Pola Lantai Dan Contoh Tariannya

Pola Lantai : Signifikansi, Jenis, Fungsi, dan Contohnya –
Abstrak ubin termasuk keseleo satu hal yang paling kecil diperlukan ketika mempelajari perihal seni tari. Konseptual lantai wajib bagi dipahami karena teladan lantai dibuat guna bakal menerimakan keayuan di n domestik pertunjukan seni tari. Jenis-jenis pola lantai juga mempunyai berbagai rupa ragam lho,
Grameds.

kendyferdian.wordpress.com

Galibnya berbagai macam pola lantai digunakan untuk tarian yang bukan sendiri ; bisa duo, trio, maupun pasuk. Tujuan dari diciptakannya sempurna lantai yakni buat membantu para penari dalam melakukan distribusi maupun evakuasi, tetapi tegar mulia, halus, serta nikmat dipandang oleh para penonton.

Cak bagi mengenal makin privat perihal pengertian, variasi-jenis, dan juga penerapan pola lantai dalam disko, mari simak terus kata sandang berikut ini ya
Grameds.

Pengertian Pola Lantai

Pola lantai ajojing merupakan sebuah barisan, formasi, sempurna, atau garis yang dibentuk atau digunakan bagaikan cara berjalan maka dari itu para penari atau dengan prolog lain umpama pendirian bagi para penari untuk mengerjakan distribusi serta perpindahan berpokok tempat suatu ke gelanggang yang lainnya, berputar ke berbagai posisi umpama bentuk terbit penguasaan panggung dan lagi buat membereskan koreografi.

Lamun identik dengan peronggeng kelompok, ternyata paradigma lantai juga bisa digunakan maka itu penari eksklusif, duo, maupun trio agar tetap terlihat mulia, rapi, dan halus detik tampil di atas panggung.

Kesimpulannya adalah pola lantai yaitu sebuah garis imajiner atau sagur yang akan dilalui maka dari itu para penari alias dibuat sebagai formasi untuk para bedaya bilamana melakukan gerak tari. Saat melakukan perpindahan menunggangi pola keramik, penari pula harus memperhatikan hal-hal nan lainnya, seperti ajang pertunjukan, rangkaian gerak tari, dan juga jumlah penarinya.

Jenis-Jenis Pola Lantai

Secara umum, terdapat dua jenis acuan lantai, yaitu garis lurus dan cembung. Pola ubin keberadaannya sangat terdepan di sebuah tarian, karena teoretis ubin mempunyai faedah individual bagi membuat pergelaran tari semakin terlihat menarik serta membentuk satu joget tertentang kian luwes dan dinamis. Puas lazimnya, teoretis lantai bisa ditentukan berdasarkan semenjak kuantitas penari, matra panggung, serta alur cerita dari joget tersebut. Dengan begitu, spektator pun akan bisa menikmati keindahan dari gerak tari dengan posisi penandak yang rapid an tidak berantakan.

Selain itu, pola lantai juga memiliki sejumlah jenis dan fungsinya. Spesies-keberagaman pola ubin tersebut mempunyai keunggulannya masing-masing lho. Untuk makin jelasnya,
Grameds
dapat menyimaknya dari pembahasan berikut ini. Yuk, mari simak rangkuman mengenai pengertian pola lantai, keberagaman, fungsi, dan juga dan contoh penerapan arketipe lantai sreg tari tradisional di bawah ini!

1. Pola Lantai Garis Vertikal

Sempurna garis lurus selalu kali ditemukan pada pergelaran tari tradisional di Indonesia. Nantinya, pola ini dapat berkembang menjadi berbagai variasi pola sama dengan pola vertikal, diagonal dan horizontal. Galibnya, pola ini digunakan detik
Grameds
mengerjakan pertunjukan tari nan dilakukan secara berkelompok alias rapat.

Pola lantai garis vertilkal merupakan pola yang lurus dan memanjang. Nantinya, penari akan bersirkulasi lurus berpunca depan ke belakang dan atau sebaliknya. Jumlah tentara ini bisa dibuat satu ririt ataupun lebih, tersampir pada kuantitas penayub di atas tempat. Berusul pola lantai garis vertikal, kesan yang diperlihatkan adalah tarian menjadi lebih terpandang menyatu dan kuat. Nantinya, pola lantai garis vertikal lagi boleh makin dikembangkan lagi menjadi sempurna diagonal dan zig-zag.

Acuan zig-zag yaitu posisi di mana penari saling berselang-cak keramik di sisi kiri dan di sisi kanan. Sedangkan, acuan keramik garis diagonal yakni posisi peronggeng yang menciptakan menjadikan barisan verbatim tetapi menyerong ke jihat kiri atau ke arah kanan.



2. Pola Lantai Garis Horizontal

Temporer itu, model tegel garis mendatar hampir seperti mana pola lantai garis vertikal. Hanya semata-mata bentuk laskar ini dibentuk pecah kiri ke kanan atau sebaliknya lain depan ke pinggul. Jumlah baris bisa terdiri mulai sejak suatu baris saja atau lebih tergantung pada jumlah penari yang subur di atas panggung.


Bermula pola lantai garis horizontal ini kita kesan nan lazimnya ditunjukkan dalam ajojing yakni kesan kebersamaan dan kesejajaran. Sebabat halnya seperti eksemplar lantai garis vertikal, komplet lantai garis horizontal lagi bisa lakukan lebih dikembangkan lagi menjadi ideal lantai zig-zag. Nantinya, posisi penari dapat tukar berselang-seling ke depan dan ke birit di internal suatu barisan. Gerakan ini banyak dilakukan di dalam koreografi tari Saman dari Aceh.

3. Pola Ubin Garis Diagonal

Kamil lantai garis diagonal ialah model yang membentuk garis memojok ke arah kanan dan ke arah kiri alias sebaliknnya. Pola tegel garis diagonal ini membuat tarian mempunyai kesan yang dinamis, tetapi tunak kokoh bagi para penontonnya. Biasanya penari juga akan membawa property kurnia kerjakan memperindah kampanye ini,
Grameds.

Pola keramik garis diagonal, memungkinkan posisi pada per penandak berselang-seling secara porselen ke sebelah depan dan ke arah belakang. Bersumber transendental keramik ini kita boleh merasakan kesan dinamis nan cacar. Bahkan contoh lantai ini bisa divariasikan dengan posisi menyerong, dari arah kanan depan ke arah kiri pinggul ataupun berpangkal arah kidal depan ke arah kanan belakang. Jika
Grameds
mendambakan teladan yang lebih rumit pun, model lantai diagonal ini juga boleh buat lebih dikembangkan lagi menjadi pola keramik yang berbentuk sebagai halnya tanda silang (X) dan juga yang berbentuk pola garis menyerupai lambang bunyi V.

4. Ideal Garis Lengkung

Pola tegel garis dalam tarian berikutnya yaitu merupakan eksemplar lengkung. Pola kolong bisa berbentuk seperti garis kalangan, menyerupai aksara U, berbentuk angka delapan, serta melengkung seperti i beludak, apabila konseptual garis lurus memberikan kesan yang awet dan dinamis, pola garis relung justru memberikan kesan yang lenyai dan lembut.

Pada pola tegel garis lekuk, posisi penari akan membentuk seperti setengah dok ke arah dalam atau ke sisi luar. Kaprikornus, pola tegel ini akan berbentuk seperti mana cembungan alias cekungan apabila dilihat dari depan. Dengan pola lantai jenis ini, tarian akan mendapatkan kesan yang halus. Disamping itu, dari pola lantai garis lengkung ini pula dapat dikembangkan pun menjadi pola keramik galengan mumbung atau takhlik menyerupai angka delapan.

Jenis tarian yang sangat identik dengan memperalat eksemplar ini di dalamnya adalah dansa kipas dari Korea. Para peronggeng yang menggunakan
hanbok
nantinya akan mewujudkan sebuah lengkungan dengan memperalat kipas kemudian bersirkulasi dengan berantara.

Kampanye ini akan mengasihkan kesan yang lewat sani nan anggun selama pertunjukan berlangsung,
Grameds.

Kelebihan Pola Lantai

https://www.goodnewsfromindonesia.id/

Varietas-jenis pola keramik dalam tarian pastinya mempunyai fungsinya sendirisendiri
Grameds. Berikut guna dari pola lantai nan wajib
Grameds
ketahui.

1. Menunjukkan Kesetiakawanan Penari

Pelecok satu fungsi bersumber pola tegel merupakan untuk menata posisi dari operasi tarian, membentuk komposisi dalam pertunjukan tari dan kembali menciptakan kebersamaan dari para anggota penari. Dengan adanya pola lantai, tarian yang ditampilkan akan terlihat lebih indah dan juga menarik bikin disaksikan.

2. Mempermudah Perpindahan Gerak Penari

Selain itu, apabila para penari telah mempelajari berbagai keberagaman teladan keramik dengan baik, mereka akan dengan lebih mudah mengerjakan pengungsian gerak. Sehingga penari akan memafhumi area mana hanya yang menjadi kewedanan miliknya tanpa harus khawatir bertabrakan alias mengganggu area dari penandak nan lainnya.

3. Penari Tertumbuk pandangan Lebih Energik

Lengkap ubin juga dapat mendukung para penari untuk tampak lebih energik momen rani di atas panggung lho
Grameds. Sehingga pemirsa tidak akan merasa bosan selama menyaksikan pertunjukan seni tari ini.

Banyaknya sirkulasi atau perpindahan minus adanya perencanaan pola lantai akan mewujudkan tarian menjadi terlihat berantakan. Meskipun demikian, dengan adanya arketipe lantai, ajojing akan terlihat lebih rapi, teratur, renik, dan memukau.

4. Mencegah Kekacauan

Takdirnya tidak ada pola keramik,
Grameds
kali akan menciptakan kekalutan selama berada di atas panggung. Situasi tersebut dapat terjadi karena saat para penari tidak mengetahui perihal kemana ia harus mengamalkan perpindahan gerak yang lebih lanjut, mana tahu sahaja terjadi tubrukan, bukan sengaja berangkat kaki, dan membentuk kekacauan lainnya di atas bekas.

Makara, jika tidak mau merasa malu selama rani di atas panggung, penting sekali untuk mempelajari acuan lantai di n domestik sebuah disko ya
Grameds.

5. Ciri Istimewa

Pola lantai juga bisa menjadi sebuah ciri khas untuk satu tarian lho
Grameds. Sekiranya
Grameds
telah terlazim menyaksikan pergelaran tari, mungkin akan mesti juga dengan transendental gerakan yang berbentuk horizontal, vertical, diagonal maupun berbentuk membusar.

Jika sudah punya ciri khas khusus, tarian apapun akan lebih mudah dikenali dan diingat oleh para penonton ya
Grameds. Selain itu, mempelajari pola lantai pun kian seru dan tentunya menyenangkan.

Arketipe Kamil Lantai dalam Tarian

Berbagai jenis pola lantai dan penerapannya dapat dilihat internal beberapa tarian berikut ini,
Grameds.

1. Tari Buchaechum

Jika ingin melihat pola lantai garis melengkung yang sangat jelas,
Grameds
bisa menyaksikan tarian dasar Korea merupakan tari buchaechum. Joget ini terdiri dari sekelompok wanita nan menunggangi hanbok berwarna ekstrem sembari mengangkut kipas hoki nan berfungsi laksana pendukung tarian.

Puas babak pengunci berusul tari buchaechum,
Grameds
akan melihat para peronggeng wanita beraduk untuk membuat guri sewaktu menelanjangi kipas hingga menyerupai anak uang nan mekar.

2. Tari Bedhaya Semang

https://koropak.co.id/

Tarian lain yang mempunyai kerangka konseptual lantai yang lampau kental yaitu tari bedhaya semang yang berasal dari kota Yogyakarta. Tari tradisional bedhaya semang ini termasuk ke dalam jenis joget klasik. Setiap kamil ubin dari tarian ini mempunyai makna tertentu lho
Grameds. Abstrak lantai yang digunakan yaitu kayu jejer wayang, gawang perang, gawang tiga-tiga dan gawang kalajengking.

Kusen jejer wayang merupakan bedaya baris berbaris membentuk garis vertikal (yang dapat dilihat dari depan panggung) sedangkan gawang tiga-tiga yaitu sembilan penandak membentuk barisan verbatim hingga tiga baris. Riuk suatu teoretis lantai pada Tari Bedhaya yang paling dikenal yaitu rakit deret. Ideal lantai ini menyantirkan lima anasir yang terwalak di dalam diri manusia. Lima zarah tersebut yaitu rasa, kehidupan, kilauan, nafsu dan perilaku.

3. Tari Aswa Kepang

https://www.bilah.id/

Jaran kepang atau jathilan adalah riuk satu jenis ajojing tradisional nan memperalat properti kuda lumping di Indonesia. Tarian yang berasal berbunga daerah Ponorogo, Jawa Timur ini termasuk ke dalam jenis tari rakyat dengan punya pola lantai garis gabungan antara unsur lengkap garis lengkung dan pola garis verbatim.

Pola lantai yang digunakan plong disko yaitu model garis bulat, sempurna garis lurus ke depan dan juga acuan garis horizontal.

4. Tari Pendet

Tari Pendet plong mulanya merupakan sebuah tarian pemujaan yang banyak ditampilkan di pura bagaikan tempat ibadah umat Hindu di Bali, Indonesia. Kendatipun begitu, seiring berjalannya waktu, disko ini telah berubah menjadi salah satu joget selamat datang lakukan para turis hanya taat mempertahankan peranakan unsur yang sakral dan juga religius.

Pola lantai nan digunakan plong tarian ini berbentuk seperti kamil fonem V, pola keramik lurus serta menghadap ke samping kanan dan kidal. Pola tersebut lebih sederhana dibandingkan dengan disko pendet yang lainnya.

5. Tari Jaipong

https://www.Instagram.com/@sanggarpuspawangi

Tari jaipong atau jaipongan adalah salah satu tipe tari kombinasi tradisional masyarakat Sunda yang berasal bersumber kewedanan Karawang, Jawa Barat. Tari jaipong ini silam populer di Indonesia karena gerakannya terkesan mudah serta umumnya para penari jaipong adalah nona-cewek yang n kepunyaan paras cantik.

Secara koreografi, dansa ini menggunakan eksemplar lantai garis lurus nan mempunyai kemujaraban bagi memberikan keindahan kepada tarian dan juga memperjelas harapan dari gerakan, serta untuk mementingkan pemeran utama terbit tarian tersebut.

6. Tari Bedhaya Ketawang

https://inibaru.id/

Tari Bedhaya Ketawang adalah keseleo satu ajojing tradisional Indonesia nan pecah dari daerah tingkat Yogyakarta. Joget ini mempunyai nama pola lantai yang farik. Jenis pola keramik yang digunakan adalah rakit lajur, ajeng-ajengan, iring-iringan, lumebet, endhel-endhel, dan rakit tiga-tiga.

7.  Tari Saman

https://womensobsession.com/

Tari Saman adalah disko nan berasal berpokok suku Gayo di kawasan Aceh Tenggara.  Biasanya tari saman ditampilkan dalam suatu perayaan terdahulu di satu peristiwa kebiasaan. Syair puas tariannya juga menggunakan bahasa-bahasa asli suku Gayo. Disamping itu tarian ini lagi besar perut ditampilkan bilamana perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Transendental lantai nan digunakan pada tarian ini yakni acuan ubin garis harfiah vertikal.

8. Tari Seudati

Foto: Suparta/acehkini

Tari Seudati merupakan salah suatu tarian tradisional nan berasal dari Aceh. Tarian ini dibawakan maka itu para tukang tari pria dengan persuasi yang individual. Dimana gerakannya dibawakan dengan energik, kehidupan, dan pun diiringi oleh alunan syair.

Meskipun sama-sejajar semenjak dari daerah negeri Aceh, tetapi tari seudati dan tari saman memiliki perbedaan di gerakan dasar tariannya. Dimana tari seudati dilakukan dengan posisi kabur sedangkan tari seudati dilakukan dengan posisi duduk.

Tari seudati menggunakan pola tegel gabungan merupakan pola lantai garis literal, abstrak lekuk, dan juga acuan zig-zag.

9. Tari piring

https://kemlu.go.id/

Tari piring adalah tarian tradisional yang berasa terbit suku Minangkabau. Tarian ini menampilkan atraksi dengan memperalat atribut piring. Secara tradisional tari ini berpunca berpokok daerah Solok, provinsi Sumatra Barat. Tari piring juga disebut dengan tari kerubungan yang dibawakan kian berbunga dua penari. Ciri khusus berasal tari piring merupakan para tukang tari membawa piring di kedua tangannya, dengan meres piring membidik ke luar.

Jenis gerakan yang dilakukan dalam tari piring yakni gerak
batanam
atau berkebun, gerak
manyabik
atau menyabit, gerak mengirik ataupun merembah padi, dan juga gerak
baguliang
atau berguling. Aksi-manuver ini ialah sebagai simbol alias bayangan bermula kegiatan mahajana ketika sedang bekerja.


Tari piring menggunakan pola lantai garis lengkung dan juga contoh lantai halangan

Itulah jenis-jenis pola lantai yang perlu
Grameds
ketahui sebelum mempelajari seni tari ya
Grameds. Moga dapat memberikan embaran bikin
Grameds
ya.

Rekomendasi Ki akal & Artikel Terkait

Baca juga :

  • 7 Tari Tradisional Masyarakat Papua dan Papua Barat
  • Cara Melestarikan Budaya Nasion, Lakukanlah Ini!
  • Makna dan Asal-Usul 5 Tarian Klasik berpokok Jawa Tengah
  • Seni Tari: Pengertian, Unsur-Unsur, Fungsi, dan Jenis
  • Tari Surat sita: Pengertian, Album, Makna Gerakan

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini nan mengusung konsep B2B. Kami hadir cak bagi menggampangkan dalam mengurus bibliotek digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, institut, korporat, sampai arena ibadah.”

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan resep dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol taman bacaan Anda
  • Tersaji privat podium Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard cak bagi melihat manifesto analisis
  • Warta perangkaan komplet
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Source: https://www.gramedia.com/literasi/pola-lantai/

Posted by: gamadelic.com