Suku Bangsa Di Pulau Kalimantan

Kalimantan riuk satu pulau terbesar yang ada di Indonesia. Sebagian wilayahnya juga ditempati oleh negara lain, merupakan Malaysia dan Brunei Darussalam. Yang mana kedua negara ini berbatasan darat dengan Indonesia.

Berbicara mengenai Kalimantan, tentu suka-suka yang menyedot di pulau terbesar Indonesia ini. Yakni suku yang meninggali pulau ini. Tak mengherankan kalau pulau ini dihuni oleh beraneka ragam suku kudus Kalimantan. Suku apa saja itu?

Di dasar ini akan diulas suku – suku yang mendiami Pulau Kalimantan. Yang mana sifat istiadat serta budaya masih mereka lestarikan secara turun – temurun. Dan mereka hidup berdampingan dengan damai bersama suku lainnya.

Inilah 12 suku yang terserah di Pulau Kalimantan:


Kaki Hakka

Sumur: ciricara.com

Kaki Hakka di Kalimantan banyak berdomisili di Daerah tingkat Singkawang. Yang merupakan distrik kampung cina di Indonesia, dengan penduduknya adalah manusia Hakka. Populasi Suku Hakka terus mengalami peningkatan setiap tahun. Dan pada tahun 2022, teragendakan jumlah Tungkai Hakka adalah 246.306 jiwa.

Kota Singkawang koteng merupakan ii kabupaten di Kalimantan Barat yang dikelilingi oleh gunung-gunung Sakok, Poteng, dan Pasi. Bahkan, nama “Singkawang” pun dari dari bahasa Hakka, yaitu “San Khew Jong”. Dimana bahasa ini mengacu lega sebuah kota di jabal dekat laut dan kuala.

Bahasa Hakka ialah bahasa nan sering digunakan Suku Hakka privat kegiatan sehari – tahun. Dimana bahasa ini terwalak dua dialek, yaitu Dialek Meixian dan Dialek Lufeng. Bahkan, bahasa Hakka sekali lagi digunakan maka dari itu orang – orang di Aceh, Belitung, Jakarta, dan Pontianak.


Bugis Pagatan

Sumur: liputan6.com

Kaki Bugis ternyata bukan hanya cak semau di Sulawesi, tapi sekali lagi cak semau di Kalimantan. Tepatnya yakni Suku Bugis Pagatan, yang merupakan pertalian keluarga diaspora tungkai Bugis dari Sulawesi Selatan. Diberi nama “Pagatan” pada akhir cap Bugis karena tungkai ini mendiami Desa Pagatan, Kusan Muara, Tanah Bumbu, dan sekitarnya. Di Kalimaantan Kidul, Suku Bugis Pagatan meninggali Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.

Suku ini mentah ada pada tahun 1750, yang didirikan maka dari itu Puanna Dekke’. Beliau yaitu hartawan pangkal Persil Bugis, tepatnya Kekaisaran Wajo, Sulawesi Selatan.

Orang Bugis Pagatan yaitu sebutan bagi Tungkai Bugis Pagatan. Nan mana, mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai pengail. Namun, mereka pun memiliki keahlian membentuk sarung tenun yang terkenal, yaitu Sarung Tenun Pagatan.


Kaki Jawi Kalimantan Barat

Sendang: gpswisataindonesia.info

Suku Jawi tidak semata-mata ada di Pulau Sumatera, tapi juga di Kalimantan. Di Kalimantan Barat, terdapat kesultanan Melayu yang populasinya cukup osean. Suku ini juga dikenal bagaikan Suku Jawi Pontianak.

Di tahun 2022, jumlah suku ini mencapai 160.000 hayat, yang mana sebagian segara penduduknya berdomisili di Pontianak. Suku Jawi Pontianak ini muncul momen Kesultanan Kadriyah Pontianak didirikan. Dan penduduk tulus yang memeluk agama Islam di distrik Kesultanan Kadriyah adalah Suku Melayu Pontianak.

Khalayak Melayu Kalimantan Barat memperalat bahasa sehari – musim bahasa Melayu. Yang mana ucap katanya mirip dengan bahasa Jawi Riau. Dan Kalimantan menjadi tempat asal bahasa Melayu Purba.


Suku Kutai

Sumber: indozone.id

Suku Kutai yakni suku Melayu suci Kalimantan Timur. Suku Kutai awalnya mendiami wilayah pesisir Kalimantan Timur. Suku Kutai sendiri merupakan rumpun Kaki Dayak, yaitu Dayat Ot Danum. Biasa juga disebut sebagai Dayak Kutai, atau Urang Kutai.

Suku Kutai mayoritas beragama Selam dan arwah di riol batang air. Awalnya, Kuta yakni nama dari teritori ajang beralamat mahajana lugu Kalimantan. Dan beralaskan jenisnya, Kaki Kutai tertera privat Suku Melayu di Kalimantan Timur.

Karena Ebi Kutai mendiami daerah pesisir dan tepian bengawan, kini sudah lalu terjadi asimilasi dengan suku pendatang lainnya. Nan mana ciri khasnya sudah mulai hilang. Berbeda dengan Suku Dayak yang masih memiliki kekhasan n domestik arwah sehari – hari mereka.


Suku Dayak

Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Suku Dayak merupakan kaki terbesar yang mendiami Kalimantan. Dimana nama ini diberikan makanya penjajah kepada penghuni Pulau Borneo puas perian penjajahan dulu. Dulunya, Suku Dayak n kepunyaan budaya yang begitu kental ialah budaya nautikal atau bahari. Yang mana ditunjukkan pada nama Sosok Dayak, yang bersambung dengan perhuluan atau sungai.

Suku ini dibagi menjadi enam rumpun samudra. Diantaranya Murut, Klemantan, Punan, Iban, Ot Danum-Ngaju, dan Apokayan (Kenyah-Kayan-Bahau). Rumpun Dayak Punan merupakan yang paling tua mendiami Pulau Kalimantan. Sementara rumpun Dayak nan lain adalah hasil hasimilasi berusul Dayak Punan dan keramaian Proto Melayu.

Dimana, keenam rumpun tersebut terbagi dalam 405 sub etnis. Meski begitu, semua Kaki Dayak mempunyai kesamaan ciri dan budaya. Diantaranya apartemen panjang, hasil budaya maujud tembikar, mandau, sumpit, dan beliong. Tercatat juga ciri spesial pada pandangan terhadap alam, mata pencaharian, serta seni tari dan budayanya.


Tungkai Jejer

Sumber: banjarbaruklik.com

Suku Deret adalah suku yang populasinya cukup banyak, lebih lagi hampir mendiami satu provinsi, yaitu Kalimantan Kidul. Selain Kalimantan Selatan, Suku Jejer sekali lagi mendiami Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Suku Banjar berasal dari daerah Baris, yang sudah lalu membaur dengan masyarakat daerah persebaran kali besar. Diantaranya DAS Bahan, DAS Martapura, DAS Tabanio, dan DAS Barito. Selain itu, Suku Baris juga punya semangat kemaritiman.

Bahasa sehari – hari yang digunakan Suku Banjar adalah Bahasa Banjar. Dimana bahasa ini mutakadim berkembang sejak Kerajaan Negara Dipa dan Daha yang bercorak Hindu – Budha. Malar-malar hingga datangnya Islam ke Tanah Jajar.

Bahasa Banjar seorang sudah lalu punya kemiripan dengan bahasa enggak, begitu juga Bahasa Melayu, Bahasa Dayak, malar-malar Bahasa Jawa. Bahasa Banjar putih kini hanya dipakai detik ritual aruh adat Kaharingan Dayak Merinai (Banjar Arkhais).


Suku Jangka

Sumber: id.wikipedia.org

Suku Jangka berasal dari Kalimantan Timur, merupakan di Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kota Balikpapan. Sebagian besar suku ini memeluk agama Islam dan Kristen. Dan telah mendirikan Kerajaan Selam, ialah Kesultanan Paser.

Baca pun: 13
Suku di Pulau Sumatera
Serta Penjelasannya

Tak seperti kaki lainnya nan produktif di erat perairan, Suku Paser justru menetap di kawasan Hutan Lindung Gunung Lumut. Belaka saat ini Tungkai Paser sudah mendiami pemukiman bersama awam lainnya.


Suku Tidung

Mata air: indeksberita.com

Suku Tidung berasal dari Kalimantan Paksina. Selain itu, tungkai ini sekali lagi menghuni Malaysia, tepatnya di negeri Sabah. Yang mana, Suku Tidung awalnya memiliki kerajaan, yaitu Kekaisaran Tidung.

Bahasa yang digunakan oleh Suku Tidung adalah Bahasa Tidung dengan dialek Tarakan. Sejumlah kata dari bahasa Tidung memiliki kemiripan dengan bahasa suku di Kalimantan lainnya.

Ada nan beranggapan bahwa Tungkai Tidung punya peguyuban dnegan Suku Dayak. Namun, karena Tungkai Tidung beragama Islam, lain dianggap privat Suku Dayak. Tetapi dikategorikan tungkai yang beradab Melayu.


Suku Berau

Sumber: dahlanrp.wordpress.com

Suku Berau lumrah juga dikenal dengan Jawi Berau. Yang mana mayoritas suku ini memeluk agama Selam. Suku ini meninggali episode pantai Kabupaten Berau, di bagian utara Kalimantan Timur.


Kaki Dayak Iban

Sumber: netralnews.com

Dulunya, kerubungan Suku Dayak Iban dikenal seumpama Dayak Laut. Di Pulau Kalimantan, banyak nan berdomisili di Kalimantan Barat. Selain itu, cak semau juga Kaki Iban yang tersebar di Brunei Darussalam, Tawau sabah, dan Sarawak.

Busana ada Suku Dayak Iban begitu unik, baju khusus Dayak dengan corak terang yang cantik. Lengan pendek, serta cemping yang dikenakan di bawah dengan panjang selutut. Dan para wanitanya melingkarkan hiasan pejabat seperti mana cunduk mentul pada riasan pengantin wanita Jawa.


Kaki Dayak Bawo

Suku Dayak Bawo
Perigi: backpackerjakarta.com

Kaki Dayak Bawo adalah salah satu rumpun Suku Dayak. Orang – orang Dayak Bawo berdomisili di Kabupaten Barito Selatan. Yang mana beada di desa Patas 1, Kecamatan Gunung Bintang Awai. Berpunca Buntok, ibukota Barito Daksina, jaraknya kurang lebih 100 kilometer.

Desa ini menjadi satu – satunya situs nan tersisa dari Kaki Dayak Bawo, dan masih asli keberadaannya. Di sini, masih banyak rumah – rumah panggung, diantaranya Apartemen Resan Raung Tulang. Orang Muslihat Bawo kembali masih sering menyelenggarakan upacara keimanan dan upacara tradisional awam setempat. Dimana sebagian lautan umum menganut kepercayaan kaharingan.


Kaki Dayak Bernyanyi

Suku Dayak Meratus
Sumber: konfrontasi.com

Suku Dayak Berkicau merupakan sub Suku Dayak yang berdomisili di sepanjang pegunungan Berdendang di Kalimantan Selatan. Suku Dayak Meratus juga belalah disebut dengan Urang Biaju atau Dayak Biaju. Terserah pun yang menyebutnya Udang rebon Bukit alias Dayak Bukit / Buguet.

Bahasa yang digunakan oleh Suku Dayak Meratus adalah bahasa Mericau, bahasa Leret, dan sebagian dapat berbahasa Indonesia. Sedangkan kerjakan tangan kanan, masyarakat Dayak Meratus menganut paham pembantu Kaharingan. Yaitu kepercayaan terhadap Halikuljabbar Yang Maha Esa (Ranying Hatalla Langit). Namun, sejak musim 1980 karena pemerintah mengharuskan memeluk keseleo satu agama yang diakui di Indonesia, maka Kaharingan dikategorikan dalam cabang agama Hindu.

Baca lagi: 12
Suku di Pulau Jawa
Serta Penjelasannya

Itulah kaki – suku yang mendiami Pulau Kalimantan. Yang bahkan, kaki – suku ini tidak hanya berada di Indonesia, tapi juga di Malaysia dan Brunei Darussalam.

Source: https://tambahpinter.com/suku-di-kalimantan/

Posted by: gamadelic.com