Sholat Sunah Sebelum Sholat Jumat


Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Sholat Jumat Beserta Penjelasannya

Kapanlagi Berlebih
– Terletak banyak amalan sunnah nan berkaitan tentang sholat Jumat. Di antara banyaknya amalan tersebut, terletak sholat sunnah sebelum sholat Jumat. Hal tersebut karena masa Jumat dianggap tersendiri bagi umat islam.

“Sebagus-baik hari di mana surya pecah di saat itu yaitu hari Jumat. Pada hari ini Adam diciptakan, musim detik sira dimasukkan ke dalam surga dan hari ketika dia dikeluarkan bersumber suraloka. Dan waktu yaumudin lain akan terjadi kecuali plong hari Jumat” (HR Mukminat).



•

Makanya karena itu setiap hari Jumat, umat muslim dinasihatkan melaksanakan berbagai ragam kegiatan sunnah lakukan mendapatkan pahala. Namun, berbeda dengan sunnah mandi, menyusup kuku, dan memakai aroma, terdapat perbedaan pendapat sholat sunnah sebelum sholat Jumat ini.

Bikin mencerna makin lanjut mengenai kejadian tersebut, ayo simak penjelasan mengenai sholat sunnah sebelum sholat Jumat yang dilansir terbit berbagai sumber berikut ini.

1. Perbedaan Pendapat Mengenai Sholat Sunnah Sebelum Sholat Jumat

Perbedaan mengenai sholat sunnah sebelum sholat Jumat ini berawal mulai sejak penyebutannya. Ada yang memanggil qabliyah atau rawatib, pun suka-suka yang lebih sejadi disebut seumpama sholat mutlak alias sholat sunnah tahiyatul masjid.

“Berpunca Salmaan Al Faarisi, ia berfirman bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berfirman, “Tidaklah seseorang mandi lega waktu Jumat, sangat kamu bersuci sedapat dia, adv amat ia memakai minyak alias kamu memakai wangi-wangian di rumahnya dahulu sira keluar, lantas ia tidak merukunkan di antara dua jamaah (di masjid), kemudian beliau melaksanakan sholat yang ditetapkan untuknya, lewat ia diam saat imam berkhutbah, melainkan akan diampuni dosa nan diperbuat antara Jumat yang satu dan Jumat yang lainnya.” (HR. Bukhari no. 883)

“Dari Tsa’labah polong Abi Malik, mereka di zaman ‘Umar kacang Al Khottob melakukan sholat (sunnah) plong hari Jumat hingga keluar ‘Umar (yang bertindak selaku pater). (Disebutkan dalam Al Muwatho’, 1: 103. Dishahihkan oleh An Nawawi dalam Al Majmu’, 4: 550).

“Dari Naafi’, ia berkata, “Lampau Ibnu ‘Umar sholat sebelem Jumat 12 raka’at.” (Dikeluarkan maka dari itu ‘Abdur Rozaq dalam Mushonnafnya 8: 329, dikuatkan oleh Anak laki-laki Rajab dalam Fathul Bari).

Jikalau melihat hadis di atas, berdasarkan informasi yang dilansir berpangkal rumaysho.com, disebutkan mengenai adanya empat rakaat sholat sunnah maupun selain itu, tapi hal tersebut bukan merujuk pada pengertian bahwa rakaat-rakaat tadi tertera sholat sunnah rawatib sebelum Jumat begitu juga halnya n domestik sholat Dzuhur.

Dalil-dalil tadi belaka menunjukkan adanya sholat sunnah sebelum Jumat, tak sholat sunnah rawatib, dan kian merujuk pada sholat sunnah mutlak. Artinya, seseorang dapat mengerjakan sholat sunnah dengan dua rakaat salam tanpa dibatasi, dapat dilakukan berulang barangkali hingga pater naik mimbar.

Perbedaan pendapat yang dimaksud yaitu, ketika cak semau yang memanggil bahwa sholat sunnah sebelum sholat Jumat itu sholat rawatib, padahal itu merupakan sholat sunnah mutlak.

Salah sendiri ulama ki akbar Syafi’iyah, Ibni Hajar Al Asqolani rahimahullah berkata,

“Adapun sholat sunnah rawatib sebelumm Jumat, maka tidak ada hadits shahih yang mendukungnya. (Fathul Bari, 2: 426).

2. Hukum Sholat Sunnah Sebelum Sholat Jumat

Menurut Rizky Muktamirul Khair (2018) dalam Kedudukan Sholat Sunnah Qabliyyah Jumat Dalam Pemikiran Hukum Pendeta Al-Nawawi di Jurnal Hukum Islam vol. 3, no. 2, mengklarifikasi perbedaan dua pendapat mengenai kedudukan sholat sunnah sebelum sholat Jumat tersebut.

Mula-mula, sholat qabliyah Jumat tidak disunahkan. Ini menurut pendapat Pastor Malik dan sebagian ulama Madzhab Hanbali. Hal ini dikarenakan tidak ada hadis yang secara khusus mengedepankan adanya sholat sunnah qabliyah Jumat.

Kedua, sholat qabliyah Jumat dianjurkan lakukan dilaksanakan atau sunnah. Pendapat ini disampaikan oleh Imam Abu Hanifah dan jamhur-jamhur Madzhab Syafi’i. Riuk suatu hadis yang dijadikan rujukan tentang sunah qabliyah Jumat adalah riwayat dari Bubuk Hurairah dan Sahabat Terkulai-kulai, keduanya berkata:

“Sulaik al-Ghathafani datang momen Rasulullah SAW sedang berkhutbah, lalu beliau bertanya kepadanya: ‘Sudahkah anda sholat dua rakaat sebelum engkau datang?’, ia menjawab: ‘belum’, Engkau berujar, ‘Sholatlah dua rakaat, dan permudahlah padanya’,” (H.R. Bani Majah).

Sunnahnya sholat qabliyah Jumat, menurut Madzhab Syafi’i, diqiyaskan terhadap sholat sunnah rawatib sebelum sholat Dzuhur, sehingga kamu dianjurkan bakal dikerjakan, sebagai ibadah yang keutamaannya dapat menghampari kekurangan berbunga ibadah terlazim yang dilaksanakan seseorang. Rujukannya adalah sabda Utusan tuhan Muhammad SAW: “Semua sholat fardhu itu pasti diikuti oleh sholat sunnah qabliyah dua rakaat,” (H.R. Ibnu Hibban).

Anjuran dalam hadis ini dianggap kembali merujuk ke sholat terlazim Jumat. Oleh karena itu, tahun pengerjaan sholat sunnah qabliyah Jumat adalah setelah masuk waktu Jumat, atau sebelum sholat Jumat dikerjakan secara berjamaah.

3. Manajemen Cara Sholat Sunnah Sebelum Sholat Jumat

Ibnul Qayyim intern Zaadul Ma’ad menyebutkan,

“Takdirnya bilal telah mengumandangkan adzan Jumat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung berkhutbah dan lain ada seorang sekali lagi mengirik melaksanakan sholat dua rakaat kala itu. (Di masa kamu), adzan Jumat hanya dikumandangkan sekali. Ini menunjukkan bahwa sholat Jumat itu sebagai halnya sholat ‘ied yaitu setimpal-sama tidak terserah sholat sunnah qobliyah sebelumnya. Inilah di antara pendapat ulama yang lebih tepat dan inilah nan didukung perbuatan nabi nabi muhammad. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat pernah keluar berpunca apartemen beliau, lalu beliau langsung panjat mimbar dan Bilal kembali mengumandangkan adzan. Jika adzan telah selesai membahana, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkhutbah dan tidak ada selang hari (bikin sholat sunnah kala itu). Inilah yang disaksikan di masa ia. Lantas kapan hari melaksanakan sholat sunnah (qobliyah Jumat tersebut)?”

Sesuai dengan informasi nan dilansir terbit rumaysho.com, ketika turut masjid dan bukan pendeta, maka lakukanlah sholat tahiyatul sajadah dan boleh meninggi sholat sunnah dua rakaat minus dibatasi. Sholat sunnah tersebut dapat dilakukan sampai imam menaiki mimbar. Dan sholat sunnah yang dimaksud bukanlah sholat sunnah qobliyah Jumat, tetapi sholat sunnah mutlak.


Karsa sholat sunnah sebelum sholat Jumat

1. Membaca niat sholat tahiyatul masjid.

Ushalli tahiyyatal masjid ra’ataini sunnatan lillâhi ta’ala.

Artinya, “Saya sholat tahiyatul langgar dua rakaat karena Halikuljabbar ta’ala.”

2. Mengucap puji-pujian ketika takbiratul ihram sekaligus kehendak di kerumahtanggaan hati.

3. Baca ta’awudz dan Surat Al-Fatihah. Selepas itu baca salah suatu tindasan pendek Al-Quran.

4. Rukuk.

5. Itidal.

6. Sujud pertama.

7. Duduk di antara dua sujud.

8. Sungkem kedua.

9. Duduk istirahat alias duduk sekejap sebelum angot untuk mengerjakan rakaat kedua.

10. Bangkit berasal duduk, tinggal mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama.

11. Salam pada rakaat kedua.

Itulah penjelasan mengenai sholat sunnah sebelum sholat Jumat. Sungkap pecah perbedaan pendapat nan mengikutinya, loyal ada sholat sunnah sebelum sholat Jumat yang dianjurkan seperti mana ibadah sunnah lain untuk mendapat habuan berkah dari Allah SWT. Wallahu a’lam.

Source: https://plus.kapanlagi.com/tata-cara-sholat-sunnah-sebelum-sholat-jumat-beserta-penjelasannya-377b1b.html

Posted by: gamadelic.com