Sebutkan Proses Umum Dalam Rekayasa Perangkat Lunak

ELEKTRO


Nomor 27, Tahun VI, Agustus 1999


KOMPUTER



Pemodelan Privat Rekayasa Perangkat Panjang usus

Home

Pelataran Muka



Sajian Terdahulu

Sajian Khusus

Komunikasi

Komputer

Lagam

Elektronika Pemodelan dalam suatu konspirasi perabot lunak merupakan suatu hal yang dilakukan di strata awal. Di internal suatu kolusi kerumahtanggaan instrumen lunak sebenarnya masih memungkinkan tanpa melakukan suatu pemodelan. Kejadian itu tidak dapat juga dilakukan dalam suatu industri perangkat lunak. Pemodelan delam perangkat sabar merupakan suatu nan harus dikerjakan di bagian awal dari persekongkolan, dan pemodelan ini akan mempengaruhi perkerjaan-karier dalam perkomplotan radas panjang usus tersebut.

Proses

Di dalam satu industri dikenal bermacam-macam macam proses, demikian juga halnya dengan industri perangkat kepala dingin. Perbedaan proses yang digunakan akan menguraikan aktivitas-aktivitas proses dalam cara-kaidah yang berlainan. Perusahaan yang farik menggunakan proses yang berbeda buat menghasilkan dagangan nan sepadan. Tipe produk yang berbeda mungkin dihasilkan maka dari itu sebuah firma dengan menunggangi proses nan berbeda. Namun beberapa proses lebih cocok dari lainnya untuk beberapa tipe aplikasi. Jika proses yang pelecok digunakan akan mengurangi kualitas kegunaan produk yang dikembangkan.

Karena banyaknya diversifikasi internal teoretis proses yang digunakan maka bukan mungkin menghasilkan gambaran-cerminan yang reliabel bikin alokasi biaya internal aktivitas-aktivitas ini.

Modifikasi alat panjang hati lazimnya lebih terbit 60 % dari kuantitas biaya pembuatan perabot panjang hati. Pengutaraan ini terus bertambah karena lebih banyak perangkat lunak dihasilkan dan dipelihara. Pembuatan perangkat kepala dingin bakal suata pergantian adalah penting. Proses peranti sabar komplek dan menyertakan banyak aktivitas.

Seperti produk, proses juga memiliki atribut dan karakteristik seperti :

  • Understandability, yaitu sepanjang mana proses secara eksplisit ditentukan dan bagaimana fasilitas definisi proses itu dimengerti.
  • Visibility, apakah aktivitas-aktivitas proses mencapai tutul penghabisan internal hasil yang jelas sehingga kemajuan bermula proses tersebut bisa terlihat maujud/jelas
  • Supportability, yaitu sejauh mana aktivitas proses dapat didukung maka itu CASE
  • Acceptability, apakah proses nan telah ditentukan oleh insinyur dapat masin lidah dan digunakan dan berpunya bertanggung jawab sejauh pembuatan komoditas perkakas panjang usus
  • Reliability, apakah proses didesain sedikian rupa sehingga kesalahan proses dapat dihindari sebelum terjadi kesalahan pada produk.
  • Robustness, dapatkah proses terus berjalan walaupun terjadi kebobrokan yang bukan diduga
  • Maintainability, dapatkah proses berkembang untuk mengikuti kebutuhan alias perbaikan
  • Rapidity, bagaimana kecepatan proses pengiriman sistem dapat secara transendental memenuhi spesifikasi.

Model

Tidak boleh jadi buat menumbuhkan semua atribut proses secara serampak. Contohnya, seandainya pengembangkan proses cepat dilakukan siapa kita perlu mengurangi visibility proses karena pembuatan proses yg maujud berarti pembuatan dokumen secara teratur. Ini akan memperlambat proses.

Contoh proses radas lunak masih menjadi object penelitian, tapi kini terserah banyak konseptual umum ataupun paradigma yang berbeda dari ekspansi organ kepala dingin, antara lain:

  • Pendekatan Waterfall

Berisi rangkaian aktivitas proses sama dengan yang telah diuraikan diatas dan disajikan dalam proses yang terpisah, sebagaimana spesifikasi kebutuhan, implementasi desain perlengkapan lunak, uji coba dst. Setelah setiap anju didefinisikan, persiapan tersebut di
sign off
dan pengembangan dilanjutkan pada ancang berikutnya.

  • Ekspansi secara evolusioner

Pendekatan ini interleaves aktivitas perincisan, pengembangan dan validasi. Sistem awal dengan cepat dikembangkan dari kastamer untuk memproduksi sistem nan menunaikan janji kebutuhan kastamer. Kemudian sistem disampaikan. Sistem itu boleh jadi diimplementasikan juga dengan pendekatan yang lebih terstruktur untuk menghasilkan sistem nan kuat dan maintable.

  • Transformasi legal

Pendekatan ini berdasarkan pembuatan spesifikasi sistem formal secara matematik dan transformasi spesifikasi dengan menunggangi metode matematik alias dengan satu program. Transmutasi ini adalah
correctnesspreserving
ini berjasa bahwa kita dapat berpengharapan programa yang dikembangkan sesuai dengan spesifikasi.

  • Penggabungan sistem dengan menunggangi komponen-komponen yang dapat digunakan kembali.

Teknik ini menganggap bagian-putaran dari sistem sudah ada. Proses pengembangan sistem lebih berpusat plong penyatuan bagian-bagian daripada ekspansi tiap putaran.
Dua pertama mulai sejak pendekatan-pendekatan diatas yaitu waterfall dan pengembangan evolusioner, saat ini banyak digunakan intern pengembangan sistem. Bilang sistem sudah dibuat dengan menggunakan transmutasi correctness preserving tapi ini masih menjadi penelitian.

Metode penggunaan lagi (reuse) umum di jepang. Metode ini sekiranya akan diakui oleh Eropa dan Amerika Lor. Di US metode ini dimulai 1995 dengan kalkulasi 150 million dolars. Bagaimanapun pun reuse masih suatu penajaman, terlalu cepat untuk berkomentar tentang keefektifannya.

Waterfall

Pola ini mutakadim diperoleh dari proses engineering lainnya. Pola ini menawarkan cara pembuatan instrumen lunak secara lebih nyata.

Awalan-awalan yang terdepan dalam model ini yaitu

  • Penentuan dan analisis spesifikasi

Jasa, hambatan dan tujuan dihasilkan dari konsultasi dengan pengguna sistem. Kemudian semuanya itu dibuat dalam buram yang bisa dimengerti maka dari itu user dan staf pengembang.

  • Desain sistem dan perangkat sabar

Proses desain sistem menjatah kebutuhan-kebutuhan menjadi sistem perangkat lunak atau perangkat keras. Proses tersebut menghasilkan sebuah arsitektur sistem keseluhan. Desain perangkat panjang usus termasuk menghasilkan khasiat sistem perangkat panjang hati internal gambar nan bisa jadi ditransformasi ke dalam satu atau lebih programa yang dapat dijalankan.

  • Implementasi dan ujicoba unit

Sepanjang tahap ini desain perangkat lunak disadari sebagai sebuah program abstrak atau unit program. Uji unit tertulis pengujian bahwa setiap unit sesuai spesifikasi.

  • Integrasi dan ujicoba sistem

Unit programa diintegrasikan dan diuji menjadi sistem yang lengkap lakukan menyakinkan bahwa persyaratan perangkat lunak telah dipenuhi. Pasca- ujicoba, sistem disampaikan ke kastamer

  • Aksi dan pemeliharaan

Normalnya, ini merupakan phase yang terpanjang. Sistem dipasang dan digunakan.

Pemeliharaan termuat pembetulan kesalahan yang bukan ditemukan plong langkah sebelumnya. Restorasi implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan yunior ditemukan.

Bentuk 1. Pemodelan Waterfall

Dalam prakteknya, setiap anju sering tumpang tindih dan saling membagi informasi satu sama lain. Proses radas lunak tidak linier dan sederhana tapi mengandung gosokan iterasi dari aktivitas peluasan. Sejauh di anju terakhir, perangkat lunak telah digunakan. Kesalahan dan kecuaian dalam menentukan kebutuhan perlengkapan panjang hati original boleh diatasi.

Sayangnya, model nan banyak mengandung iterasi sehingga membuat sulit bikin pihak tata untuk memeriksa seluruh rencana dan laporan. Maka dari itu, setelah sedikit iterasi, biasanya putaran yang telah dikembangkan akan dihentikan dan dilanjutkan dengan langkah pengembangan selanjutnya. Masalah-keburukan sejauh resolusi selanjutnya, dibiarkan ataupun diprogram. Pelengseran yang dini berpokok persyaratan akan berarti bahwa sistem lain akan sesuai dengan keinginan user. Mungkin juga sistem teratur secara jelek yang sebenarnya yaitu masalah desain akan dibiarkan karena tercundang makanya trik implementasi.

Problem pendekatan waterfall yakni ketidakluwesan pendistribusian project ke n domestik langkah yang nyata/jelas. Sistem yang disampaikan kadang-kadang bukan bisa digunakan sesuai kedahagaan kastamer. Namun demikian ideal waterfall mencerminkan kepraktisan engineering. Konsekuensinya, model proses perabot lunak nan berdasarkan pada pendekatan ini digunakan kerumahtanggaan peluasan sistem perangkat sabar dan hardware yang luas.

Peluasan Evolusioner

Komplet ini berlandaskan puas ide peluasan lega implementasi mulanya yang akan menghasilkan komentar pemakai sehingga dapat dilakukan perbaikan melampaui banyak varian sampai sistem yang mencukupi dapat dikembangan. Selain memiliki aktivitas-aktivitas yang terpisah model ini memberikan feedback dengan cepat dan serentak

Terwalak 2 tipe pada model ini

  1. Pemprograman evolusioner
  2. Dimana harapan proses adalah bekerjasama dengan kastamer lakukan menghasilkan kebutuhan-kebutuhan dan memunculkan sistem akhir kepada pemakai/kastamer. Pengembangan dimulai dengan penggalan-bagian sistem yang dimengerti. Sistem dikembangkan melewati penambahan features sesuai yang diusulkan oleh kastamer.

  3. Pemodelan

Dimana tujuan pengembangan evolusioner lega varietas ini adalah mengetahui kebutuhan-kebutuhan kastamer dan mengembangkan difinisi kebutuhan yang kian baik kerjakan sistem. Model/contoh difikuskan pada riset bagian-fragmen kebutuhan kastamer yang kurang dimengerti.
Pemprograman evolusioner penting saat langka cak bagi membuat perincisan sistem secara rinci. Sejumlah orang boleh jadi setuju bahwa semua sistem masuk intern tipe ini. Tetapi, pemprograman evolusioner banyak digunakan dalam pengembangan sistem
AI
(artificial intelligence) nan berusaha bagi mengembari kemampuan turunan.

Kita tak mungkin membuat perincisan yang rinci untuk perangkat lunak nan menyamai manusia karena kita tidak mengerti bagaimana orang menjalankan tugas-tugas mereka.

Pendekatan evolusioner biasanya lebih efektif daripada pendekatan waterfall untuk situasi pengembangan perangkat lunak yang harus dengan segera bisa menyempurnakan kebutuhan kastamer. Namun, berpunca segi teknik dan manajemen, model ini memiliki masalah mendasar merupakan:

  • Proses tidak visibel.

Manager-manager membutuhkan “deliverables” yang terintegrasi buat menyukat kemajuan. Takdirnya sistem dikembangkan dengan cepat akan terjadi pemborosan pada pembuatan dokumen yang menggambarkan setiap versi sistem.

  • Sistem-sistem biasanya kurang koheren

Tren transisi yang terus menerus akan mengurangi stuktrur dari perkakas panjang usus. Evolusi perangkat panjang usus tertentang sulit dan mahal.

  • Ketrampilan singularis elusif dimiliki

Bukan jelas batasan ketrampilan yang seremonial dalam kolusi perangkat lunak yang siapa dapat digunakan secara efektif dalam arketipe peluasan ini. Kebanyakan sistem yang dikembangkan melewati cara ini telah diimplementasikan maka dari itu gerombolan kecil yang n kepunyaan ketrampilan nan janjang dan motivasi yang awet.
Untuk memecahkan masalah-masalah tersebut, kadang-kadang tujuan dari pengembangan evolusioner adalah mengembangkan teladan sistem. Contoh ini digunakan untuk mengetahui dan mevalidasikan spesifikasi sistem. Disinilah pengembangan evolusioner yakni bagian dari beberapa proses yang lebih luas. ( seperti konseptual waterfall ).

Karena masalah-masalah tersebut, sistem dengan neraca besar biasanya tak dikembangkan melintasi mandu ini. Pengembangan evolusioner kian tepat bikin

Ekspansi sistem yang nisbi kerdil.

Masalah-masalah tentang perubahan sistem nan ada dihindari dengan meimplementasi ulang sistem keseluruhan kapanpun perubahan nan signifikan diperlukan. Jika pemodelan digunakan, enggak terlalu mahal.

Ekspansi sistem yang memiliki masa hidup yang nisbi pendek.

Disini, sistem dikembangkan bagi mendukung beberapa aktivitas yang dibatasi makanya perian. Contohnya, sebuah sistem nan bisa jadi dikembangkan secara eksklusif kerjakan peluncuran produk baru.

Pengembangan sistem atau bagian-bagian dari sistem nan besar dimana tidak memungkinkan lakukan menyatakan spesifikasi secara rinci. Contohnya, sistem AI dan interfaces pemakai.

Spiral Boehm

Model proses faktual waterfall yang cenderung surat mutakadim diambil sebagai standar umum maka dari itu banyak agen pemerintah dan penggarap perangkat lunak. Jadi, tidak mudah menaksirkan transendental tersebut walaupun masih terdapat ki kesulitan-masalah yang ditimbulkan dalam model tersebut. Kita membutuhkan sebuah proses yang lebih baik lakukan tata nan boleh menunggangi semua kamil awam sebagai halnya nan sudah kita bicarakan sebelumnya. Transendental pembaruan tersebut lagi harus menetapi kebutuhan-kebutuhan penggarap radas lunak. Pendekatan alternatif diusulkan oleh Boehm (1988). Boehm mengusulkan sebuah model yang secara eksplisit menjelaskan bahwa resiko yang disadari mungkin membentuk dasar pola proses publik.

Model Boehm bebrbentuk spiral. Setiap loop mewakili sebuah tahap dari proses gawai panjang usus.

Tidak ada tahap yang tetap internal pola ini. Pengelolaan harus memutuskan bagaimana membuat antaran kedalam tahap-tahap. Firma biasanya bekerja dengan beberapa model umum dengan tahap apendiks buat proyek khusus atau detik masala-ki kesulitan ditemukan sepanjang pembuatan pesanan.

Setiap loop dibagi intern 4 sektor

  1. Pembuatan intensi
  2. Tujuan, obstruksi dalam proses ataupun dagangan serta resiko-resiko kiriman ditentukan. Rencan rinci manajemen juga ditulis lengkap. Pembuatan strategi-ketatanegaraan alternatif direncanakan sesuai dengan resiko yang ada.

  3. Perkiraan dan pengkhitanan resiko
  4. Bakal setiap resiko yang telah diidentifikasi, akan dibuat analisis rincinya. Kemudian diambil langkah-langkah untuk mengurangi resiko. contohnya, jika ada resiko bahwa persyaratan-persyaratan tidak tepat maka sebuah acuan contoh mungkin dapat dikembangkan.

  5. Pengembangan dan validasi
  6. Setelah evaluasi resiko, sebuah model pengembangan bakal sistem dipilih. Misalnya, seandainya resiko interface pengguna yang dominan maka model ekspansi yang tepat kali pengembangan evolusioner dengan menunggangi model komplet (prototipe)

    Jika resiko keselamatan yang diutamakan, acuan pengembangan yang sesuai adalah transformasi formal dan lebih lanjut. Model waterfall mungkin tepat digunakan jika resiko yang diutamakan merupakan integrasi sistem.

  7. Perencanaan

Jikalau diputuskan untuk melanjutkan pada loop spiral berikutnya maka antaran dibicarakan pula dan rencana dibuat untuk tahap selanjutnya.
Tidak perlu buat menunggangi satu abstrak tunggal plong setiap loop spiral malar-malar dalam keseluruhan sisten perabot lunak. Eksemplar spiral encompasses acuan lainnya. Pemodelan digunakan pada salah satu psiral bagi memecahkan masalah kebutuhan. Kemudian dapat diikuti maka dari itu model konvensional, waterfall. Transformasi biasa digunakan cak bagi mengembangkan putaran-episode sistem yang punya persyaratan keselamatan yang tingkatan dan pendekatan reuse digunakan buat pengimplementasian babak-bagian lain dari sistem data manajemen.

Pada implementasinya, hipotetis spiral ini juga banyak digunakan, tetapi biasanya dikombinasikan dengan model yang lain. Pemodelan waterfall, nan silam bagus dalam menentukan millestones dan pemodelan spiral, yang sangat bagus dengan menggunakan prototyping, merupakan kombinasi yang sering dipakai di internal kontrak-kontrak lakukan perkakas kepala dingin dewasa ini.

Tata Resiko

Perbedaan yang mendasar antara model spiral dengan model lainnya adalah bahwa model spiral dengan eksplisit menyadari resiko-resiko yang ada. Resiko yaitu konsep nan sulit didefinisikan secara tepat. Secara informal resiko adalah sesuatu yang sederhana yang dapat menyebabkan kesalahan. Contohnya, jika bertujuan menggunakan pemprograman bahasa baru (new programming language), resiko nan bisa jadi adalah alat pengumpul yang digunakan tak reliabel dan enggak menghasilkan code sasaran nan efesien.

Resiko ialah sebagai hasil ketidakcukupan informasi. Resiko tersebut dapat dipecahkan dengan perkenalan awal beberapa kegiatan nan dapat membentangi informasi nan kurang menyakinkan. Dalam transendental diatas, resiko kelihatannya dapat diatasi dengan survey pasar lakukan menemukan peranti pengumpul mana yang dapat digunakan dan bagaimana kebaikan alat tersebut. Sekiranya sistem ternyata tidak sesuai maka keputusan buat menggunakan bahasa baru harus diubah.

Siklus spiral dimulai dengan pengajuan tujuan-tujuan sebagaimana performance, kegunaan, dan seterusnya. Cara alternatif intern pencapaian tujuan dan hambatan dipergunakan dengan sepenuhnya kemudian diperhitungkan. Setiap alternatif diperhitungan bertentangan dengan maksud. Ini galibnya menghasilkan identifikasi sumber resiko antaran. Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi resiko-resiko ini dengan aktivitas sebagai halnya amatan nan lebih detail, pembuatan kamil/contoh, simulasi dan seterusnya. Bagi menggunakan model spiral, Boehm menyarankan sebuah gambar umum yang dipenuhi dalam setiap daerah spiral. Bentuk ini barangkali dilengkapi pada sebuah level abtrak atau perkiraan rinci yang imbang dari ekspansi komoditas.

Daftar Pustaka

  1. Roger S. Pressman,
    “Software Engineering, a Practitioner’s Approach” Fourth Edition, McGraw Hill, 1997.
  2. Barbee Teasley Mynatt,
    “Software Engineering with Student Project Guidance”, Prentice Hall Int. 1990.
  3. Roger S. Pressman,
    “Software Engineering, A Beginner’s Guide”, McGraw Hill, 1998.

Oleh :

Arief Hamdani :
[email protected]


Fera

[email protected]

Source: https://www.elektroindonesia.com/elektro/komp27.html