Sifat Wajib Bagi Rasul Adalah

Sebagai umat muslim, tentunya perlu mengerti dan meneladani sifat terlazim bagi Utusan tuhan.

Rasul dan Utusan tuhan yaitu manusia-makhluk terbaik seleksian Yang mahakuasa SWT. Tentunya, peristiwa tersebut yang membedakannya dengan cucu adam nan lain.

Selain karena mendapatkan amanah berdakwah, cak semau sifat wajib bikin nabi yang tentunya dimiliki.

Resan-sifat tersebut nan menjaga mereka dari dosa, karena tugas seorang nabi dan rasul yaitu bagi mengantarkan umat dari zaman jahiliyah menghadap zaman penuh pencerahan.

Bahkan, keteladanan rasul juga diterapkan kerumahtanggaan etika profesi akuntansi.

Dalam eksplorasi berjudul
Keteladanan Sifat Rasullah Muhammad SAW intern Etika Profesi Akuntan Awam, sifat wajib bagi rasul yaitu shidiq, amanah, tabligh, fathonah tertuang dalam kode etik akuntan publik.

Kode tata krama ini disusun oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), dan Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution (AAOIFI).

Baca Juga:
7 Sendi Kontributif Anak Mengurangi Resan Pemalunya

Sifat Teristiadat Cak bagi Nabi

Pria Muslim

Foto: Pria Orang islam (Huffpost.com)

Bilang sifat teristiadat bagi rasul ini ialah kesadaran yang harus dipahami.

Kejadian ini terjadi karena sudah menjadi kehendak dari Sang pencipta SWT, dan tujuannya tidak lain adalah hendaknya rasul dan rasul bisa menjadi panutan bagi seluruh umat mukminat.

1. As-Shidiq

Sifat perlu untuk rasul yang pertama adalah As-Shidiq, yang artinya selalu bermoral dan jujur.

Sifat ini pasti dimiliki oleh utusan tuhan, sebab bukan terserah seorang pun rasul yang berbohong kepada orang enggak. As-Shidiq ini begitu melekat pada Nabi Muhammad SAW.

Kejujuran ia tidak terkenal belaka di kalangan para sahabat, tapi juga para pasangan pun mengakui kejadian tersebut.

Sebagaimana dalam sabda nan diriwayatkan makanya Ali RA, bahwa Abu Jahal pernah berkata kepada Rasulullah SAW: “Kami tidak menganggap ia dusta, tapi menganggap dusta wahi yang anda panggul.”

Selain itu, kejujuran juga dicontohkan maka dari itu Utusan tuhan Ibrahim AS kepada bapaknya.

Segala yang disembah oleh bapaknya adalah sesuatu nan tidak dapat memberi guna dan malah mendatangkan mudarat.

Maka Utusan tuhan Ibrahim berusaha mengajak bapaknya lakukan meninggalkan hal tersebut.

Peristiwa tersebut diabadikan di dalam Alquran:

وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَٰبِ إِبْرَٰهِيمَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صِدِّيقًا نَّبِيًّا

“Ważkur fil-kitābi ibrāhīm, innahụ kāna ṣiddīqan nabiyyā.”

Artinya: “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di privat kitab (Alquran), selayaknya dia adalah seorang nan tinggal membenarkan sendiri nabi,” (QS Maryam: 41).

Baca Kembali:
Kisah Nabi Muhammad SAW, Rasul dan Rasul Terakhir Suri Tauladan Umat Islam

2. Al-Amanah

Al-Amanah ialah aturan wajib bakal nabi lainnya. N kepunyaan guna boleh dipercaya, rasam ini begitu melekat plong para rasul.

Setiap perkataan alias ulah nan ditunjukkan oleh rasul sudah pasti bisa dipercayai.

Rasulullah bukan kelihatannya ingkar terhadap ragam maupun ucapannya, karena tidak terserah satupun perbuatannya yang terlepas dari tujuan Tuhan SWT.

Contohnya momen kaum Utusan tuhan Nuh AS mendustakan apa yang telah dibawa dari Halikuljabbar SWT.

Yang mahakuasa SWT mementingkan bahwa Nuh AS merupakan turunan yang terpercaya atau amanah.

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

“Iż qāla lahum akhụhum nụḥun alā tattaqụn. Innī lakum rasụlun amīn.”

Artinya: “Ketika tembuni mereka (Nuh) bertutur kepada mereka, “Kok kamu enggak bertakwa? Sesungguhnya aku ini koteng rasul pembantu (nan diutus) kepadamu,” (QS Asy-Syu’ara: 106- 107).

3. At-Tabligh

Ayat Alquran

Foto: Ayat Quran (Madrasatelquran.com)

At-Tabligh artinya adalah mengemukakan. Tidak pernah sekalipun Rasulullah menyimpan tajali dari Allah untuk dirinya alias hanya bakal keluarganya seorang.

Setiap wahyu nan disampaikan kepadanya akan disampaikan kembali kepada umat orang.

Sebab menyampaikan wahyu dari Allah kepada umat manusia merupakan tugas sendiri rasul.

Dalam sebuah riwayat menyebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib ditanya tentang petunjuk yang tidak ada di intern Quran.

Ali menegaskan: “Demi Zat yang membelah skor dan melepas napas, tiada yang disembunyikan kecuali kesadaran seseorang terhadap Alquran.”

Hal tersebut juga dijelaskan intern Alquran:

۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغْ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ

“Yā ayyuhar-rasụlu ballig mā unzila ilaika mir rabbik, wa il lam taf’al fa mā ballagta risālatah, wallāhu ya’ṣimuka minan-nās, innallāha lā yahdil-qaumal-kāfirīn.”

Artinya: “Wahai nabi! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak dia bakal (barang apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menganjurkan permakluman-Nya.

Dan Allah memelihara ia dari (bujukan) manusia. Sungguh, Tuhan tidak menjatah petunjuk kepada orang-individu kafir,” (QS Al-Maidah: 67).

4. Al-Fathonah

Al-Fathonah bermakna n kepunyaan kepintaran yang tahapan. Ini merupakan aturan teradat buat rasul yang mutlak adanya.

Sebab, kecendekiaan tersebut dibutuhkan karena berkaitan dengan misi kudus yang telah diamanahkan oleh Allah SWT.

Selain itu, karena ujian dan tugas yang diberikan kepada rasul sangat rumit, tentunya peristiwa ini memerlukan kecerdasan cak bagi menyelesaikan masalah secara cepat.

Utusan tuhan kembali berperan sebagai tokoh Islam, pemimpin, panglima perang, pebisnis, politikus, dan sebagainya semasa hidupnya.

Nabi dan rasul diberi intelek oleh Allah SWT semoga mampu merangkul hingga memerangi kaum yang menolak keberadaan Allah SWT dan tidak bernas di jalan-Nya.

Selain itu, juga mengajak mereka lakukan berada di jalan yang benar dan diridhoi oleh Allah SWT.

Baca Pula:
Ternyata Sifat Perfeksionis Punya Dampak Buruk bagi Karir!

Sifat Mustahil bagi Rasul

Kawanan Burung di Masjid

Foto: Kawanan Burung di Zawiat (Ilinktours.com)

Setelah mengarifi sifat wajib bagi nabi, perlu diketahui juga resan mustahil bagi para manusia pilihan tersebut.

Sifat-adat ini bukan-bukan ada plong diri para rasul, karena semua terjaga dari dosa atau maksum, dan tentunya itu semua atas kehendak dari Allah SWT.

1. Al-Kizzib

Adat Al-Kizzib merupakan n antipoda bersumber sifat As-Sidiq. Al-Kizzib artinya bidah atau gemar bohong.

Tentu ini merupakan rasam mustahil untuk utusan tuhan, sebab lisan dan hati para utusan tuhan dan rasuk terjaga dari sifat-sifat buruk seperti mana ini.

Situasi ini sesuai dengan penjelasan dari Alquran:

مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌ يُوحَىٰ

“Mā ḍalla ṣāḥibukum wa mā gawā. Wa mā yanṭiqu ‘anil-hawā. In huwa illā waḥyuy yụḥā.”

Artinya: “Kawanmu (Muhammad) tidaklah sesat dan tidak pun keliru, dan tak juga yang diucapkan itu (Alquran) kedahagaan hawa nafsunya. Perkataan itu tiada tidak hanyalah wahyu yang diwahyukan,” (QS An-Najm: 2-4).

2. Al-Khianat

Al-Seleweng yakni kebiasaan tidak-tidak kerjakan nabi yang berarti berkhianat. Kebiasaan ini sangat tidak mungkin dimiliki maka itu seorang nabi, karena mereka tidak akan berkhianat pada umatnya.

Setiap hal yang diamanatkan oleh Allah SWT kepada rasul pasti akan disampaikan kepada umatnya.

Terkait kejadian ini juga dijelaskan maka dari itu Allah SWT dalam Alquran:

ٱتَّبِعْ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْمُشْرِكِينَ

“Ittabi’ mā ụḥiya ilaika mir rabbik, lā ilāha illā huw, wa a’riḍ ‘anil-musyrikīn.”

Artinya: “Ikutilah barang apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik,” (QS Al-An’am: 106).

3. Al-Kitman

Alquran

Foto: Alquran (Pexels.com/Tayeb Mezahdia)

Al-Kitman memiliki kemujaraban menyembunyikan, nan tentunya yaitu sifat mustahil bikin utusan tuhan.

Sebab, tugas penting yang diemban seorang rasul adalah menyampaikan wahyu semenjak Allah SWT kepada umatnya.

Tentunya sonder sifat ini, seorang nabi enggak boleh disebut sebagai utusan tuhan.

Bahkan yang disembunyikan adalah wahyu berpangkal Allah SWT, maka para nabi yang rasul akan terhindar terbit sifat ini karena betul-betul dilindungi oleh Allah SWT.

Hal tersebut telah disebutkan di privat Alquran:

قُل لَّآ أَقُولُ لَكُمْ عِندِى خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ وَلَآ أَقُولُ لَكُمْ إِنِّى مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

“Qul lā aqụlu lakum ‘indī khazā`inullāhi wa lā a’lamul-gaiba wa lā aqụlu lakum innī malak, in attabi’u illā mā yụḥā ilayy, qul keadaan yastawil-a’mā wal-baṣīr, a fa lā tatafakkarụn.”

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), Aku tak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku enggak mencerna yang lulus dan aku enggak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat.

Aku cuma mengikuti apa yang di wahyukan kepadaku. Katakanlah, Apakah setimbang makhluk yang buta dengan orang nan melihat? Apakah kamu enggak menimang(nya),” (QS Al-Anam: 50).

4. Al-Baladah

Al-Baladah merupakan kebalikan berpunca kebiasaan Al-Fatanah yang berarti bodoh.

Rasam ini merupakan keseleo satu sifat mustahil untuk rasul, sebab setiap rasul yang dipilih langsung oleh Allah SWT bukan mungkin bodoh dan tidak bisa berfikir dengan baik.

Walaupun Rasulullah SAW dikenal sebagai orang yang enggak dapat mengaji dan batik pada saat itu, tapi ia dulu pandai dalam hal tak begitu juga mencadangkan wahyu dan berdakwah.

Nabi Muhammad juga lampau adil dan bijaksana yang bisa membantu tugasnya internal mencadangkan ajaran.

Baca Pula:
3 Kebiasaan Buruk Orang Tua yang Berpengaruh plong Momongan

Cara Meneladani Sifat Nabi

Keluarga Muslim

Foto: Tanggungan Orang islam (Pexels.com/Monstera)

Ada alasan tertentu kok terdapat sifat teradat buat rasul.

Salah satunya mudahmudahan sifat-sifat tersebut dapat menjadi acuan yang bisa dicontoh oleh kaum muslimin, baik dalam segi akhlak maupun dalam hal polah.

Misalnya, keteguhan iman semenjak para nabi dan nabi yang sepan dicontoh karena bisa menghadapi kaum kafir dan juga segala cobaan yang menghadang.

Kegigihan para nabi lagi bisa dicontoh, semoga kaum muslimin dapat beribadah dengan baik sambil terus mendakwahkan Islam sekecil apapun bentuknya.

Selain itu, suka-suka sejumlah pendirian bakal meneladani sifat teristiadat kerjakan rasul, misalnya:

1. Menjadikan Kisah Rasul Sebagai Ibrah atau Les

Amalkan dalam praktik nasib sehari-hari kiranya dapat menguatkan iman yang ada dalam diri.

Ini bisa babaran kecintaan kepada utusan tuhan atas pengorbanannya menegakan agama Selam,

2. Selalu Berbuat Baik dalam Hayat Sehari-hari

Dengan senantiasa berbuat kebaikan, boleh menjadi penguat dalam menegakkan dan mendakwahkan agama Islam

Baca Pula:
114 Daftar Surah Quran dan Artinya serta Keutamaan Membaca Alquran yang Wajib Dipahami

3. Berkepastian Bahwa Pertolongan Halikuljabbar SWT Cak semau di Setiap Amal yang Dilakukan

Sadar bahwa manusia adalah manusia yang rengsa dan membutuhkan uluran tangan Allah SWT.

Ini lagi akan memunculkan rasa takut dari apa yang udah dialami hamba allah nan ingkar kepada Allah SWT.

Setelah mengetahui sifat wajb bagi rasul, ada baiknya lakukan mencontohnya dalam kehidupan sehari-hari agar mendapatkan pahala dan lagi atma kerumahtanggaan keberkahan.

Source: https://www.orami.co.id/magazine/sifat-wajib-bagi-rasul

Posted by: gamadelic.com