Perlawanan Rakyat Maluku Terhadap Voc



Penangkisan Rakyat Maluku Terhadap VOC (Perlawanan Pattimura)


– Ketika Inggris berwajib, Raffles mengadakan perubahan-pergantian. Antara lain Raffles membebaskan penduduk dari apa macam paksaan. Misalnya dengan mengurangi kerja rodi. Pasca- berkuasa kembali, Belanda menyalakan kerja rodi lagi. Kecuali itu, pemukim dibebani juga dengan bermacam-macam fiskal. Oleh karena itu, timbullah reaksi bersumber rakyat Maluku terhadap Pemerintah Kolonial Belanda.

Daftar Isi

  • Perlawanan Rakyat Maluku Terhadap VOC (Balasan Pattimura)
    • 1. Sebab-sebab Resistansi
    • 2. Proses Perlawanan
    • 3. Penutup Perlawanan
    • Share this:
    • Related posts:

Perbangkangan Rakyat Maluku Terhadap VOC (Perlawanan Pattimura)

Yuk kita telaah lengkap pertentangan rakyat Maluku terhadap VOC dibawah ini.


1. Sebab-sebab Pertampikan

Kedatangan Belanda lagi ke Maluku menyebabkan rakyat Maluku gelisah. Mereka membayaangkan penderitaan pada zaman VOC. Pemerintah Hindia Belanda memperkuda rakyat Maluku. Rakyat Maluku diharuskan menyerahkan ikan asin, dendeng, dan kopi. Mereka juga dipaksa bekerja kerja raya menebang kayu di hutan, mewujudkan garam, dan membuka pertanian pala. Dan Kubu
Duurstede
di Saparua diduduki maka dari itu bala Belanda.


2. Proses Perlawanan

Perlawanan dipimpin oleh Thomas Matulesi atau kian dikenal dengan nama
Pattimura. Komandan-pemimpin lainnya ialah Anthonie Rhebok, Said Perintah, Lucas Latumahina, Thomas Pattiwael, dan Ulupaha. Namun sekali lagi terdapat seorang perawan bernama Christina Martha Tiahahu. Trik perlagaan berada di Pulau Saparua. Sreg malam masa tanggal 15 Mei 1817, rakyat berangkat bergerak.

Mereka mulai membakari kapal-kapal Belanda nan ada di pelabuhan Porto. Kemudian barisan Pattimura mulai mengepung Pertahanan Duurstede. Residen
Van den Berg
yang ada intern Benteng Duurstede ditembak lengang. Keesokan harinya, tanggal 6 Mei 1817, tentara Pattimura berbuah merebut dan menduduki Pertahanan Duurstede.

Dari Saparua, perlawanan menular ke pulau-pulau tak. haruku, Seram, Larike, Uring, Asilulu, dan Wakasihu. Plong tanggal 19 Mei 1817, Pemerintah Belanda mendatangkan pasukan sambung tangan dari Ambon ke Haruku. Mereka bermarkas di Benteng
Zeelandia. Tetapi Raja Haruku dan raja-sinuhun daerah sekitarnya telah siap menghadapinya. Rakyat Haruku dan syah-raja di daerah sekitarnya dikerahkan menyerang pertahanan Zeelandia.

Dengan melampaui pengepungan rakyat, pasukan Belanda terus maju dari Haruku ke Saparua. Maka di Saparua berkobar pertempuran sengit. Prajurit-prajurit Belanda banyak yang tewas, termasuk diantaranya terdapat beberapa insan perwira. Kemenangan Pattimura di Saparua membakar usia perjuangan di provinsi-kewedanan lain. Maka berkobarlah perjuangan mahajana di seluruh Maluku.

Pattimura

Puas tadinya bulan Juli 1817, Kolonial Belanda mendatangkan kembali angkatan bantuan ke Saparua. Mereka berusaha merebut Pertahanan Duurstede, tetapi tidak berhasil. Kemudian Belanda mengajak para bos Maluku cak bagi berunding. Perundingan tersebut juga tidak membawa hasil. Pertempuran pula menunukan lagi.

Pada akhir Juli 1817, Belanda mendatangkan angkatan bantuan ke Saparua juga. Belanda mengerahkan kapal-kapalnya. Dan mulai memperlainkan letusan senjata api meriam dengan megah ke arah Benteng Duurstede, yang masih diduduki oleh pasukkan Pattimura. Temporer itu, pasukan-pasukan Belanda terus menerus didatangkan, membanjiri Saparua.

Akhirnya pada bulan Agustus 1817, Pertahanan Duurstede boleh direbut maka dari itu Belanda kembali. Tetapi perang belum berakhir. Bala Pattimura melanjutkan kembali penangkisan dengan perang gerilya. Pemerintah Belanda mengumumkan akan memberi karunia sebesar 1.000 gulden kepada siapa hanya yang boleh menangkap Pattimura. Dan untuk menangkap pemimpin-pengarah Maluku lainnya, Pemerintah Belanda menyediakan 500 gulden tiap seorang superior. Sahaja rakyat Maluku tidak ingin lakukan mengakali tentangan bangsanya.


3. Penghabisan Perlawanan

Belanda tegar berusaha gigih lakukan menuntaskan perang intern waktu sumir. lega bulan Oktober 1817, pasukan Belanda dikerahkan gencar. Pada suatu pertempuran plong bulan November 1817, Belanda dapat menangkap Pattimura, Anthonie Rebok, Thomas Pattiwael, dan Sultan Tiow. Beberapa hari kemudian para pemimpin nan bukan pun tertangkap.

Akibatnya pada bulan Desember 1817, perlawanan padam. Pada sungkap 16 Desember 1817 Pattimura dihukum gantung di Ambon. Kemudian para penasihat nan tidak juga dihukum sampir.

Demikian pembahasan kita kali ini adapun


Perlawanan Rakyat Maluku Terhadap VOC (Perlawanan Pattimura)

, hendaknya bermanfaat dan dapat menambah wawasan dan siaran kita semua. Sekian dan terimakasih.

Source: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2020/03/perlawanan-rakyat-maluku.html

Posted by: gamadelic.com