Pengertian Qalqalah

Qalqalah berasal dari bahasa Arab. Secara bahasa qalqalah boleh diartikan pantulan kritik. Dalam ilmu tajwid qalqalah penting pantulan suara miring dari riuk satu aksara qalqalah.
Abc qalqalah suka-suka lima, yaitu:

Baca Juga : Ya Latif

  1. ب (Ba’)
  2. ج (Jim)
  3. د (Dal)
  4.  ط (Tha)
  5. ق (Qaf)

Bacaan qalqalah terjadi sekiranya salah satu leter qalqalah berharakat sukun. Kaidah membacanya dengan dipantulkan huruf qalqalah tersebut.

Hukum bacaan qalqalah terdiri atas dua spesies, merupakan qalqalah sugra dan qalqalah kubra. Perhatikan skema berikut cak bagi mengetahui perbedaan antara keduanya.
Berlandaskan skema di depan bisa disimpulkan bahwa terletak perbedaan antara qalqalah sugra dengan qalqalah kubra.
Perbedaan tersebut bak berikut.

Baca Juga : Ra Tarqiq

Pustaka Qalqalah Sugra

Teks qalqalah sugra terjadi jikalau salah suatu dari lima huruf qalqalah berharakat sukun dan bertempat di tengah pembukaan. Cara mengaji bacaan qalqalah sugra dipantulkan dengan ringan atau tipis. (As’ad Humam. 1995: halaman 52)
Paradigma Qalqalah Sugra:

Fonem ج ب ط yang suka-suka pada contoh di atas dibaca memantul dengan ringan maupun tipis.

Bacaan Qalqalah Kubra

Baca Juga : Hukum Mim Mati

Bacaan qalqalah kubra- terjadi seandainya salah satu berbunga lima huruf qalqalah berharakat sukun pada akhir kata dan dibaca hening/sukun. Cara membacanya ialah dipantulkan dengan langka atau deras.
Arketipe Qalqalah Kubra:

Huruf qalqalah د dan ق yang suka-suka plong konseptual di atas dibaca memantul dengan tebal atau berat.




Cara Penerapan Pustaka Qalqalah


Kita sudah lalu mempelajari tentang bacaan qalqalah. Pengetahuan tersebut tidak akan bermanfaat jika tidak diterapkan. Kita akan mudah lupa dengan mantra yang dipelajari jika tidak diamalkan internal spirit. Oleh karena itu, pengetahuan kita mengenai bacaan qalqalah harus kita terapkan momen membaca Al-Qur’an.

Baca Juga : Idgham Syamsiyah dan Indgham Qomariyah

Ada bilang hal nan perlu kita perhatikan jika membaca ayat Al-Qur’an dan bersesuai bacaan qalqalah. Perhatikan dengan saksama leter qalqalah nan kita temui apakah qalqalah kubra atau qalqalah sugra. Jika qalqalah sugra, kita harus membacanya mengambul dengan tipis ataupun ringan. Sebaliknya, sekiranya qalqalah kubra nan ditemui, kita harus membacanya meliut dengan tebal maupun jarang.

Buat mengerti kemampuan kita menyingkirkan kedua jenis qalqalah tersebut, mari kita Surah al-Balad [90] nan mengandung syariat teks qalqalah berikut ini:



Aneh-aneh Qalqalah

Baca Juga : Idgham Syafawi

Huruf-huruf qalqalah ada 5 ialah : ق ط ب ج د

  1. Qalqalah terdiri atas 4 Spesies:

1)     Qalqalah Sughra (kerdil) ﻘﻠﻘﻠﺔ ﺻﻐﺮﻯ : Qalqalah nan berada di tengah kata alias dengan perkenalan awal lain qalqalah dengan sukun nirmala. Cara membaca qolqolah sughro adalah dengan memantulkan suara minor dari makhroj hurufnya dengan pantulan bukan begitu langgeng. Contoh: (Qs. (101) : 10) أَدْرَاكَ

2)     Qalqalah Kubra (besar) ﻘﻠﻘﻠﺔ ﻛﺒﺮﻰ : Qalqalah yang berada di akhir kata atau karena diwakafkan tidak karena sukun kalis. cara mengaji qolqolah kubro dengan memantulkan suara miring dari makhroj hurufnya dengan pantulan kuat. Contoh: (Qs. (111) : 2) كَسَبَ

3)     Qalqalah Akbar ﻘﻠﻘﻠﺔ ﺃﻛﺒﺮ : Qalqalah yang congah di akhirulkalam karena diwakafkan serta bertasydid, pengucapannya ditekan 2 harakat. Kamil: (Qs. (111) : 1) وَتَبَّ

4)     Ashlul Qalqalah ﺃﺻﻠﻞ ﻘﻠﻘﻠﺔ : Abjad
qalqalah
 safi yang tidak beharakat sukun (mati) ataupun disukunkan maupun diwakafkan.



Syariat Wacana Qalqalah

Membaca qalqalah dibedakan menjadi 2  cara, yaitu:

  1. Qalqalah yang tetap miring “a” adalah huruf ط  dan ق

Contoh :

Baca Lagi ; Kumpulan Contoh Idgham Bilaghunnah

يَطْمَعُ
yatma’u dibaca yat-ta-ma’u

يَقْبَلُ
yaqbalu dibaca yaq-qa-bao

  1. Apabila huruf qalqalah terletak ditengah suatu kalimat atau kata, maka cara membacanya dapat berubah-ubah, menurut harakat yang sebelum dan sesudahnya. Dalam kejadian ini terdapat pada huruf ب  , ج, dan د dengan perubahan sebagai berikut:

1)     Miring kepada huruf “a” yakni seandainya huruf sebelum dan sesudahnya
berharakat fathah
 ( َ ) Teoretis :

يَبْتَغِ
yabtaghi dibaca yab-ba-taghi

يَجْعَلُ
yaj’alu dibaca yab-ba-‘penumbuk

Dan takdirnya huruf sebelumna berharakat damah ( ُ)serta sesudahnya berharakat kasrah  ( ِ) , begitu pula sebaliknya.

Contoh :

مُجْرِمِيْنَ
mujrimiin
dibaca
 muj-ja-rimiin

يُبْطِلُ
yubthilu
dibaca
 yub-ba-thilu

رِجْسِهِمْ
rijsihm
dibaca
rij-ja-sihim

2)     Miring kepada “i” yaitu jika aksara sebelum dan sesudahnya berharakat kasrah. Konseptual :

Baca Juga : Pusparagam Contoh Idgham Bighunnah

اِبْلِيْسَ
ibliis dibaca ib-bi-liis

إِدْرِيْسَ
idriis dibaca id-di-riis

إِجْرِ
ijri dibaca ij-ji-ri

3)     Miring kepada abc “u” merupakan kalau aksara sebelumnya dan sesudahnya
berharakat dhamah
. Konseptual :

تُبْتُ
tubtu dibaca tub-bu-tu

أُدْخُلُوا
udkhulu dibaca ud-du-khulu

4)     Miring kepada huruf “udara murni” yaitu jika huruf sebelumnya berharakat fathah dan huruf sesudahnya
dhammah
. Contoh :

يَدْخُلُوْنَ

5)     Miring kepada “e” ialah sekiranya huruf sebelumnya berharakat kasrah dan lambang bunyi sesudahnya
berharakat fathah
. Kamil :

رِجْسًا

مِدْرَارًا

Baca Kembali : Harga ready Mix

Baca Juga : Idgham Mimi