Surah Al Ikhlas Surah Ke

Keutamaan surat Al Polos sangat luar biasa, karena berisi perintah menyatukan Tuhan SWT dan menolak menduakan-Nya.

Quraish Shibab menuturkan tera tindasan Al Ikhlas terambil berpokok kata ‘khalis’ yang berarti kudrati atau nirmala selepas sebelumnya mempunyai kekalutan.

Manuskrip ini sangat populer di gudi umat mukmin karena memiliki ayat yang pendek dan arti yang mudah dimengerti.

Namun mungkin sangkil bahwa surat tersebut mengandung lebih banyak fadhilah daripada nan dibayangkan sebelumnya.

Baca Lagi:
11+ Keutamaan Mengaji Quran, Salah Satunya Mujur Kursi Hierarki di Kedewaan!

Mengenal Surat Al Tulen

Keutamaan SuratAl Ikhlas -1.jpg

Foto: Keutamaan SuratAl Ikhlas -1.jpg

Foto ilustrasi Alquran (Mata air: Islam4u.com)

Pertinggal Al Ikhlas merupakan sahifah ke-112 privat Alquran yang termasuk dalam pertinggal Makkiyah karena diturunkan di kota Mekkah.

Surat ini diturunkan Allah setelah inskripsi An-Nas. Setiap tindasan diturunkan sesuai dengan kondisi yang medium berlanjut.

Menurut riset yang dilakukan maka dari itu UIN Raden Fatah Palembang, secara keseluruhan surat Al-Jati memiliki poin-kredit keislaman khususnya pendidikan tauhid.

Ini sesuai dengan sebab diturunkannya kopi Al Kudrati ini. Dalam sebuah hadits diceritakan:

عَنْ أَبِي العَالِيَة عَنْ أُبَيْ بْنُ كَعَب رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ الْمُشْرِكِيْنَ قَالُوْا: يَا مُحَمَّدٌ ؛ انسب لَنَا رَبَّكَ ؛ فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ اللهُ الصَّمَدٌ

Artinya: “Pecah Abi al-‘Aliyah, bersumber ‘Ubay bin Ka’ab RA, sesungguhnya suku bangsa musyrikin berkata: “Duhai Muhammad! Sebutkanlah (beritahukanlah) kepada kami tentang Tuhanmu!

Maka Tuhan azza wa jalla mengedrop ayat (‘qul huwa allăhu ‘ahad, Allăh as-Shamad hingga sreg ayat buncit).” (HR Tirmidzi)

Baca Juga:
Bacaan Surat Yasin Latin, Arab, dan Artinya

Bacaan Akta Al Ikhlas beserta tulisan Arab, Latin, dan Artinya

daftar-surat-alquran.jpg

Foto: daftar-surat-alquran.jpg

Foto ilustrasi Quran (Sendang: Orami Photo Stock)

Berikut ini ialah teks surat Al Kalis dalam tulisan Arab, latin, dan kembali artinya nan akan memudahkan untuk membacanya:

قُلْ
هُوَ
ٱللَّهُ
أَحَدٌ

(Qul huwallāhu aḥad)

Artinya: (1) “Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.”

ٱللَّهُ
ٱلصَّمَدُ

(Allāhuṣ-ṣamad)

Artinya: (2) “Sang pencipta adalah Tuhan nan bergantung kepada-Nya apa sesuatu.”

لَمْ
يَلِدْ
وَلَمْ
يُولَدْ

(Lam yalid wa lam yụlad)

Artinya: (3) “Anda tiada berputra dan tidak pula diperanakkan.”

وَلَمْ
يَكُن
لَّهُۥ
كُفُوًا
أَحَدٌۢ

(Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad)

Artinya: (4) “Dan tidak ada seorangpun yang setolok dengan Sira.”

Baca Juga:
Surat Yunus Ayat 10, Contoh dengan Teks Arab, Latin, dan Tafsirnya!

Tafsir Surat Al Iklas

surat-at-taubah-ayat-105

Foto: akta-at-taubah-ayat-105

Foto ilustrasi Quran (Mata air: Orami Photo Stock)

Sebelum mengetahui keutamaan akta Al Polos yang mengungkapkan keesaan Allah SWT, terdeapat tafsirnya nan menjelaskan hal tersebut. Dirangkum bersumber bermacam ragam sumber, berikut ini adalah adverbia salinan Al Salih:

Surat Al Suci Ayat 1

Kata
ahad
(أحد) diambil mulai sejak akar alas kata
wahdah
(وحدة) yang artinya kesatuan. Juga perkenalan awal
waahid
(واحد) nan berarti satu.

Kata
pekan
privat ayat ini berfungsi umpama sifat Tuhan SWT yang artinya Allah n kepunyaan sifat istimewa yang tidak dimiliki oleh selain-Nya.

Menurut Sayyid Qutb, ‘qul huwallaahu ahad’ merupakan lafal yang bertambah halus dan bertambah lembut ketimbang alas kata ‘ahad’.

Sebab, kalimat itu mengasaskan kepada makna ‘wahid’ bahwa enggak ada sesuatu sekali lagi selain Dia bersama Dia dan bahwa tidak ada sesuatu juga yang sekufu denganNya.

Ini adalah
ahadiyyatul-wujud, kesendirian wujud. Karena itu tidak ada hakikat kecuali hakikat-Nya dan tidak terserah wujud yang hakiki kecuali wujud-Nya.

Segala maujud yang lain hanyalah berkembang atau muncul dari wujud yang hakiki itu dan berkembang dari wujud dzatiyah itu menurut Sayyid Qutb dalam Adverbia fi Zilalil Qur’an.

Surat Al Ikhlas Ayat 2

Menurut Ibnu Abbas, seluruh cucu adam mengelepai kepada Sang pencipta SWT. Engkau-lah Halikuljabbar yang Maha Sempurna dalam perilaku-Nya.

Maha Mulia yang Maha Teladan n domestik kemulian-Nya. Maha Besar yang Maha Sempurna n domestik kebesaran-Nya.

Menurut Tafsir Al Misbah,
ash shamad
(الصمد) berasal berpunca prolog kerja
shamada
(صمد) yang artinya menuju.
Ash shamad
yaitu kata jadian nan artinya ‘yang dituju’.

Sedangkan menurut Sayyid Qutb, fungsi
ash shamad
(الصمد) secara bahasa adalah tuan nan dituju, yang suatu perkara enggak akan terlaksana kecuali dengan izinnya.

Tuhan SWT yaitu Tuan yang lain ada pemilik sebenarnya selain Ia. Dialah semata yang dituju untuk memenuhi segala pungkur makhluk.

Baca Juga:
Dokumen At-Belek: Pustaka Latin, Arti dan Keistimewaannya, MasyaAllah!

Arsip Al Asli Ayat 3

Sayyid Qutb menguraikan, hakikat Almalik itu setia, abadi, azali. Resan-Nya adalah arketipe dan mutlak dalam semua keadaan.

Kelahiran merupakan suatu kemunculan dan pengembangan, wujud tambahan pasca- kekurangan atau ketiadaan.

Peristiwa demikian adalah seseuatu yang mustahil bagi Sang pencipta SWT. Kelahiran juga memerlukan perkawinan. Dan ini kembali bukan-bukan bagi Allah SWT.

Surat Al Ikhlas Ayat 4

Kata
kufuwan
(كفوا) diambil berusul alas kata
kufu’
(كفؤ) yang artinya selevel. Ayat ini menjelaskan bahwa tidak ada seorang pula yang setara apalagi selevel dengan Allah SWT.

Dia-lah yang memiliki segala sesuatu dan nan menciptakannya. Oleh karena itu, tidak barangkali Dia memiliki tara dari golongan makhluk-Nya nan bisa condong atau menyamai-Nya.

Menurut Sayyid Qutb, makna ayat ini adalah, tidak terserah nan setara dan sepadan dengan Allah SWT. Baik internal hakikat wujudnya ataupun n domestik kebiasaan dzatnya.

Baca Lagi:
10 Ayat Alquran mengenai Tahun Yaumudin, Subhanallah!

Asbabun Nuzul Tindasan Al Kalis

59 Nama Lain dari Alquran, Masya Allah!

Foto: 59 Nama Enggak dari Alquran, Masya Allah! (Orami Photo Stocks)

Foto ilustrasi Alquran (Sendang: Orami Photo Stock)

Surat nan terdiri bersumber empat ayat ini termasuk surat Makkiyah. Banyak yang bertanya, kok dinamakan Tembusan Al Nirmala padahal di dalamnya lain ada kata ikhlas sama sekali?

Hal ini ternyata karena
al ikhlas
adalah tauhid, beribadah hanya kepadaNya. Dan surat ini berilmu tentang pokok-sendi tauhid ataupun wahdah Allah SWT.

Salinan yang diturunkan di Makkah selepas Surat Al Falaq dan Annas ini juga dinamakan Piagam
Qul huwallaahu ahad. Ini diambil dari ayat mula-mula dari surat ini.

Menurut Syaikh Wahbah Az Zuhaili, arsip ini juga dinamakan pula dengan Surat at Tafrid, at Tajrid, at Tauhid, an Najah dan al Wilaayah. Dinamakan pula dengan Surat al Ma’rifah dan al Asas.

Ibnu Katsir mengutip riwayat Padri Ahmad dari Ubay polong Ka’ab tentang asbabun nuzul Kopi Al Kudrati. Bahwa terserah orang-khalayak musyrik yang berkata kepada Rasulullah SAW: “Hai Muhammad, gambarkanlah kepada kami tentang Tuhanmu.” Maka Allah menurunkan surat Al Ikhlas.

Riwayat enggak menyebutkan, ada orang nan Badui nan menclok kepada Rasulullah SAW nan bertanya: “Gambarkanlah kepada kami mengenai Tuhanmu.” Maka turunlah piagam ini.

Baca Kembali:
Bolehkah Wanita Haid Membaca Alquran Melewati HP? Ini Penjelasannya!

Keutamaan Surat Al Ikhlas

Keutamaan SuratAl Ikhlas -2.jpg

Foto: Keutamaan SuratAl Putih -2.jpg

Foto ilustrasi Alquran (Sumber: Unsplash.com)

Berbagai keutamaan ini mendapatkan penjelasan dari Rasulullah SAW. Apa semata-mata?

1. Setara dengan Sepertiga Alquran

Peristiwa ini bersendikan hadits,

عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ فِى لَيْلَةٍ ثُلُثَ الْقُرْآنِ ». قَالُوا وَكَيْفَ يَقْرَأُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ قَالَ « (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) يَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ ».

Artinya: “Bermula Abu Darda’ bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Apakah seorang di antara kalian tidak berharta untuk mengaji sepertiga Al Qur’an dalam semalam?’

Mereka mengatakan: ‘Bagaimana kami dapat membaca seperti Quran?” Tinggal Nabi merenjeng lidah: ‘Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al Qur’an.” (HR Muslim)

2. Akan Mendapatkan Kecintaan Allah SWT

Dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW mengutus seorang lelaki dalam satu
sariyyah
(legiun spesifik nan ditugaskan untuk kampanye tertentu).

Lanang tersebut ketika menjadi rohaniwan salat kerjakan para sahabatnya selalu mengakhiri referensi suratnya dengan ‘Qul Huwallahu Minggu.’ Ketika mereka pulang, disampaikan berita tersebut kepada Rasulullah SAW, maka beliau bersabda:

سَلُوهُ لِأَيِّ شَيْءٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ

“Tanyakanlah kepadanya kenapa ia mengamalkan peristiwa itu?” Suntuk mereka pun meminta kepadanya. Ia menjawab,

لِأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا

“Karena di dalamnya terdapat kebiasaan Ar Rahman, dan aku senang buat camar membacanya.” Mendengar itu Rasulullah SAW bersabda:

أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّهُ

“Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah Ta’ala juga mencintainya.” (HR Bukhari dan Orang islam)

3. Membaca Tiga Kali seperti Mengkhatamkan Alquran

Keutamaan sertifikat Al Ikhlas ini merupakan gambaran bahwa dibaca dalam bilangan tertentu, akan mempunyai pahala orang yang membaca 30 Juz Alquran.

رُوِيَ عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَا لِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْإِخْلَاصِ مَرَّةً فَكَأَنَّمَا قَرَأَ ثُلُثِ الْقُرْآنِ وَمَنْ قَرَأَهَا مَرَّتَيْنِ فَكَأَنَّمَا قَرَأَ ثُلُثَى الْقُرْآنِ وَمَنْ قَرَأَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَكَأَنَّمَا قَرَأَ الْقُرْآنِ كُلَّهُ

“Diriwayatkan semenjak Anas kedelai Malik RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa membaca surat Al Bersih sekali, maka seakan-akan dia mendaras sepertiga Alquran, dan dagangan siapa membacanya dua kali, maka seakan-akan membaca dua pertiga Alquran, dan barangsiapa membacanya tiga kali, seakan-akan sira mendaras AlQuran seluruhnya.” (HR Anas bin Malik)

4. Membaca Deka- Kali Akan Dibangunkan Keraton di Kayangan

Ini berdasarkan sabda:

مُعَاذْ بْنُ أَنَس الْجَهْنِي صَاحِبُ النَّبِيْ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلًّمَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلًّمَ قَالَ : مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ حَتَّى يَخْتِمُهَا عَشَرَ مَرَّتَ بنى اللهُ لَهُ قَصْرًا فِيْ الْجَنَّةً. فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الخَطَاب : إِذَا أسْتَكْثِرُ يَا رَسُوْلَ الله, فقَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اللهُ أَكْثَرَ وَ أَطِيْبُ

Artinya: “Dari Mu’ădz bin Anas al-Jahni, sahabat Rasul, mulai sejak Rasulullah SAW yag bersabda: ‘Barangsiapa yang membaca ‘qul huwa allah al-‘pekan hingga menghatamkannya sebanyak deka- kali, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah istana di privat indraloka’.

Maka merenjeng lidah Umar polong Khatab, ‘jika lebih banyak lagi Ya Rasulullah?’, Rasulullah SAW menjawab: ‘Sang pencipta memperbanyak (menambahkannya) dan membaikkan (membalasnya dengan yang lebih baik).” (HR At Thabrani)

5. Mendapatkan Pengampunan Dosa selama 50 Perian

Keutamaan arsip Al Suci lebih lanjut bisa menjadi alat angkut menghapus dosa.

عَنْ أَنَسِ بْنُ مَالِكِ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ خَمْسِيْنَ مَرَّةً غَفَرَ اللهُ لَهُ ذُنُوْبُ خَمْسِيْنَ سَنَةً

Artinya: “Dari Anas kacang Malik, engkau berkata bahwa Rasulullah SAW: ‘Barangsiapa yang membaca ‘qul huwa allahu ‘ahad’ sebanyak lima puluh kali, niscaya Allah akan memaafkan dosanya selama lima puluh tahun.” (HR Ad-Darimi 2)

6. Doanya Akan Diijabah

Saat menyertakan surat Al Ikhlas dalam setiap permohonan, Insya Allah akan dituruti.

عَنْ عَبْدُ اللهِ بْنُ بُرَيْدَة عَنْ أَبِيْهِ أَنَّ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ رَجُلًا يَقُوْلُ : اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِأَنَّكَ أَنْتَ اللهُ الْأَحَدٌ الَّذِيْ لَمْ يَلِدُ وَلَمْ يُوْلَدُ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ, فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَقَدْ سَأَلَ اللهُ بِاِسْمُهُ الْأَعْظَمُ الَّذِيْ إِذَا سَّئَلَ بِهِ أَعْطَى وَإِذَا دَعَى بِهِ أَحَابَ

Artinya: “Dari ‘Abdullah bin Buraidah berpunca Bapaknya, sesungguhnya Nabi SAW mendengar seseorang merenjeng lidah: ‘Ya Halikuljabbar, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu, Bukan main Engkau Allah dzat yang ‘Minggu, nan enggak tidak berputra dan tidak juga diperanakkan, dan enggak ada sesuatupun yang setara dengan-Nya’.

Maka beliau berucap: ’Betapa, dia mempersunting kepada Allah dengan Nama-Nya nan agung, yang jika seseorang meminta dengan Nama tersebut, maka permintaannya akan diberikan, dan jika berdo’a dengan etiket tersebut, maka doanya akan diterima.” (HR Ahmad)

Seharusnya dengan mengetahui keutamaan salinan Al Zakiah akan menambah keimanan dan ketakwaan kepada Halikuljabbar SWT. Aamiin.

Source: https://www.orami.co.id/magazine/surat-al-ikhlas

Posted by: gamadelic.com