Sebutkan Beberapa Akibat Gerak Bulan

Pernahkah kalian mengalami peristiwa gerhana Syamsu? Gerhana Mentari terjadi di siang periode. Bulatan hitam besar meliputi Matahari. Suasana di seputar kita menjadi gelap pekat. Ketika bulatan hitam itu menginjak bergeser, akan kelihatan sinar putih menyilau. Cak kenapa bisa terjadi gerhana Mentari? Apakah sesungguhnya bulatan hitam lautan nan menutupi Matahari? Marilah kita temukan jawabannya pada gerbang ini.

Di kelas IV kalian telah mempelajari pergantian kinerja Rawi dan Rembulan. Perubahan tersebut terjadi akibat kampanye Bumi dan Bulan. Selain itu, gerakan Mayapada dan Bulan menyebabkan terjadinya beberapa situasi. Keseleo satunya adalah peristiwa gerhana Matahari. Dapatkah kalian menyebutkan keadaan lainnya? Apa saja gerakan yang dilakukan oleh Dunia dan Bulan? Bagaimana sebelah gerakannya? Semuanya akan taajul kalian pelajari pada ki ini. Agar memperoleh gambarannya, perhatikan peta materi berikut.

Introduksi ki akal:


Matahari merupakan muslihat tata surya. Tentatif itu, Manjapada merupakan planet anggota bimasakti. Bumi punya bintang beredar nan bernama Rembulan. Marcapada dan Bulan masing-masing berotasi lega porosnya. Selain itu, Bumi berevolusi kerubung Rawi. Sreg saat nan sama, Bulan berevolusi mengerumuni Dunia. Diseminasi Mayapada dan Bulan menyebabkan terjadinya gerhana Syamsu dan Rembulan. Hendaknya lebih memahaminya, cermatilah jabaran berikut.

Bumi n kepunyaan dua diversifikasi gerakan, merupakan rotasi dan aliran. Apakah yang dimaksud dengan peredaran dan diseminasi Bumi? Kalian akan menemukan jawabannya pada jabaran berikut.


1. Peredaran Bumi

Perputaran Bumi puas porosnya disebut rotasi Bumi. Untuk suatu kali revolusi, Bumi memerlukan waktu sehari (24 jam). Gerak revolusi Bumi menyebabkan bermacam rupa peristiwa. Hal segala apa sajakah yang terjadi? Sebelum mempelajarinya, lakukan lampau kegiatan plong rubrik
Laboratoria
berikut.

Sekarang, kalian boleh memafhumi keseleo satu akibat rotasi Bumi. Diseminasi Bumi


menyebabkan perlintasan slang dan lilin lebah. Selain itu, rotasi Mayapada juga menyebabkan


beberapa peristiwa enggak. Simak penjelasannya puas jabaran berikut.

a. Pergantian Siang dan Malam

Saat berotasi, lain semua putaran Bumi mendapatkan sinar Matahari secara bersamaan. Fragmen-bagian Marcapada mendapatkan sinar Mentari secara bergantian. Bagian Dunia yang mendapatkan sinar Mentari mengalami slang. Provisional itu, bagian yang enggak mendapatkan sorot Matahari mengalami malam. Peristiwa ini telah kalian buktikan melalui kegiatan di atas.

b. Gerak Semu Harian Syamsu

Bagaimanakah gerakan Surya seandainya dilihat mulai sejak Mayapada? Matahari sayang terbit di sebelah timur dan terendam di sebelah barat. Kampanye seperti ini disebut gerak semu kronik Matahari. Persuasi ini terjadi karena adanya distribusi Bumi. Bumi berotasi dengan arah gerakan berpangkal barat ke timur. Akibatnya, Mentari seolah-olah mengalir bersumber timur ke barat.

c. Perbedaan Masa di Bervariasi Tempat di Dunia

Persebaran Bumi menyebabkan adanya perbedaan periode di berbagai wadah di marcapada. Akibatnya, kalian comar menangkap tangan penulisan periode yang disertai penandaan kancah. Contohnya, pukul 21.00 WIB, 04.00 WIT, atau 19.00 WITA. Apa keefektifan penandaan tempat tersebut?

Kalian telah mempelajari garis lintang dan garis bujur pada tutorial Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), tak? Apakah kalian masih ingat akan halnya garis ekuator? Garis-garis ini berkaitan damping dengan penentuan waktu di bumi.

Internal satu kali distribusi, Marcapada membutuhkan waktu 24 jam (satu musim) dan sudut tempuh sejauh 360°. Berlandaskan hal tersebut, setiap tempat di Bumi dengan jarak 15°
n kepunyaan perbedaan periode satu jam. Jika jaraknya 30°, maka perbedaan waktunya dua jam, dan selanjutnya. Nilai ini bersumber dari pembagian sudut kompensasi dengan masa tempuh (360° : 24 = 15°).

Indonesia terletak di antara 95° BT dan 141° BT. Artinya, tataran wilayah Indonesia adalah 46°. Karena setiap jarak 15° selisih waktunya satu jam, maka Indonesia memiliki tiga daerah waktu. Tiga daerah hari tersebut yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), WITA (Waktu Indonesia Tengah), dan WIT (Tahun Indonesia Timur).

Untuk bertambah jelasnya, perhatikan gambar berikut.

Kota Greenwich, London, Inggris terletak puas meridian 0°. Maka itu karenanya, waktu di kota ini digunakan seumpama kriteria bikin seluruh dunia. Tolok waktu ini disebut
Greenwich Mean Time
(GMT). Dengan mengacu standar GMT, maka Masa Indonesia Barat bertambah cepat tujuh jam berbunga GMT. Provisional itu, Waktu Indonesia Tengah bertambah cepat delapan jam dari GMT. Adapun Waktu Indonesia Timur lebih cepat sembilan jam dari GMT. Sebagai ideal, takdirnya GMT menunjukkan pukul 01.00, maka Masa Indonesia Barat menunjukkan pengetuk 08.00. Pada momen yang separas, Waktu Indonesia Tengah menunjukkan pukul 09.00. Sementara itu, Waktu Indonesia Timur menunjukkan pukul 10.00. Pencatuan kawasan periode di Indonesia bisa dilihat pada tabel berikut.

d. Perbedaan Percepatan Gaya berat di Permukaan Bumi

Rotasi Mayapada menyebabkan Bumi berbentuk tidak buntak lengkap. Bumi demes di babak kutubnya. Lembaga ini mengakibatkan jari-deriji Bumi di area kutub dan khatulistiwa farik. Perbedaan jari-jari Manjapada menimbulkan perbedaan akselerasi gravitasi di latar Bumi. Perbedaan tersebut terutama di area khatulistiwa dengan musuh.


2. Sirkulasi Marcapada

Selain berputar pada porosnya, Bumi juga mengalir mengerumuni Matahari. Kampanye Bumi mengelilingi Surya disebut revolusi Mayapada. Bikin satu kelihatannya revolusi, Dunia membutuhkan masa satu perian (365¼ perian). Sirkuit Mayapada mengangkut beberapa pengaruh terhadap Dunia. Barang apa saja kekuasaan tersebut? Cermati uraian berikut bakal menemukan jawabannya.

a. Pergantian Musim

Dunia mengelilingi Matahari dengan posisi miring sebesar 23½°
ke arah timur laut bermula poros bumi. Posisi ini menyebabkan terjadinya pergantian musim. Perhatikan Buram 9.5. Ketika kutub selatan Bumi condong ke Surya, belahan Manjapada bagian kidul bertambah hampir dengan Matahari. Hal ini menyebabkan belahan Marcapada daksina mengalami perian panas. Pada saat nan sama, belahan Bumi lor semakin jauh berasal Surya. Rekahan Bumi utara mengalami musim campah. Di antara pergantian hari seronok ke dingin, terjadi musim gugur. Di antara perubahan masa dingin ke sensual, terjadi musim semi. Bintang sartan, belahan Marcapada selatan dan lor mengalami empat musim.

Lewat, bagaimana dengan pergantian perian di Indonesia? Kok kita hanya mengalami dua transisi periode? Cak kenapa kita lain mengalami periode semi dan ranggas? Kalian karuan luang kita tinggal di daerah khatulistiwa, bukan? Cermati baik-baik Gambar 9.5. Daerah khatulistiwa selalu mendapatkan sinar Matahari sepanjang tahun. Makanya karena itu, provinsi khatulistiwa mengalami dua perian. Wilayah khatulistiwa seremonial disebut daerah tropis.

b. Gerak Semu Tahunan Surya

Pernahkah kalian mengindahkan posisi semenjak Matahari? Surya tampak terbit berpokok tempat yang berbeda setiap perian tertentu dalam setahun. Padahal, Syamsu sesungguhnya tidak mengalami pergantian posisi. Kenampakan ini terjadi akibat revolusi Mayapada. Matahari seolah-olah bersirkulasi atau berpindah gelanggang. Nah, gerak inilah yang disebut gerak semu tahunan Matahari. Perhatikanlah Bagan 9.6. Tulangtulangan tersebut menunjukkan gerak semu tahunan Matahari.

Dilihat dari Manjapada, Matahari tepat ki berjebah pada garis khatulistiwa (0°). Kesudahannya, Matahari seolah-olah berbunga tepat di sebelah timur. Demikian pula, Matahari seolah-olah tenggelam tepat di sebelah barat.

Dilihat dari Dunia, Rawi tampak subur pada 23½°
lintang paksina (LU). Karenanya, Surya seolah-olah terbit agak sedikit bergeser ke lor.

Diamati dari Bumi, Syamsu tampak kembali berada pada ekuator. Akibatnya, Rawi seolah-olah mulai sejak tepat di sebelah timur.

Matahari tampak berharta lega 23½°
lintang selatan (LS) jikalau dilihat dari Bumi. Hal ini menyebabkan Surya seolah-olah terbit tebak sedikit bergeser ke selatan.

Bulan memiliki dua macam gerakan, yaitu revolusi dan revolusi. Apakah yang dimaksud rotasi dan rotasi Bulan? Apa akibat nan ditimbulkan oleh rotasi dan diseminasi Bulan? Kalian akan menemukan jawabannya dengan mencermati uraian berikut.


1. Diseminasi Wulan

Perputaran Bulan lega porosnya disebut rotasi Bulan. Bikin suatu mana tahu sirkulasi, Bulan membutuhkan perian sebulan (29½ perian). Arus Bulan tidak memberikan supremsi apa pun terhadap nyawa di Bumi.


2. Revolusi Bulan

Seumpama bintang siarah Bumi, Bulan mengalir merubung Marcapada. Operasi Rembulan mengelilingi Marcapada disebut peredaran Bulan. Musim yang diperlukan Wulan untuk satu barangkali revolusi yakni sebulan (29½ perian).

Rembulan tidak punya cahaya koteng. Kilauan Bulan senyatanya yaitu seri pantulan berpokok Matahari. Bagian Bulan yang tampak berpunca Bumi yaitu bagian permukaan Rembulan yang dijalari sinar Matahari. Saat berevolusi, luas bagian Bulan yang terjangkit Surya berubah-ganti. Oleh karena itu, lembaga Wulan dilihat mulai sejak Dunia juga berubah-ubah. Perubahan bagan Rembulan itu disebut fase-fase Rembulan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Susuk 9.7.

Dalam sekali rotasi, Rembulan mengalami delapan fase. Apabila dirata-rata, setiap fase Bulan berlanjut selama kurang lebih 3–4 perian. Lega rancangan tersebut, besarnya derajat menunjukkan posisi Bulan terhadap arah datangnya sinar Matahari. Latar berwarna hitam yakni adegan Bulan yang tak tertimpa sinar Matahari. Permukaan bercat serdak-abu ialah penggalan Rembulan nan terkena cahaya Matahari hanya tidak terlihat dengan jelas berpokok Bumi. Tentatif itu, fragmen tak berwarna (asli) adalah bagian Bulan yang terkena semarak Matahari dan tertentang berpangkal Bumi. Bagian putih inilah yang dikenal perumpamaan fase-fase Bulan. Mari kita mengenalinya satu tiap-tiap satu.

Bulan berada sreg posisi 0°. Bagian Bulan yang tidak terkena panah Matahari menghadap ke Marcapada. Balasannya, Rembulan bukan kelihatan dari Bumi. Fase ini disebut Rembulan baru.

Bulan berada pada posisi 45°. Dilihat dari Marcapada, Bulan kelihatan melengkung seperti arit. Fase ini disebut Bulan ceruk.

Rembulan mampu pada posisi 90°. Bulan tertentang berbentuk setengah lingkaran. Fase ini disebut Bulan paruh.

Bulan berada pada posisi 135°. Dilihat dari Manjapada, Bulan tampak sebagaimana cakram. Fase ini disebut Wulan relung.

Bulan berada pada posisi 180°. Puas posisi ini, Bulan terlihat seperti lingkaran penuh. Fase ini disebut Bulan purnama atau Bulan munjung.

f.

Hari ketujuh belas

Bulan bernas puas posisi 225°. Dilihat mulai sejak Mayapada, penampakan Bulan kembali sebagai halnya cakram.

g.

Hari kedua puluh satu

Wulan makmur sreg posisi 270°. Penampakan Rembulan seimbang dengan Rembulan puas posisi 90°. Bulan tampak berbentuk sepoteng lingkaran.

h.

Hari kedua puluh lima

Bulan mampu pada posisi 315°. Manifestasi Bulan pada posisi ini sama dengan posisi Bulan puas 45°. Bulan tampak berbentuk seperti pembuluh getah. Selanjutnya, Wulan akan sekali lagi ke kedudukan semula, yakni Rembulan nyenyat. Posisi Bulan mati seimbang dengan posisi Rembulan baru. Bedanya, Rembulan baru menunjukkan fase awal, sementara itu Bulan mati menunjukkan fase akhir.

Selain rotasi dan revolusi, Bulan masih memiliki satu gerakan pun. Gerakan tersebut adalah bersama-setimpal Bumi berputar mengelilingi Matahari.


C. Pengaruh Usaha Bumi dan Wulan

Seperti kalian ketahui, Bulan mengalir mengelilingi Dunia. Bumi pun bersama Bulan mengelilingi Matahari. Operasi Bumi dan Bulan tersebut dapat menyebabkan terjadinya gerhana. Gerhana diartikan bak keadaan tertutupnya suatu benda langit oleh benda langit lainnya.

Setiap benda di angkasa yang disinari Matahari akan memiliki cerminan. Seperti itu lagi dengan Dunia dan Bulan. Daerah bayangan Mayapada dan Bulan yang terlarang dinamakan umbra. Sementara itu, daerah bayangan yang problematis dinamakan penumbra. Gambaran Marcapada dapat jatuh mengenai Wulan. Sebaliknya, cerminan Wulan juga dapat mengenai Marcapada.


1. Gerhana Bulan

Bumi memiliki bayangan karena rantus sinar Matahari. Seperti kalian ketahui, Wulan berevolusi merubung Manjapada. Pada saat tertentu, bayangan Bumi ini mengenai Rembulan. Kesannya, Rembulan menjadi palsu. Sinar Matahari tidak mencecah Rembulan karena terhalang Dunia. Kejadian ini disebut gerhana Rembulan.

Perhatikanlah Gambar 9.8. Ketika gerhana


Bulan, Syamsu, Dunia, clan Wulan berada pada satu garis lurus. Manjapada terdapat di antara Syamsu


dan Bulan. Gerhana Bulan terus


berlangsung


selama Bulan berada dalam bayangan Mayapada.


Lintasan Bulan yang terlayang


gambaran Dunia pas tangga. Akibatnya, gerhana Bulan berlangsung cukup lama. Gerhana ini dapat berlanjut hingga 3 jam.

Gerhana Bulan cak semau tiga macam, yaitu gerhana Bulan total, sebagian, dan penumbra.


a.

Gerhana Bulan total

Gerhana ini terjadi sekiranya seluruh bagian Bulan congah dalam umbra Manjapada.


Rona Bulan menjadi mendung kemerahan.

b.

Gerhana Rembulan sebagian

Gerhana ini terjadi jika
separuh
bagian Bulan berbenda dalam umbra Manjapada. Sedangkan separuh nan bukan



berada dalam penumbra Mayapada. Rembulan kelihatan


bersinar sebagian.

c.

Gerhana Bulan penumbra

Gerhana ini terjadi jika seluruh bagian Rembulan berada kerumahtanggaan penumbra Marcapada. Corak Wulan damping sama


dengan dandan Rembulan yang cerah.

Gerhana Wulan terjadi pada lilin batik hari dan saat Bulan purnama. Sekadar, tidak setiap


Wulan purnama selalu terjadi gerhana Bulan. Gerhana Bulan boleh terjadi sekali atau


maksimal tujuh
kali dalam setahun. Kalian bisa melihat gerhana Wulan secara refleks.


2. Gerhana Matahari

Bumi dan Wulan melakukan gerakan distribusi dan revolusi. Akibatnya, posisi


Rembulan dan Manjapada terhadap Matahari berubah-ubah. Kapan tertentu, posisi Bulan berada di antara


Dunia dan Syamsu. Hal ini mengakibatkan cerminan Bulan jatuh ke permukaan Bumi.


Sinar Surya yang mendekati Mayapada terhenti oleh Bulan. Bilamana itulah terjadi gerhana


Matahari.

Perhatikanlah skema gerhana Syamsu sreg Gambar 9.10. Rawi, Wulan, dan Mayapada


berada plong satu garis lurus. Gerhana Matahari terjadi selama Mayapada masih produktif dalam


bayangan Rembulan. Gerhana Surya

berlangsung terlampau cepat, paling lama tujuh menit. Tahukah kalian alasannya? Perhatikanlah arah revolusi Bumi dan Bulan. Marcapada dan Wulan mengerjakan manuver sirkuit dengan arah berlawanan. Bumi dan Bulan berpapasan internal waktu yang terlampau singkat. Itulah nan menyebabkan gerhana Mentari berlangsung cepat.

Gerhana Surya terjadi hanya saat Wulan mati. Doang, enggak setiap Rembulan mati terjadi gerhana Matahari. Gerhana Rawi dapat terjadi sekali atau beberapa kali dalam setahun.

Gerhana Matahari cak semau tiga variasi, yaitu gerhana Matahari total, sebagian, dan ring.

a.

Gerhana Matahari total

Gerhana ini terjadi pada latar Manjapada yang berada n domestik umbra Bulan. Pada bagian itu, cerah Syamsu terkatup sepenuhnya. Bagian Mayapada yang kejangkitan gerhana ini menjadi haram gulita.

b.

Gerhana Rawi sebagian

Gerhana ini terjadi pada bidang Bumi yang berlambak dalam penumbra Bulan. Sinar Syamsu tertutup sebagian.

c.

Gerhana Syamsu cincin

Gerhana ini terjadi jika gambaran Rembulan bukan cukup menutup sinar Syamsu. Matahari masih terbantah bersinar di sekeliling bayangan Bulan. Gerhana Matahari ini terjadi saat Rembulan makmur pada jarak terjauh berpunca Bumi.

Setelah Mayapada melewati bayangan Wulan, cahaya Mentari juga tertentang. Sinar Matahari setelah gerhana dahulu menyilaukan. Kalian lain dapat melihatnya secara berbarengan karena boleh membutakan mata.

Selain itu, aksi Dunia dan Bulan juga memengaruhi kinerja parasan Mayapada. Sebagai contohnya adalah pasang menanjak dan pasang surut air laut. Peristiwa ini dipengaruhi oleh tren gaya berat Rembulan dan Syamsu. Saat Bulan purnama, Bumi, Bulan, dan Matahari berkecukupan lega satu garis literal. Sejenis itu pun saat Wulan baru. Posisi ini menyebabkan terjadinya pasang purnama. Pasang purnama adalah terjadinya pasang naik dan pasang surut teratas. Kapan Bulan paruh, posisi Rembulan, Bumi dan Matahari boleh membentuk sudut siku-belokan. Keadaan ini mengakibatkan terjadinya pasang perbani. Pasang perbani adalah pasang naik dan pasang surut terendah.

Gerakan Marcapada dan Bulan yakni salah satu keunggulan kebesaran Tuhan. Kampanye tersebut mutakadim memasrahkan banyak kurnia bagi nyawa kita. Arus Bumi sudah lalu mengakibatkan terjadinya siang dan malam. Dengan demikian, perincian periode menjadi jelas. Revolusi Rembulan mengakibatkan fase-fase Bulan nan berbeda. Keadaan ini memudahkan kita menghitung kodrat rembulan. Tentang arus Mayapada memudahkan kita menghitung tarikh. Gerakan Mayapada dan Bulan dijadikan sebagai pangkal prediksi bagi sistem takwim. Istilah penanggalan sering disebut kalender.

Kalender merupakan sebuah sistem lakukan memerinci waktu. Musim dibagi ke dalam hari, pekan, bulan, dan periode. Terwalak dua sistem kalender, merupakan Kristen dan Hijriah. Apakah perbedaan antara keduanya? Perhatikan uraian berikut agar kalian mengetahui jawabannya.


1. Kalender Masehi

Penanggalan Masehi dihitung berdasarkan peredaran


Marcapada mengelilingi Matahari. Satu


hari kerumahtanggaan kalender


Masehi adalah lamanya Bumi merubung Matahari, yaitu 365 masa 5 jam, 48 menit 46 detik ataupun 365¼
waktu. Empat kali seperempat hari digabung menjadi


satu


masa. Oleh Karena itu, setiap 4 tahun sekali internal suatu tahun ada 366 periode.


Tahun


dengan jumlah periode 366 ini disebut laksana periode kabisat.


Satu waktu hasil gabungan


ini


diletakkan plong wulan Februari. Pada hari-waktu biasa, jumlah perian sreg bulan Februari


ialah 28. Ketika perian kabisat, jumlah hari lega bulan Februari menjadi 29. Tentang pendirian


buat mengenali tahun kabisat yakni sebagai berikut.

a.

Tahun kabisat adalah tahun yang angkanya sangat dibagi 4. Misalnya, periode 2004, 2008,


2012, dan seterusnya.

b.

Eksklusif untuk persilihan abad (angka periode kelipatan 100), waktu kabisat ialah tahun


yang angkanya habis dibagi 400. Misalnya musim


1600, 2000, 2400, dan seterusnya.

Sreg Kalender Masehi, penentuan awal perian dimulai sejak


perdua malam.


2. Kalender Hijriah

Perhitungan kalender Hijriah didasarkan sreg revolusi


Bulan. Bulan mengelilingi Bumi dalam tahun sebulan, yakni selama 29½
masa.


Karena dalam satu tahun suka-suka 12


rembulan,


maka kuantitas hari internal satu tahun adalah 29½
masa


dikalikan 12.


Balasannya yakni 354


tahun.
Jadi, satu tahun dalam kalender


Hijriah ada 354 masa.

Ponten setengah digabungkan,


sehingga

jumlah hari pada  wulan-rembulan Hijriah adalah 29 dan 30 hari. Penentuan awal perian internal kalender Hijriah dihitung sejak tenggelamnya Matahari.

Seperti halnya kalender Masehi, sreg kalender Hijriah juga terwalak perian kabisat. Dinamakan tahun kabisat apabila intern suatu periode terwalak 355 waktu. Satu hari pelengkap
diletakkan lega wulan
Zulhijah.


Dalam waktu 30 waktu, almanak Hijriah mengalami 11
kali perian kabisat.

Sudahlah, kalian mutakadim mengenal dua sistem penanggalan. Sekarang, kita akan mempelajari nama bulan internal kalender Masehi dan Hijriah. Kita akan mempelajarinya melalui kegiatan plong rubrik
Jelajah
berikut.

1.

Marcapada memerlukan waktu sehari bakal satu kali rotasi dan setahun untuk satu kali revolusi.

2.

Rotasi Bumi mengakibatkan beberapa peristiwa, yaitu:

a. pergantian siang dan malam,

b. gerak semu harian Surya,

c. perbedaan waktu di berjenis-jenis tempat di mayapada, dan

d. perbedaan percepatan gaya tarik bumi di permukaan Bumi.

3.

Revolusi Mayapada menyebabkan bilang keadaan, merupakan:

b. gerak semu tahunan Matahari.

4.

Bulan mengerjakan rotasi dan persebaran dalam periode nan sama, yaitu 29½ periode.

5.

Gerhana Bulan terjadi jika sinar Matahari yang berkiblat Bulan terhambat maka dari itu Bumi.

6.

Gerhana Syamsu terjadi sekiranya sinar Matahari yang menuju Dunia tertahan maka itu Bulan.

7.

Pasang purnama terjadi puas saat Rembulan purnama dan Bulan bau kencur. Pasang perbani terjadi sreg saat Bulan perdua.

8.

Kalender Masehi dihitung berdasarkan perputaran Bumi.

9.

Almanak Hijriah dihitung berdasarkan perputaran Bulan.

Khatulistiwa
garis khayal yang membagi Bumi menjadi dua belahan nan selevel, yaitu belahan Bumi selatan dan retakan Bumi utara

Penumbra
paparan kabur di pantat benda tidak tembus cahaya

Umbra
bagian tergelap di birit benda tidak tembus panah yang terkena kilauan


A. Pilihlah jawaban yang tepat.

1.

Peristiwa yang terjadi akibat distribusi Bumi merupakan . . . .

a. pergantian siang dan lilin batik

d. pergeseran posisi Surya

2.

Gerakan benda mengelilingi benda tidak dinamakan . . . .

a. registrasi                         c. revolusi

b. rotasi                               d. resolusi

3.

Gerak semu tahunan Matahari terjadi akibat . . . .

a. distribusi Bumi                     c. sirkulasi Rembulan

b. revolusi Bumi                 d. sirkulasi Bulan

4.

Bulan membutuhkan masa . . . untuk satu kali rotasi.

a. satu jam                          c. satu bulan

b. suatu hari                          d. suatu tahun

5.

Gerhana Rawi terjadi apabila . . . .

a. Matahari-Bulan-Mayapada terletak segaris

b. Rawi-Marcapada-Bulan terletak segaris

c. Bumi-Rawi-Wulan terletak segaris

d. Mayapada-Matahari-Bulan menciptakan menjadikan kacamata siku-siku

6.

Penanggalan yang dihitung berdasarkan revolusi Bulan terhadap Bumi adalah almanak. . . .

a. Julian                              c. Masehi

b. Solar                               d. Hijriah

7.

Pasang naik dan pasang surut nan terjadi saat Bulan purnama disebut pasang . . . .

a. perbani                            c. paruh

b. purnama                          d. maksimal

8.

Musim gugur terjadi di belahan Marcapada utara plong sungkap . . . .

a. 21 Maret setakat 21 Juni

b. 21 Juni sampai 23 September

c. 23 September sampai 22 Desember

d. 22 Desember sebatas 21 Maret

9.

Gerhana Matahari besaran terjadi bila . . . .

a. bagian Bumi terkena umbra Bulan

b. bagian Dunia terkena penumbra Bulan

c. umbra Bulan tidak sampai pada meres Bumi

d. putaran Marcapada ketularan umbra dan penumbra Bulan

10.

Diketahui GMT menunjukkan pukul 09.00. Pron bila yang setolok, kewedanan Jawa Tengah menunjukkan pukul . . . .

a. 15.00                            c. 17.00

b. 16.00                            d. 19.00


B. Isilah titik-noktah berikut.

1.

Aksi suatu benda yang berputar pada porosnya disebut . . . .

2.

Untuk sekali distribusi, Mayapada membutuhkan perian sepanjang . . . .

3.

Kalender nan dihitung berdasarkan diseminasi Bumi dinamakan . . . .

4.

Dalam penanggalan Masehi terdapat suatu perian nan n kepunyaan 366 tahun. Hari tersebut dinamakan tahun . . . .

5.

Pasang perbani terjadi saat Bulan fertil pada fase . . . .


C. Jawablah dengan singkat dan jelas.

1. Sebutkan peristiwa-peristiwa yang terjadi akibat perputaran Marcapada.

2. Gambarkan posisi Mentari, Bumi, dan Bulan ketika terjadi gerhana Bulan.

3. Gerhana Surya dibedakan menjadi 3 macam. Sebutkan dan jelaskan.

4. Mengapa Bulan memiliki fase-fase yang berbeda?

5. Sebutkan perbedaan antara takwim Masehi dan Hijriah.


Gerakan Mayapada dan Bulan

, IPA SD Papan bawah VI

Penulis:

Dwi Suhartanti, Isnani Aziz Zulaikha, Yulinda Erma Suryani



Taktik Sekolah Elektronik, Kementerian Pendidikan Nasional



Hari 2008

Materi tuntunan tercalit/serupa bab ini cak bagi kelas 6 SD:

·

Manajemen Syamsu
(Dwi Suhartanti, Isnani Aziz Zulaikha, Yulinda Erma Suryani)

·

Tata Surya
(Ahmad Zulfikar Zein, S.Pd., Asep Rahman. S.Pd.)

Source: https://belajarserbaneka.blogspot.com/2014/11/gerakan-bumi-dan-bulan-ipa6b9-dwi.html

Posted by: gamadelic.com