Surah Al Fill Dan Artinya

Surah Al Fil –
Bakal kaum muslim, membaca Al-Quran dan memahami isinya adalah kewajiban nan telah digariskan internal kitab suci itu sendiri. Bahkan terwalak kembali disiplin aji-aji agama Islam ini yang mempelajari akan bagaimana surah-surah Al-Quran dan hadits ditafsirkan, ialah privat Ilmu Tafsir. Pelecok satu surah nan mesti dipahami ini adalah Surah Al Fil yang mana kembali merupakan surah pendek sehingga mudah untuk diajarkan kepada anak-momongan. Meskipun Surah Al Fil adalah surah singkat, tetapi isinya adalah mengenai bagaimana keluhuran Allah SWT.

Surah Al Fil sering juga disebut perumpamaan surah gajah, sebab dalam lima ayat tersebut menceritakan tentang bagaimana pasukan gajah ikut andil dalam menjaga Ka’bah berusul serangan kaum Abrahah. Yap, hewan gajah yang punya tubuh besar dan lestari itu lebih lagi mengakui kebesaran Allah SWT. Dahulu, bagaimana sih ayat dan tafsiran dari surah Al Fil ini? Bagaimana lagi kisah di balik penciptaan surah Al Fil ini? Nah, meski
Grameds
memahami akan hal-hal tersebut, yuk simak ulasan berikut!

https://www.pexels.com/

Ayat dan Terjemahan Al Fil


أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ

a lam tara kaifa fa’ala rabbuka bi`aṣ-ḥābil-fīl

  1. Apakah ia tidak menyerang bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?


أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ

a lam yaj’al kaidahum fī taḍlīl

  1. Bukankah Sira telah menjadikan kecoh trik mereka (bakal mencampakkan Ka’bah) itu batal?


وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ

wa arsala ‘alaihim ṭairan abābīl

  1. dan Anda mengangkut kepada mereka zakar yang berbondong-bondong,


تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ

tarmīhim biḥijāratim min sijjīl

  1. nan menempong mereka dengan batu (berasal) bermula tanah yang gosong,


فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ



fa ja’alahum ka’aṣfim ma`kụl

  1. habis Beliau menjadikan mereka sebagai halnya patera-daun nan dimakan (ulat mago).

Keutamaan Membaca Surah Al Fil

Berhubung surah Al Fil ini tetapi mempunyai panca ayat cuma, maka boleh sekali lagi diajarkan kepada anak-anak supaya bisa dibaca saat tengah menjalankan ibadah salat fardhu ataupun salat sunnah. Nah, berikut adalah sejumlah keutamaan membaca surah Al Fil:

  • Apabila paruh terlibat intern sebuah friksi atau penangkisan, maka surah ini InsyaAllah boleh mengasihkan rasa takut dan was-was kepada musuh.
  • Menjauhkan dari tangan-tangan jahat, terutama jika dibaca ketika salat shubuh bersamaan dengan surah Al-Insyirah.
  • Apabila dibaca secara rutin, maka diri kita akan mendapatkan pertolongan terutama ketika tengah menghadapi persoalan nan selit belit.
  • Dimurahkan rezekinya maka dari itu Allah SWT.
  • Apabila ditanamkan kerumahtanggaan diri anak sejak dini, maka akan memberikan kepercayaan kepada mereka bahwa pertolongan Allah SWT akan sering dekat dalam mereservasi umat-Nya dari kehendak-niat jahat.

Mempelajari Kisah Suku bangsa Abrahah yang Menyerang Ka’bah

Surah Al Fil yaitu surah yang menceritakan bagaimana bangsa Arab cundang kaum Abrahah yang mana bercita-cita buat memaki Ka’bah. Apalagi pasukan gajah yang dibawa maka itu kaum ini tahu-tahu memurukkan untuk dikendalikan ketika hendak menuju ke kota suci tersebut.

Kondisi Kehidupan Agama Nasion Arab

Sebelum menggunjingkan lebih jauh bagaimana kisahan kabilah Abrahah yang memperhatikan Ka’bah belaka para legiun gajahnya menolak bagi dikendalikan, akan lebih baik kalau
Grameds
memahami bagaimana kondisi kehidupan agama pada bangsa Arab yang mana sebagian besar masih menyembah berhala.

Pada rasi itu, masyarakat Arab telah memeluk beraneka ragam macam agama, yang minimal terkenal yakni penyembahan terhadap berhala ataupun paganisme. Menurut Syalabi, penyembahan kultus ini bermula ketika bani adam-orang Arab meninggalkan ke luar kota Mekah. Mereka mensucikan batu dan menyembahnya dimanapun mereka berada. Nah, lama-kelamaan dibuatlah patung godaan yang kemudian disembah dan justru mereka keliling mengitarinya, dan di ketika-saat tertentu mereka lagi masih mengunjungi Ka’bah. Mereka turut menjangkitkan reca-patung batu tersebut di sekitaran Ka’bah yang jumlahnya sekitar 360 buah.

Namun, terserah pun beberapa bangsa Arab yang tidak menirukan paganisme ini, di antara mereka ialah Waraqah ibn Naufal dan Usman ibn Huwairits yang menganut agama Masehi. Agama Kristen ini dipeluk makanya para publik Yaman, Najran, dan Paduka tuan. Sementara itu, agama Ibrani lebih banyak dipeluk maka itu penduduk Yahudi yang ialah imigran di Yaman dan Yasrib. Tidak tetapi itu sama, ada jua agama Majusi (Mazdakisme) yaitu agama lakukan para orang-orang Persia.

Nah, para penganut agama Masehi ini masih saling berselisih suatu setara lain, terutama ketika agama Yahudi telah masuk ke area Yaman. Semakin berkembangnya waktu, maka semakin banyak pula agama lain yang turut, pelecok satunya adalah agama Nasrani yang disebarkan maka dari itu bani adam-sosok Habsyah dan Romawi.

Meres Belakang Penyerangan Pasukan Abrahah Terhadap Ka’bah

Lega perian pra-Selam di Yaman, terwalak perang antara Najasyi dengan Dzu Nuwas yang membuat kekalahan puas pasukan Dzu Nuwas. Akibat hal itu, daerah Yaman juga bergabung internal salah satu negeri Habasyah dengan mengangkat Abrahah perumpamaan gubernur di sana. Abrahah mempunyai kemauan langgeng lakukan memulihkan kembali agama Nasrani dan mengembalikan kekuatannya di distrik Yaman.

Ibn Ishaq juga meriwayatkan bahwa detik Abrahah al-Asyram al-Habsyi menguasai Yaman, Abrahah melihat banyak manusia nan meninggalkan ke kawasan Mekkah buat beribadah haji, tepatnya di Baitul Haram dan berziarah ke Ka’bah. Abrahah nanang bagaimana cara bikin menyakar lambang kehormatan berusul daerah tingkat tersebut. Maka berusul itu, dirinya juga bercita-cita untuk menghancurkan Ka’bah supaya makhluk-orang lebih tertarik menuju ke negerinya, tepatnya kerjakan membujuk mereka supaya berpindah ke agamanya. Itulah mengapa dirinya membangun sebuah basilika di Sana’a.

Lantas, Abrahah kembali tiba membangun dom besar-besaran dengan bangunan yang menjulang tangga dan seluruh penjurunya dipenuhi dengan hiasan. Para mahajana Arab menjulukinya sebagai al-Qullais karena ketinggiannya. Saking tingginya, basyar-orang yang melihatkan sampai mengadahkan komandan sehingga pecinya hampir roboh berpangkal pengarah. Namun setelah katedral itu dibangun, para umum Arab kadang kala lain ki beralih ke Yaman dan mereka tetap berziarah ke Ka’bah. Bahkan, Abrahah pun melihat bahwa sebagian penduduk Yaman juga meninggalkan gereja yang dibangunnya dan mengidas menghadap pergi ke Mekkah.

Sebatas akhirnya, muncullah perselisihan yang dimulai saat bangsa Arab merasa murka karena detik terletak kancah ibadah lain yang hendak membandingbanding Baitul Gelap dan arca-patung berhala mereka. Kerjakan melampiaskan kemarahan tersebut, mereka sengaja menghinakan rumah Abrahah dan mengutus seorang maskulin cak bagi membuat fasad di privat gereja.

Penyerbuan Pasukan Abrahah ke Mekah

Ketika para penjaga basilika menyibuk bahwa situasi gereja telah dirusak oleh orang-makhluk Quraisy, maka mereka taajul melaporkannya kepada Abrahah. Para penjaga gereja ini berkata
“Sebenarnya nan sudah melakukan ini yaitu beberapa hamba allah Quraisy, mereka marah karena rumah mereka ditandingi dengan konstruksi ini”. Menurut beberapa sumber, keseleo satunya berpokok Muqatil polong Sulaiman berkata bahwa beberapa jejaka Quraisy memasuki basilika dan membakar apapun di dalamnya, sehingga bangunan yang gosong dengan cepat jebluk ke petak.

Sehabis mengetahui hal tersebut, karuan saja Abrahah marah hingga emosinya berkobar. Kemudian, dirinya bersumpah akan menghanyutkan Ka’bah dan memaksudkan balas kepada para orang-orang Quraisy. Dirinya juga bersumpah bahwa enggak akan hening sebelum mereka berhasil menghirup hati orang-orang Arab berbunga Ka’bah dan menghadapkan cahaya muka mereka ke gerejanya.

Abrahah dengan taajul mempersiapkan pasukannya untuk menyerang Mekkah dan menggagalkan Ka’bah. Pasukannya ini terdiri atas angkatan infanteri dan kavaleri, termasuk sekali lagi para penunggang gajah. Bersama pasukannya, Abrahah menuju Mekkah bagi menghancurkan bangunan jati tersebut. Ketika mendengar bahwa tentara Abrahah tengah bergerak untuk mengecap dan menghempaskan Ka’bah, para makhluk-orang Arab kaget. Oleh sebab itu, seorang bangsawan Yaman yang dijuluki Dzu Nafar bergegas menanyakan kaumnya bagi melarikan diri. Dirinya pun mengajak para warga Yaman dan bangsa Arab buat memerangi Abrahah tetapi kalah. Sehingga dirinya harus ditawan dan disuruh menemani Abrahah dalam perjalanannya.

Sepanjang perjalanan, sebenarnya laskar Abrahah ini telah dihadang maka dari itu suku bangsa-kabilah Arab tetapi para kabilah tersebut telah dikalahkan. Walaupun demikian, kekalahan tersebut tak melemahkan sukma bangsa Arab bakal memerangi bala Abrahah. Banyak umum Arab yang terdorong untuk bertindak nasionalisme dengan tetap melindungi rumah dan agama mereka. Sayangnya, mereka semua kalah karena pasukan Abrahah jauh lebih awet.

Abrahah semakin percaya diri tentunya buat menyerang Ka’bah. Momen pasukan Abrahah singgah di al-Mughammas, dirinya mengirim keseleo satu pasukannya kerjakan menyamun harta penduduk Tihamah dan harta hamba allah Mekkah lainnya. Di antara harta rampasan tersebut, cak semau 200 unta milik Abdul Muththalib ibn Hasyim. Perlu diketahui
ya Grameds, bahwa lega tahun itu, Abdul Muththalib adalah sosok yang bertugas memberikan air menenggak kepada para jamaah haji dan menjadi tokoh terhormat bagi kaumnya.

Setelah melangkaui beraneka macam perundingan secara baik-baik maka itu pihak Abdul Muththalib, hasilnya masih sama yaitu Abrahah tetap hendak melangsungkan penyerangan terhadap Mekkah. Bahkan para pemuka Mekkah juga menawari Abrahah dengan sepertiga harta benda Tihamah biar dirinya menyangkarkan niat buat menghancurkan Ka’bah. Sayangnya, Abrahah malas mendengarkan aplikasi tersebut dan penduduk Mekkah merasa gugup dan sedih.

Abdul Muththalib pun mengajurkan pemukim kota bagi pergi ke puncak gunung demi keselamatan mereka dan bagi menghindari aib kekalahan. Mereka berbuat pengungsian tersebut pada malam periode dan suasana daerah tingkat menjadi gaduh dan campur aduk. Orang-orang berdesakan di pegunungan dan memenuhi jalan. Suara laung orang-orang bercampur dengan suara unta, kambing, dan laung tangis amoi serta anak asuh-anak asuh.

Sementara itu, Abdul Muththalib bersama bilang pemuka Quraisy menjurus Ka’bah cak bagi melindunginya. Secara bersama, mereka memegang ki Ka’bah bertepatan berdoa, memohon pertolongan kepada Allah SWT agar menyelamatkan mereka dari ofensif armada Abrahah. Usai beribadat, mereka naik ke pegunungan dan menunggu apa yang hendak dilakukan maka itu armada Abrahah terhadap Ka’bah.

Narasi Gajah nan Tunduk Kepada Allah SWT

Besok paginya, Abrahah sudah bersiap diri buat memasuki Mekkah tercantum dengan gajah beserta pasukannya. Gajah yang ditunggangi maka itu Abrahah bernama Mahmud. Wajib diketahui bahwa penjaga gajah bernama Nufail bin Habib al-Khats’am adalah salah suatu bagian dari suku bangsa Arab nan sebelumnya mutakadim diminta oleh Abdul Muththalib bikin membantunya. Nah, Nufail bin Habib sekali lagi menclok berbisik di telinga-telinga gajah,
“Merunduklah dan pulanglah ke tempat asal kalian, sebab kalian gemuk di rumah Allah SWT yang dimuliakan”. Lantas, gajah-gajah tersebut pun merunduk dan Nufail berlari menuju ke pegunungan kerjakan berteduh.

Angkatan Abrahah memukul para gajah tersebut kendati mereka berdiri, lebih-lebih beberapa ada yang dipukuli dengan kapak sreg fragmen kepala, tetapi mereka tetap tidak ingin takut. Kemudian, armada Abrahah pun mengarahkan gajah-gajah itu ke arah Yaman dan mereka angot berjalan. Namun, ketika laskar Abrahah mengarahkannya ke Mekkah, gajah-gajah itu kembali diam.

Seketika, karsa Tuhan SWT cak bertengger untuk menghanyutkan penghancuran Ka’bah tersebut. Halikuljabbar SWT mengirimkan sekelompok burung yang membawa batu-alai-belai kerdil di paruhnya dan melemparkannya ke arah pasukan Abrahah. Dalam selincam mata, penasihat dan tubuh para pasukan Abrahah tercabik-cabik dan mayatnya bergelimpangan di jalan. Abrahah tentu tetapi lain luput dari serangan tersebut, tetapi enggak sambil meninggal mayapada. Saat itulah, dirinya merasakan kehebatan yang luar biasa dan mensyariatkan pasukannya yang tersisa untuk pula ke Yaman. Kesannya, Abrahah bisa menyentuh daerah tingkat Shan’a secara sendirian dengan kondisi yang rengsa.

Halikuljabbar SWT mutakadim melindungi kondominium kaum Quraisy dan menjaga kesucian mereka. Peristiwa menakjubkan itu semakin menambah keimanan akan kegadisan kota Mekkah dan makin berkepastian diri untuk mempertahankan daerah tingkat tersebut mulai sejak siapapun nan hendak menodai kesuciannya. Atas peristiwa tersebut pula menandai kelahiran berpangkal Nabi Muhammad SAW. Ibn Qutaibah berkata bahwa para ahli sudah lalu sepakat bahwasanya Rasulullah SAW lahir sreg waktu gajah.

Penafsiran Surah Al Fil Menurut Kiai Hamka

Surah Al Fil nan membualkan kekalahan pasukan Abrahah ketika hendak menyakatkan perahu Ka’bah ini juga ditafsirkan oleh Buya Hamka. Dalam Kata keterangan al-Azhar, disebutkanlah bahwa Abrahah yakni wakil syah atau gubernur yang telah mendirikan sebuah dom di Shan’a dengan diberi nama al-Qullais. Pembuatan gereja tersebut pun membuat Abrahah mengutus plong Najasyi untuk menebarkan berita tersebut ke bangsa Arab. Bangsa Arab setelah mendengar berita tersebut tentu saja buncah dan mereka pun mengutus keseleo satu individu cak bagi takhlik fasad di basilika tersebut.

Berita perusakan gereja sampai lagi di telinga Abrahah dan dirinya sangat berang. Abrahah bersumpah bakal memencilkan ke Mekkah dan menghancurkan Ka’bah. Setelah siap start menjurus Mekkah, dirinya beserta pasukan menaiki gajah. Gajah yang dinaiki oleh Abrahah bernama Mahmud.

“Apakah kamu tidak melihat apa yang diperbuat Tuhanmu terhadap barisan bergajah?”, maka datanglah waktu saat gajah-gajah tersebut tidak mau takut, sekalipun dipukul kepalanya memperalat tongkat yang ujungnya runcing. Lalu, ditariklah kendali terhadapnya ke kawasan Yaman, barulah gajah-gajah itu segera berdiri dan berjalan. Semata-mata, detik diarahkan membidik ke Mekkah, gajah-gajah itu kembali duduk dan tidak mau bergerak.

“Bukankah dia mutakadim menjadikan daya upaya mereka itu batil adalah usaha yang semacam itu sombong dan besar, segala pamrih mudahmudahan menghancurkan Ka’bah itu sia-sia belaka dan gagal. Lalu, Tuhan SWT membawa ke atas mereka burung-burung nan berderet-deret datang dari laut, melempari mereka (barisan Abrahah) dengan provokasi siksaan yang mengandung azab. Batu itu berpokok dari api neraka yang membawa bibit problem lincah, dahulu Engkau jadikan mereka layaknya daun kayu yang dimakan belatung. Tubuh mereka terserang penyakit cacar dan seluruh tubuh akan ditumbuhi bisul yang seksi, bahkan ada nan setakat tumbuh di mata.”

Nah, itulah ulasan mengenai surah Al Fil dan bagaimana kisah di miring penciptaannya yang melibatkan ketundukan gajah kepada Allah SWT. Apakah
Grameds
sudah hafal dengan surah Al Fil ini?

Perigi:

HARAHAP, K. Kaki langit. (2019).
Pesan Moral Tarbawi Intern Al-Qur’an Akta Al-Fîl Tentang Narasi Kehancuran Barisan Abrahah Suatu Tinjauan Kata tambahan Tematik
(Doctoral dissertation, Institut Islam Kawasan Sultan Syarif Kebiri Riau).

Baca Sekali lagi!

  • Mukjizat Nabi Saleh dan Kisahnya Bersama Kaum Tsamud
  • Mengenal Berbagai Aliran Sesat di Indonesia dan Dunia
  • Doa Selamat Dunia Darul baka
  • Apakah Menangis Dapat Membatalkan Puasa?
  • Surah Al-Falaq: Arab, Latin, Makna, dan Keutamannya
  • Pengertian dan Wujud Berpokok Mushaf
  • Makna Lauhul Mahfudz
  • 10 Manfaat Mendaras Al-Quran, Apa Belaka Ya?
  • Denotasi Al-Quran dan Hadits
  • Signifikansi dan Album Ilmu kalam
  • Macam-macam Harakat dan Pendirian Melafalkannya

ePerpus yaitu layanan persuratan digital mutakhir yang mengarak konsep B2B. Kami hadir untuk menggampangkan kerumahtanggaan mencampuri perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, perhimpunan, korporat, sampai tempat ibadah.”

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Fasilitas dalam mengakses dan mengontrol bibliotek Kamu
  • Tersaji dalam platform Android dan IOS
  • Tersaji fitur admin dashboard untuk melihat pemberitaan kajian
  • Laporan statistik lengkap
  • Permintaan lega dada, praktis, dan efisien

Source: https://www.gramedia.com/literasi/surah-al-fil/

Posted by: gamadelic.com