Perbedaan Antara Alquran Dan Hadis

Perbandingan Hadits dan Al Quran

Skala Quran dan Hadits

Perbandingan dimaksud merupakan paralelisme dan perbedaan keduanya dari berasalnya dan kedudukannya andai sumur ajaran Islam, adalah:



Persamaannya

Tentang persamaan Al Quran dan Hadits ialah sebagaimana nan telah dijelaskan bahwa Hadits dan Al-Quran ialah sama-sekufu sumber ajaran Selam, dan terlebih pada hakikatnya keduanya merupakan sama-setimbang wangsit bermula Sang pencipta SWT.



Perbedaannya

Meskipun Hadits dan Al-Quran adalah sama-sama mata air wahi Islam dan dipandang laksana tanzil yang berasal mulai sejak Allah SWT, keduanya tidaklah persis sama, melainkan terwalak sejumlah perbedaan al Quran dan Hadits itu sendiri. Untuk mengetahui perbedaannya, perlu dikemukakan terlebih dahulu pengertian dan karakteristik semenjak Al-Quran, sebagai halnya halnya dengan Hadits.

Kata Al-Quran dalam bahasa Arab merupakan bentuk
mashdar
semenjak pengenalan
qara’a
, yang signifikan “wacana” (al-qira’ah). Di intern QS Al-Qiyamah [75]: 17 disebutkan:

Sebenarnya atas anak bini Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.”

Seterusnya, kata Qur’an secara umum lebih dikenal sebagai logo berpunca sekumpulan tertentu dari Kalam Allah nan camar dibaca hamba-Nya. (Wahbah Al Zuhayli, Ushul al-Fiqh al-Islami; Beirut Dar Al Fikr, 1986, juz. 1 hal. 420).

Dengan demikian, secara terminologis Al-Quran berguna:

Dia (Al-Quran itu) adalah Zakar Tuhan yang diturunkan kepada Rasulullah SAW dengan bahasa Arab, mengandung mukjizat meskipun dengan suratnya yang terpendek, terwalak di dalam mushhaf nan diriwayatkan secara mutawatir, membacanya merupakan ibadah, dimulai dengan surai Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat Al-Nas”.

Shubhi al-Shalih melembarkan definisi nan makin ringkas, yang menurutnya mutakadim disepakati maka itu para ahli Ushul Fiqh, para Fuqaha, dan Ulama bahasa Arab ialah sebagai berikut :

Ceceh Tuhan nan mengandung mukjizat, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, terdapat di dalam mushhaf, yang diriwayatkan terbit Nabi SAW secara mutawatir, serta membacanya merupakan ibadah”.

Dari definisi di atas jelas tampak kekhususan dan perbandingan antara Al-Quran dengan Hadits, yaitu:

  1. Bahwa Al Alquran yaitu Burung Allah dan bersifat mukjizat. Kemukjizatan Al-Quran tersebut di antaranya terdapat puas ketinggian
    balaghah
    (kandungan sastra)-nya yang mengaras tahapan di luar batas kemampuan manusia, sehingga masyarakat Arab khususnya dan manusia sreg umumnya tidak berbenda untuk menandinginya. Bersumber segi ini tertumbuk pandangan perbedaan yang faktual antara Al-Quran dengan Hadits, yaitu bahwa Hadits maknanya semenjak berbunga Tuhan (Hadits Qudsi), ataupun dari Rasul SAW koteng berdasarkan hidayah dan bimbingan mulai sejak Sang pencipta (Hadits Nabawi), dan lafadznya berasal pecah Nabi SAW serta tak bersifat mukjizat, sedangkan Al-Quran makna dan lafadznya sekaligus mulai sejak bersumber Allah SWT, dan bersifat mukjizat.”(Al-Zuhayli, Ushul al-Fiqh; juz. I, kejadian.421-422)
  2. Mendaras Al-Quran hukumnya adalah ibadah, dan sah membacai ayat-ayatnya di dalam shalat, sementara tidak demikian halnya dengan Hadits.
  3. Keseluruhan ayat Al-Alquran diriwayatkan oleh Rasul SAW periwayatan yang menghasilkan ilmu yang pasti dan yakin keautentikannya pada setiap generasi dan periode. Ditinjau mulai sejak segi periwayatannya tersebut, maka
    nash-nash
    Al-Quran adalah bersifat pasti wujudnya atau
    qath’i al-tsubut. Akanalnya Hadits, sebagian besar adalah bersifat
    ahad
    dan
    zhanni al-wurud,
    yaitu tidak diriwayatkan secara
    wutawatir. Kalaupun ada, sekadar terbatas sekali yang
    mutawatir
    lafadz dan maknanya sekaligus.

Source: http://telaahsantri.blogspot.com/2015/05/perbandingan-quran-dan-hadits.html

Posted by: gamadelic.com