Renungan Matius 20 1 16

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Surat kabar
      Sarana buat menggumuli makna Firman Sang pencipta bagi hidup
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 8 Maret 2022
Ayat SH: Matius 20:1-16

Tajuk: Sistem Pembagian Upah

Dalam Kamus Ki akbar Bahasa Indonesia, adil berjasa sederajat berat, bukan berat sebelah, lain memihak, dan berpegang pada kebenaran. Semua orang ingin diperlakukan independen. Namun, keseimbangan yang dimaksud oleh manusia berperangai subjektif dan terpusat plong kepentingan diri.

Sistem pengalokasian upah dalam perspektif Kerajaan Allah berbeda dengan konsep khalayak pada umumnya. Yesus memvisualkan bahwa Kerajaan Keindraan perumpamaan kebun anggur, tuan kebun berpangku tangan adalah Halikuljabbar, dan para praktisi merupakan manusia-orang percaya. Yesus menceritakan bahwa Sang pencipta bekerja tanpa henti bikin berburu orang-basyar berdosa bikin diselamatkan (1, 3, 5-6). Sira menawarkan Kekaisaran Surga cak bagi mereka. Anda mengajak mereka terlibat aktif n domestik karier-Nya (2, 4, 7). Semua pegiat-Nya mendapat bayaran yang sekelas besarnya, merupakan satu dinar. Namun, sistem pembayaran ini dirasakan makanya sebagian lautan pekerja enggak berlandaskan asas perikemanusiaan. Menurut mereka, bagaimana kali nan bekerja 12 jam, 9 jam, 6 jam, dan 1 jam dibayar sekelas rata? (8-12, 14).

Para pekerja lupa akan status mulanya mereka sebagai pengangguran. Karena ketulusan tuannya, Ia mengaryakan para praktisi-Nya agar mereka berkekuatan kurnia. Itu sebabnya, tidak suka-suka alasan lakukan mereka bakal iri hati sebab situasi itu yakni hak privilese pemilik tipar anggur (15-16; bdk. Rm. 9:15-16). Seharusnya, mereka bergembira jika kepiawaian dan keterampilan rekan kerjanya boleh didayagunakan. Lagi lagi upah 1 dinar itu enggak keputusan sepihak, melainkan lega hati bersama (13).

Setiap hamba allah percaya usia n domestik anugerah dan kemurahan Allah. Dalam menyuguhkan misi Imperium Allah, setiap turunan teradat memberikan waktu, ingatan, tenaga, dan dana. Bukan menjadi hak kita menuntut Yang mahakuasa menghargai jerih lelah nan kita berikan. Sebab Ia telah mengaruniakan umur langgeng bikin orang-khalayak berkeyakinan.

Mengucap syukurlah bahwa Tuhan bukan saja mengampuni dosa kita, saja sekali lagi mau mengaryakan nasib kita bagi izzah dan kejayaan Kerajaan-Nya. [TG]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/publikasi/sh/2017/03/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Sumbang saran renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.hadis.org/?Matius+20:1-16
Mobile: http://bibel.mobi/tb/passage/Matius+20:1-16

Matius 20:1-16

 1  “Adapun hal Imperium Sorga sederajat seperti mana sendiri tuan apartemen yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja bikin kebun anggurnya.
 2  Setelah ia sejadi dengan praktisi-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
 3  Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar sekali lagi dan dilihatnya terserah lagi khalayak-orang lain menganggur di pasar.
 4  Katanya kepada mereka: Pergi jugalah sira ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
 5  Kira-kira martil dua belas dan pengetuk tiga magrib dia keluar pula dan mengerjakan sama seperti tadi.
 6  Kira-kira pukul panca senja ia keluar sekali lagi dan mendapati orang-insan lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa sira menganggur saja di sini sejauh hari?
 7  Alas kata mereka kepadanya: Karena bukan ada orang membayar kami. Katanya kepada mereka: Menghindari jugalah engkau ke kebun anggurku.
 8  Saat hari malam pemilik itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pegiat itu dan bayarkan upah mereka, menginjak dengan mereka yang masuk buncit sebatas mereka yang masuk terdahulu.
 9  Maka datanglah mereka yang mulai berkreasi kira-kira palu lima dan mereka mengakui sendirisendiri satu dinar.
10  Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, hanya merekapun menyepakati sendirisendiri satu dinar juga.
11  Momen mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada empunya itu,
12  katanya: Mereka yang masuk terakhir ini doang bekerja suatu jam dan kamu menyetimbangkan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja elusif dan menanggung panas terik rawi.
13  Sahaja tuan itu menjawab seorang semenjak mereka: Saudara, aku bukan berlaku tak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
14  Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau menerimakan kepada insan yang timbrung terakhir ini sebanding seperti kepadamu.
15  Tidakkah aku nonblok mempergunakan milikku menurut karsa hatiku? Maupun dengki hatikah kamu, karena aku murah hati?
16  Demikianlah individu yang terakhir akan menjadi yang penting dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.”

e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak paten(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis maka dari itu notulis-penulis Indonesia
(e-SH) owner-i-cerek-akar [email protected]
– – –
Beliau diberkati melintasi Santapan Harian?
Marilah membantu pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Ki Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Pijar Alkitab

Source: http://renungan.stefanussusanto.org/2017/03/e-sh-8-maret-matius-201-16-sistem.html