Surah Al Kahfi Ayat 1

(Segala puji) Memuji adalah menyifati dengan yang baik, yang tunak (bagi Almalik) Maha Tinggi Sira. Apakah nan dimaksud dengan Alhamdulillah ini bersifat pengetahuan bagi diimani, maupun dimaksudkan sekadar bakal memuji kepada-Nya belaka, ataupun dimaksudkan buat keduanya. Memang di dalam menanggapi masalah ini cak semau beberapa dugaan, akan tetapi yang makin banyak mengandung faedah adalah pendapat yang ketiga, yaitu kerjakan diimani dan sekaligus umpama pujian kepada-Nya (yang telah menurunkan kepada hamba-Nya) yaitu Nabi Muhammad (Al-Kitab) Alquran (dan Dia bukan menjadikan padanya) di n domestik Alquran (kebengkokan) silang sengketa maupun tangkisan. Jumlah kalimat Walam yaj’al lahu ‘iwajan berkedudukan menjadi Hal atau tafsir peristiwa tinimbang lafal Al-Kitab.

[[18 ~ AL-KAHF (Gaung) Pendahuluan: Makkiyyah, 110 ayat ~ Pertinggal al-Kahf termasuk kelompok surat Makkiyyah, kecuali ayat ke-38 dan duapuluh ayat lainnya mulai ayat ke-83 sampai dengan ayat ke-101 yang termaktub dalam gerombolan tindasan-surat Madaniyyah. Inskripsi al-Kahf diawali dengan pujian pada Yang mahakuasa, sebagai ungkapan rasa syukur atas diturunkannya al-Qur’ân al-Karîm nan berfungsi, antara lain, bak pemberi peringatan dan penyampai berita demen cita. Di antara ayat-ayat surat al-Kahf cak semau nan berisikan ancaman lakukan insan-orang yang beranggapan bahwa Sang pencipta mempunyai momongan. Disebutkan lagi internal pertinggal ini besarnya perhatian dan harapan Rasulullah saw. akan keimanan orang-orang nan telah diserunya cak bagi mengimak jalan Allah. Selanjutnya, manuskrip ini lagi menuturkan cerita Ashhâb al-Kahf (pemuda-pemuda beriktikad penghuni gua) yang bersembunyi di dalamnya privat situasi tertidur sejauh 309 tahun. Mereka itu yaitu sekelompok penyanjung agama Nasrani yang melarikan diri karena penindasan penguasa Romawi. Bikin membuktikan kekuasaan-Nya menyemarakkan kembali individu-bani adam yang mutakadim hening kelak di hari kiamat, Almalik menggugah mereka setelah lelap dalam tidur sekian lamanya itu. Dalam surat ini Allah juga memerintahkan Rasulullah saw. sepatutnya membaca al-Qur’ân, memberi peringatan kepada manusia dan memberi manifesto gembira kepada orang-orang nan beriman. Selain itu, juga disebutkan penjelasan ihwal sendirisendiri warga kayangan dan neraka. Puas bagian enggak tembusan ini, Sang pencipta membersihkan sebuah misal konkret dua hamba allah lelaki yang saling berbeda perangainya. Yang satu kafir, gemuk dan merasa bangga dengan kekayaan dan anak keturunannya, sementara yang lain doang layak membanggakan dirinya karena bertuhankan Sang pencipta. Ayat-ayat berikutnya weduk penjelasan bahwa perwalian nan benar hanyalah kepada Allah, kesenangan-kepelesiran umur duniawi yang fana, keadaan setelah periode kebangkitan yang tidak mengenal bagan kehidupan tidak kecuali kebahagiaan di surga atau penderitaan di neraka, berikut kisah Mûsâ dengan koteng hamba saleh yang mendapatkan kasih guna-guna dari Allah Swt. Dalam kisah ini, Allah bermaksud menguraikan alangkah tidak tahunya manusia akan pengaruh Allah–malar-malar Nabi Muhammad saw. yang termasuk dalam golongan Ulû al-‘Azm (nabi-nabi yang punya azam langgeng) sekalipun–jika Allah lain menempatkan aji-aji-Nya pada mereka. Disusul kemudian dengan narasi Dzû al-Qarnain yang sudah berhasil mencecah kawasan paling jauh di belahan bumi timur dan sudah berbenda membangun kolam besar. Sebelum ditutup, masih suka-suka ayat-ayat lain yang menguraikan ihwal musim kiamat, perian anugerah pahala bikin orang-orang beriman dan penjelasan pesiaran dan kalimat-kalimat Tuhan nan bukan akan rangkaian dulu. Dan kesudahannya, surat ini ditutup dengan penjelasan mengenai jalan yang kiranya diikuti oleh makhluk lakukan mendapat rida Yang mahakuasa.]] Barang apa puji yang baik hanyalah hak Allah yang sudah lalu menurunkan al-Qur’ân kepada hamba-Nya, Muhammad. Allah tidak menjadikan al-Qur’ân sebagai kitab asli nan mengandung hal-hal yang melebar semenjak kebenaran. Akan cuma al-Qur’ân itu berisikan kebenaran yang tidak perlu diragukan.

Anda harus

lakukan bisa menambahkan kata tambahan

Source: https://tafsirq.com/18-al-kahf/ayat-1

Posted by: gamadelic.com