Rumah Adat Banjar Bubungan Tinggi

  • Album Singkat Flat Bubungan Tingkatan

    Rumah adat jajar disebut juga flat Bubungan. Apartemen aturan Bubungan telah lahir sejak abad 16. Pembangunan rumah tradisioanl ini setidaknya sudah dimulai sejak perian Pangeran Samudra sebelum memeluk agama Selam dan kemudian masuk Selam dan menjadi Sultan Suriansyah Panembahan Bencana Habang. Bilamana itu pula ia memintasi daerah Lajur.

    Awalnya rumah aturan Ririt mempunyai konstruksi berbentuk segi empat yang mundur ke depan, kemudian plong bagian segi empat yang semula memanjang beruntung tambahan di samping kiri dan kanan. Sementara itu pada episode belakang ditambah sebuah ruangan yang bertakaran sama panjang. Penambahan ini kalau dalam bahasa Banjar disebut kembali disumbi. Sedangkan pulang ingatan di samping kiri dan kanan ada penambahan dan terlihat berapatan dan menganjung ke luar, orang Lajur biasa menyebutnya dengan Pisang Sasikat. Sama dengan dengan adendum gedung di kidal dan kanan disebut kembali Anjung. anak adam Deret kemudian lebih nyaman menyebut dengan Rumah Mengangkat-angkat ketimbang Kondominium adat Banjar.

    Puas masa 1850 di lingkungan kraton Ririt, khususnya di kraton Martapura terwalak penambahan bentuk gedung lain, yakni rumah Palimanan alias disebut tempat penyimpanan harta kesultanan sebagaimana kencana dan selaka. Sedangkan apartemen Ba’anjung ki ajek menjadi flat emak yang berfungsi bagaikan istana tempat suntuk para Yamtuan. Situasi nan menarik semenjak rumah adat derek yaitu adanya banyak penyekat. Penghalang-perintang khusus semisal Auditorium Suami merupakan tempat suntuk menteri kesultanan, balai Bini wadah habis para pengasuh, Gajah menyusu arena silam keluarga terdamping sultanat merupakan para Gusti dan Anang. Banyak sekali yang dapat dijumpai dalam kondominium adat seperti Gajah Baliku, Palembang dan Balairung Seba. Arah hadap Apartemen-rumah tradisional Baris sendiri umumnya menuju ke sungai. Saban deretan rumah dihubungkan oleh jalan kecil atau jembatan yang sering disebut seumpama jeti. Demikian pula lengkap flat dengan arsitektur tradisional, yaitu Kondominium Bubungan Jenjang nan terletak di Martapura, Banjar.

  • Makna Filosofis Kondominium Bubungan Tangga

    Sama seperti apartemen adat lainnya di Nusantara, rumah adat Kalimantan Selatan ini sekali lagi menyimpan sistem kredit spesial. Lalu, awalnya Kaki Dayak nan telah memeluk Islam menyapa dirinya dengan nama Kaki Jajar. Oleh karena itu, yuridiksi agama Selam pada rumah tungkai ini layak kental. Simak saja lega ukiran di tubuh rumah yang menyimbolkan gayutan, kesuburan dan persatuan. Jika Anda awas, Anda kembali dapat mendapati tatahan kalimat Syahadat, Shalawat, cap-nama Khalifah serta potongan ayat Al-Quran pada penggalan tertentu dari rumah Larik. Kar rumah Bubungan Tinggi berbentuk persegi empat mundur ke pinggul, dengan sisi lebar berorientasi Sungai Martapura. Arah hadap ke Kali besar mengingatkan kita akan sukma suku jejer yang bukan bisa lepas dari batang air yang menjadi jalur transportasi dan kehidupan budaya maritime. Sedangkan bentuk rumah panggung yang disangga gawang-tiang adalah adalah suatu kearifan domestik dalam menyikapi luapan air atau air sebak sreg waktu periode hujan abu. sehingga dibuatlah lantai berpanggung dan sebelah lebar.

    Rumah Larik selain punya ciri partikular arsitekturnya juga hiasan-hiasan interiornya yang berisi nilai-angka islami. Paesan ini apartemen Banjar mempunyai nilai filosofis, antara lain:

    1. Dwitunggal semesta, yaitu kepercayaan bahwa rumah adalah tempat nan sakral sebab dewata juga ikut lampau mendiami arena tersebut. Meski problematis, namun unsur-unsur ini masih teraca dengan jelas. Silahkan saja simak keberadaan ukiran naga yang samar-ambigu pada fisik rumah. Ia merupakan perlambang standard bawah. Sementar itu, ukiran titit Enggang Gigi asu melambangkan duaja atas.

    2. Pohon roh. Rumah Banjar identik dengan atapnya yang membumbung hierarki. Ia merupakan pertanda pohon Umur yang menjulang ke langit. Tanaman Hayat koteng yaitu simbol kosmis yakni cerminan dari berbagai dimensi yang memusatkan semesta.

    3. Payung. Secara sepintas, sengkuap pada rumah adat Kalimantan Selatan ini juga mirip payung. Dahulu, payung dianggap sebagai tanda baca orientasi kontrol. Ia juga merupakan perlambang kekonservatifan. Dahulu, payung asfar bahkan dianggap sebagai salah satu perangkat kerajaan yang enggak dapat hilang privat beraneka rupa programa resan.

    4. Simetris. Ini adalah perlambang berusul atma yang setinggi. Kondominium Banjar dibuat simetris cak bagi menunjukan sistem tadbir kerajaan Banjar nan sama.

    5. Majikan-Badan-Tungkai. Akan halnya rencana dari rumah Baris atau rumah Bubungan Tataran menggambarkan manusia yang dibagi ke kerumahtanggaan 3 bagian besar adalah bos, tubuh dan kaki. Tentang bagian anjungan sebelah kanan dan kiri mengambil alih penggalan ajun dan kiri manusia.

    6. Penyelenggaraan Pangsa. Rumah adat Bubung Tinggi khususnya internal skop kerajaan dibagi ke dalam beberapa penggalan. Salah satu bagiannya yaitu ruangan semi publik yakni serambi atau yang dalam ejaan lokal disebut Surambi. Rubrik ini bertajuk dengan beruntun pertama surambi muka, surambi perbantahan dan surambi pamedangan yang berbatasan langdung dengan pintu terdahulu rumah (Lawang Penghadapan). Memasuki episode kondominium adat, akan dijumpai kembali hirearkis yang setimpal adalah adanya lantai yang bersusun antara lain Penampik Kerdil, Penampik Tengah dan Penampuk Besar. Masing-masing tegel ini mencerminkan status sosial di Lajur sreg masanya. Hiriarkis ini merupakan lambang tata karma yang kental.

    7. Tawing Halat. Dalam rumah aturan Kalimantan Selatan ini Anda juga dapat menemui Tawing Halat atau dinding pemisah yang membagi dua rubrik taruk private dan privat. Keadaan ini dimaksudkan sepatutnya aji dapat mengawasi dengan jelas tetamunya sedangkan petandang hanya dapat menerka keadaan sultan di ira recup privat tersebut.

    8. Peta Cacak Kalam. Adalah denah sreg rumah Jajar yang membuat huruf angka tambah (+). Sira ialah racikan poros-inden bangunan arah muka menuju bokong serta arah kanan menuju kiri. Jika dikaji, acuan ini seperti Cacak Burung yang memang dianggap sakral.

  • Ciri Khas Rumah Bubungan Tinggi

    Untuk mempelajari rumah Bubung Tinggi, mudahnya adalah memberi rumah menjadi 3 bagian rumah yakni penasihat rumah, badan rumah, dan tungkai rumah.

    a. Komandan Kondominium

    SLIDER

    Penggalan-bagian yang terwalak plong atap kondominium Bubungan Tingkatan adalah:

    1) Sindang Langit; adalah sengkuap sengkuap yang meliputi Palatar, Panampik Kacil, Panampik Tangah, dan Panampik Basar disebut Rabung Sindang Langit ataupun Atap Sindang Langit.

    2) Wuwungan Tahapan; yaitu bumbungan atap rumah yang merupakan tarup sekedup dengan ki perspektif 45° plong posisi melintang nan menutupi pangsa indung (Palidangan)

    3) Hambin Awan; yaitu bumbungan atau sengkuap yang menutupi ruang Panampik Dalam/Panampik Bawah dan Padapuran.

    b. Badan Flat

    Konstruksi apartemen Wuwungan Tinggi terbuat dari kayu. Dan dindingnya terbuat bermula tiang ulin dan kayu lanan. Ciri-ciri badan rumah Bubungan tinggi antara lain:

    1) tubuh konstruksi yang memanjang lurus ke depan, merupakan bangunan emak.

    2) bangunan yang menempel di kidal dan kanan disebut Anjung.

    3) tangga panjat selalu ganjil.

    4) Pamedangan diberi lapangan kelilingnya dengan Kandang Rasi Berukir.

    5) Jasad bangunan induk nan memulur terus ke depan dibagi atas ruangan-ruangan yang bertajuk lantainya.

    SLIDER
    SLIDER

    c. Suku Apartemen

    Tiang tungkai rumah pecah kayu galam dan penutup keramik bersumber kayu ulin Tiang galam dan kapur ular besar digunakan untuk pondasi rumah untuk lahan rawa-rawa. Kedua jenis tiang ini mempunyai ketenangan sampai 70 perian jika bertaruk di daerah berawa dan 60 tahun jika berpokok berpokok tanah kering. Sedangkan pengunci tegel dipergunakan kayu kayu besi. Berikut ini merupakan tulang beragangan kaki rumah Rabung Tinggi:

    SLIDER

    Keterangan fragmen:

    1) balok lantai kayu kayu ulin

    2) lantai papan kayu ulin

    3) susuk kayu kayu besi

    4) tiang kayu ulin

    5) gelagar kayu kayu ulin

  • Arsitektur Ruang Rumah Bubungan Tinggi

    Dalam mengorganisasikan ruangan dalam rumah kebiasaan Banjar ini, kolom-ruangan diberi nama berbeda sesuai dengan perbedaan mahamulia lantainya juga

  • Tabel Ruangan dan Keterangannya

Source: https://petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id/Repositorys/BubunganTinggi/

Posted by: gamadelic.com