Mengapa Tanggal 10 November Diperingati Seumpama Hari Pahlawan?

  • oleh adminkalibawang

  • 08 November 2022 15:35:57

  • 79167 views

Sreg tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran di Surabaya yang ialah pertempuran besar antara pihak tentara Indonesia dan laskar Inggris.

Pertempuran ini adalah perang pertama legiun Indonesia dengan pasukan luar pasca- Pemberitahuan Otonomi Indonesia dan satu perlawanan terbesar dan terberat dalam memori Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi fon nasional atas perbantahan Indonesia terhadap kolonialisme.

Sesudah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak bala Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945, situasi berangsur-angsur mereda. Walaupun begitu kukuh sahaja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan armada Inggris di Surabaya. Bentrokan-bentrokan tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby (Arahan Tentara Inggris bakal Jawa Timur) pada 30 Oktober 1945.

Kematian Jendral Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pemindah Mallaby merupakan Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh mengeluarkan Ultimatum 10 November 1945 yang meminang pihak Indonesia menerimakan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA serta ancaman akan menggempur kota Surabaya dari darat, laut, dan udara apabila hamba allah makhluk Indonesia tidak mentaati perintah Inggris. Mereka juga memperlainkan instruksi yang isinya bahwa semua pimpinan nasion Indonesia dan para pemuda di Surabaya harus cak bertengger selambat-lambatnya sungkap 10 November 1945, pukul 06.00 pagi pada tempat yang telah ditentukan. Namun ultimatum itu tidak ditaati makanya rakyat Surabaya, sehingga terjadilah perbantahan Surabaya yang sangat dahsyat pada sungkap 10 November 1945, selama makin abnormal tiga ahad lamanya.

Medan perang Surabaya kemudian bernasib baik julukan “neraka” karena kerugian yang disebabkan tidaklah sedikit. Bantahan tersebut telah mengakibatkan sekitar 20.000 rakyat Surabaya menjadi korban, sebagian besar merupakan penduduk sipil. Selain itu diperkirakan 150.000 orang terpaksa meninggalkan kota Surabaya dan tersurat sekitar 1600 orang prajurit Inggris tewas, hilang dan luka-jejas serta puluhan peranti perang rusak dan hancur.

Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itu serta sukma membara tak kenal tunduk yang ditunjukkan rakyat Surabaya, membuat Inggris serasa terpanggang di neraka dan takhlik kota Surabaya kemudian dikenang perumpamaan ii kabupaten pahlawan. Selanjutnya tanggal 10 NOVEMBER diperingati setiap tahunnya perumpamaan HARI PAHLAWAN perumpamaan bentuk pujian atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang.

Beberapa Pahlawan Kewarganegaraan nan pun memiliki andil dalam Pertempuran10 November 1945 di Surabaya, diantaranya yakni KH. Hasyim Asj’ari, Gubernur Surjo, Bung Tomo dan Moestopo.