Renungan Markus 16 1 8




Persekutuan nan dikasihi Tuhan.

Kebangkitan Kristus adalah bukti bahwa Dialah pemenang. Kuasa dosa dan maut telah dipatahkan dan dihancurkan. Kebangkitan Yesus adalah dasar tegaknya iman kristiani. Jika Yesus bukan dibangkitan, maka sia-sia-lah harapan para murid, sia-sialah pengharapan Kristen. Jika Kristus lain kambuh, kuasa dosa dan maut masih mengamankan vitalitas kita. Hari ini kita bersukacita karena Yesus sudah kumat. Ia hidup dan berhak. Namun Kebangkitan Yesus bukan untuk dibanggakan, melainkan kerjakan dihayati, dimaknai dan diberitakan/disaksikan.

Persekutuan yang dikasihi Tuhan.

Para perempuan yakni Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Salome yang sebelumnya telah melihat tempat Yesus dikuburkan, mereka memiliki kerinduan untuk meminyaki Yesus. Maka dalam keinginan itu mereka menyingkir ke kubur Yesus. Namun kerinduan mereka dibungkus pula dengan kekhawatiran : Kali nan akan menggulingkan batu lega gerbang kubur itu? Para putri menyadari keterbatasan mereka bahwa mereka koteng tidak akan produktif menggulingkan gangguan plong gapura kubur itu. Tapi keterbatasan itu bukan menjadi penghalang bagi mereka. Mereka yakni para perempuan yang telah mengalami gesekan kasih dan kuasa Yesus. Lakukan para perempuan itu penghormatan kepada Yesus lebih penting dari kesulitan nan menghalangi mereka.

Momen para pemudi itu tiba dikuburkan mereka menangkap basah bilang fakta: 1) pintu kubur sudah tergulir. 2) di dalam kubur mereka meluluk seorang pemuda duduk di sebelah kanan. 3) Yesus tidak ada pada kancah di mana Ia dibaringkan. Fakta-fakta ini menimbulkan keraguan dan tanya internal diri mereka. Tetapi orang muda itu berfirman “jangan tegak”, Dia sudah lalu bangkit, Ia tidak ada di sini. Itulah berita kebangkitan yang membawa sukacita. Yesus sudah kumat. Sira spirit dan berkuasa. Yesus berkuasa merubah kesedihan, ketakutan, dan keraguan menjadi harapan dan kegembiraan yang pasti. Itulah kuasa kebangkitan Kristus. Yesus sungguh-betapa bangkit dari antara hamba allah sirep. Perkataan “Jangan takut” adalah sebuah penegasan yang merupakan inti semenjak kegenapan kehendak Allah.
Perkataan ”Ia tak cak semau di sini” membuktikan bahwa Yesus hidup dan berkuasa. Dengan seperti itu, sosok nan beriman akan kebangkitan Yesus n kepunyaan kepastian bakal memasuki keagungan Allah, memasuki Imperium Allah, Yerusalem baru.

Para dayang lagi memufakati perintah cak bagi meninggalkan dan mencadangkan berita yang telah dilihat itu kepada para murid dan Petrus, bahwa Yesus mendahului ke Galilea. Para gadis meninggalkan kubur Yesus dengan gentar dan bersimbah sekadar mereka mengutarakan apa yang diperintahkan untuk disampaikan kepada Petrus dan para murid.

Persemakmuran nan dikasihi Almalik.

Hari ini kita merayakan Paskah. Kita bersukacita atas kebangkitan dan kemenangan Kristus. Walaupun Paskah Periode 2022 kita rayakan tanpa pawai Obor tetapi nyanyian pujian sukacita n domestik keluarga terus berkumandang. Pergumulan pribadi, pergumulan keluarga malah pergumulan dunia di tengah Bencana Virus Corona tidak dapat menghalangi keinginan kita cak bagi berjumpa dengan Kristus yang bangkit dalam keluarga kita masing – masing. Paskah Yesus Kristus waktu ini harus dimaknai sebagai titik tolak bau kencur cak bagi membaharui iman, penyambutan dan anugerah kita kepada Yesus.

Paskah menghidupkan lagi kehidupan yang teklok. Yesus yang angot dan spirit membagi keberanian menghadapi badai topan hidup kita. Iman kepada Kristus yang angot memecahkan barang apa kebingungan yang kita rasakan saat ini. Janganlah takut! Sebesar apapun dan seberat apapun bencana “pergumulan” vitalitas kita. Kristus yang bangkit akan menghalaunya bagi kita. Kristus yang kumat memberi kemustajaban bagi kita lakukan mengalami sukacita Paskah meski tanpa kemeriahan. Kristus yang hayat adalah jalan hidup kita lakukan tetap berharap privat keadaan apapun. Kristus yang berkuasa melimpahkan barang apa berkatNya yang tak berkesudahan bagi kita
sehingga kita tetap mengucap syukur bersama keluarga dalam segala perkara.

Jika para perempuan bersedia menjadi saksi kebangkitan Kristus maka marilah kitapun memberi umur pribadi dan tanggungan untuk menjadi saksi kebangkitan Yesus dengan cara berbuat kehendak Halikuljabbar dan menyatakan kasihNya n domestik hidup keluarga kita. Lalu bersama batih masing – masing, mari kita melayani Tuhan dengan menganjurkan kabar sukacita nan menjatah penantian dan kebaikan. Malar-malar di masa – masa bumi sedang bergelut dalam Epidemi Covid-19, ada berita dan informasi yang membawa kengerian, terserah bani adam – orang yang saja suka berdebat, memprotes pihak lain, lagi terserah orang – orang nan cak hendak menunjukan kegentaran imannya sonder peduli kepentingan banyak orang. Kristus yang kumat memanggil kita cak bagi beriktikad kepadaNya. Tidak ada seorangpun yang hebat imannya. Doang Sang pencipta yang berkuasa. Kristus yang bangkit menyapa kita buat terkebat kerumahtanggaan karya pembebasan yang memberi pengharapan dan kebaikan bagi seisi dunia. Percayalah, Yesus telah bangkit. Beliau hidup dan berkuasa. SELAMAT Waktu Minggu. SELAMAT Merayakan PASKAH. SELAMAT MENJADI Martir KEBANGKITAN KRISTUS. Amin!

Source: https://www.diana-pesireron.com/2020/04/khotbah-paskah-i-dalam-keluarga-markus.html