Sifat Jaiz Allah Dan Artinya

Sifat Jaiz Allah
– Allah sebagai Tuhan dan pencipta seluruh alam serta kehidupan di dalamnya memiliki tiga resan. Ketiga adat itu, merupakan wajib, mustahil, dan jaiz. Almalik memiliki 20 rasam teradat, 20 sifat mustahil, dan 1 sifat jaiz. Rasam-sifat tersebut melekat pada Allah.

Ketika di bangku sekolah dasar, kita telah diperkenalkan dengan sifat-aturan Allah. Kaidah pengenalannya kembali berbagai rupa mulai semenjak melagu setakat menghafalkannya. Tidak sahaja itu, kita juga ditanamkan untuk meyakini Allah bak Tuhan, pemilik alam raya dengan cara meneladani kebiasaan-sifatnya.

Dalam tulisan ini, Grameds akan mengenal sifat-sifat Yang mahakuasa terutama sifat jaiz. Harapannya, setelah membaca tulisan ini, Grameds semakin mengimani Allah sebagai Almalik, empunya seberinda raya.


Pengertian dan Dalil Resan Jaiz Allah

Secara umum, kita mengenal kebiasaan jaiz Allah, adalah Allah SWT bebas mengerjakan apa yang dikehendaki. Suka-suka pula yang berpendapat bahwa sifat jaiz Allah sama dengan sifat kemanusiaan. Adat jaiz Allah cuma suatu, yakni
fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu
yang penting “Allah mungkin mengerjakan sesuatu atau meninggalkannya.

Allah menciptakan segala sesuatu di semesta raya ini sesuai dengan kehendak-Nya ataupun dengan quadrat (kuasa-Nya) dan iradat (kehendak-Nya). Oleh sebab itu, Allah dapat meninggalkan sesuatu sesuai dengan karsa-Nya.

Adapun pengertian sifat jaiz Allah secara bertambah lengkap ada n domestik kitab
Al Jawahirul Kalamiyah Fi Idhahil Aqidah Al Islamiyyah
yang ditulis maka dari itu Syekh Tharir Al-Jazairi. Dalam kitab tersebut memuat hal-keadaan yang berkenaan dengan sifat jaiz Yang mahakuasa, merupakan mengerjakan hal-hal nan siapa dan (atau) meninggalkannya. Misalnya, dijadikannya manusia kaya atau miskin, fit atau guncangan, dan sebagainya.

Sebagai contoh sifat jaiz Allah yang terkandung dalam ALquran surah Ali Imran ayat 26 yang berbunyi, “Wahai Allah Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kekaisaran kepada insan yang Dia kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang nan Engkau kehendaki dan Ia hinakan orang nan Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala dedikasi. Senyatanya Engkau Maha Kuasa atas apa sesuatu.”

Adapun sifat jaiz Allah SWT terdaftar intern Quran ibarat berikut.

1. Al-Qashash: 68

“Dan Tuhanmu menciptakan apa nan Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak terserah pilihan untuk mereka. Maha Masif Allah dan Maha Janjang terbit apa nan mereka persekutukan (dengan Dia).”

2. Al-Ma’idah: 17

“Peruntungan Allah-lah kekaisaran langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa nan dikehendaki-Nya. Dan Sang pencipta Maha Kuasa atas barang apa sesuatu.”

3. S. ali-Imran: 26

“Wahai Sang pencipta Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kekaisaran kepada individu yang Kamu kehendaki dan Kamu cabut kekaisaran dari orang yang Engkau kehendaki. Sira muliakan individu yang Anda kehendaki dan Engkau hinakan anak adam yang Kamu kehendaki. Di tangan Engkaulah segala dedikasi. Sepantasnya Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”



Cerita Harian Anak Muslim : Mengenal Sifat Wajib Allah



Cara Meneladani Rasam Jaiz Tuhan


Sebagai manusia, kita harus percaya bahwa Allah telah menggariskan nasi bagi setiap umat-Nya. Berikut beberapa contoh sikap yang dapat diterapkan dalam semangat sehari-hari sebagai rang mengimani sifat jaiz Allah.

  1. Percaya bahwa perut telah diatur oleh Allah. Sebagai manusia, hamba Yang mahakuasa sekadar perlu berdoa, bekerja, dan berusaha mendapatkan rezeki dengan kronologi yang diridai oleh Sang pencipta SWT. Manusia namun perlu percaya bahwa Sang pencipta jika berkehendak seseorang menjadi subur maka tidak ada yang bisa membendung karsa-Nya.
  2. Percaya bahwa perbendaharaan hanya proyek Tuhan. Detik kita optimistis bahwa harta hanya sebuah titipan maka jika harta yang kita miliki hilang atau diambil oleh Allah. Kita akan menjadi lebih ikhlas dan legawa sebab Tuhan tidak akan membiarkan hamba-Nya kesulitan.
  3. Percaya bahwa jodoh mutakadim digariskan oleh Yang mahakuasa. Hal ini dapat terlihat mulai sejak, seseorang yang semata-mata beberapa barangkali bertemu sudah dapat menikah. Dan detik prosesnya dipermudah oleh Halikuljabbar SWT maka besar peluang beliau adalah jodohmu.
  4. Percaya bahwa garis hidup, cita-cita sudah lalu ditentukan maka itu Allah. Sosok berhak merancang kehidupannnya, tetapi pula-lagi Halikuljabbar yang menentukan apakah urut-urutan hidupmu mudah dan lurus atau malar-malar berliku dan terlarang.
  5. Percaya bahwa segala gambar bencana alam datangnya berpokok Allah. Misalnya terjadi banjir rob, hal ini niat Tuhan lakukan memerintahkan liwa menjaga keseimbangan detik terjadi fasad.


Adat Mustahil Allah

Rasam mustahil ataupun sifat muhal Allah merupakan sifat nan tidak mungkin dimiliki oleh Allah. Sifat-resan tersebut berupa segala apa saja. Berikut penjelasan 20 aturan bukan-bukan bikin Halikuljabbar SWT.

1. Adam (Tiada)

Tuhan mustahil mempunyai aturan Adam yang signifikan tiada. Penjelasan sifat ini ada dalam surah Al A’raf ayat 54 yang berbunyi:

“Sungguh, Tuhanmu (adalah) Tuhan yang menciptakan langit dan dunia n domestik heksa- perian, lalu Dia menetap di atas ‘Arsy. Dia menutupkan lilin batik kepada siang nan mengikutinya dengan cepat. (Engkau ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Sang pencipta, Yang mahakuasa seluruh kalimantang.”

2. Hudus

Hudus berarti arti baru atau permulaan. Sifat ini pasti berbanding terbalik dengan Allah yang mana tidak ada yang mengusung, Dia yang pertama. Hal ini termaktub dalam surah Al Hadid ayat 3 yang berbunyi bak berikut.

“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”

3. Fana

Fana berarti tidak kekal, binasa, atau busuk. Hal ini bukan mungkin terjadi kepada Allah karena Beliau kekal dan abadi. Hal ini tercatat kerumahtanggaan surah Ar Rahman ayat 26 nan berbunyi.

“Doang durja Tuhanmu nan mempunyai kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.”

4. Mumassalatu Lil Hawadis

Mummasalatul lil hawadis berfaedah srupa dengan turunan. Keadaan ini menjadi sifat mustahil Allah karena Almalik tidak siapa memiliki rupa yang seperti mana individu-Nya. Hal ini tersurat intern surah Al Kudus ayat 4 yang berbunyi perumpamaan berikut.

“Dan tak ada sesuatu nan setara dengan Kamu.”

5. Muhtajun Ligarihi

Muhtajun ligarihi bermanfaat berdiri dengan lain atau membutuhkan bantuan nan liyan. Allah Maha Model dan Maha Bersimbah Sendiri. Dia tidak membutuhkan bantuan siapapun. Hal ini tersurat privat surah Al Ankabut ayat 6 yang berbunyi.

“Dan siapa pun berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu buat dirinya seorang. Alangkah, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) bermula seluruh tunggul.”

6. Ta’addud

Ta’adud berarti terbilang. Allah tidak terbilang karena Dia yang Maha Esa. Dia unik dan satu-satunya di alam raya ini. Kebiasaan ini termaktub privat surah Al Baqarah ayat 164 yang berbunyi.

“Dan Tuhanmu yakni Tuhan Yang Maha Esa; Tidak ada Sang pencipta (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

7. Ajzun

Ajzun berguna lemah. Halikuljabbar tidak kali memiliki adat lemah karena Almalik Maha Osean dan Berkuasa atas segala ciptaan-Nya. Resan ini tertulis dalam surah Al Baqarah ayat 20 yang berbunyi.

“Dempang saja kilat itu menyambar rukyah mereka. Sebentar-sebentar (semarak itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (cahaya) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menuntut, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas barang apa sesuatu.”

8. Karahah

Karahah berarti terdesak. Allah tidak akan berbuat sesuatu dengan tertekan. Karena, Allah berkehendak mengerjakan apa sesuatu. Peristiwa ini terdaftar n domestik surah Al-Buruj ayat 16 nan berbunyi.

 “Maha Kuasa mengamalkan segala apa yang Dia kehendaki.”

9. Jahlun

Jahlun signifikan bodoh. Rasam ini tidak-tidak dimiliki makanya Sang pencipta. Karena Almalik Yang Maha Memafhumi atas barang apa sesuatu. Peristiwa ini tercantum dalam surah Al Hujurat ayat 18 yang berbunyi.

“Sungguh, Sang pencipta mengetahui apa yang bablas di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa nan kamu kerjakan.”

10. Mautun

Mautun signifikan mati. Allah kekal sejauh arwah dan bukan akan kawin hening sehingga mustahil punya resan mautun. Kejadian ini teragendakan kerumahtanggaan surah Al Furqan ayat 58 sebagai berikut.

“Dan bertawakallah kepada Allah Yang Umur, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Memaklumi dosa hamba-hamba-Nya.”

Mengenal Sifat-Sifat Allah Swt


11. Summun

Summun penting tuli. Allah Maha Mustami sehingga summun menjadi rasam mustahil yang dimiliki maka dari itu Allah. Hal ini tercantum privat surat Al Baqarah ayat 127 perumpamaan berikut.

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar (pondasi) Baitullah bersama Ismail (sembari berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah amalan kami, senyatanya Engkau Maha Mendengar sekali lagi Maha Mengetahui.”

12. Umyun

Umyun signifikan buta. Yang mahakuasa Maha Meluluk sehingga kebiasaan umyun tidak-tidak dimiliki maka itu Allah SWT. Berikut surah Al Hujuran ayat 18 yang menjelaskan kebiasaan tersebut.

“Betapa, Sang pencipta mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Meluluk apa yang kamu kerjakan.”

13. Bukmun

Bukmun berarti tunawicara. Allah memiliki sifat butuh, yakni merenjeng lidah bagi keselamatan sosok melangkaui para nabi dan rasul. Hal tersebut tersurat internal surah An Nisa ayat 164 yang berbunyi.

“Dan suka-suka beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan cak semau beberapa rasul (la-in) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Halikuljabbar berfirman kontan.”

14. Ajzan

Ajzan berarti zat yang lembam. Halikuljabbar berkuasa atas segala apa alam semesta dan individu ciptaan-Nya. Sehingga, tak bisa jadi Allah n kepunyaan sifat rengsa. Hal ini tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 20 bak berikut.

“Hampir-hampir kilat itu menyambar rukyah mereka. Setiap kelihatannya kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah cuaca itu, dan bila liar merayapi mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Kamu melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.”

15. Karihan

Kahiran berarti zat nan terpaksa. Almalik SWT merupakan Zat Yang Maha Berhak atas segala ciptaann-Nya. Rasam ini teragendakan dalam surah Hud ayat 107 yang berbunyi.

“Mereka kekal di dalamnya sepanjang ada langit dan mayapada, kecuali seandainya Tuhanmu menghendaki (yang tak). Sungguh, Tuhanmu Maha Penyelenggara terhadap apa yang Anda kehendaki.”

16. Jahilun

Jahilun berarti lompong. Halikuljabbar ialah Zat Yang Maha Mencerna segala isi liwa semesta termasuk hati basyar ciptaann-Nya. Peristiwa ini tercantum internal surah An Nisa ayat 176 yang berbunyi.

“Allah menjatah fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), seandainya seseorang lengang dan dia bukan mempunyai momongan hanya punya saudara putri, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya nan adam mewarisi (seluruh harta saudara dayang), takdirnya dia tidak mempunyai anak asuh. Cuma takdirnya uri perempuan itu dua orang, maka untuk keduanya dua pertiga berusul harta nan ditinggalkan. Dan sekiranya mereka (juru waris itu terdiri dari) uri-uri suami-laki dan perempuan, maka bagian seorang tembuni junjungan-laki begitu juga penggalan dua plasenta perempuan. Allah menerangkan (syariat ini) kepadamu, hendaknya kamu tidak sesat. Allah Maha Mengarifi segala sesuatu.”

17. Mayyitun

Mayyitun berguna mati. Halikuljabbar SWT merupakan zat yang kekal awet dan tidak memiliki pengunci hidup. Aturan ini tersurat privat surah Al Furqan ayat 58 yang berbunyi.

“Dan bertawakallah kepada Tuhan Yang Semangat, Nan bukan tenang, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.”

18. Asamma

Asamma berarti ketulian. Allah menjadi Zat Yang Maha Mendengar bahkan dapat mendengar seuatu yang jadi-jadian misalnya lever seseorang. Adat ini tersurat dalam Al Baqarah ayat 256 yang berbunyi.

“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Selam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan nan benar dengan jalan yang sesat. Sembarang orang ingkar kepada Kultus dan berkeyakinan kepada Tuhan, maka betapa, sira telah bersandar (patuh) pada lembar yang sangat lestari yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mencerna.”

19. A’ma

A’ma berarti buta. Sang pencipta menjadi Zat Nan Maha Melihat atas segala apa ragam makhluk yang diciptakan-Nya. Sifat ini tertulis kerumahtanggaan surah Al Hujurat ayat 18 yang berbunyi sebagai berikut.

“Sungguh, Yang mahakuasa mengetahui apa yang lulus di langit dan di bumi. Dan Yang mahakuasa Maha Melihat barang apa yang engkau kerjakan.”

20. Abkama

Abkama berfaedah bisu. Almalik SWT Maha Berfirman sehingga tidak mungkin mempunyai sifat bisu. Hal ini dapat terlihat berpokok firman-Nya atas barang apa keagungan yang termaktub dalam kitab suci yang disampaikan oleh nabi dan nabi. Resan ini tercantum dalam surah An Nisa ayat 164 yang berbunyi ibarat berikut.

“Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada sejumlah utusan tuhan (la-in) nan tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Halikuljabbar berfirman bertepatan.”


Sifat Wajib Yang mahakuasa

Almalik memiliki resan terlazim yang harus kita ketahui sinkron diteladani. Jumlah aturan terbiasa Yang mahakuasa, yaitu 20. Berikut rincian keduapuluh adat wajib Yang mahakuasa.

1. Wujud

Sifat wajib Allah, yakni wujud yang berarti Zat uang karuan ada. Allah menjadi Zat yang samar muka seorang dan tak gelimbir kepada siapapun. Peristiwa ini tertulis dalam surah As Sajdah ayat 4 sebagai berikut.

“Allah lah yang menciptakan langit dan manjapada dan segala apa yang terserah di antara keduanya dalam heksa- masa, kemudian Dia beralamat di atas ‘Arsy. Lain ada bagi dia selain terbit pada-Nya seorang penolong juga dan bukan (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu enggak mencaci?”

2. Qidam

Qidam berarti terdahulu. Sang pencipta menjadi Zat yang minimal pertama di seluruh jagat. Hal ini tertulis kerumahtanggaan surah Al Hadid ayat 3 nan berbunyi.

“Dialah Yang Awal dan Nan Penutup Yang Zhahir dan Nan Bathin; dan Dia Maha Memahami segala sesuatu.”

3. Baqa

Baqa berarti kekal atau abadi. Allah tidak akan mati ataupun punah. Hal ini tertulis dalam surah Al Qasas ayat 88 seumpama berikut.

“Janganlah kamu puja di samping (menyembah)Allah, Tuhan apa lagi yang tidak. Tak ada Halikuljabbar (yang berwajib disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Cak bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah dia dikembalikan.”

4. Mukhalafatu Lil Hawaditsi

Mukhalafatu Lil Hawaditsi berarti farik dengan makhluk-khalayak ciptaan-Nya. Sang pencipta Nan Maha Sempurna dan tidak terserah satu sekali lagi bani adam yang dapat menyerupainya. Kejadian ini tertulis n domestik surah Asy-Syura ayat 11 sebagai berikut.

“(Beliau) Pembentuk langit dan dunia. Ia menjadikan kamu bersumber variasi kamu sendiri yang berpasang-pasangan dan mulai sejak macam binatang ternak yang berpasang-tandingan (pula), dijadikan-Nya dia berkembang biak dengan jalan itu. Enggak suka-suka sesuatupun nan serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Mengaram.”

5. Qiyamuhu Binafsihi

Qiyamuhu Binafsihi signifikan berdiri seorang dan tidak memerlukan uluran tangan dari siapapun. Sifat terlazim Allah ini tersurat kerumahtanggaan surah Al Isra ayat 111 yang berbunyi seumpama berikut.

“Dan katakanlah: ‘Segala puji bagi Halikuljabbar Yang tidak memiliki momongan dan tidak n kepunyaan perseroan dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan juru selamat dan agungkanlah Beliau dengan deifikasi yang sebesar-besarnya.”

6. Wahdaniyah

Wahdaniyah berarti tunggal maupun esa. Allah merupakan Zat Nan Esa alias tunggal. Keadaan ini dijelaskan dalam surah Al Ikhlas ayat 1 yang berbunyi andai berikut.

“Katakanlah: ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa.”

Hafalan Asmaul Husna Dan Sifat-Sifat Allah Bonus Cd


7. Qudrat

Qudrat berarti berhak. Allah berkuasa dan berkehendak apapun atas ciptaan-ciptaan-Nya. Hal ini tertulis dalam surah AL Baqarah ayat 20 sebagai berikut.

“Cemas-cemas panah itu menyambar penglihatan mereka. Saban-saban kilat itu mencahayai mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila liar menghampiri mereka, mereka berhenti. Seandainya Allah memaui, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan rukyat mereka. Sesungguhnya Tuhan berhak atas segala sesuatu.”

8. Iradat

Iradat berarti berkehendak. Jika Allah berkehendak atas sesuatu maka enggak cak semau yang bukan bisa jadi terjadi dan tidak ada suatu pun yang berbenda mencegahnya. Kejadian ini termaktub intern surah Hud ayat 107 ibarat berikut.

“Mereka kekal di dalamnya sejauh ada langit dan dunia, kecuali jikalau Tuhanmu menghendaki (nan lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa nan Beliau kehendaki.”

9. Ilmun

Ilmun bermakna mengerti segala sesuatu. Allah mengetahui segala sesuatu baik yang tampak sampai yang tidak tampak oleh manusia. Hal ini termasuk dalam surah Qaf ayat 16 sebagai berikut.

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan sosok dan mengetahui segala yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami makin dekat kepadanya daripada otot lehernya.”

10. Hayat

Spirit bermakna kekal, Allah memiliki sifat Yang Maha Kekal tatau Hidup. Hal ini tercatat kerumahtanggaan surah Al Baqarah ayat 255 sebagai berikut.

“Allah, tidak suka-suka Sang pencipta (nan berkuasa disembah) melainkan Ia Nan Semangat kekal pun terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa nan di langit dan di marcapada. Tiada nan bisa memberi syafa’at di sisi Sang pencipta minus pemaafan-Nya? Sang pencipta mengarifi apa-segala yang di pangkuan mereka dan di pinggul mereka, dan mereka tidak mengetahui barang apa-apa berasal mantra Sang pencipta melainkan barang apa yang dikehendaki-Nya. Takhta Almalik meliputi langit dan bumi. Dan Almalik tidak merasa elusif memelihara keduanya, dan Allah Maha Hierarki lagi Maha Osean.”

11. Sam’un

Sam’un berarti Maha Mendengar. Halikuljabbar menjadi Zat Yang Maha Mendengar segala sesuatu yang ada di marcapada ini. Hal ini tertulis n domestik surah Al Maidah ayat 76 sebagai berikut.

“Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu nan tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Memahami.”

12. Bashar

Bashar berarti Maha Melihat. Allah Maha Melihat segala sesuatu yang terjadi di sepenuh raya. Hal ini tertulis dalam surah Al Hujurat ayat 18 sebagai berikut.

“Sesungguhnya Allah memaklumi apa nan ghaib di langit dan bumi. Dan Sang pencipta Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

13. Kalam

Kalam berarti berbicara. Sifat ini terjadwal dalam surah Al Araf ayat 143 misal berikut.

“Dan tatkala Musa datang cak bagi (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah bercakap (langsung) kepadanya.”

14. Qadiran

Qadiran berarti Maha Kuasa. Sifat ini ditulis internal surah Al Baqarah ayat 20 sebagai berikut.

“Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Sebentar-sebentar kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah binar itu, dan bila gelap merayapi mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan rukyah mereka. Senyatanya Yang mahakuasa berkuasa atas segala apa sesuatu.”

15. Muridan

Muridan berarti Allah berkehendak. Jikalau Allah telah berkehendak maka tidak cak semau suatu pula makhluk yang dapat mengurungkan maupun menolaknya. Sifat ini termaktub n domestik surah Al Hud ayat 107 sebagai berikut.

“Mereka kekal di dalamnya selama suka-suka langit dan manjapada, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (nan enggak). Senyatanya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap segala apa nan Dia kehendaki.”

16. Aliman

Aliman bermanfaat Maha Mengetahui. Adat ini dijekaskan melintasi surah An Nisa ayat 176 sebagai berikut.

“Mereka meminta fatwa kepadamu (mengenai kalalah). Katakanlah: “Almalik memberi fatwa kepadamu adapun kalalah (yaitu): seandainya seorang meninggal bumi, dan ia enggak punya anak dan mempunyai saudara nona, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya nan laki-laki mempusakai (seluruh harta uri putri), jika ia tidak memiliki anak asuh; tetapi takdirnya saudara perempuan itu dua hamba allah, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri berusul) tembuni-ari-ari junjungan dan gadis, maka bahagian seorang tali pusar adam sebanyak bahagian dua orang saudara perawan. Sang pencipta menjernihkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengerti segala apa sesuatu.”

17. Hayyan

Hayyan berfaedah Maha Nyawa. Sifat ini tercantum privat surah Al Furqan ayat 58 sebagai berikut.

“Dan bertawakkallah kepada Halikuljabbar nan hidup (kekal) Nan tidak hening, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan nah Dia Maha Mengarifi dosa-dosa hamba-hamba-Nya.”

18. Sami’an

Sami’an berharga Maha Mendengar. Allah SWT mendengar semua takbir, permintaan, dan mulut nan dituturkan oleh makhluk-Nya. Sifat ini tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 256 sebagai berikut.

“Tidak terserah paksaan bagi (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang ter-hormat tinimbang jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Sang pencipta, maka sememangnya kamu sudah lalu berpegang kepada buhul makao yang amat kuat nan lain akan terpotong. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

19. Bashiran

Bashiran berarti Maha Melihat. Keadaan ini ditulis dalam surah Al Hujurat ayat 18 umpama berikut.

“Sesungguhnya Allah mengetahui apa nan ghaib di langit dan bumi. Dan Sang pencipta Maha Mengintai segala apa yang dia bakal.”

20. Mutakkaliman

Mutakkaliman berarti berfirman atau berkata-kata. Allah Maha Berfirman atas segala rahmat untuk semesta raya serta khalayak ciptaan-Nya. Kebiasaan ini tersurat internal surah An Nisa ayat 164 sebagai berikut.

“Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang bukan main mutakadim Kami kisahkan tentang mereka kepadamu lewat, dan rasul-utusan tuhan nan lain Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah sudah lalu merenjeng lidah kepada Musa dengan langsung.”

Rekomendasi Daya & Kata sandang Terkait

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital periode kini yang menganjuri konsep B2B. Kami hadir bagi melancarkan privat mengelola perpustakaan digital Dia. Klien B2B Taman pustaka digital kami meliputi sekolah, sekolah tinggi, korporat, hingga tempat ibadah.”

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Akomodasi dalam mengakses dan mengontrol persuratan Anda
  • Tersedia privat platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard kerjakan melihat informasi kajian
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi kerukunan, praktis, dan efisien

Source: https://www.gramedia.com/literasi/sifat-jaiz-allah/

Posted by: gamadelic.com