Perang Sampit Dayak Vs Madura

Berpokok Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Konflik Sampit
Bagian pecah Indonesia dalam tahun 2001
Ngayau sampit.jpg

Ngayau (pemotongan atasan) nan terjadi di Sampit pada 20 Februari 2001.
Lokasi Kalimantan

  • Sampit
  • Sambas
  • Palangkaraya
  • Pontianak
  • Kuala Pembuang

Pihak terlibat
Suku Dayak[1] Suku Madura[2]
Kekuatan

32,000 di kota Sampit

1,500.000 di seluruh Kalimantan Tengah

90,000 di kota Sampit.[Gubahan 1]
Korban
150 terbunuh

1000 terbunuh

& 100,000 ili[3]

Konflik Sampit
atau
Perang Sampit
atau
Tragedi Sampit
adalah sebuah peristiwa Kerusuhan antar-etnis yang terjadi di pulau Kalimantan puas tahun 2001.[4]
bermula sejak 18 Februari 2001, Konflik ini berlanjut sepanjang hari tersebut. Konflik ini mulai sejak di kota Sampit, Kalimantan Tengah sebelum pada akhirnya meluas ke seluruh area di Kalimantan, termasuk ibu kota Palangka Raya.[1]
[2]

Konflik ini menyertakan dua buah rasial antara suku Dayak kudrati dan pemukim Imigran Madura dari pulau Madura.[5]
Konflik tersebut berpunca sreg 18 Februari 2001 ketika dua warga Madura diserang maka dari itu bilang warga Dayak.[6]
Konflik ini mengakibatkan makin berusul 500 kematian, dengan bertambah dari 100.000 pemukim Madura kesuntukan wadah lampau di Kalimantan.[7]
Dari laporan data, bukan kurang warga Madura nan juga ditemukan dipenggal kepalanya maka dari itu masyarakat Dayak dalam konflik ini.[8]

Parasan belakang

[sunting
|
sunting perigi]

Konflik Sampit hari 2001 bukanlah insiden yang terisolasi, karena telah terjadi bilang insiden sebelumnya antara warga Dayak dan Madura.[9]
Konflik besar terakhir terjadi antara Desember 1996 dan Januari 1997 yang mengakibatkan 600 korban tewas.[10]
Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan masa 1930 di pangkal program transmigrasi yang dicanangkan maka itu pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia.[11]
Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Perdua.[12]
Suku Dayak merasa tidak plong dengan persaingan nan terus datang pecah penghuni Madura yang semakin agresif. Syariat-syariat baru sudah lalu memungkinkan warga Madura memperoleh dominasi terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan persawahan.[12]

Cak semau bilang cerita yang menjelaskan insiden kerusuhan tahun 2001. Suatu versi mengklaim bahwa ini disebabkan maka dari itu serangan pembakaran sebuah rumah Dayak. Rumor mengatakan bahwa kebakaran ini disebabkan oleh penghuni Madura dan kemudian setumpuk anggota kaki Dayak mulai membakar rumah-rumah di permukiman Madura.[9]
Profesor Usop dari Asosiasi Masyarakat Dayak mengklaim bahwa pembantaian makanya tungkai Dayak dilakukan demi mempertahankan diri setelah beberapa anggota mereka diserang.[13]
Selain itu, juga dikatakan bahwa seorang warga Dayak disiksa dan dibunuh makanya sekelompok warga Madura setelah sengketa judi di desa Kerengpangi lega 17 Desember 2000.[14]

Versi bukan mengklaim bahwa konflik ini berawal dari percekcokan antara siswa mulai sejak berbagai ras di sekolah yang proporsional.[15]

Pemenggalan superior

[sunting
|
sunting sumber]

Sedikitnya 100 penghuni Madura dipenggal kepalanya oleh suku Dayak selama konflik ini. Suku Dayak memiliki album praktik ritual pemburuan pejabat (Ngayau), kendati praktik ini dianggap meruap puas sediakala abad ke-20.[16]
[17]

Dampak

[sunting
|
sunting sendang]

Nisbah pemusnahan membuat militer dan penjaga keamanan sulit mengontrol situasi di Kalimantan Tengah. Pasukan bantuan dikirim buat membantu pasukan yang mutakadim ditempatkan di wilayah ini. Pada 18 Februari, suku Dayak berbuah mengatasi Sampit. Polisi menahan seorang pejabat lokal yang diduga perumpamaan riuk suatu otak pelaku di birit gempuran ini. Anak adam yang ditahan tersebut diduga membayar enam orang buat menghasut kerusuhan di Sampit. Polisi juga membendung beberapa perusuh selepas pembantaian permulaan. Kemudian, ribuan pemukim Dayak mengepung kantor polisi di Palangkaraya sambil meminta pelepasan para narapidana. Penjaga keamanan memenuhi permintaan ini dan plong 28 Februari, militer berhasil membubarkan massa Dayak dari jalanan,[18]
namun kerusuhan sporadis terus berlanjut sepanjang tahun.[19]

Lihat pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Program transmigrasi
  • Kerusuhan Sambas
  • Kerusuhan Tarakan 2022, kerusuhan berskala katai antara Tidung dan Bugis-Letta di Kota Tarakan.
  • Kejatuhan Soeharto

Pustaka

[sunting
|
sunting sendang]

  1. ^


    a




    b



    Sampit Berbakat, Dayak 2001.
  2. ^


    a




    b



    Konflik Sampit, Madura 2001.

  3. ^

    Akram.

  4. ^


    Rinaldo (18 Februari 2022). Ayuningtyas, Rita, ed. “Kerusuhan Sampit, Kegagalan Merawat Perbedaan 18 Tahun Lampau”.
    Liputan6.com
    . Diakses tanggal
    2 Agustus
    2022
    .





  5. ^


    Rinakit, Sukardi (2005).
    The Indonesian Military After the New Kiriman. Nordic Institute of Berbahagia Studies. ISBN 8791114063.





  6. ^


    Singh, Daljit (2003).
    Southeast Beruntung Affairs 2002. Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 9812301623.





  7. ^


    “Indonesia flashpoints: Kalimantan”. BBC. June 28, 2004. Diakses tanggal
    2008-08-13
    .





  8. ^


    “Horrors of Borneo massacre emerge”. BBC. February 27, 2001. Diakses tanggal
    2008-08-13
    .




  9. ^


    a




    b



    Mentari Sampit 2001.

  10. ^


    “Indonesia: The Violence in Central Kalimantan (Borneo)”. Human Rights Watch. February 28, 2001. Diakses copot
    2008-08-13
    .





  11. ^


    Tri Nuke Pudjiastuti (June 2002). “Immigration and Conflict in Indonesia”
    (PDF). IUSSP Regional Population Conference, Bangkok. Diarsipkan pecah varian tulen
    (PDF)
    tanggal 2012-02-09. Diakses tanggal
    2008-08-13
    .




  12. ^


    a




    b



    flashpoint 2001.

  13. ^


    “Kalimantan’s Agony: The failure of Transmigrasi”. CNN. Diarsipkan bersumber versi ceria copot 2008-05-31. Diakses tanggal
    2008-08-13
    .





  14. ^


    Elegant, Simon (March 5, 2001). “The Darkest Season”. Time. Diarsipkan berusul versi asli tanggal 2012-10-25. Diakses tanggal
    2008-08-13
    .





  15. ^


    “Interim Report of KONTRAS Fact Finding into the Causes of the Sampit Tragedy”. Kontras. Diarsipkan bermula versi asli rontok 2007-05-18. Diakses tanggal
    2008-08-14
    .





  16. ^

    CNN.

  17. ^


    “Beheading: A Dayak seremoni”. BBC. February 23, 2001. Diakses tanggal
    2008-08-13
    .





  18. ^


    “Chronology of violence in Central Kalimantan”. Indahnesia. Diarsipkan berbunga versi asli rontok 2022-06-03. Diakses copot
    2008-08-13
    .





  19. ^


    Liputan6.com (2002-04-05). “Puluhan Dalang Kerusuhan Sampit Diadili di Banjarmasin”.
    liputan6.com
    . Diakses tanggal
    2022-08-06
    .




Gubahan Kaki

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    lain terserah data pasti untuk daerah tidak

Bacaan lanjutan

[sunting
|
sunting perigi]

  • Mentari Sampit, Berita Terkini di Indonesia (2001). “Keadaan Memicu Tragedi Sampit Dayak vs Madura”.
    mentari.biz
    (privat bahasa Indonesia). Diarsipkan berpangkal versi asli tanggal 2022-08-22. Diakses rontok 2022-7-22.



  • Sampit Berdarah, Dayak (2001). “Sampit Berpembawaan”.
    fortunecity.com
    (kerumahtanggaan bahasa Indonesia). Archived from the original on 2007-07-07. Diakses tanggal
    2021-02-25
    .



  • Tragedi Berdarah Sampit, KRK. “Madura harus tanggapi hasil KRK (Kalimantan)”.
    e-borneo.com
    (n domestik bahasa Indonesia).



  • “Sampit jadi lautan jago merah (Kalimantan)”.
    e-borneo.com. 2001-2-22. Diakses sungkap 2022-4-15.



  • Konflik Sampit, Madura (2001). “KONDISI SOSIAL-BUDAYA DAN EKONOMI PENGUNGSI AKIBAT KERUSUHAN SOSIAL KALIMANTAN DI KABUPATEN Sampang DAN BANGKALAN, MADURA”.
    witayablog.blogspot.com
    (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2022-4-28.





Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Konflik_Sampit

Posted by: gamadelic.com