Qs An Nisa 4 59

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا


Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Nabi (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika engkau farik pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Utusan tuhan (sunnahnya), jika kamu betul-betul beriman kepada Yang mahakuasa dan hari kemudian. Nan demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Kepingin rezeki gemuk dengan berkah?
Ketahui rahasianya dengan Klik disini!

(Hai turunan-orang beriman! Taatlah beliau kepada Allah dan kepada rasul-Nya serta pemegang-pemegang urusan) artinya para penguasa (di antaramu) yakni jika mereka menyuruhmu agar menaati Allah dan Rasul-Nya. (Dan jika beliau berbeda pendapat) atau bertikai paham (tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah) maksudnya kepada kitab-Nya (dan kepada Rasul) sunah-sunahnya; artinya selidikilah hal itu pada keduanya (yakni jika kamu benar-benar berkeyakinan kepada Yang mahakuasa dan hari penghabisan. Demikian itu) artinya menandingi pada keduanya (makin baik) untuk ia daripada bertikai paham dan mengandalkan pendapat manusia (dan merupakan rujukan nan sebaik-baiknya). Ayat berikut ini roboh tatkala terjadi sengketa di antara seorang Ibrani dengan seorang munafik. Orang kepura-puraan ini meminta kepada Kaab bin Asyraf agar menjadi juri di antara mereka sedangkan Yahudi lamar kepada Rasul saw. lalu kedua hamba allah yang bersengketa itu pun datang kepada Rasul saw. nan mengasihkan kejayaan kepada orang Yahudi. Orang munafik itu lain rela menerimanya lampau mereka membidik Umar dan si Ibrani juga membualkan persoalannya. Kata Umar kepada si munafik, “Benarkah demikian?” “Bermoral,” jawabnya. Maka sosok itu kembali dibunuh oleh Umar.

Wahai orang-orang yang percaya kepada wahyu yang dibawa Muhammad, taatilah Allah, nabi-rasul- Nya dan penguasa umat Islam yang mengurus urusan kalian dengan menegakkan kebenaran, keadilan dan melaksanakan hukum. Jika terjadi perselisihan di antara kalian, kembalikanlah kepada al-Qur’ân dan sunnah Rasul-Nya agar kalian mengetahui hukumnya. Karena, Sang pencipta sudah lalu menurunkan al-Qur’ân kepada kalian yang telah dijelaskan oleh Rasul-Nya. Di dalamnya terdapat hukum mengenai segala yang kalian perselisihkan. Ini merupakan konsekwensi keimanan kalian kepada Allah dan hari kiamat. Al-Qur’ân itu merupakan keefektifan untuk kalian, karena, dengan al-Qur’ân itu, kalian dapat berlaku nonblok intern memutuskan perkara-perkara yang kalian perselisihkan. Selain itu, akibat yang akan kalian terima setelah membelakangkan perkara dengan al-Qur’ân, adalah yang terbaik, karena mencegah perselisihan yang menentang kepada pertengkaran dan kesesatan.

Beliau harus

bikin dapat menambahkan kata keterangan

Source: https://tafsirq.com/4-an-nisa/ayat-59

Posted by: gamadelic.com