Sholat Dzuhur Ada Berapa Rakaat

Seperti yang Moms dan Dads ketahui, salat 5 waktu merupakan kewajiban setiap umat Islam yang balig dan berpikir logis. Maka dari itu dulu penting kerjakan mengetahui tata cara salat.

Dalam setiap harinya, umat Orang islam diwajibkan untuk menunaikan salat 5 waktu yang terdiri bermula salat Dini hari, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya.

Setiap waktu salat tersebut mempunyai jumlah rakaat dan ada beberapa bacaan khusus yang membedakannya.

Sebagai halnya firman Allah SWT dalam Alquran yang berbunyi:

إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

“innaṣ-ṣalāta kānat ‘alal-mu`minīna kitābam mauqụtā”

Artinya: “Sungguh, salat itu adalah bahara nan ditentukan waktunya atas anak adam-insan yang beriman,” (QS. An-Nisa: 103).

Baca Juga:
Sering Berpendar Sholat Saat Bepergian? Pakai Aplikasi Arah Kiblat Ini Agar Lebih Praktis

Syarat Salat 5 Waktu

Syarat Sholat 5 Waktu

Foto: Syarat Sholat 5 Waktu (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Salat 5 waktu tidak boleh ditinggalkan karena amal ibadah yang suatu ini merupakan tiang agama. Intern hadis sekali lagi disebutkan bahwa:

Dari Ibnu Abbas RA. bahwasannya Nabi SAW sudah lalu mengutus Muadz RA ke Yaman, lalu beliau bercakap kepadanya:

“Ajaklah mereka (penduduk Yaman) untuk bersaksi bahwa lain cak semau Tuhan selain Allah dan betapa aku adalah utusan Allah, jika mereka menaatinya, maka beritahukan mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka lima salat internal sehari semalam,” (HR. Al-Bukhari).

Sebelum memahami tata cara salat, permulaan-tama kita harus menepati syarat yang harus dipenuhi oleh umat Selam, di antaranya:

  • Harus beragama Islam
  • Baligh dan berakal cegak
  • Bersih berasal najis katai dan samudra
  • Mengerti tata cara salat
  • Telah masuk waktu salat 5 periode
  • Harus sering menghadap kiblat
  • Perlu memenuhi peraturan menutup aurat

Apabila suka-suka salah satu syarat di atas yang tak dipenuhi, meskipun tata cara salatnya benar, maka salat boleh menjadi tidak absah dan enggak berpahala.

Rukun Salat 5 Waktu

Rukun Sholat 5 Waktu

Foto: Akur Sholat 5 Waktu

Foto: Orami Photo Stock

Selain syarat, ada pula yang disebut dengan damai salat yang harus diketahui sebelum mengerti tata cara salat, yakni:

  • Merembas untuk nan masih mampu
  • Mengucapkan niat di dalam hati
  • Menitahkan takbirotul ihram (takbir permulaan)
  • Membaca tembusan Al-Fatihah di setiap rakaat
  • Rukuk dan tumaninah
  • Mengaji iktidal setelah rukuk dan tumaninah
  • Menjalani sungkem 2 boleh jadi
  • Duduk di antara dua sungkem
  • Duduk tasyahud penghabisan
  • Membaca ratib tasyahud akhir
  • Membaca sholawat Nabi Muhammad SAW saat tasyahud akhir
  • Salam pertama
  • Tertib melakukan rukun salat secara bersambungan

Baca Sekali lagi:
Pengelolaan Pendirian dan Doa Sholat Dhuha untuk Melancarkan Rezeki, Yuk Hafalkan!

Pustaka Niat Salat 5 Waktu

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tedapat 5 waktu salat yang wajib ditunaikan maka dari itu setiap Muslim.

Seperti kerumahtanggaan Alquran, Allah SWT berfirman:

فَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ وَلَهُ ٱلْحَمْدُ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ

“Fa sub-ḥānallāhi ḥīna tumsụna wa ḥīna tuṣbiḥụn, Wa lahul-ḥamdu fis-samāwāti wal-arḍi wa ‘asyiyyaw wa ḥīna tuẓ-hirụn.”

Artinya: “Maka bertasbihlah kepada Allah di periode kamu berada di petang hari dan waktu engkau berada di waktu subuh.

Dan cak bagi-Nya-lah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu dia berlambak pada magrib perian dan di waktu kamu berlimpah di waktu Zuhur,” (QS. Ar-Rum: 17-18).

Inilah pencatuan perian salat dan pustaka niatnya nan perlu dipahami:

1. Pagi buta

sholat subuh

Foto: sholat subuh

Foto: Orami Photo Stock

Salat Dini hari yaitu salat 5 waktu yang dikerjakan paling awal, yakni sejak terbitnya fajar sampai terbitnya rawi.

Mengabarkan laman NU Online, Subuh secara bahasa adalah awal siang (awwal an-nahar).

Berbeda dengan manajemen prinsip salat yang tak, salat subuh memiliki rakaat yang paling cacat.

Salat Subuh memiliki jumlah rakaat yang paling tekor, hanya 2 rakaat. Berikut bacaan niatnya:

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى.

“Usholli fardha shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa`an lillaahi ta’aala”.

Artinya: Aku niat salat fardu subuh, dua rakaat, menghadap kakbah, tepat musim, karena Tuhan ta’ala.

Perbedaan salat Pagi buta dengan salat wajib 5 perian lainnya adalah adanya kesunnahan mendaras wirid qunut.

Ulama Syafi’iyah menggolongkannya andai sunnah ab’ad sehingga bila lupa dan tidak membacanya, maka sunah hukum menggantinya dengan sujud sahwi.

Tentang teks doa qunut adalah:



اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لًنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

“Allahummahdinâ fî man hadait. Wa ‘âfinâ fî man ‘âfait. Wa tawallanâ fî man tawallait.

Wa bâriklanâ fî mâ a‘thait. Wa qinâ syarra mâ qadhait. Fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik.

Wa innahû lâ yazillu man wâlait. Wa lâ ya‘izzu man ‘âdait.

Tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait. Fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait.

Wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.”

Artinya: “Ya Allah tunjukanlah aku sebagaimana mereka nan telah Engkau beri petunjuk. Berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang sudah lalu Engkau berikan kesehatan.

Peliharalah aku seperti orang-manusia yang telah Engkau lindungi. Berikanlah keberkahan kepadaku puas segala yang telah Kamu berikan.

Selamatkanlah aku berbunga bahaya karas hati yang telah Dia tentukan. Engkaulah yang menghukum dan tak dihukum.

Tidak hina orang yang Engkau jadikan komandan. Tidak luhur orang yang Beliau musuhi. Maha Zakiah Beliau aduhai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau.

Bagi-Mu barang apa pujian di atas apa yang Anda tentukan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.

Semoga Yang mahakuasa mencurahkan hadiah dan karunia atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.”

2. Zuhur

Sholat dzuhur

Foto: Sholat dzuhur (Freepik.com/rawpixel.com)

Foto: Orami Photo Stock

Selanjutnya, cak semau salat Zuhur yang terjamah sreg siang tahun, tepatnya ketika matahari kaya di tengah-tengah langit sampai bayangan sebuah benda sama panjangnya dengan benda tersebut.

Zuhur artinya di paruh siang atau waktu terang. Salat Zuhur terdiri dari 4 rakaat dengan 2 tahiyat.

Adapun referensi niat salat Dzuhur, yaitu:

اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Usholli fardha dzuhri arba’a raka`aatin mustaqbilal qiblati adaa`an lillaahi ta’aala”.

Artinya: “Aku kehendak salat fardu dzuhur, empat rakaat, mendekati kiblat, tepat hari, karena Allah ta’ala.”

Baca Kembali:
Sholat Duduk: Tata Cara dan Patokan Orang nan Boleh Melakukannya

3. Asar

sholat ashar

Foto: sholat ashar

Foto: Orami Photo Stock

Salat 5 waktu yang wajib diolah usai salat Zuhur adalah salat Asar. Waktu salat Asar merupakan sejak bayangan benda sedikit melebihi bendanya, sampai mentari terbenam.

Jumlah rakaatnya juga seperti mana salat Zuhur, 4 rakaat dengan 2 tahiyat.

Bacaan niat salat Asar, ialah:


أُصَلِّى
فَرْضَ
العَصْرِأَرْبَعَ
رَكَعاَتٍ
مُسْتَقْبِلَ
الْقِبْلَةِ
أَدَاءً
لله
تَعَالَى.

“Usholli fardha ‘ashri arba’a raka`aatin mustaqbilal qiblati adaa`an lillaahi ta’aala”.

Artinya: “Aku niat salat fardu ashar, empat rakaat, menghadap kiblat, tepat periode, karena Allah ta’ala.”

4. Magrib

sholat maghrib

Foto: sholat maghrib

Foto: Orami Photo Stock

Senja merupakan salat wajib 5 masa yang berjumlah 3 rakaat dengan 2 tahiyat. Salat Magrib dilakukan sejak mentari terbenam, hingga mega abang di langit sudah tak kelihatan lagi.

Ini dia pustaka niat salat Magrib:

أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى.

“Usholli fardha maghribi tsalaatsa raka`aatin mustaqbilal qiblati adaa`an lillaahi ta’aala”.

Artinya: “Aku karsa salat fardu maghrib, tiga rakaat, berorientasi kiblat, tepat waktu, karena Yang mahakuasa ta’ala.”

Baca Lagi:
Tata Kaidah Salat Cerih dan Keutamaannya yang Luar Biasa, Masya Yang mahakuasa!

5. Isya

sholat isya

Foto: sholat isya

Foto: Orami Photo Stock

Terakhir, cak semau salat Isya nan ditunaikan sejak hilangnya awan merah, sampai berbunga fajar
shadiq
(fajar yang pancaran cahayanya menghampar atau secara mendatar).

Tata pendirian salat Isya’ mirip dengan salat Dzuhur dan Ashar, yang membedakan saja niatnya hanya.

Salat Isya’ berjumlah 4 rakaat dengan 2 tahiyat. Berikut bacaan niatnya:

أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

“Usholli fardha ‘isyaa`i arba’a raka`aatin mustaqbilal qiblati adaa`an lillaahi ta’aala”.

Artinya: “Aku niat salat fardu Isya, empat rakaat, memfokus kiblat, tepat waktu, karena Allah ta’ala.”

Pengelolaan Cara Salat 5 Waktu dan Doanya

Berikut penyelenggaraan cara salat dan puji-pujian yang bermartabat sesuai urutannya, Moms. Jangan sampai keseleo, ya!

1. Takbiratul Ihram

takbiratul ihram

Foto: takbiratul ihram (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Takbiratul ihram, ialah membaca
Allâhu Akbar
saat memulai salat. Dengan takbiratul ihram, berarti umat Islam sudah sungguh-sungguh masuk kerumahtanggaan salat.

Jadi, segala yang sebenarnya boleh dilakukan sebelum salat, seperti mana makan dan meneguk misalnya, saat itu sudah tak boleh kembali.

Cara melakukan takbiratul ihram merupakan dengan menyanggang dua tangan sejajar dengan alat pendengar dan mengucapkan,
“Allâhu Akbar”.

Bersamaan dengan takbiratul ihram, bacalah niat salatnya.

Baca Juga:
Sholat Tasbih: Tata Cara, Pustaka, dan Manfaatnya Jika Diamalkan

2. Membaca Ratib Iftitah

Usai mengucapkan puji-pujian pertama, maka bekuk tangan di dada, tepatnya plong daerah yang cenderung hati. Lebih jauh, mendaras doa iftitah berikut ini:

اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

“Allaahu akbar kabiirow wal hamdu lillaahi katsiiroo wasubhaanalloohi bukrotaw wa-ashiilaa.

Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardlo haniifaa wamaa ana minal musyrikiin.

Inna sholaatii wa nusukii wamahyaa wa mamaatii lillaahi robbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimiin”.

3. Membaca Pertinggal Al-Fatihah

membaca al fatihah

Foto: membaca al fatihah (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Pasca- itu, membaca surah Al-Fatihah. Membaca piagam Al-Fatihah ini hukumnya wajib pada setiap rakaat salat.

Bila tidak boleh maka mendaras ayat apa pun intern surat dalam Alquran yang diketahuinya. Boleh juga mendaras zikir-zikir bila tak satu pun ayat nan diketahui.

Jika tetap lain bisa, maka cukup dengan berdiam yang lamanya seukuran turunan membaca Al-Fatihah.

Baca Juga:
Saat yang Tepat Belajar Anak untuk Sholat Panca Waktu

4. Membaca Surah Pendek

Ketika selesai mengaji surat Al-Fatihah, maka dilanjutkan dengan membaca surah pendek.

Surah pendek ini dibaca pada dua rakaat purwa. Membaca surah pendek hukumnya yakni sunah.

5. Rukuk dan itidal

rukuk dan itidal

Foto: rukuk dan itidal (saudigazette.com)

Foto: Orami Photo Stock

Setelah radu membaca Al-Fatihah dan surat pendek, dilanjutkan dengan aksi salat berikutnya, yakni rukuk.

Ketika rukuk harus sambil membaca:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

“Subhâna rabbiyal ‘adhîmi wa bihamdihi,

Artinya: “Maha nirmala Rabbana yang maha agung dengan segala pujian-Nya” sebanyak 3 kali.

Usai rukuk, maka dilanjutkan dengan membaca:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

“Sami’alloohu liman hamidah“.

Artinya: “Semoga Allah mengabulkan panjatan doa hamba yang memuji-Nya.”

Bacaan tersebut diucapkan spontan mengangkat kedua tangan sejajar dengan alat pendengar dan mencuar.

Selepas itu, dilanjutkan mendaras itidal:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ

Robbanaa lakal hamdu mil’as samaawaati wal ardli wa mil-a maa syi’ta min syai’in ba’du”
Artinya: “Wahai Yang mahakuasa kami, segala puji bagiMu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-segala yang Engkau kehendaki setelah itu.”

Baca Juga:
Sholat Witir, Sunnah nan Lampau Dipetuakan Rasulullah SAW

6. Sujud dan Duduk di Antara Dua Sujud

Setelah itidal, yakni sujud. Sujud adalah posisi yang dilakukan dengan meletakkan kedua telapak tangan dan menempelkan dahi serta indra sreg sejadah.

Ketika sujud, bacaannya ialah:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى

“Subhâna rabbiyal a’la wa bihamdihi,”

Artinya: “Mahasuci Rabi yang Mahatinggi dengan segala pujian-Nya.” Dibaca sebanyak 3 kali.

Selanjutnya, duduk di antara dua sujud dengan mengaji:

رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى

“Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.”

Artinya: “Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku.”

7. Tasyahud Mulanya

tasyahud awal

Foto: tasyahud awal

Foto: Orami Photo Stock

Persuasi salat tasyahud awal dilakukan saat rakaat kedua puas salat Dzuhur, Ashar, Magrib dan Isya’. Inilah bacaannya:

لتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

“Attahiyyatul mubarakaatus salawatut tayyibatu lillah. Assalamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu alaina wa ala ibadillahis salihin. Asyhadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah.”

Artinya: “Barang apa penghormatan, keberkahan, selawat dan kemustajaban hanya bikin Halikuljabbar.

Kiranya salam sejahtera gegares tercurahkan kepadamu wahai Nabi, demikian pun rahmat Allah dan berkahNya dan kiranya salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Almalik yang saleh.

Aku bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad yaitu utusan Allah,” (HR. Mukminat).

Baca Sekali lagi:
Ini Hukum, Aturan, dan Tata Cara Salat Konvensional, Tulis!

8. Tasyahud Akhir

Sebelum menyabdakan salam, harus melakukan tasyahud akhir dengan membaca:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

“Alloohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibroohim wa ‘alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid.

Alloohumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa Ibroohim wa ‘alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid.”

Artinya: “Ya Allah, berilah hadiah kepada Nabi Muhammad dan anak bini Rasul Muhammad sebagai halnya Beliau sudah memberikan anugerah kepada Rasul Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim.

Sesungguhnya Dia Maha Terpuji pula Maha Luhur. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan tanggungan

Nabi Muhammad begitu juga Engkau sudah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Utusan tuhan Ibrahim. Sebenarnya Dia Maha Terpuji lagi Maha Mulia,” (HR. Bukhari).

Baca Juga:
Ini Zikir dan Bacaan Doa pasca- Sholat, Agar Ibadah Lebih Afdal!

9. Salam

salam

Foto: salam

Foto: Orami Photo Stock

Tata pendirian salat yang terakhir yakni mengucapkan salam dengan menoleh ke kanan dan ke kidal.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

“Assalamu ‘alaikum warahmatullah”

Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Yang mahakuasa limpahkan kepada kalian.”

Usai salat, dinasihatkan untuk berdoa dan berzikir kepada Yang mahakuasa SWT.

Allah SWT berfirman:

فَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ ٱلشَّمْسِ وَقَبْلَ ٱلْغُرُوبِ وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَٰرَ ٱلسُّجُودِ

“Faṣbir ‘alā mā yaqụlụna wa sabbiḥ biḥamdi rabbika qabla ṭulụ’isy-syamsi wa qablal-gurụb. Wa minal-laili fa sabbiḥ-hu wa adbāras-sujụd.”

Artinya: “Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum berpangkal matahari dan sebelum terbenam(nya).

Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang.”

Itulah penjelasan tata mandu salat 5 tahun, berangkat dari pembagian perian, bacaan niat dan doanya secara berurutan. Hendaknya dapat bermanfaat untuk Moms dan keluarga, ya!

Source: https://www.orami.co.id/magazine/tata-cara-salat

Posted by: gamadelic.com