Problem Based Learning Dan Project Based Learning

Metodeproject based learning ini diprakarsai oleh hasil implikasi pecah Surat Edaran Mendikbud no.4 masa 2022.Project based learning ini memiliki tujuan utama untuk memberikan pelatihan kepada pelajar cak bagi lebih dapat bekerja sama, angkat royong, dan empati dengan sesama.
Metode
project based learning
 ini sangat efektif diterapkan untuk para petatar dengan membentuk kelompok membiasakan kecil kerumahtanggaan mengerjakan projek, eksperimen, dan terobosan.

Project Based Learning :

  • Dimulai dengan sebuah pertanyaan esensial atau membimbing.
  • Diselesaikan dalam waktu yang agak lama (beberapa minggu – rembulan)
  • Membidik dengan produk akhir atau “artifact” (berupa komoditas karangan, verbal, visual dan multimedia), serta kegiatan produksi yang memerlukan embaran isi tertentu atau keterampilan, dan kebanyakan menimbulkan satu atau bertambah kelainan nan harus dipecahkan siswa. Pesanan bervariasi dalam lingkup dan bentuk hari, dan produk penutup sangat bervariasi dalam tingkat teknologi yang digunakan serta kecanggihannya.
  • Hasil pembelajaran berupa barang (model, prototype, poster seni, pertunjukan, dll)

Pendedahan PjBL
teristiadat mengangkat masalah riil yang terjadi di masyarakat, karena tujuan pecah PjBL adalah mengkoneksikan pengetahuan nan diperoleh siswa di kelas bawah kerjakan diaplikasikan di dunia riil dengan membuat solusi atas persoalan-persoalan yang ada – dimana siswa sekali lagi berperan sebagai profesi-profesi yang cak semau di dunia aktual, sebagai halnya sinse, peneliti lingkungan, pakar energi, insinyur, dll. Selain itu, PjBL harus makmur mengasihkan value/nilai/guna kepada publik sekitar/marcapada substansial, dimana kejadian ini adalah esensi terdepan semenjak maksud pendidikan.

Kegiatan membiasakan nan dialami makanya siswa akan sangat bermakna dalam kehidupannya, dimana mereka akan cinta memahfuzkan point-point terdahulu dalam penerimaan yang mereka lakukan. Selain itu, aliran pembelajaran dengan metode saintifik seperti yang ada pada PjBL akan memberikan keterampilan bagaimana menjadi pembelajaran seumur sukma bagi para petatar, dan pengetahuan ini akan sangat bermanfaat buat dapat bertahan dalam perlombaan di internal era ekonomi yang berbasis pengetahuan.

Awalan-langkah penataran PjBL adalah bak berikut :

1. Penentuan pertanyaan mendasar (start with essential question)

2. Mengekspresikan perencanaan order (design project)

3. Menyusun jadwal (create schedule)

4. Memantau peserta dan kesuksesan proyek (monitoring the students and progress of project)

5. Penilaian hasil (assess the outcome)

6. Evaluasi Pengalaman (evaluation the experience)

Kebaikan dan Kekurangan Cermin Pembelajaran PjBL

Kelebihan ataupun keunggulan PjBL sebagai berikut (Abidin, 2007:170) :

  1. Model ini berkepribadian terpadu dengan kurikulum sehingga enggak memerlukan apendiks apapun dalam pelaksanaannya.
  2. Pesuluh berkujut dalam kegiatan marcapada nyata dan mempraktikan kebijakan otentik secara disiplin.
  3. Petatar berkarya secara kolaboratif untuk mengendalikan masalah yang penting baginya.
  4. Teknologi koheren umpama alat untuk penemuan, kolaborasi, dan komunikasi internal menyentuh harapan penataran penting dalam caracara mentah.
  5. Meningkatkan partisipasi guru dalam merancang dan mengimplementasikan pesanan-proyek yang melintasi batas-batas geografis atau bahkan melompat zona masa.

Kekurangan/kelemahan PjBL yaitu andai berikut (Abidin, 2022:171) :

  1. Memerlukan banyak waktu dan biaya.
  2. Memerlukan banyak media dan sumber sparing.
  3. Memerlukan hawa dan peserta yang sama-sama siap belajar dan berkembang.
  4. Suka-suka kebingungan siswa hanya akan menguasai satu topik tertentu nan dikerjakannya.

Source: https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/project-based-learning/