan memangkal hingga menginjak di pertemuan kedua segara; maupun aku akan mengembara lebih lanjut” maka tatkala mereka sampai di pertemuan kedua lautan itu, mereka terlupa meninggalkan ikannya lalu ikan itu menyusuri osean; maka tatkala mereka sudah lalu menuntut ganti rugi jarak selanjutnya, Musa berkata kepada pengikutnya: “Bawalah kemari perbekalan nafkah kita, sungguh kita sudah lalu merasa penat akibat pengelanaan ini” pengikutnya menjawab: “Sadarkah kamu tatkala kita singgah di kawasan bebatuan tadi, sungguh aku terlupa mengenai ikan itu, bahwa tiada yang menjadikan diriku lupa bikin menceritakan hal itu selain setan, akan tetapi lauk tersebut menuntut ganti rugi jalannya seorang melalui lautan dengan pendirian yang mengherankan.” Musa berkata: “Itulah wilayah yang kita tuju” lalu keduanya kembali mengikuti jejak mereka semula, sehingga mereka bertemu dengan koteng hamba di antara golongan hamba Kami, anak adam yang telah Kami beri Anugerah kepada dirinya berasal sisi Kami, serta orang yang telah Kami ajarkan kepada dirinya, Ilmu dari jihat Kami; Musa berkata kepada individu itu: “Bolehkah aku mengikuti dirimu supaya kamu mengajarkan kepada diriku, kemampuan khusus yang telah diajarkan kepada dirimu?” orang itu berkata: “ia karuan takkan sanggup memiliki kesabaran bikin mengiringi diriku; lalu bagaimanakah beliau boleh memastikan tentang sesuatu perkara mempergunakan pertimbangan tersebut?” engkau bertutur: “kamu akan pergok aku, sekiranya Allah perkenan, sebagai bani adam yang bersabar, bahwa aku tidak akan menentang dirimu dalam satu perkara sekali lagi” orang itu bertutur: “Apabila engkau mengikuti diriku, maka janganlah kamu mempertanyakan kepada diriku akan halnya keadaan apapun, sampai aku sendiri yang menjelaskan kepada dirimu”

    Maka keduanya berjalan, sampai tatkala keduanya menaiki perahu start-menginjak orang itu melubanginya, kamu bersuara: “Mengapakah kamu melubangi sampan itu yang berakibat kamu mengandaskan penumpangnya? anda betul-betul telah menyebabkan masalah besar” orang itu bercakap: “Belumkah aku mengatakan: ‘kamu pasti takkan memiliki kesabaran mengiringi diriku'” beliau berbicara: “Janganlah memutuskan hukum diriku akibat kelupaanku, serta janganlah menyudutkan diriku akibat suatu kecerobohanku”

    Lalu keduanya meneruskan pengembaraan; hingga tatkala keduanya mendapati seorang pemuda dahulu orang itu membunuh pemuda itu, ia berkata: “Mengapa kamu membunuh jiwa yang steril, lain karena orang tersebut membunuh orang lain? bukan main kamu telah melakukan perkara keji” ia bersuara: “Belumkah aku mengatakan kepadamu bahwa engkau pasti takkan punya kesabaran mengiringi diriku?” ia berkata: “Sekiranya aku mendiskusikan kepada dirimu tentang sesuatu perkara selepas ini, maka janganlah kamu biarkan aku mengiringi dirimu, sungguh dirimu sudah lalu cukup memberi pemakluman terhadap diriku”.
    Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka lamar makanan kepada penduduk provinsi itu, belaka pemukim wilayah itu memerosokkan spontan menelantarkan keduanya kemudian keduanya menangkap tangan di provinsi itu cak semau dinding sebuah rumah yang dempet runtuh, maka orang itu menopang dinding itu, engkau berkata: “Kalau engkau memaui, niscaya kamu mintai upah kerjakan tindakan ini” engkau berkata: “Inilah perpisahan antara diriku dengan dirimu, akan kujelaskan kepada dirimu, maksud perkara-perkara yang tidak sanggup engkau memahami,

    Adapun perahu itu adalah milik orang-orang miskin nan bekerja di laut, sehingga aku hendak menghancurkan perahu itu, sebab di hadapan mereka terdapat sendiri raja yang menyamun setiap arombai. Akan halnya bujang itu, maka kedua sosok tuanya adalah golongan yang percaya, sehingga kami khawatirkan bahwa pemuda itu akan mendukakan kedua basyar tuanya akibat kesesatan serta kekafiran serta kami berharap supaya Ia mengganti untuk mereka empat mata dengan anak lain nan lebih murni dibanding pemuda itu, serta lebih baik dalam rahmat sayangnya. Adapun dinding rumah itu merupakan nasib baik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya terletak harta benda suplai buat keduanya sedang sang ayah yaitu seorang yang alim, maka Tuhanmu menghendaki supaya keduanya bertunas dewasa sehingga mengeluarkan harta benda stok itu, ibarat Hadiah bermula Tuhanmu;
    Bahwa tidaklah aku melakukan tindakan-tindakan tersebut menuruti kemauanku sendiri, demikianlah tujuan perkara-perkara yang tidak sanggup kamu memaklumi”. (Ayat:60-82)
  • Mereka menyoal kepadamu tentang Zulkarnain. Katakanlah: “Aku akan menyampaikan kepada kalian, kisah tentang dirinya.” Ketahuilah bahwa Kami yang mengaruniakan kedudukan kepada anda di bumi, serta Kami beri kepada ia; cara tempuh segala hal,
    maka ia menempuh satu perjalanan, sampai saat ia sudah hingga ke kancah syamsu tergenang, kamu pergok hal demikian tergenang di dalam laut nan berlumpur hitam, serta ia mendapati disana, sebuah umat. Kami berfirman: “Wahai Zulkarnain, dirimu dapat menyusahkan atau berbuat baik terhadap mereka.” sira berucap: “Bahwa orang yang zalim, maka esok kami akan menghukum orang itu, kemudian ia dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian Tuhan mengazab ia dengan Azab yang mutlak; adapun khalayak yang beriktikad serta beramal shaleh, maka untuknya terdapat upah nan terbaik sebagai balasan, serta akan kami serahkan kepada kamu tentang hal-keadaan mudah dalam perintah-perintah kami.” kemudian ia menempuh suatu perjalanan; sampai sewaktu ia sudah lalu menjejak bekas dari matahari; ia menemui itu terbit menyinari kepada sebuah umat yang enggak Kami jadikan untuk mereka, pelindung terhadap itu, Demikianlah; bahwasanya Kami menghampari segala peristiwa yang berkecukupan pada dirinya. Kemudian anda menempuh suatu pelawatan, hingga ketika ia menyentuh daerah di antara dua pegunungan, dia menangkap basah di penghadapan keduanya sebuah kaum nan hampir lain mengerti perundingan; Mereka berkata: “Duhai Zulkarnain, ketahuilah bahwa Ya’juj serta Makjuj merupakan orang-orang yang menimbulkan kebinasaan di durja bumi, maka dapatkah kami menghadiahi sesuatu kepadamu, supaya dirimu mendirikan sebuah dinding pembatas antara kami dengan mereka.” kamu bersuara: “Hal-hal yang sudah lalu Tuhanku karuniakan untuk diriku merupakan hal yang terbaik, oleh sebab itu bantulah diriku dengan kemujaraban, kendati aku mendirikan dinding antara kalian dengan mereka, berilah aku retakan-bongkahan besi” hingga momen besi itu sebabat rata dengan kedua gunung-gemunung itu, ia berkata: “Tiuplah!” adv amat ketika ia menjadikan hal itu sebagai tenggarang, dia pula berkata: “Berilah aku tembaga cak agar kutuangkan ke besi merangsang itu; sehingga mereka tak bisa naik peristiwa demikian, serta mereka tidak sanggup menembus situasi demikian.” dia berkata: “Hal sejenis ini yaitu Karunia berasal Tuhanku, bahwa ketika Taki Rabi telah terpuaskan; Dialah nan akan menjadikan hal demikian menjadi hancur lumer; sedang Ikrar Rabbana itu merupakan Kebenaran.” Kami biarkan mereka pada Masa itu dalam situasi saling berbaur, tatkala sangkakala telah ditiup, maka Kami himpunkan mereka semuanya; serta Kami hadirkan Jahanam secara jelas pada Periode itu kepada orang-makhluk ateis,: “Yakni orang-orang yang punya alat penglihatan dalam keadaan tertutup supaya mengingat Aku, serta makhluk-bani adam yang tidak sanggup mendengar.” (Ayat:83-101)
  • Maka apakah cucu adam-individu dahriah itu menduga bahwa mereka dapat menghendaki hamba-hambaKu sebagai penyelamat selain Aku? bahwasanya telah Kami sediakan Jahanam ibarat tempat kediaman lakukan golongan kafir. (Ayat:102)
  • Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepada kalian akan halnya turunan-orang yang minimum celaka tindakannya serta insan-orang yang perbuatannya batil dalam jiwa dunia ini sedangkan mereka menganggap bahwa mereka memperoleh keuntungan ki akbar; yakni individu-insan nan telah mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka beserta persuaan dengan Dia, sehingga segala perbuatan sosok-orang itu menjadi sia-sia, bahwa Kami takkan menyandang khalayak-cucu adam itu puas Hari Kebangkitan, balasan buat khalayak-bani adam itu yaitu Jahannam, disebabkan pengingkaran orang-hamba allah itu, serta disebabkan orang-basyar itu menjadikan ayat-ayatKu beserta para RasulKu sebagai cemoohan.” (Ayat:103-106)
  • Sungguh orang-orang yang beriman serta memperbuat berjenis-jenis amal, sudah disediakan Taman firdaus Firdaus untuk mereka misal panggung kesudahan, mereka mampu disana selamanya, bahwa mereka lain kepingin berpindah berusul tempat itu. (Ayat:107-108)
  • Katakanlah: “Jikalau sekiranya raksasa dijadikan tarum buat bermacam-macam Ketetapan Tuhanku, tentulah samudra itu mutakadim dulu lakukan Abadiah-Ketetapan Tuhanku, walau jika Kami tambahkan samudra lain pula. (Ayat:109)
  • Katakanlah: “Alangkah aku ini adalah koteng sosok biasa sebagaimana kalian, yang diwahyukan kepada diriku bahwasanya Tuhan kalian adalah Sembahan yang Khas; barangsiapa menantikan Perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah orang tersebut memperbuat kebajikan, serta janganlah anak adam tersebut menyekutukan sesuatu lagi dalam beribadah kepada Tuhannya.” (Ayat:110)

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]

  • Mukaddimah Al Qur’an versi terjemahan Kementerian Agama Republik Indonesia

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • Qur’an Surah Al Kahfi
  • Listen Surah Al-Kahf Online




Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Kahf

Posted by: gamadelic.com