Sumber Bunyi Pada Alat Musik

10 Sumber Bunyi Tradisional, Lengkap dengan Ki kenangan dan Frekuensinya

Darimana sumber bunyi angklung dan bangsi? Ini penjelasannya!

10 Sumber Bunyi Tradisional, Lengkap dengan Sejarah dan Frekuensinya

Alat musik adalah sumber bunyi yang rata-rata dimainkan buat mengiringi performa tertentu, seperti menyanyi dan menari.

Alat musik modern yang kerap kita temui terserah gitar, drum, piano, dan biola.

Semata-mata, alat irama tradisional juga tidak kalah ragamnya dari yang bertamadun.

Selain angklung dan kendang, ada organ musik tradisional lainnya, seperti sasando, rebab, bonang, dan banyak juga.

Ayo, simak sumber bunyi berpunca alat musik tradisional berikut ini, lengkap dengan penjelasan sampai frekuensinya!

Baca Juga:

Sarana Edukasi Anak, Ini 10 Ragam Tarian Tradisional Indonesia

10 Sumber Bunyi terbit Perlengkapan Nada Tradisional

10 sumber bunyi dari alat musik tradisional

Foto: 10 mata air bunyi semenjak perabot nada tradisional

Foto Angklung (Orami Photo Stock)

Biar makin kenal dengan budaya kita, simak 10 sendang bunyi berpokok alat musik tradisional di bawah ini, berikut ini sejarahnya!

1. Angklung

Angklung adalah gawai nada tradisional asal Jawa Barat yang terbuat berpangkal bambu.

Alat musik ini terdiri mulai sejak 2 batang bambu ibarat sumber bunyinya.

Angklung berpangkal dari bahasa Sunda “angkleung-angkleungan” nan bermakna persuasi anak komidi angklung dan menghasilkan kritik “klung”.

Menurut Dr. Groneman, angklung muncul di Nusantara sebelum era Hindu.

Penyebarannya bahkan mencapai kewedanan Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Baca Kembali:
8 Gawai Musik Papua yang Biasa Digunakan dalam Upacara Resan

Konon, angklung dimainkan umpama wujud pemujaan kepada Nyai Sri Pohaci yang dikenal sebagai dewi padi alias dewi kesuburan dalam kebudayaan Sunda.

Angklung dibedakan menjadi jenis, di antaranya:

  • Angklung dogdog lojor
  • Angklung kanekes
  • Angklung gubrag
  • Angklung padaeng

Frekuensi angklung berbeda-beda terjemur nada yang dimainkan.

Dalam musik Sunda, tangga nada Laras Damina yang diperkenalkan oleh R. Mahyar Angga Kusumahdinata tahun 1925 yaitu da (1), misoa (2), na (3), ti (4), dan la (5).

Angklung pentatonis n kepunyaan frekuensi 1583,2 Hz (1), 1496,7 Hz (2), 1185,5 Hz (3), 1050,9 Hz (4), dan 990,62 Hz (5).

2. Rebab

Rebab merupakan alat musik gesek yang bentuknya mirip seperti biola.

Organ musik asal Timur Tengah ini masuk ke Indonesia lewat jalur perdagangan Islam pada abad ke-8.

Seiring perkembangan zaman, rebab kemudian berubah menjadi cello dan biola begitu juga yang dikenal sekarang.

Kendati semacam itu, keberadaan rebab pun masih dilestarikan lalu beleganjur Jawa yang berfungsi andai penghias gending dan menuntun arah lagu sinden.

Rebab diketahui memiliki frekuensi fundamental sebesar 388 Hz.

3. Sasando

Sasando yakni alat musik benang tembaga tanpa chord nan dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari.

Alat musik tradisional asal Pulau Rote NTT ini sekilas mirip dengan cerempung ataupun harpa, saja sasando memiliki susuk dan suara minor yang khas.

Baca Juga:
Mengenal 10 Perabot Musik Melodi dan Cara Memainkannya

Munculnya sasando di Pulau Rote tidak lekang berpunca cerita rakyat yang beredar.

Salah satunya yaitu tentang kisah Sangguana.

Ia tercampak di Pulau Ndana dan tergoda kepada putri raja.

Sang raja lantas menyerahkan syarat bagi lamar putrinya tersebut, ialah membuat alat nada nan indah dan merdu.

Pada suatu tahun Sangguana bermimpi memainkan sasando.

Ia kemudian mewujudkan sasando dan mempersembahkannya pada sang sultan.

Yamtuan kagum dengan gawai irama tersebut, kemudian bersedia mengakuri pinangan Sangguana terhadap putrinya.

Berdasarkan suaranya, sasando dibedakan menjadi 4 jenis, ialah:

  • Sasando engkel (28 dawai)
  • Sasando lipat dua (56 ataupun 84 dawai)
  • Sasando gelegah
  • Sasando biola

Sasando tradisional memiliki frekuensi 506 Hz sreg dawai ke-18, sedangkan sasando elektrik punya frekuensi 324 Hz.

4. Kendang

Kendang atau gendang yaitu perkakas nada tradisional yang masuk kerumahtanggaan instrumen karawitan Sunda dan beleganjur Jawa.

Banyak nan percaya jikalau gendang berasal pecah Sunda.

Namun, tidak sedikit kembali yang mengistilahkan kendang bersumber dari Jawa.

Sejak kemunculannya pada abad ke-9, kendang berkembang di banyak daerah di Indonesia dengan jenama dan gambar nan berbeda-beda, di antaranya:

  • Marwas
  • Rebana tataran
  • Gendang/kendang
  • Gandang dayak
  • Gendang kecil
  • Gendang nobat
  • Rebana kuntau

Kendang termasuk dalam variasi alat musik ritmis yang memiliki kekerapan antara 63-750 Hz.

Baca Lagi:

Alat Musik Bonang: Ki kenangan, Fungsi, Jenis Gawai Musik, dan Pendirian Memainkan

5. Suling

Suling adalah gawai musik tradisional asal Sunda yang cangap dimainkan bakal mengiringi nyanyian sinden maupun dimainkan sendiri/tunggal.

Sumber bunyi suling dihasilkan berpangkal gaung-lubangnya ketika ditiup.

Jumlah lubang plong suling biasanya terdiri berpokok 4-6 terowongan.

Beberapa jenis suling yang cak semau di Jawa Barat antara lain suling degung, seruling salendro, dan seruling madenda.

6. Kecapi

Kecapi merupakan perangkat irama petik yang berbunga dari China.

Namun, banyak juga yang percaya sekiranya radas irama ini terbit dari Sulawesi Selatan dan Jawa Barat.

Kecapi tersebar di berbagai ragam daerah di Indonesia dan menyimpan sejarahnya masing-masing.

Menurut umum Bugis, konon cerempung dibawa makanya pelaut ketika sedang berlayar, tentatif ia meninggalkan dayang kultus hatinya di daerah pesisir.

Ketika angin indra bayu menghantam sumbuk, pelaut tersebut mengikat tali sreg gawang dan menciptakan nada suara.

Lantas, dia pun menciptakan menjadikan perkakas musik yang kini disebut cerempung dan membawanya ke daratan.

7. Kolintang

Kolintang yakni alat musik tradisional spesifik Minahasa, Sulawesi Utara.

Gaungnya di kancah antarbangsa patut diapresiasi, seperti pada program Lilin batik Peziarah Ratu Denmark di Istana Kepresidenan.

Lega zaman lewat, kolintang digunakan cak bagi mengiringi upacara adat pemujaan roh leluhur di Sulawesi.

Hanya, seiring berjalannya masa, fungsi kolintang sedikit gelesot menjadi alat musik yang mengiringi tarian, lagu, dan pementasan musik.

Setakat kini kolintang telah berkembang menjadi 9 jenis, merupakan:

  • Loway (bass)
  • Cella (cello)
  • Karua (tenor 1)
  • Karua rua (tenor 2)
  • Uner (alto 1)
  • Uner rua (alto 2)
  • Katelu (ukulele)
  • Ina esa (melodi 1)
  • Ina rua (melodi 2)
  • Ina taweng (melodi 3)

8. Canang

Kenung turut privat kategori alat musik idiofon karena sumber bunyinya semenjak dari getaran keseluruhan peranti musik tersebut.

Gong ditemukan di pinggiran batang air Desa Ma, Procinsi Thanh Hoa, Vietnam Paksina lega periode 1930.

Hanya, banyak juga yang menyebutkan jikalau alat musik ini berpokok bermula Jawa Barat.

Gong tersebar di banyak wilayah di Asia Tenggara dan terbuat berpunca logam, tin, ataupun kuningan.

Contohnya, gong yang ditemukan di wilayah Yunnan berbahan perunggu, sementara itu di Malaysia berbahan logam.

9. Gambang Kromong

Gambang kromong adalah salah suatu gamelan sumber akar DKI Jakarta hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia.

Gambang terdiri mulai sejak 18 bilahan nan terbuat berusul kayu suangking.

Sedangkan kromong terdiri dari 10 buah pencon yang terbuat berasal tin ataupun metal.

Alat nada ini menghasilkan mata air bunyi dengan cara dipukul dan camar dimainkan dalam pesta rakyat, program pernikahan, pesta hari plonco China, dan Tapekong maupun tempat peribadatan China.

Baca Juga:

Ayo Moms! Ajak Anak Mengenal 10 Ajojing Tradisional Papua

10. Kecrek

Kecrek adalah gamelan asal DKI Jakarta yang dipasangkan dengan gambang kromong.

Fungsinya untuk mengeset musik dan menimbulkan efek bunyi tertentu.

Alat irama ini terdiri dari 2-4 kepingan tipis yang terbuat dari besi, kuningan, atau kuningan.

Terlampau, kecrek disusun di atas tiang tiang dan disandingkan dengan gambang kromong lakukan menghasilkan sumur bunyi yang harmonis.


  • petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id/Repositorys/angklung/
  • rotendaokab.go.id/alat-musik-sasando.php
  • disbudpar.bandung.go.id/c_home/aac_detail/22
  • budaya-indonesia.org/Kajian-Komponen-Frekuensi-semenjak-Angklung-Pentatonis/
  • encyclopedia.jakarta-tourism.go.id/post/kecapi–seni-irama?lang=id
  • www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-suluttenggomalut/baca-artikel/14198/Kolintang-Kesenian-Tradisional-Minahasa-yang-Mendunia.html
  • www.romadecade.org/organ-musik-gong/#

Source: https://www.orami.co.id/magazine/sumber-bunyi

Posted by: gamadelic.com