Pura Adalah Tempat Ibadah Agama

6 Macam Tempat Ibadah Agama di Indonesia
– Indonesia sebagai negara heterogen mempunyai beraneka ragam kaki, budaya, agama, dan kepercayaan. Enam agama resmi nan diakui di Indonesia tentu memiliki tahun raksasa, cara beribadah dan ajang beribadah yang berbeda-cedera.

Indonesia mengasihkan kemandirian bagi penduduknya untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai ajarannya masing-masing. Situasi tersebut tertuang privat Pasal 28E ayat 1 UUD 1945 nan berbunyi, “Setiap penduduk negara bebas memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya”.

Perbedaan agama di Indonesia telah suka-suka sejak zaman lampau. Bangsa India awalnya memasyarakatkan agama Hindu dan Buddha masuk ke Indonesia. Kemudian disusul makanya kedatangan bangsa Gujarat yang membawa agama Islam.

Lebih jauh, agama Masehi Protestan dan Kristen Katolik diperkenalkan oleh nasion Eropa nan menclok ke Indonesia. Terakhir, nasion China datang dan start mengangkut ajaran agama Konghucu.

Internal urusan kepercayaan, Indonesia adalah negara yang sangat meluhurkan perbedaan agama. Enam agama nan diakui di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri.

Indonesia menyepakati agama atau kepercayaan sebagai elemen penting kepada Sang Penggarap. Situasi tersebut menjadikan Indonesia dikenal sebagai negara nan subur akan nilai sosial.

Sila pertama Pancasila yang berbunyi “Rabani Yang Maha Esa” menjadi bukti bahwa Indonesia menghargai bervariasi agama ataupun asisten laksana elemen terdepan n domestik usia. Berbicara adapun agama tentu berkaitan erat dengan rumah ibadah.

Setiap agama yang dianut oleh awam Indonesia memerlukan wadah beribadah bagi memenuhi kebutuhan rohani. Sendirisendiri tempat ibadah tentu punya bentuk dan pengaturan nan menjadi ciri khas.

Masyarakat kerap mengartikan kondominium ibadah sebagai sarana keagamaan yang terdahulu bagi setiap pemeluk agama di suatu tempat. Kemudian rumah ibadah koteng identik dengan simbol “keberadaan” pemeluk agama.

Selain seumpama simbol, rumah ibadah juga bermanfaat sebagai tempat melakukan ibadah dan penyiaran agama. Sebagai tempat peribadahan, flat ibadah diharapkan mampu memberikan galakan yang abadi dan terarah kepada jemaahnya.

Keadaan tersebut bertujuan agar kehidupan spiritual pemeluk agama tersebut menjadi lebih baik. Bak alat angkut yang terdepan, kancah ibadah menjadi prioritas utama kiranya kenyamanan umat dalam mengamalkan ibadah terjamin.



Dalam melakukan barang bawaan beribadah kepada Tuhan Nan Maha Esa, alat angkut tempat ibadah dibangun untuk memenuhi kebutuhan spiritual umat beragama. Artikel mungkin ini akan membicarakan mengenai bermacam-macam tempat beribadah di Indonesia. Penasaran barang apa saja segel tempat ibadah di Indonesia? Yuk, simak artikel ini sampai tuntas.


6 Arena Ibadah Agama di Indonesia


1. Surau (Islam)

Ilustrasi Sajadah Raya Baiturrahman Banda Aceh (sumber: sidoharind.co.id)

Simbol gelanggang beribadah buat umat Islam ialah zawiat. Langgar atau dalam imbangan bahasa Inggris disebut
mosque
merupakan tempat ibadah umat islam atau muslim. Alas kata
mosque
sendiri berasal dari bahasa Spanyol, yakni
mezquita.

Selain difungsikan bagaikan kancah beribadah, zawiat merupakan tempat bermusyawarah kaum muslimin bakal menuntaskan permasalahan yang timbul dalam umum. Kemudian masjid juga berfungsi perumpamaan arena untuk meningkatkan kecerdasan dan hobatan embaran kaum muslimin, lho Grameds.

Tak hanya itu, masjid kerap berguna bagi kegiatan perayaan perian besar, membina keutuhan pernah jemaah, wadah berkonsultasi, dan bukan sebagainya. Secara umum, sebuah kubah menjadi ciri khas sreg eksterior masjid di Indonesia.

Bikin bagian interior, masjid Indonesia cangap menggunakan dekorasi kaligrafi di dinding dan mimbar tempat khatib memajukan khotbah. Masyarakat Indonesia mempunyai sebutan khusus untuk masjid yang n kepunyaan dimensi makin kecil. Mereka biasa menyebutnya sengan sebutan musala, surau, dan zawiat.

Intern sejarah Islam, bandarsah menduduki peranan yang signifikan privat aktivitas sosial kemasyarakatan setakat kemiliteran. Indonesia sendiri n kepunyaan beberapa masjid bersejarah nan cukup terkenal, yaitu:

  • Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh,
  • Masjid Raya Al-Mashun Bekas,
  • Masjid Raya Syekh Burhanuddin,
  • Masjid Raya Pekanbaru,
  • Zawiat Agung Banten,
  • Masjid Osean Kauman Yogyakarta,
  • Musala Jami Kudus, dan lain sebagainya.


Beli Buku di Gramedia


2. Dom (Kristen Protestan)

Ilustrasi Gereja Injil Minahasa (sumber: www.gmim.or.id)

Gereja merupakan tempat ibadah kerjakan agama Masehi Protestan untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Selain digunakan bagaikan gelanggang beribadah, gedung gereja berguna untuk membangun relasi antar jemaat dan umum luas.

Gereja bak sebuah bangunan atau struktur dibangun dengan tujuan utama bakal memfasilitasi pertemuan. Gereja pun punya kurnia sosial dan komunitas nan berperan penting dalam membantu orang lain.

Kata katedral sendiri semenjak dari bahasa Yunani, yaitu “Ekklesia” yang berarti universitas maupun orang-makhluk yang dipanggil keluar. Penggunaan salib lega bagian luar bangunan menjadi ciri utama yang dahulu khas berusul sebuah dom.

Selain itu, katedral tradisional rata-rata punya sebuah kubah atau para-para pada bagian atas bagunan. Sementara itu pada gereja nan lebih berbudaya kebanyakan memiliki tipe tata letak dan arsitektur.

Album katedral di Indonesia lain sungkap dari pengaruh nasion Belanda. Gereja Protestan di Indonesia berkembang pesat n domestik pengawasan dan tanggung jawab VOC pada masa kolonial Belanda.

Bikin pemerintah Belanda, bangunan dom pada waktu itu sangatlah istimewa. Dapat dikatakan bahwa jemaat Indonesia merupakan perwujudan jemaat Belanda dengan ajaran Calvinis. Indonesia sendiri memiliki beberapa gereja Protestan bersejarah yang sepan tenar, merupakan:

  • Katedral Protestan di Maluku,
  • Gereja Protestan di Ternate dan Tidore,
  • Gereja Protestan di Sulawesi Paksina,
  • Katedral Protestan Injili di Minahasa, dan
  • Gereja Protestan di Sangir Talaud.


3. Gereja (Kristen Katolik)

Ilustrasi Gereja Kepanjen Surabaya (sumber: www.wisataidn.com)

Pemeluk agama Kristen Katolik menyebut tempat ibadahnya dengan nama basilika. Perbedaan antara katedral Protestan dan katedral Katolik terletak pada desain bangunannya. Dom Katolik umumnya memiliki desain bangunan yang makin klasik.

Kemudian gereja Katolik kebanyakan punya kacamata gonjong yang membidik ke atas plong bangunan luarnya. Pada katedral Katolik terdapat salib dan reca Yesus Kristus yang ditempatkan di tengah fasad bangunan.

Gereja Katolik di Indonesia memiliki persekutuan dengan Uskup alias Uskup Roma nan memegang yuridiksi termulia bersama Dewan Uskup. Kerelaan bangsa Portugis ke Maluku pada tahun 1.534 menjadi awal sejarah gereja Katolik di Indonesia.

Kemudian di perian 1.546-1.547, Santo Fransiskus Xaverius datang mengunjungi Ambon, Sapuara, dan Ternate bikin mengkristenkan beberapa mili pemukim setempat. Perkenalan awal gereja dalam bahasa Indonesia memiliki sejumlah kurnia, yakni “umat”.

Purwa, gereja bukanlah sebuah gedung melainkan persekutuan orang Masehi. Kedua, basilika dapat diartikan sebagai sebuah perjumpaan maupun perhimpunan ibadah umat Kristen. Indonesia sendiri mempunyai beberapa katedral Katolik bersejarah nan cukup terkenal, ialah:

  • Gereja Katolik Kepanjen Surabaya
  • Gereja Tua Sikka Maumere
  • Katedral Gereja Santo Petrus atau Gereja Katedral Bandung
  • Gereja Santo Paulus
  • Gereja Katedral Jakarta



Beli Buku di Gramedia


4. Jaring-jaring (Hindu)

Ilustrasi Pura Besakih Bali (sumur: tripsavvy.com)

Hindu umpama agama baku yang diakui di Indonesia memiliki arena ibadah nan dikenal dengan nama pura untuk umat Hindu. Sementara sebutan Wasi sebagai tempat ibadah agama Hindu dikhususkan untuk pemuka agamanya.

Agama Hindu nan tersebar di seluruh Nusantara masuk sreg awal tahun masehi. Hal tersebut dibuktikan dengan rakitan batu bertulis peninggaran Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur.

Agama Hindu sendiri memiliki rekaman yang patut janjang jikalau dibandingkan dengan agama resmi lain di Indonesia. Sebagian raksasa umat Hindu berdomisili di Bali. Secara umum, bangunan pundi-pundi di Indonesia dirancang dengan bangunan mendelongop yang dikelilingi oleh tembok.

Kemudian bangunan pura memiliki gerbang yang tukar terhubung dengan banyak ukiran terpahat. Di Indonesia sendiri, kantung terkonsentrasi di Bali yang memiliki mayoritas penduduk penyanjung agama Hindu.

Introduksi “pura” sebagai tempat ibadah umat Hindu berasal dari bahasa Sansekerta yang berjasa kota, daerah tingkat dengan para-para ataupun kastil, dan kota berbenteng. Konstruksi pura memiliki struktur dengan konsep trimandala yang berkaitan damping dengan derajat kesuciannya.

Struktur Jala-jala terbagi menjadi tiga, yakni nista mandala, madya mandala, dan terdepan mandala. Marilah kita bahas satu per satu. Sreg bagian nista mandala maupun jaba pisan merupakan zona terluar nan menjadi pintu turut dari lingkungan asing.

Zona tersebut umumnya berupa taman atau pelan yang kerap digunakan cak bagi kegiatan pementasan tari maupun persiapan majemuk ritual. Kemudian episode sedang mandala atau jaba paruh merupakan fasilitas partisan ataupun zona paruh ajang aktivitas umat.

Zona tersebut biasanya diisi dengan bale gong, bale kulkul, wantilan, bale perantenan, dan bale pesandekan. Ragil, bagian penting mandala ataupun jero yang menjadi zona minimal suci di kerumahtanggaan kantung. Di zona tersebut Grameds akan menemukan padmasana, bale piyasan, pelinggih meru, bale pepelik, bale pawedan, bale murda, dan bale gedong penyimpanan.

Selain berfungsi laksana tempat beribadah bagi umat Hindu, pundi-pundi sayang dijadikan sebagai wadah pendidikan etik, tempat mewujudkan rasa bhakti kepada Tuhan, dan tempat ki melatih keterampilan. Indonesia koteng memiliki sejumlah pura bersejarah yang memadai terkenal di Bali, yakni:

  • Pundi-pundi Besakih,
  • Jaring-jaring Uluwatu,
  • Pura Luhur Tanah Lot,
  • Pura Taman Ayun,
  • Jaring-jaring Gorong-gorong Lawah,
  • Jala-jala Ulundanu Bratan,
  • Pura Ulundanu Batur,
  • Rajut Lempuyang, dan
  • Pura Watu Klotok.

Baca Pun: 6 Agama di Indonesia


5. Vihara (Buddha)

Ilustrasi Vihara Avalokitesvara (sumur: pinterest.com)

Agama Buddha sebagai agama tertua di marcapada mempunyai wadah ibadah yang bernama vihara atau kuil. Vihara bak tempat beribadah umat Buddha berasal pecah bahasa Pali India Bersejarah yang berarti bekas lalu maupun tempat melakukan puja bhakti.

Secara umum, vihara misal tempat ibadah merupakan komplek yang terdiri berpunca
dhammasala,
uposathagara,
kuthi, dan
bhavana
sabha. Selain itu, gedung vihara lazimnya memiliki gaya arsitektur khas Tiongkok yang telah bersatu dengan kearifan lokal.

Selain berfungsi sebagai buku religiositas, vihara pun berfungsi sebagai buku pendidikan, pengembangan budaya, pengembangan sosial kemasyarakatan, dan arena persuaan atau pelantikan organisasi Buddha. Beribadat, bermeditasi, dan membaca parrita menjadi kegiatan nan camar dilakukan di dalam vihara.

Kompleks vihara yang dikelilingi gerogol memiliki beberapa relief dengan keunikannya. Indonesia sendiri memiliki sejumlah vihara tertua yang pas tenar, yakni:

  • Vihara Pialang,
  • Vihara Avalokitesvara,
  • Vihara Hok Tek Melase Sin,
  • Vihara Peri Welas Asih,
  • Vihara Hok Tek Bio, dan
  • Vihara Dharma Nirmala.



Beli Buku di Gramedia


6. Terup (Konghucu)

Ilustrasi Kabu-kabu Kwan Sing Bio (sumber: visitingtuban.blogspot.com)

Agama Konghucu ibarat agama resmi nan diakui di Indonesia memiliki tempat ibadah yang disebut kelenteng. Di beberapa negeri, kelenteng kerap disebut dengan cap Tokong. Nama tersebut diambil dari bunyi lonceng momen penyelenggaraan upacara.

Selain menjadi tempat beribadah, randu kembali berfungsi laksana simbol ilham tangan kanan, tempat sumber wahyu spiritual, pokok kegiatan sosial, pusat pelarutan kesenian, dan penanda sejarah perkembangan awam Tionghoa. Secara umum, jelapang memiliki konstruksi khas bersikap Tiongkok.

Kemunculan gedung tua arena deifikasi pada Konfusius di Pontianak menjadi sediakala perkembangan agama Konghucu pada abad ke-17. Indonesia sendiri memiliki sejumlah jelapang historis yang cukup terkenal, yaitu:

  • Kelenteng Kwan Sing Bio di Tuban,
  • Terup Chandra Nadi di Palembang,
  • Kembung Tek Hay Kiong di Kebun,
  • Kelenteng Hong Tiek Hian di Surabaya,
  • Lumbung Tay Kak Sie di Semarang, dan
  • Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang.
  • Pengertian Kebudayaan
  • Permainan Tradisional
  • Guna Vitalitas Akur
  • Agama di Indonesia
  • Pengertian Norma
  • Disko Daerah
  • Candi Hindu Budha
  • Daftar Suku Di Indonesia
  • Dampak Maujud Subversif IPTEK
  • Budaya Jepang nan Terkenal
  • Kemajemukan Budaya Indonesia
  • Pengertian Budaya
  • Integrasi Sosial
  • Masyarakat Madani
  • Manfaat Gotong Royong

Itulah bekas beribadah bermacam ragam
agama yang diakui di Indonesia. Umpama nasion majemuk, Indonesia pasti terlibat bakal mengatak semangat beragama. Masing-masing pemeluk agama punya kesempatan yang sama cak bagi menciptakan kehidupan beragama sesuai dengan ajarannya. Semoga keberagaman yang suka-suka boleh menjadi sumber kekayaan budaya bangsa.

ePerpus ialah layanan taman bacaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir bikin memudahkan n domestik mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.”

logo eperpus

  • Custom gelondong
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol bibliotek Beliau
  • Cawis privat platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk mematamatai warta analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Source: https://www.gramedia.com/literasi/tempat-ibadah-agama-di-indonesia/

Posted by: gamadelic.com