Qs Al Baqarah 2 30

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ


Ingatlah saat Tuhanmu bersabda kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan koteng khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Kamu hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menuangkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Sira?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa nan enggak kamu ketahui”.

Ingin rezeki berlimpah dengan berkah?
Ketahui rahasianya dengan Klik disini!

(Dan) ingatlah, hai Muhammad! (Ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan koteng khalifah di paras bumi”) yang akan mengaplus Aku privat melaksanakan syariat-hukum ataupun ordinansi-peraturan-Ku padanya, yaitu Adam. (Perkenalan awal mereka, “Kenapa hendak Engkau jadikan di manjapada itu orang nan akan berbuat kerusakan padanya) yakni dengan berbuat maksiat (dan menumpahkan bakat) artinya mengalirkan pembawaan dengan jalan pembunuhan sebagaimana dilakukan oleh bangsa jin nan lagi mendiami bumi? Tatkala mereka telah melakukan kerusakan, Allah mengirim malaikat kepada mereka, maka dibuanglah mereka ke pulau-pulau dan ke giri-argo (padahal kami selalu bertasbih) maksudnya cak acap mengucapkan tasbih (dengan memuji-Mu) merupakan dengan membaca ‘subhaanallaah wabihamdih’, artinya ‘Maha suci Sang pencipta dan aku memuji-Nya’. (dan menyucikan-Mu) membeningkan-Mu dari hal-hal nan tidak pas bagi-Mu. Huruf lam lega ‘laka’ itu hanya sebagai tambahan saja, sedangkan kalimat semenjak ‘sedangkan’ berfungsi sebagai ‘situasi’ atau menunjukkan keadaan dan maksudnya ialah, ‘padahal kami lebih layak untuk diangkat sebagai khalifah itu!'” (Allah berfirman,) (“Sesungguhnya Aku mengetahui segala yang tidak engkau ketahui”) tentang maslahat ataupun kepentingan mengenai pengangkatan Adam dan bahwa di antara anak asuh cucunya cak semau nan taat dan cak semau pula yang durhaka sampai terbukti dan tampaklah keadilan di antara mereka. Jawab mereka, “Tuhan tak perikatan menciptakan basyar yang bertambah mulia dan lebih tahu berbunga kami, karena kami lebih silam dan mengawasi segala apa yang tak dilihatnya.” Maka Allah Taala kembali menciptakan Adam berbunga tanah maupun lapisan bumi dengan mengambil dari setiap corak atau warnanya komoditas segenggam, lalu diaduk-Nya dengan bermacam-diversifikasi diversifikasi air sangat dibentuk dan ditiupkan-Nya roh sampai menjadi makhluk yang dapat merasa, setelah sebelumnya hanya dagangan beku dan tidak bernyawa.

Allah Swt. telah menerangkan bahwa Dialah yang memeriahkan hamba allah dan menempatkannya di bumi. Dahulu Engkau menerangkan asal invensi manusia dan apa-segala yang diberikan kepadanya berupa pemberitaan adapun berbagai hal. Maka ingatlah, hai Muhammad, sedap lain bersumber Tuhanmu nan diberikan kepada manusia. Nikmat itu adalah firman Allah kepada malaikat-Nya, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan makhluk yang akan Aku tempatkan di manjapada seumpama penguasa. Beliau yakni Adam beserta anak- cucunya. Sang pencipta menjadikan mereka sebagai khalifah bikin membangun bumi.” Dan ingatlah perkataan malaikat, “Apakah Sira hendak menciptakan orang yang menumpahkan bakat dengan kegeraman dan pembunuhan akibat nafsu yang adalah tabiatnya? Sedangkan, kami selalu membeningkan-Mu berpangkal segala-apa yang tak sesuai dengan keagungan-Mu, dan pula sering berzikir dan mengagungkan-Mu.” Tuhan menjawab, “Sesungguhnya Aku mengetahui maslahat nan tidak kalian ketahui.”

Sira harus

bikin boleh menambahkan kata keterangan

Admin

Submit :

2022-04-01 02:13:31
Link mata air:

http://kata tambahan.web.id/

Demikian pula ingatkanlah kepada yang tak.

Makhluk nan akan ikutikutan bumi dan memberlakukan perintah-perintah Almalik di sana, yaitu manusia di mana sebagiannya akan digantikan oleh yang lain.

Dengan berbuat maksiat.

Ini yaitu perkiraan para malaikat.

Intensi ayat di atas merupakan bahwa para malaikat menanyakan diberitahukan hikmah di balik penciptaan mereka, padahal manusia tesebut menurut perkiraan mereka akan mengadakan kerusakan di cahaya muka bumi dan melimpahi talenta, sedangkan mereka buruk perut ta’at kepada-Nya, bertasbih dengan memuji-Nya dan mengagungkan-Nya dengan semua sifat cermin dan sifat kebesaran. Kata-kata “nuqaddisu laka” (tatap ayat di atas) punya dua makna: pertama, berarti “kami membersihkan-Mu karena-Mu” lam di ayat tersebut menunjukkan takhshis (pengkhususan kepada Allah saja) dan menunjukkan ikhlas (karena Allah) . Kedua, berarti “Kami menyucikan diri kami dari kepatutan buruk karena-Mu dan kami isi dengan akhlak mulia seperti cinta kepada-Mu, takut dan mengagungkan-Mu”.

Berupa hikmah nan n domestik pada penemuan mereka. Karena tuturan para malaikat itu sebatas antisipasi mereka, sedangkan Allah Ta’ala mengetahui yang nampak alias yang jadi-jadian. Lebih lagi kebaikan yang muncul berpangkal mereka lebih banyak daripada keburukan, dengan diciptakan-Nya mereka dipilih-Nya siapa di antara mereka yang menjadi para rasul, para shiddiqin, para syuhada dan orang-cucu adam shalih dan agar ayat-ayat-Nya nampak jelas bagi makhluk-Nya serta dapat dilakukan ibadah yang tidak bisa dilakukan selain oleh kalangan anak adam begitu juga jihad dan lainnya, diuji-Nya mereka (turunan) akankah mereka mau ta’at kepada-Nya dengan mode yang ada dalam diri mereka ke arah kebaikan dan keburukan, demikian sekali lagi agar semakin jelas mana pengasuh-Nya dan mana antitesis-Nya, siapa yang berhak menempati surga-Nya dan siapa yang berkuasa menempati neraka-Nya, agar nampak jelas karunia dan keadilan-Nya, dan agar tertentang jelas apa yang disembunyikan oleh Ifrit aktual keburukan serta hikmah-hikmah lainnya.

Source: https://tafsirq.com/2-al-baqarah/ayat-30

Posted by: gamadelic.com