Pada dasarnya adam dan wanita memiliki beberapa jenis hormon yang sama, sekadar setiap jenis kelamin memiliki kadar hormon yang berlainan-beda berdasarkan kebutuhannya. Simak penjelasan adapun hormon pada lanang dan fungsinya, selengkapnya di bawah ini.

4 Jenis Hormon pada Laki-laki dan Fungsinya bagi Tubuh

Hormon Maskulin dan Fungsinya

Sebelum menjelaskan hormon pada pria, terdahulu untuk diketahui bahwa kelenjar pituitari dan hipotalamus nan terwalak di dasar otak, bermakna untuk mengontrol produksi hormon pada pria.

Hipotalamus membuat
gonadotropin-releasing hormone
(GnRH) yang berfungsi untuk mengontrol pelepasan hormon lain berpunca kelenjar pituitari. Hormon ini akan membuat persilihan pada testis.

Temporer itu, androgen adalah hormon seks pria yang meningkat saat adolesens. Bagi suami-laki hormon ini dibutuhkan untuk menjadi matang secara seksual. Meski serupa itu, hormon androgen pula diproduksi oleh wanita, hanya sekadar jumlahnya enggak sebanyak suami-laki. Androgen juga sering kali digunakan bagi menamai sekumpulan hormon.

Berikut adalah bermacam-macam hormon sreg suami-laki dan fungsinya yang berfaedah kerjakan Anda sempat, di antaranya:

1.
Follicle-Stimulating Hormone
(FSH)

FSH memainkan peran berjasa kerumahtanggaan perkembangan dan faedah seksual. Pada pria, FSH kondusif mengontrol produksi sperma. Terlalu banyak atau terlalu rendah FSH dapat menyebabkan berbagai ki kesulitan, termasuk infertilitas, menurunnya gairah seks, dan pubertas dini pada anak-anak.

2.
Luteinizing Hormone
(LH)

Hormon ini memainkan peran berharga dalam jalan dan fungsi genital. Sreg pria, LH menyebabkan testis membuat testosteron buat memproduksi jauhar. Normalnya, takdir LH pada lanang tidak banyak berubah.

Plus banyak atau terlalu sedikit LH boleh menyebabkan bervariasi ki aib seperti gairah erotisme yang menurun dan pubertas dini puas anak-anak asuh.

Baca Juga: Sistem Hormon: Jenis, Kepentingan, Penyakit Hormon

3. Hormon Estrogen

Sekiranya membahas pertanyaan hormon estrogen, maka hal ini erat kaitannya dengan hormon testosteron. Keduanya perlu seimbang hendaknya kebaikan dan karakteristik seksual bekerja secara biasa.

Estrogen yaitu muslihat untuk kronologi fungsi dan karakteristik seksual pada adam selama adolesens, serta kontributif mempertahankannya seumur spirit. Pada pria, bentuk estrogen tertentu nan dikenal sebagai estradiol, berjasa untuk seks pria.

Takdir estrogen perlu tetap sekelas dengan testosteron buat membantu mengontrol dorongan seks, kemampuan ereksi, dan produksi jauhar.

Testosteron secara alami menurun seiring bertambahnya umur, provisional estrogen meningkat. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan kecuali kadar estrogen Dia tinggi secara tidak halal. Keadaan ini bisa menjadi faktor risiko cak bagi kondisi seperti diabetes dan bentuk kanker tertentu.

4. Hormon Testosteron

Testosteron merupakan hormon yang berkewajiban lakukan perkembangan karakteristik seksual pria. Koteng wanita juga dapat dapat menghasilkan testosteron, namun dalam jumlah nan makin sedikit.

Testosteron yakni variasi androgen yang diproduksi oleh testis privat sel nan disebut sel Leydig. Selain memproduksi semen, testosteron juga mengeset sejumlah kebaikan lainnya, antara lain:

  • Galakan sensualitas.
  • Massa tulang.
  • Distribusi sedap.
  • Ukuran dan kekuatan otot.
  • Produksi kerangkeng bakat biram.

Sonder besaran testosteron yang cukup, tingkat kesuburan seorang pria bisa terganggu karena hormon ini mendukung jalan kematangan semen.

Perlu diketahui juga, otak dan kelenjar pituitari memiliki fungsi buat mengontrol kadar testosteron. Setelah diproduksi, hormon berputar melalui talenta untuk menjalankan berbagai fungsi pentingnya.

Saat seorang adam mempunyai ketentuan testosteron yang adv minim, dia mana tahu akan mengalami:

  • Gairah libido menurun.
  • Disfungsi ereksi.
  • Jumlah sperma rendah.
  • Jaringan payudara melembung ataupun bengkak.

Seiring masa, beberapa gejala di atas dapat berkembang dengan kaidah berikut:

  • Rambut tanggal.
  • Kehilangan massa otot.
  • Hilangnya guna tubuh.
  • Mak-nyus tubuh meningkat.

Apabila testosteron rendah berlangsung lama, beberapa problem lain yang bisa muncul adalah osteoporosis, perlintasan suasana hati, penurunan energi, dan penyusutan testis.

Hormon lega lanang dan fungsinya untuk tubuh, tertera fungsi genital, urut-urutan badan, dan kembali fungsi kesehatan. Kehilangan suatu atau lebih hormon-hormon tersebut, maka akan kulur problem pada fisik seorang adam.

  1. Anonim.
    Follicle-Stimulating Hormone (FSH) Levels Test. https://medlineplus.gov/lab-tests/follicle-stimulating-hormone-fsh-levels-test/. (Diakses puas 1 November 2022).
  2. Anonim.
    Luteinizing Hormone (LH) Levels Test. https://medlineplus.gov/lab-tests/luteinizing-hormone-lh-levels-test/. (Diakses pada 1 November 2022).
  3. Jewell, Tim. 2022.
    Risk Factors of Having High or Low Estrogen Levels in Males. https://www.healthline.com/health/estrogen-in-menandai. (Diakses pada 1 November 2022).
  4. MacGill, Markus. 2022.
    Why do we need testosterone?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/276013. (Diakses puas 1 November 2022).

DokterSehat
|
© 2022 PT Alat angkut Kesehatan Indonesia. Hak paten Dilindungi